Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab empat puluh tujuh


__ADS_3

Sejenak semua membisu, ditambah jalanan yang macet membuat suasana semakin mencekam, semua dengan pikiran masing-masing tanpa ada canda tawa.


"Fany, masih kerumah?" tanya Papa Aksa membuyarkan lamunannya.


"Iya Om, ambil pakaian," jawabnya singkat.


"Oh gitu ya," ujarnya sambil melirik dari kaca.


Keysa menutup wajahnya dengan jaket, tanpa menghiraukan perkataan Papanya dengan Fany dan entah apa yang sedang dipikirkannya. Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka pun tiba dikediaman Papa Aksa, Fany segera keluar dan menuju kamar Keysa untuk membenahi semua pakaiannya.


"Keysa, kunci kamar dimana?" tanya Fany senyum.


"Gak dikunci," jawabnya ketus.


"Fany masuk kamar dulu ya ambil pakaian," ujarnya.


"Bodoh amat," ucapnya mencibir.


Dengan langkah berat Fany menuju kamarnya, sambil memandang seisi ruangan. Rumah yang sangat besar dan mewah dihiasi dengan warna-warni bunga yang disusun rapi di setiap sudut ruangan serta Gucci besar yang membuat suasana Rumah indah dan nyaman.


"Sungguh Keysa sangat beruntung, memiliki Rumah yang sangat mewah, serta memiliki orang tua yang kaya dan baik hati, dan sangat menyayanginya. Sedangkan Aku hanya tinggal disebuah Rumah sederhana dengan perabotan yang sudah usang, dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya," bisiknya dalam hati.


Tapi Fany kembali semangat karena masih memiliki Kakek dan Neneknya yang begitu menyayanginya, dan tiba-tiba rasa rindunya hadir dan ingin cepat-cepat pulang menemui Kakek dan Neneknya. Fany tersentak saat Papa Aksa memanggilnya sembari menjerit.


"Fany,,,! sudah siap belum?" tanyanya.


"Sudah Om," jawabnya sambil menenteng tasnya.

__ADS_1


"Loh, pakaiannya kok dibawa semua?" tanyanya.


"Iya Om," jawabnya.


"Gak balik kesini lagi?" tanyanya.


"Entahlah Om," ucapnya tersendat.


Papa Aksa nampak bingung, tidak tau harus berkata apa-apa lagi, hanya menatap Fany dengan lembut.


"Keysa dimana Om?" tanya Fany.


"Bukan dikamar?" tanyanya.


"Gak Om, Fany mau pamit," ucapnya.


Fany pun beranjak lalu mencari Keysa sambil memanggilnya.


Tiba-tiba Fany tersentak saat melihat Keysa sembunyi dibelakang Gucci besar yang terletak disudut ruangan lalu menghampirinya dengan hati-hati.


"Keysa,,,!" panggilnya sambil menepuk pundaknya dengan pelan.


Sontak Keysa kaget lalu menepiskan tangannya.


"Keysa, begitu bencinya Kamu melihatku," ucapnya dengan isak tangisnya.


"Pergi,,,,! Keysa tak sudi melihatmu!" ucapnya membentak.

__ADS_1


"Iya, Fany hanya pamit sama Kamu," jawabnya.


"Gak perlu," ujarnya.


"Keysa, maafkan jika kehadiran ku mengusik kebahagiaanmu," ucapnya sedih.


"Keysa, menyesal punya Sahabat seperti Kamu," jawabnya ketus.


"Tapi Fany tidak, karena Kamu adalah seorang Sahabatku yang paling baik" ucapnya.


"Keluar,,,! Keysa sangat membencimu," jawabnya sambil menangis.


"Suatu saat Kamu akan menyadarinya, bahwa Fany tidaklah seperti yang Kamu pikirkan, Fany tulus menyayangimu bukan karena kekayaan mu atau Papamu," ucapnya sambil berlari meninggalkannya.


Sementara Papa Aksa menangis tersedu-sedu melihat apa yang terjadi antara Keysa dan Fany, dua bidadari cantik yang sangat disayanginya kini saling membenci tanpa mengingat arti dari persahabatan. Ketulusan Fany sia-sia dan tidak dihargainya sama sekali, Papa Aksa menghampiri Keysa dan memeluknya dengan erat.


"Keysa,,,! Anakku jangan sakiti Fany dia tidak bersalah tapi Papa," ucapnya menangis.


"Dia sudah menggoda Papa," jawabnya tegas.


"Fany tidak pernah menggoda Papa, Dia Wanita baik-baik," tuturnya.


"Tidak Pa, Dia merebut Papa dariku," isak nya.


"Tidak, Papa mohon jangan membencinya," ujarnya.


Keysa menangis sambil menjerit-jerit seakan tidak rela ada Wanita lain menggantikan posisi Mamanya. Saat Papa Aksa membalikkan tubuhnya matanya tertuju pada selembar kertas yang terletak dilantai tak jauh darinya.

__ADS_1


____________________________________________


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏


__ADS_2