
Fany menundukkan pandangannya, ia tak tega menatap Keysa, yang terlalu sakit menerima perbuatannya itu, ia berlari memanggil Papa Aksa dengan tangan berdarah, saat membalut luka tangan Keysa.
"Mas..." tolong Keysa!" ucapnya sembari menjerit sekuat - kuatnya.
"Keysa, kenapa?" tanyanya sembari melirik tangannya yang penuh darah.
"Keysa mencoba bunuh diri, Mas!" jawabnya histeris.
"Ya ampun, anak itu," gumamnya mengikuti langkah Fany.
"Cepat, Mas, nanti Keysa kehabisan darah," lirihnya sedih.
"Kenapa ini terjadi, ya Tuhan," ucapnya frustasi.
Papa Aksa menangis, memeluknya dengan erat dan sangat menyayangkan perbuatan anak semata wayangnya itu, Papa Aksa tidak tau harus berkata apa - apa selain menangis dan menjerit memanggil nama Keysa.
"Keysa, kamu tidak tau betapa besarnya rasa sayangku padamu, Papa menikah bukan untuk kepentingan Papa, tapi itu semua Papa lakukan hanya untukmu, agar kamu tidak kesepian disaat Papa kerja," tuturnya.
"Mas, ini waktunya bukan untuk menangis! kita harus segera membawa Keysa kerumah sakit, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Keysa," ucapnya sedih.
Bu Zana segera memanggil Ambulance, dan menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan di Rumah sakit, setelah beberapa saat Mobil Ambulance memasuki pekarangan Rumahnya yang besar dan mewah itu, lalu membawanya ke Rumah sakit.
"Mas, yang sabar ya, kita berdoa mudah - mudahan Keysa tidak apa - apa," ucapnya lembut.
__ADS_1
"Iya Sayang, terimakasih ya, kamu sudah menyelamatkan Keysa, kalau tidak ada kamu mungkin Keysa sudah kehabisan darah," jawabnya haru.
"Sama - sama, Mas, ini artinya Keysa masih ingin hidup," lirihnya.
"Mas, bingung dengan tingkah Keysa, yang membuat Mas serba salah," ucapnya sedikit bingung.
"Mas, gak usah banyak berpikir, hanya satu cara Keysa berubah," jawabnya tenang.
"Apa itu, Sayang?" tanyanya penasaran.
Fany menarik nafas dalam - dalam, menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap wajah Papa Aksa, Laki - Laki yang baik dan perhatian itu untuk mendengar ucapannya yang menyakiti perasaannya itu.
"Jawab, Sayang," tanyanya lagi.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Ya Allah, selamatkan Keysa, ia anak yang baik," bisik Fany dalam hatinya.
Beberapa Perawat mondar - mandir untuk mencari Donor darah, karena Keysa sudah banyak mengeluarkan darah hingga ia membutuhkan Donor darah, Perawat segera menyuruh Pak Aksa dan Fany keruangan Dokter.
"Pak, Bu, segera keruangan Dokter Lee, ada yang perlu dibicarakan," perintah Perawat.
"Iya, terimakasih," ucap Papa Aksa dengan jantung berdetak kencang.
__ADS_1
"Ada apa?" tanyanya dalam hati sambil menuju ruangan Dokter Lee.
Tok...tok...tok.
"Silahkan masuk," perintah Dokter Lee.
"Ada apa, Dokter?" tanya Papa Aksa penasaran.
"Begini, Pak, Bu, Keysa, sudah banyak kehabisan darah, jadi ia membutuhkan Donor darah, kebetulan Rumah Sakit kita kehabisan darah golongan A, apa ada pihak keluarga yang siap mendonorkan darah?" tanya Dokter Lee.
"Saya siap Dokter, saya golongan darah A," jawabnya tanpa pikir panjang.
"Oh iya? silahkan, Ibu masuk keruangan itu untuk segera di periksa," perintah Dokter Lee.
"Sayang, apa kamu yakin?" tanyanya.
"Iya Mas, Fany yakin asal Keysa selamat," jawabnya yakin.
"Terimakasih, Sayang," ucapnya haru.
"Bukankah Keysa anakku juga, berarti aku siap melakukan apa saja demi keselamatannya," ujarnya.
Papa Aksa diam tanpa menjawabnya, ia hanya menatap wajahnya dengan rasa haru, ia bangga memiliki seorang Istri yang berhati mulia itu, ia berjanji dalam hati, tidak akan pernah menyakiti perasaannya karena ia sudah menyelamatkan nyawa Keysa anak semata wayangnya itu.
__ADS_1
____________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏