Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 93


__ADS_3

Malam yang penuh Bintang, dengan cahaya Bulan yang remang-remang membuat malam semakin indah, detak jantung seakan berirama saat Mobil mewah Papa Aksa memasuki pekarangan Rumahnya yang asri itu.


Fany menoleh ke arah sumber suara itu, seketika itu juga jantungnya seolah berhenti berdetak sekian detik, kemudian berdegup lebih kencang setelahnya. Fany dengan rambut panjang ombaknya yang di cepol rapi kebelakang, mengenakan blus ketat warna hitam dan rok di atas lutut warna Putih membuat Fany nampak lebih cantik dan menarik. Fany pun kembali mengatur nafasnya sambil menghampiri Papa Aksa dengan gugupnya.


"Selamat malam Om, datang kok gak bilang-bilang," ucapnya tersipu.


"Sekali-sekali kasih Surprise dong," jawabnya senyum sambil menatapnya dengan mesra.


"Bu Zana, apa kabar?" tanya Fany sambil memeluknya.


"Alhamdulillah, baik," jawabnya.


"Loh, Keysa mana Om?" tanyanya sambil melirik sekelilingnya.


"Itu ada di Mobil, lagi tidur," ujarnya.


"Loh, kok gak di bangunin Om," ucapnya sambil menghampirinya di Mobil.


"Keysa, bangun sudah sampai," ucapnya sambil mengguncang tubuhnya pelan.


Keysa kaget sambil mengusap kedua matanya, dan memandang Fany dengan tatapan dingin.


"Iya, Keysa tau," jawabnya sinis.


"Yok, masuk Om sudah menunggumu di dalam," ujarnya.


"Iya, Keysa nyusul," ucapnya.


Fany pun berdiri tegak di Pintu Mobil sampai Keysa keluar, tiba-tiba Papa Aksa menghampirinya.


"Tolong, bawakan oleh- oleh di Mobil," perintah Papa Aksa.

__ADS_1


"Ngapain repot-repot Om," ucapnya.


"Gak apa-apalah," jawabnya senyum.


Fany pun mengambil Roti dan Buah oleh-oleh dari Papa Aksa dengan senang.


"Sini biar Om bantu,' ucapnya sambil mengambil kotak Roti.


"Fany bisa Om," jawabnya.


"Sudahlah, biar Om bantu,' ujarnya senyum hingga mata mereka saling memandang.


Senyum manis menghiasi bibirnya yang mungil membuat jantung Papa Aksa seperti genderang mau perang, hingga tubuhnya tiba-tiba berkeringat.


Keysa pun tertawa kecil melihat tingkah Papa Aksa yang membuatnya malu-malu.


"Masuk yok Om," ucapnya mengalihkan perhatian Papa Aksa.


"Maaf ya, Om terus memandang mu karena kangen," jawabnya.


"Hem, mulai lagi nih gombalnya," keluhnya.


"Tau gak, begitu banyak kebahagiaan yang ingin Aku ceritakan denganmu malam ini," tuturnya.


"Apaan sih Om?" tanya Fany.


"Tentang Kita," jawabnya tegas.


Tiba-tiba Kakek dan Nenek Fany menghampirinya hingga pembicaraannya terputus dengan Fany.


"Loh, kok gak ngabarin mau datang," ucapnya.

__ADS_1


"Hehe, tadi gak ada tujuan kesini Pak, cuma Keysa ngajak kemari katanya kangen sama Fany," tuturnya sambil melirik ke arah Keysa


"Oh, Cucu Nenek paling cantik," ucapnya sambil mengelus wajah Keysa.


"Kalau tau datang, Nenek kan bisa masak," ucap Kakek Fany senyum.


"Iya Pak, masih ada waktu lagi,' jawabnya.


"Ayok, Kita masuk,' ucap Kakek sambil menggandeng Keysa.


Mereka pun masuk dengan canda tawa membuat suasana semakin hangat, menghampiri Bu Zana yang duduk di ruang tamu.


"Ini siapa Nak?" tanya Nenek.


"ini Bu Zana, Orang yang kerja di Rumah,' jawabnya.


"Kirain siapa," ujarnya lega.


"Iya Pak, Bu, Saya bekerja di Rumah Keluarga Bapak Aksa," tuturnya sopan.


"Oh, salam kenal ya Saya Nenek Fany," ucapnya.


"Iya Bu, saya sudah tau karena Fany sudah cerita," jawabnya.


"Kenal sama Fany?" tanyanya kaget.


"Kenal Bu, dulu sering main ke rumah sama Keysa," jawabnya.


Nenek Fany tertawa sambil duduk berdampingan dengan Bu Zana, mereka pun langsung merasa cocok satu sama lain hingga mereka asyik bercerita dengan kisah masing-masing.


____________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2