Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 68


__ADS_3

Sambil terburu-buru, Bu Zana membawakan kotak Obat dengan segelas air putih lalu memberikannya pada Keysa.


"Minumlah Obatnya, biar kepalamu tidak sakit lagi," ucapnya sambil memberikan Obat sakit kepala.


"Terimakasih ya Bu," jawabnya lemas.


"Sama-sama, istirahatlah," ujarnya.


Setelah minum Obat, Keysa pun membaringkan tubuhnya dikasur sambil memandang Bu Zana dengan rasa bersalah.


"Bu, maafkan Keysa ya, seharian ini Keysa membuat Ibu capek," ucapnya dengan rasa sesalnya.


"Gak apa-apa," jawabnya dengan tersenyum.


Jauh dihatinya yang paling dalam, Bu Zana sangat memahaminya, sebagai seorang Ibu dan sesama Wanita ia mengerti kenapa Keysa melakukan hal-hal bodoh seperti ini. Tak terasa coretan di dinding kamar Papanya sudah bersih hanya cat dindingnya nampak pudar.


"Akhirnya selesai juga," gumamnya tenang sambil menatap Keysa yang tertidur pulas.


Bu Zana mengambil sapu dan kain pel, lalu menata Kamar Papa Aksa kembali agar tidak mengetahui ulah Keysa yang konyol itu, setelah semua tertata rapi, Bu Zana membangunkan Keysa untuk kembali ke kamarnya.


"Keysa, bangun yok," ucapnya sambil menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Ngantuk Bu," jawabnya manja.


"Tidur dikamar mu yok," ujarnya.


Keysa pun beranjak, lalu mengikuti langkah Bu Zana menuju kamarnya.


"Istirahatlah, mungkin kurang tidur," ucapnya.


"Jangan tinggalkan Keysa Bu," jawabnya sambil menarik tangannya.


Bu Zana menangkap tatapan kosong Keysa, lalu duduk di ujung tempat tidurnya.


Keysa memeluk Bu Zana, hingga ia kembali terlelap dalam tidurnya, Bu Zana seakan merasakan apa yang dirasakan Keysa saat ini hingga matanya mulai berkilauan membasahi wajahnya.


"Kasihan Keysa, bisiknya dalam hati sambil menyelimuti tubuhnya yang indah yang terbaring lemas ditempat tidurnya.


Pikirannya menerawang memikirkan perasaan Papa Aksa saat mengutarakan isi hati Keysa pada Papanya, sesekali wajah Bu Retno terlintas dalam benaknya menambah kecemasannya, Wanita paruh baya itu pun terdiam sambil memikirkan apa yang harus diucapkannya saat Papa Aksa tiba di rumah, dan harus memulai dari mana agar Papa Aksa tidak marah dan membenci Keysa.


Lalu setetes butiran bening jatuh lagi di pipinya, ia pun buru-buru menyeka dengan Jilbab biru Dongker nya saat Keysa tersentak dalam tidurnya.


"Kenapa Bu, kok menangis?" tanyanya kaget.

__ADS_1


"Gak apa-apa Keysa, mata Ibu cuma gatal," ucapnya dengan nada lembut seraya tersenyum tipis.


"Oh, kirain Ibu kenapa-napa," jawabnya sambil membaringkan tubuhnya di pangkuannya.


Sepertinya keinginan Keysa tidak dapat diajak kompromi lagi, tapi Bu Zana berniat untuk terus membujuk Keysa agar mau menerima keinginan Papanya, tapi Bu Zana bingung dan tidak mau menambah beban pikirannya, ia pun bersimpuh seraya menangis memohon agar pintu hati Keysa terbuka untuk merestui keinginan Papanya.


Jam menunjukkan pukul empat sore, Bu Zana baru saja menunaikan Shalat Ashar, sementara Keysa masih setia di kamarnya, dengan segala kesedihannya, lalu Bu Zana menghampirinya dengan semua perasaan bercampur aduk jadi satu, antara, bingung, marah, sedih, dan takut.


"Keysa, mandi dulu yok," ucapnya lembut.


"Iya Bu," jawabnya tersenyum manis.


Bu Zana melihat pancaran kebahagiaan Dimata Keysa dan ia tidak ingin untuk meredupkan sinar kebahagiaan itu, Bu Zana pun membalas senyumannya karena ia tidak ingin menyakiti dan mengecewakannya.


"Mandi ya, Ibu ke dapur dulu," ucapnya sambil berlalu pergi dari kamar Keysa.


Keysa pun beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya dengan air hangat agar pikirannya kembali tenang.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2