
Hujan mulai rintik-rintik membasahi Bumi, membuat malam semakin dingin menerpa dua insan yang tidak ingin berpisah walau hanya sedetik, Papa Aksa rela menemani pujaan hatinya untuk membuatkan air Jahe karena luapan rasa cintanya yang begitu besar untuk Fany dan ingin selalu bersamanya.
Fany pun bergegas mengambil gelas, dan mengisinya dengan air Jahe.
"Om, suka manis ya?" tanyanya manja.
"Pastilah, seperti dirimu," jawabnya senyum.
"Om, taunya ngejek terus," ujarnya.
"Itu hanya perasaan Kamu saja loh Sayang, tapi kenyataannya Kamu memang manis," ucapnya genit.
"Mulai lagi deh gombalnya," jawabnya tersipu.
"Om, gak tau gombal loh Sayang, tapi hanya mengungkapkan yang sebenarnya saja," ujarnya.
"Oh, terimakasih ya Om buat pujiannya," ucapnya dengan mata melotot.
Papa Aksa langsung menarik tubuhnya dan membenamkan wajah Fany ke dadanya.
"Tau gak, tatapan mu bikin gemes," ucapnya.
"Hehe, mata melotot kok gemes," jawabnya.
"Om, serius Sayang," ujarnya sambil mencium pucuk kepalanya.
"Ayok Om, air Jahenya keburu dingin," ucapnya sambil melepaskan dekapannya.
"Oh iya, Om lupa," jawabnya sambil membelai rambutnya.
Fany pun bergegas menuju Ruang tamu sambil membawa beberapa gelas air Jahe, diikuti oleh Papa Aksa.
"Keysa, tolong ambilkan Roti tadi ya," perintah Papa Aksa.
"Biar Fany saja Om," ucapnya.
"Ya sudah," ujarnya.
__ADS_1
"Ayok Bu, silahkan minum," perintah Nenek Fany.
"Pasti enak nih," ucap Bu Zana sambil meneguknya.
Nenek Fany hanya tersenyum, dan menatap Bu Zana dengan lembut.
"Bagaimana Bu? enak gak?" tanyanya.
"Enak Bu, manis dan pedasnya pas," jawabnya.
"Siapa dulu dong yang buat," ucap Papa Aksa.
"Fany gitu loh," jawab Keysa ketus.
Papa Aksa dan Bu Zana saling memandang menahan rasa geli saat Keysa tiba-tiba menjawab pertanyaan Papanya.
"Anak Papa pintar," ujarnya.
"Papanya juga pintar, Anaknya pasti kecipratan dong, iyakan Nek?" tanya Keysa.
Mereka semua tertawa, saling memandang satu sama lain dengan wajah berseri-seri membuat suasana semakin hangat, tiba-tiba Fany datang sambil membawa Roti heran melihat semua tertawa.
"Ada apa Nek?" tanyanya panik.
"Gak ada apa-apa," jawabnya.
"Kok semua pada tertawa," gumamnya.
"Ayok, Pak, Bu, Rotinya di makan," ucap Papa Aksa mengalihkan perhatian Keysa.
"Iya, kelihatannya Rotinya enak ya," jawabnya sambil mengambil sepotong Roti.
"Pasti dong Bu, belinya saja di Toko Roti paling terkenal di Kota ini," ujarnya.
"Pantas, enak dan lembut," ucapnya.
Tak terasa waktu pun bergulir dengan cepat, hingga Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Keysa pun mulai mengantuk hingga beberapa kali harus menguap.
__ADS_1
"Pa, pulang yok, Keysa ngantuk," ucapnya.
"Sebentar lagi ya," jawabnya sambil melirik jam tangannya.
"Keysa gak tahan lagi Pa," keluhnya.
"Sudah Om, pulang saja kasihan Keysa," bisiknya.
"Oke," ucapnya.
Papa Aksa rasanya enggan berpisah dan ingin menghabiskan malam itu bersama Fany, tapi karena Keysa ia pun harus segera pulang dan mengurungkan niatnya.
"Maaf Pak, Bu, Kita pulang dulu Keysa sudah ngantuk," tuturnya.
"Oh iya Nak, lagian sudah malam wajar Keysa ngantuk," ucapnya sambil berdiri untuk mengantarkannya ke Mobil.
"Kek, Nek, Keysa pulang dulu ya," ucap Keysa.
"Iya, hati-hati di jalan ya Cucu Nenek yang Cantik," jawabnya sambil menggandeng tangannya.
"Iya Nek," lirihnya.
Papa Aksa pun mengikuti langkah Fany, sambil membisikkan sesuatu ke telinganya.
"Om, pulang dulu ya jaga diri baik-baik," ucapnya.
"Iya Om, hati-hati di jalan ya," jawabnya lembut.
"Iya Sayang," ujarnya.
Tanpa sadar tangan mereka saling berpegangan seakan tak rela berpisah lagi, diiringi denyut jantung yang berpacu kencang membuat hatinya gelisah, tak kala Mobil mewah Papa Aksa melaju pelan keluar dari Kompleks.
____________________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
"
__ADS_1