
Siang itu terik sekali, hingga Papa Aksa nampak berkeringat, dengan baju acak-acakan, Bu Zana ketakutan karena belum menyiapkan untuk makan siang.
"Tumben pulang Pak?" tanyanya.
"Iya Bu, baru dari bengkel," jawabnya.
"Oh," ujarnya.
"Keysa, mana Bu?" tanyanya.
"Dikamar Pak," jawabnya.
"Keysa, sudah makan Bu?" tanyanya.
"Sarapan sudah Pak, tinggal makan siang," jawabnya.
Papa Aksa melirik jam tangan yang melingkar ditangannya, sambil menutup pintu Mobilnya.
"Sudah hampir jam satu Bu, ajak Keysa makan," perintah Papa Aksa.
"Iya Pak," jawabnya.
Ya sudah, Aku mandi dulu," ujarnya.
"Bapak, makan siang ya?" tanyanya.
"Gak Bu, tadi sudah makan bersama klien," jawabnya sambil bergegas masuk.
"Syukurlah," gumamnya lega.
Keysa mengintip Bu Zana dengan hati-hati, untuk memastikan bahwa ia menceritakan keinginannya pada Papanya, tapi alangkah terkejutnya ia saat Papanya memergokinya.
"Keysa, ada apa?" tanyanya.
"Ti,,, Tikus, Pa," jawabnya panik.
"Dimana, Tikusnya," ujarnya sambil mencari sekeliling ruangan.
__ADS_1
"Tadi disini Pa," lirihnya menunjuk kearah Sofa.
"Kok, bisa ada Tikus ya," gumamnya.
Papa Aksa pun sibuk mencari Tikus, sambil menjerit memanggil Bu Zana
"Bu, ambilkan jerat Tikus di gudang!" perintah Papa Aksa.
"Iya Pak, sebentar," jawabnya.
Bu Zana pun segera membuka Gudang lalu mengambil jerat Tikus yang tersimpan di gudang.
"Dimana, Tikusnya Pak," tanyanya.
"Dekat Sofa Bu," jawabnya.
"Kok, bisa ada Tikus ya," gumam Bu Zana.
"Tolong Bu, periksa semua ya," perintahnya.
"Iya Pak," jawabnya.
"Bu, sini," panggil Keysa hati-hati.
"Apa?" tanyanya.
"Simpan saja jeratnya," jawabnya.
"Kenapa?" tanyanya bingung.
"Tikusnya, gak ada Bu," jawabnya tertawa.
"Tadi, kata Bapak di bawah Sofa," ujarnya.
"Gak ada Bu, itu cuma mengalihkan perhatian Papa," lirihnya.
"Maksudnya?" tanyanya.
__ADS_1
"Tadi Keysa, kepergok sama Papa waktu mengendap-ngendap di ruang tamu," jawabnya.
"Ngapain pula, Kamu begitu? tanya Bu Zana.
"Keysa, mau mastikan kalau Ibu cerita sama Papa," jawabnya.
"Ya ampun, Anak ini," gumamnya.
"Ibu gak ceritakan?" tanyanya ketus.
"Belum, Bapak tadi buru-buru," jawabnya.
"Alasan," lirihnya sambil beranjak meninggalkan Bu Zana yang masih kebingungan.
"Keysa, dengarkan Ibu dulu," ucapnya sambil setengah berteriak.
Keysa terus berjalan menuju kamarnya, tanpa menoleh kearah Bu Zana yang masih berdiri disamping Sofa sambil memegang jerat Tikus.
"Dasar, manusia aneh," bisiknya dalam hati sambil menuju Gudang untuk menyimpan jeratnya.
Bu Zana pun kembali membereskan pekerjaannya dengan seribu pertanyaan dalam hati.
"Apa Keysa, putus cinta ya? tapi setahuku Keysa gak punya pacar," tanyanya dalam hati.
Hatinya mulai bertanya-tanya, sambil memandang kearah pintu kamarnya. Ingin sekali rasanya menghampirinya tapi ia takut Keysa marah dan membencinya. Bu Zana pun kembali bekerja sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Bu Retno, kenapa Kamu pergi secepat ini, lihat Anakmu Keysa dia banyak berubah," gumamnya frustasi.
Bu Zana tidak rela melihat Keysa, yang hidupnya penuh dengan kebencian itu yang akan merusak dirinya sendiri, ia akan berusaha untuk mendekatinya untuk membuang rasa bencinya agar Keysa kembali seperti dulu, Gadis yang cantik dan ramah.
Tiba-tiba terdengar suara pintu berderit, Keysa masuk ke kamar Papanya dan langsung menutup pintunya rapat-rapat.
"Ngapain Keysa, masuk kamar Papanya?" bisiknya dalam hati.
Tapi Bu Zana menepis rasa curiganya, dan kembali meneruskan pekerjaannya tanpa menghiraukan Keysa.
_________________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏