Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 196


__ADS_3

Setelah konsultasi dengan Dokter Indra, Dokter menyarankan Fany agar berbicara langsung dengan Keysa secara baik-baik mengenai kondisi yang dialaminya saat ini, karena dukungan secara langsung merupakan suatu hal yang penting untuk membantunya menyadari kondisinya dan juga membantunya merasa yakin untuk mau menemui Dokter.


"Bu, tidak disarankan pula mengajak Keysa, dengan cara dipaksa karena hal ini dapat memperburuk kondisinya," perintah Dokter Indra.


"Bagaimana caranya, Dokter, kalau Keysa tidak mau?" tanya Fany.


"Berikan dukungan serta pengertian pada Keysa, untuk menemui Dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mentalnya," jawabnya.


"Tapi Keysa susah diajak bicara baik-baik, Dokter," keluhnya.


"Hal ini memang akan menjadi tugas Keluarga, dan Orang terdekat untuk membujuknya berobat," ucapnya tegas.


"Iya, Dokter, aku akan berusaha membujuknya," jawabnya.


"Ibu bisa membohongi Keysa dengan berkata, akan melakukan konseling keluarga, sehingga Keysa merasa hanya konsultasi, dan bukan hanya dia yang sakit karena perginya bersama-sama, atau Ibu juga dapat berkata kalau Ibu yang sakit dan meminta Keysa menemani Ibu atau Bapak," perintahnya.


"Baik Dokter, aku akan melakukannya apa saja demi kesembuhan, Keysa," ucapnya yakin.


"Jelaskan juga pada Keysa, kalau dia bebas mengungkapkan perasaannya pada Psikiater dengan privasi yang tetap terjaga," jawabnya.


"Iya Dokter," ujarnya.


Setelah konsultasi dengan Dokter Indra, Fany pamit untuk segera pulang, karena ia tahu Papa Aksa sangat membutuhkannya saat ini karena keadaannya yang sakit.


Setelah keluar dari ruangan Dokter Lee, Fany menyusuri anak tangga dengan pikirannya yang kalut, ia bingung bagaimana cara membujuk Keysa membawanya ke Psikiater, karena ia tau hubungannya dengan Keysa kurang baik, dan Papanya sakit.

__ADS_1


"Ya Allah, bagaimana caranya membujuk Keysa?" tanyanya dalam hati.


Sebelum Fany meninggalkan Rumah Sakit, ia menuju ruangan Keysa di rawat, ia tidak masuk hanya mengintipnya dari kaca jendela untuk memastikan bahwa dia baik - baik saja, Keysa nampak tidur lelap dengan buaian mimpi - mimpi indahnya.


"Syukurlah, Keysa baik - baik saja," gumamnya senang.


Sepanjang perjalanan Fany tidak henti - hentinya memikirkan cara untuk meluluhkan hati Keysa, untuk segera berobat tapi ia tidak menemukan cara, ia pasrah dan menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa.


"Ya Allah, ku serahkan semuanya padamu, karena engkau yang Maha tau," gumamnya yakin.


Tak terasa ia tiba di pekarangan Rumahnya yang mewah, ia melangkah masuk menuju Kamarnya, sesampainya di kamar Papa Aksa duduk termenung, menunggu kepulangan Fany Istrinya, pelan - pelan ia membuka pintu kamarnya lalu memeluknya dengan erat.


"Lama Banget, Sayang?" tanyanya kesal.


"Dokternya lama datang, soalnya kita gak buat janji dulu sama Dokter Ansel, Mas," jawabnya tenang.


"Gak bisa tidur, Sayang," jawabnya.


"Kenapa, Mas?" tanya Fany lagi.


"Mas, kwatir kamu kenapa-kenapa di jalan," jawabnya.


"Percayalah Mas, Allah selalu melindungi umatnya yang percaya padanya," ujarnya.


"Hehe, betul itu," lirihnya senyum.

__ADS_1


Fany dan Papa Aksa tertawa lebar, dengan wajah berdekatan hingga bibir mereka hampir bersentuhan, nafas Papa Aksa mulai memburu saat dada montok Fany menyentuh dadanya.


"Eits, mulai nih," ucapnya tertawa.


"Mas, kangen," jawabnya tersipu.


"Aku juga begitu Mas, tapi untuk sementara ini jangan dulu ya, tunggu sembuh dulu," ucapnya lembut.


"Sayang, Dokter kan tidak melarang untuk hubungan Suami-isteri?" tanyanya kesal.


"Aku tau Mas, tapi dengan kondisi sekarang ini aku gak tega," jawabnya.


"Gak tega gimana?" tanyanya tersinggung.


"Lihat kondisi Mas," jawabnya.


"Bilang saja gak cinta lagi," ujarnya.


"Mas, percayalah padaku, bagaimana pun keadaan Mas sekarang, cintaku tidak pernah berubah, justru aku semakin mencintaimu melebihi diriku sendiri," ucapnya manja.


"Maafkan aku Sayang, aku terbawa perasaan," jawabnya dengan rasa sesal.


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan, Mas," lirihnya membenamkan kepalanya di dada Papa Aksa yang bidang berbulu itu.


**********

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


__ADS_2