Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 199


__ADS_3

Hari sudah pagi, sang surya pun sudah mulai menyapa bumi dengan rona jingganya di ufuk timur.


"Hoamm," Keysa sudah terbangun terbangun dari tidurnya.


Masih dengan yang belum sepenuhnya terkumpul dengan kantong matanya terlihat begitu jelas, ia berjalan gontai ke arah toilet untuk mencuci mukanya, sebenarnya ia juga ingin sekalian menggosok giginya, tapi sayangnya ia malas, untuk cuci muka pun hanya memakai air saja tanpa pembersih wajah.


Selesai dari toilet, Keysa memutuskan untuk langsung pulang, karena Dokter sudah mengijinkannya pulang.


"Selamat pagi, Keysa," ucap Perawat.


"Selamat pagi, Suster." jawabnya singkat.


Seperti itulah kata yang diucapkan oleh para Perawat Rumah Sakit untuk para Pasiennya, Keysa membalasnya dengan senyuman dan anggukan.


"Suster, hari ini saya pulangkan?" tanya Keysa.


"Iya, Keysa," jawabnya singkat.


"Bu Zana, di mana ya, Suster?" Keysa bertanya lagi.


"Lagi ke kasir, membayar Administrasi selama kamu di rawat di sini," ujarnya senyum.


"Oh, kirain kemana," lirihnya.


"Keysa, jangan pernah balik kesini lagi ya!" ucapnya senyum.


"Maksud, Suster?" tanyanya.

__ADS_1


"Mulailah hidup baru, jangan pernah menyakiti dirimu lagi," jawabnya lembut.


Fany menatap ke arah Suster, tanpa menjawabnya lalu memalingkan wajahnya keluar dengan tatapan sinis.


Setelah membayar biaya Keysa Bu Zana kembali keruangan, menghampiri Keysa dengan wajah cemberut.


"Keysa, ayok kita pulang," ajak Bu Zana.


"Hati - hati ya, Bu," ucap Perawat senyum.


"Sama - sama, terimakasih untuk segalanya ya, Suster," jawabnya.


"Itu sudah menjadi kewajiban, Bu," lirihnya.


Setelah berjalan melewati koridor demi koridor Rumah Sakit, akhirnya Keysa dan Bu Zana sampai di Mobil yang sudah menunggu di parkiran, Keysa menyuruh Supir Papanya menjalankan Mobil dengan kecepatan sedang, masih melayang dalam ingatannya bagaimana kondisinya saat menyakiti dirinya sendiri, ia mengelus lengannya lembut.


"Terimakasih, Bu," ucapnya sopan.


"Sama-sama, Pak," jawab Fany.


"Selamat pagi Keysa, aku sudah menyiapkan makanan di meja makan," ucapnya lembut.


"Pagi, tapi Keysa mandi dulu, setelah mandi baru sarapan," jawabnya ketus.


"Oh iya, Kesya," ujarnya senang.


Keysa bergegas menuju kamarnya, lalu masuk ke kamar mandi, sentuhan segar air mulai mengaliri tubuhnya, kelelahan yang dialaminya selama di Rumah Sakit hilang diguyur air, rasa lapar mulai mendatanginya, Keysa bergegas ke ruang makan untuk menikmati masakan Fany yang sengaja dimasak untuk menyambut kepulangan Keysa.

__ADS_1


Selesai makan, Keysa menuju kamarnya, ia menyalakan Televisi sebagai teman pelepas penat, sambil berbaring meluruskan punggungnya, Keysa menikmati acara Televisi, berita tentang perkembangan kasus Covid - 19.


Wajah Keysa semakin tegang ketika deret - deret angka kasus pasien Covid - 19 dari masing - masing daerah terbaca oleh penglihatannya.


Bu Zana menghampiri Keysa, dengan segelas Jus Mangga ditangannya.


"Serius amat?" tanyanya senyum.


"Iya Bu, lihat berita Covid - 19," jawab Keysa.


"Tumben, nonton berita?" Bu Zana bertanya lagi.


"Gak tau," ujarnya sambil mengangkat bahunya.


"Minum Jusnya dulu," perintah Bu Zana.


"Iya Bu," ujarnya menyeruput Jus tanpa bersisa sedikitpun.


"Ya Allah, mudah - mudahan ini awal Keysa berubah," bisiknya dalam hati.


"Kenapa Bu? kok bingung?" tanyanya senyum.


Bu Zana menyenggol lengan Keysa, mengisyaratkan bahwa ia bahagia dengan senyum manisnya, keringat dingin mengucur dari setiap pori - pori kulitnya, sebagai luapan rasa bahagianya.


"Kita hanya perlu mensyukuri apa yang kita punya dan janganlah sering melakukan hal yang tidak penting, selalu bahagia walau suka dan duka, karena dengan berpikiran positif semua akan menjadi lebih baik." tuturnya.


********

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2