
Keysa menghela nafas panjang, benaknya serasa di tindih Batu besar membuat tubuhnya lemas tak berdaya. Ia pun menyeruput segelas Susu hangat yang terletak di atas meja yang di siapkan oleh Bu Zana.
"Ya Allah, ada apa dengan Aku?" tanyanya dalam hati.
Kepalanya sudah terlalu penuh untuk menyimpan berbagai masalah, walaupun sudah dibuangnya ke tong sampah tapi keluh kesah dan kepahitan selalu menghantuinya, Keysa pun tiba-tiba terbahak dan meraih Ponselnya yang sudah mati.
"Sial, Ponselnya mati," keluhnya.
Keysa pun bangkit dan mengambil Charger dari laci, sembari menunggu ia pun ke Kamar mandi dan membasuh mukanya dengan kasar.
"Pasti Perempuan itu sudah menghubungiku," bisiknya dalam hati.
Setelah membasuh mukanya, ia pun bergegas keluar menghampiri Papanya yang duduk santai di ruang tamu sambil menonton TV.
"Kok Papa baik-baik saja, apa Fany tidak memberitahukan pesan singkat itu?" tanyanya dalam hati.
Ia pun kembali bergegas menuju Kamarnya dan menghidupkan Ponselnya dengan jantungnya yang berdetak kencang.
"Ayok cepat hidup," gumamnya dengan tidak sabar.
Matanya langsung tertuju pada sebuah sebuah pesan singkat yang dikirim oleh Fany.
"Maaf Saya tidak percaya dengan Anda, karena Kamu hanya ingin merusak hubunganku dengan calon Suamiku. Dan ingat Saya tidak takut dengan ancaman mu."
Keysa pun tersulut emosi, sekujur tubuhnya tiba-tiba berkeringat dan gemetar sebagai luapan amarahnya.
__ADS_1
"Oh, Kamu menantang ku ya! awas Kamu!" lirihnya.
Ia pun melemparkan Ponselnya dan menjerit dengan kerasnya, membuat Papa Aksa kaget dan berlari menuju Kamarnya.
Tok,,, tok,,, tok.
"Keysa, ada apa?" tanya Papa Aksa sembari menjerit.
"Gak apa-apa Pa, cuma Kecoak," jawab Fany.
"Oh, kirain Kamu kenapa-kenapa," ujarnya.
"Keysa, baik-baik saja Pa," lirihnya.
Papa Aksa pun membalikkan tubuhnya dan kembali ke ruang tamu dengan lega, sementara Keysa kesal dengan jawaban Fany yang tidak respon dengan ancamannya itu membuatnya uring-uringan.
Disaat hatinya gelisah, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu sembari menjerit.
Tok,, tok,, tok.
"Keysa, makan yok," panggil Bu Zana.
"Ya Bu, sebentar," jawabnya kesal.
"Bapak sudah nunggu di meja makan loh," ujarnya.
__ADS_1
Keysa pun keluar dengan rambut acak-acakan, dengan wajahnya yang murung sambil menatap Bu Zana dengan tatapan sinis, Bu Zana pun menatap Keysa dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan bingung.
"Keysa, kenapa?" tanyanya lembut.
"Emang kenapa Bu?" jawabnya.
"Kok berantakan gitu," ucapnya.
Keysa pun membalikkan tubuhnya dan memandang Wajahnya di cermin, ia pun bergegas menuju Kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air untuk menghilangkan rasa kecewanya.
"Ya ampun Anak ini," gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Bu Zana pun merapikan Kamarnya, yang hancur berantakan seperti perang memperebutkan satu Pulau, Bu Zana pun bingung dengan sikap Keysa yang sering membingungkan seisi rumah yang sangat menjengkelkan itu, tapi ia pun memakluminya karena Keysa adalah Anak dari majikannya yang sudah banyak berkorban untuknya.
Setelah beberapa saat Keysa pun keluar dari kamar mandi sambil menatap kamarnya yang sudah bersih dan rapi.
"Terimakasih ya Bu," ucap Keysa senyum.
"Buruan Papamu sudah nungguin dari tadi," jawabnya sambil membantu Keysa mengeringkan rambutnya.
"Biarin Papa makan sendiri Bu," lirihnya.
"Kok ngomong gitu sih Keysa, kasihan Papamu," keluhnya.
Keysa menatap Bu Zana dari cermin yang berdiri tegak dibelakangnya sambil mengeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut, hatinya terus mengutuk dan tidak terima dengan niat baik Bu Zana yang selalu bersikap tegas padanya.
__ADS_1
___________________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏