
Raut wajahnya tiba - tiba berubah, ia penasaran siapa gerangan yang mau mendonorkan darah untuknya, karena ia tau di jaman sekarang, susah menemukan Orang yang benar - benar tulus menolong, ia duduk sambil memohon pada Papanya.
"Siapa Orangnya, Pa?" tanyanya tak sabar.
"Kamu pasti terkejut, saat mendengar siapa Orang itu," jawabnya.
"Papa, berbelit - Belit," ujarnya kesal.
"Setelah kamu tau siapa Orangnya, apa kamu mau mengucapkan terimakasih padanya, karena sudah menyelamatkan kamu?" tanyanya tegas.
"Iya Pa, Keysa mau," jawabnya semangat.
"Janji," ucapnya meyakinkan.
"Janji, Pa," jawabnya tegas.
Papa Aksa menatapnya dalam - dalam, dan berharap setelah memberitahu Keysa, ia bisa menerima kehadiran Fany dalam kehidupannya, dan tidak membencinya lagi.
"Dia adalah Fany, Orang yang sangat kamu benci, tapi ia tidak pernah membencimu bahkan rela mendonorkan darahnya demi keselamatan kamu," tuturnya.
"Apa? Wanita itu?" tanyanya panik.
"Ia, dialah Orangnya," jawabnya tegas.
"Lebih baik aku mati daripada harus menerima Donor darah dari Wanita murahan itu, Pa." ucapnya sinis.
"Keysa, hargailah Orang yang berjuang untukmu," jawabnya.
"Tapi Keysa tak butuh pertolongan dia, Pa," teriak Keysa.
__ADS_1
"Kamu egois, berarti kamu tidak sayang sama, Papa," ujarnya.
"Tapi kenapa harus Wanita itu, Pa," ucapnya sinis.
"Golongan darah kalian sama A, dan stok di Rumah Sakit habis, untung ada Fany yang kebetulan mempunyai golongan darah A, makanya kamu selamat," tuturnya.
"Itu hanya akal - akallan, Papa saja," ucapnya dingin.
"Percayalah pada Papa, tak mungkin Papa bohong," jawabnya.
"Dia pikir dengan mendonorkan darahnya, Keysa menerima dia, tidak akan pernah," teriak Keysa.
"Papa kecewa sama kamu, tidak punya perasaan," ucapnya sedih.
"Papa taukan, Keysa sangat membencinya, kenapa Papa tidak tanya dulu," jawabnya.
"Bagaimana Papa mau nanya, kamu saja tidak sadarkan diri," ujarnya.
"Itu setelah kamu menerima Donor darah, Keysa," jawabnya.
"Apapun kata Papa, Keysa tidak percaya," ucapnya meninggi.
"Papa menyesal sudah memberitahumu, bukannya berterima kasih malah menyalahkan, Papa," jawabnya.
"Keysa, benci karena darah Wanita murahan itu ada dalam tubuhku," ucapnya kesal.
"Keysa, jangan egois, kalau kamu menyakiti dirimu sendiri sama saja kamu menyakiti, Papa," jawabnya.
"Kalau Papa tidak mau ini terjadi, tinggalkan Wanita murahan itu, Pa," ucapnya mengancam.
__ADS_1
"Gak mungkin nak, dia Istri Papa yang sudah menyelamatkan nyawa kamu, dia sosok Ibu yang baik untukmu nak," ucapnya memohon.
"Dia baik karena ada maunya Pa, dia ingin menguasai harta, Papa," jawabnya.
"Kamu salah, dia tidak seperti itu," ujarnya.
"Mana mungkin dia mau menikah dengan Papa, yang sudah memiliki anak, dia hanya ingin Harta, Papa," ucapnya tegas.
"Tapi dia tidak pernah meminta apa - apa dari Papa, dia selalu menolak dengan alasan untuk biaya Sekolah kamu," jawabnya.
"Mana mungkin Pa, siapa Orang yang mau menolak uang," ujarnya.
"Ada, dialah Orangnya," ucapnya tegas.
"Keysa tidak percaya," jawabnya.
"Itulah arti cinta yang sesungguhnya, tidak memandang harta atau apapun, dan tulus menerima kamu," ujarnya.
"Cinta? persetan dengan cinta," ucapnya.
"Suatu hari nanti, kamu akan mengerti apa itu cinta, dan kamu akan menyesal," jawabnya.
"Kalau Papa mengerti arti cinta, kenapa menikah lagi, menduakan, Mama," teriaknya.
"Mamamu sudah meninggal, dan Papa butuh pendamping hidup dan sosok seorang Ibu buat kamu," ucapnya.
"Tapi Keysa, tak butuh Wanita itu, Pa," jawabnya.
******************
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏