
Citra seorang Ibu tiri dalam Masyarakat, digambarkan sebagai tokoh yang antagonis dalam Keluarga, namun nyatanya tak semua Ibu tiri seperti itu, banyak Ibu tiri baik hati yang membesarkan anak - anak tirinya dengan penuh cinta dan kasih sayang layaknya Ibu kandung, seperti yang dilakukan Fany pada Keysa, baginya tidak mudah mengubah Paradigma Ibu tiri yang jahat dan kejam di benaknya.
"Sayang, tolong pikirkan sekali lagi keputusanmu itu!" pintanya memohon.
"Terserah mau bilang apa, aku yang paling tahu dengan keputusanku," ucapnya tegas.
"Sayang, Keysa sedang beradaptasi, biarkan Keysa memproses dan mengenalmu sepenuhnya, selama ini pandangan Keysa padamu masih tertutup oleh anggapan - anggapan yang telah tertanam di benaknya, bahwa seorang Ibu tiri itu kejam," tuturnya.
"Mas, aku hanya ingin memberi warna baru dalam kehidupan Keysa, dengan cinta yang sempat hilang sepeninggal Ibu Retno, tapi apa yang kudapatkan Mas?" tanyanya kesal.
"Sayang, tidak seharusnya antipati di balas dengan antipati pula," jawabnya lembut.
"Tapi kasih sayang dan perhatianku tidak dihargainya, Mas, malah menyakiti aku," lirihnya.
__ADS_1
"Mas, tau apa yang kamu rasakan saat ini, tapi kumohon bersabarlah demi, Mas," ucapnya.
"Aku hanya ingin menjalankan peran sebagai seorang Ibu, sekalipun figur Ibu kandungnya tidak akan pernah tergantikan," jawabnya.
"Menjadi Ibu tiri adalah pilihan yang sudah kamu ambil, apapun resiko yang terbentang didepan, hadapi dengan sekuat tenaga," ujarnya.
"Aku tau Mas, tapi Keysa keterlaluan hingga tega menyakiti aku dengan melukai tanganku dengan sebuah Cutter," ucapnya tersedu.
"Yakinlah, maksud baik, pasti akan berbuah kebaikan pula," jawabnya tegas.
"Mas, Aku ingin keberadaan ku diakui, paling tidak aku dianggap ada, bukan hanya sebagai bayang - bayang Ibu tiri yang menjengkelkan, aku ingin kehadiranku senantiasa didambakan dan menjadi bagian hidupnya, yang terpenggal oleh duka kehilangan figur Ibu kandungnya," tuturnya.
"Sayang, usia Keysa yang Remaja membutuhkan perhatian ekstra yang tidak mudah, kamu harus mengerti gejolak masa Remaja yang menuntut perhatian lebih dan sedang gencar - gencarnya mencari apa itu jati diri," ucapnya senyum.
__ADS_1
Fany paham, dirinya masih muda dan tidak terpaut jauh usia dengan Keysa, ia merasa dirinya belum layak untuk menggeser posisi Ibunya kandungnya, dan tidak terlalu memusingkan jika Keysa tidak mau memanggilnya Ibu.
"Iya, Mas, aku akan coba menerobos segala kekuatiran itu, aku akan membuktikan segala Paradigma yang ada selama ini adalah salah," jawabnya yakin.
Kekuatan cinta Fany pada Papa Aksa, berhasil membuatnya luluh dan berjanji akan terus melangkah bersama, mengarungi bahtera rumah tangganya yang baru seumur jagung itu, ini adalah episode nyata tentang kehidupan baru, baru baginya dalam dunia Pernikahan, dan baru bagi Papa Aksa dalam melanjutkan kehidupannya pasca kematian Istrinya, serta baru bagi Keysa yang masih lekat akan figur sempurna Ibu kandungnya.
Fany masih ingat sorot mata Keysa, ketika melihat kehadirannya di rumah besar dan mewah itu, sorot tajam penuh tanda tanya, dan sorot kekuatiran sekaligus ragu - ragu yang dapat Fany tangkap, Fany melempar senyum, senyum yang tulus padanya, tapi di balas dengan lenguhan dan buang muka.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Rumah sakit yang sudah sunyi seperti tidak berpenghuni itu, tiba - tiba mendengar suara jeritan yang sangat keras, jeritan itu terdengar dari ruangan Keysa di rawat, Fany dan Papa Aksa serta Bu Zana berlari menuju ruangan Keysa.
"Ya Tuhan, ada apa dengan Keysa," bisik Fany dengan sejuta tanda tanya.
__ADS_1
___________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏