
Azan pun tiba, Papa Aksa segera Sholat sambil memohon petunjuk pada Tuhan agar semua masalahnya diberikan petunjuk dan Keysa mau merestui hubungannya dengan Fany. Papa Aksa berdoa dengan khusyuknya hingga air matanya terus mengalir membasahi wajahnya.
Papa Aksa merasa hatinya mulai tenang, dan bisa berpikir dengan jernih tanpa amarah dan kebencian, lalu segera beranjak dari kamarnya menuju Keysa yang duduk ditaman belakang.
"Keysa, makan yok," ucapnya tersenyum.
"Sebentar lagi Pa," jawab Keysa.
"Papa lapar loh," ujarnya.
Keysa beranjak lalu menghampiri Papanya yang duduk di kursi dekat Bunga Mawar kesukaan Istrinya.
"Papa mau makan apa?" tanyanya.
"Terserah, yang penting perut Papa yang buncit ini diisi," jawabnya bercanda.
Keysa tertawa sambil mencubit pundak Papanya lembut.
"Andaikan Mama Kamu ada, makan malam sudah tersedia dimeja makan," ucapnya sedih.
"Tadi Keysa sibuk Pa," jawabnya.
"Papa tau," ucapnya tegas.
"Terimakasih ya Pa, atas pengertiannya," jawabnya senyum.
"Papa, selalu mengerti sama Kamu, Keysa saja yang pernah ngerti sama Papa," ucapnya sambil menatapnya dengan lembut.
__ADS_1
"hehe, maafkan Keysa ya Pa" lirihnya.
"Iya, itu pasti, karena tidak ada orang tua yang tidak memaafkan Anaknya sekalipun melakukan kesalahan," ucapnya tegas.
Sejenak suasana hening, entah apa yang sedang mereka pikirkan, sesekali Papa Aksa meliriknya dan berharap Keysa paham maksud dan tujuannya.
"Keysa,,,! Papa sangat menyayangimu," ucapnya sambil menatapnya dengan lembut.
"Keysa juga sayang Papa," lirihnya.
"Papa sudah semakin menua, butuh teman hidup, menikah lagi bukan semata hanya urusan sexual, tapi butuh teman untuk cerita, karena akan ada masanya orang tua tidak bisa bercerita dengan anak-anaknya karena takut membebani atau karena alasan lain. Papa butuh Partner untuk saling menguatkan, akan ada masa dimana Kamu akan menikah dan fokus Anaknya terbagi antara orang tua dan keluarganya. Dan Papa sangat membutuhkan seseorang untuk saling menjaga dan merawat satu sama lain," tuturnya lembut.
"Apakah dengan menikah Papa bahagia?" tanyanya ketus.
"Mungkin dengan menikah, Papa merasa lebih sempurna," jawabnya singkat.
"Keysa,,,! Jangan biarkan Papa hidup dalam kesepian, karena semenjak Mamamu meninggal Papa sangat terpukul, tapi semua itu Papa tutupi dengan pura-pura kuat agar Kamu tidak sedih," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis Pa," lirihnya sambil menghapus air matanya.
"Kuat bukan berarti Papa tidak menangis, terkadang yang terlihat kuat justru menumpahkan banyak air mata disaat sedang sendiri dan tangisan itu menjadi obat sekaligus kekuatan bagi Papa," ucapnya dengan Isak tangis.
"Keysa, mengerti dengan keinginan Papa tapi hati kecilku tidak rela Pa!" ucapnya ketus.
"Buang rasa egomu dan terima kenyataan," jawabnya.
"Keysa sudah coba Pa, tapi gak bisa," lirihnya.
__ADS_1
"Papa yakin, Kamu pasti bisa," ucapnya tegas.
"Tapi Papa tetap sayang Mamakan?" tanyanya sedih.
"Itu pasti, karena Mamamu adalah orang terhebat dihati Papa, tidak hanya cantik tapi memiliki hati yang baik dan lembut, karena Mamamu juga adalah Cinta pertama Papa," tuturnya tersedu sambil membayangkan wajah Istrinya.
"Cinta pertama Papa?" tanyanya kaget.
"Iya, Mamamu cinta pertama Papa, begitu juga dengan Mamamu," jawabnya sedih.
"Bukankah cinta pertama itu sulit dilupakan?" tanya Keysa terbata-bata.
"Memang, tapi Tuhan telah menjemputnya, dan lebih sayang padanya, Papa harus mengikhlaskannya agar Mamamu tenang disana," jawabnya.
Keysa menangis sambil memeluknya, dan mengagumi betapa Papanya sangat mencintai Mamanya itu sangat jelas ketika Mamanya sakit Papanya selalu setia mendampinginya sampai menghembuskan nafas terakhirnya.
"Pa,,! bila menikah bisa membuat Papa bahagia, Keysa setuju," ucapnya dengan tidak rela.
Sontak Papanya kaget, dan langsung memeluknya dengan kencang sambil menangis bahagia.
"Pa,,,! andaikan Kamu tau hatiku, sampai kapanpun Keysa tidak rela Papa menikah lagi, semua ini kulakukan karena Keysa tidak ingin melihat Papa sedih, dan ini semua karena Fany" bisiknya dalam hati sambil mencibir.
"Terimakasih ya Keysa, Papa sangat bahagia," ucapnya dengan sorot matanya yang berbinar-binar.
"Sama-sama Pa," jawabnya singkat sambil meninggalkan Papanya menikmati kebahagiaannya.
_____________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏