
Detak jantung Fany berpacu lebih cepat dari biasanya, dan ada setitik rasa kecewa saat Papa Aksa tidak membiarkannya keluar untuk membantu Bu Zana untuk menyiapkan segala sesuatunya di dapur, ia pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dengan mata membulat sempurna.
"Mas, Fany gak enak kalau Bu Zana sendirian di dapur," ucapnya hati-hati.
"Sayang, Mas ngantuk, jadi tolong jangan banyak bicara," jawabnya singkat.
"Iya Mas," ujarnya.
Fany pun kembali tidur disampingnya, dengan perasaan campur aduk, rasa gelisah dan malu menyelimuti hatinya hingga matanya tidak mampu untuk terpejam walau sedetik, sementara Papa Aksa nampak begitu lelapnya menikmati keindahan tidurnya saat bersama Orang yang sangat dicintainya, Fany pun dengan hati-hati beranjak dari tempat tidur untuk membantu Bu Zana menyiapkan segala sesuatunya di dapur, tapi sebelum Fany keluar tiba-tiba tangan kekarnya meraih tangannya yang mungil membuat Fany kaget.
"Sayang, mau kemana?" tanyanya ketus.
"Mau ke kamar mandi Mas," jawabnya gugup.
"Mas tau kamu berbohong," ujarnya dengan mata tertutup.
"Hehe, Mas kayak Dukun saja," lirihnya.
__ADS_1
"Mas, tau dari gerak gerik Kamu Sayang," ucapnya sambil menatapnya dalam-dalam.
"Benar loh Mas, Fany mau ke kamar mandi," jawabnya senyum.
"Kamu tau kan, Mas gak bisa tidur tanpa sentuhan Istriku," ujarnya.
"Maaf ya Mas, Fany hanya ingin melihat suasana di dapur, setidaknya bisa membantu Bu Zana dan melihat keadaan Keysa," ucapnya lembut.
" Kamu taukan Minggu depan, Mas sudah bekerja dan tidak banyak punya waktu denganmu, apalagi Mas sudah gak bisa cuti sampai Tahun depan, pekerjaan di Kantor pastinya sudah menumpuk, yang mungkin setiap hari pulang larut Malam," tuturnya.
"Iya Mas, Fany akan menemanimu," ucapnya sambil memegang kedua tangannya.
Ucapan Papa Aksa membuatnya terharu, ia pun menghamburkan tubuhnya ke kasur sambil memeluknya dengan kencang.
"Mas, Fany tidak ingin membuatmu kecewa, dengan semua niat mu untuk membahagiakan Fany," ucapnya dengan isak tangisnya.
"Sekarang Mas, akan membuktikan kalau prioritas ku hanya untuk membahagiakan mu, Mas tidak ingin Kamu menyesali Pernikahan ini, yang rela mengorbankan masa muda mu untuk menjadi Istri dan Ibu sambung buat Keysa," jawabnya tegas.
__ADS_1
"Fany, menikah dengan Mas karena dasar cinta Mas, dan tidak akan menyesali dengan semua apa yang terjadi," lirihnya.
"Iya, tapi cepat atau lambat, mungkin Kamu akan merasa tidak nyaman dengan Pernikahan ini, dengan usia Kita yang terpaut jauh," tuturnya.
"Percayalah Mas, Fany tidak akan pernah menyesal, karena Fany sangat mencintaimu dan menyayangi Keysa," ucapnya meyakinkan Papa Aksa.
Papa Aksa tiba-tiba berdiri dan meraih Ponselnya yang ada di atas meja, lalu menyodorkan sebuah cerita singkat tentang kisah sebuah pasangan yang memiliki perbedaan usia dengan pasangannya, hingga ia selingkuh dengan Laki-laki seusianya.
"Mas tidak sengaja, membaca kisah ini, tiba-tiba Mas, ketakutan jika Kamu melakukan hal yang sama dengan kisah ini," ucapnya sedih.
"Mas, Wanita yang melakukan perselingkuhan itu hanya Orang bodoh dan tak punya hati, jadi jangan samakan Fany dengan Wanita itu," jawabnya tegas sambil menatapnya dalam-dalam.
"Terimakasih ya Sayang, jawabanmu membuatku lega, dan Mas yakin Kamu adalah seorang Istri yang baik, yang mengerti dengan arti sebuah Pernikahan," ucapnya lembut sambil mencium keningnya dengan haru.
Saat mereka saling memandang dengan sorot matanya yang berbinar-binar, tiba-tiba terdengar suara pintu berderit, seseorang membukanya dan langsung menutup pintunya rapat-rapat.
__________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
"