Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 125


__ADS_3

Fany meraih undangan pernikahan berdesain anggun, matanya sibuk mengikuti lengkung-lengkung rangkaian huruf Centeria nan indah bertinta perak yang menghias lembar undangan berwarna Merah Maron beraroma bunga Melati itu.


"Ya Allah, akhirnya Fany menikah juga dengan Om Aksa, rasanya bagaikan mimpi di Siang bolong," bisiknya dalam hati sambil memegang Lembar undangan Pernikahan.


Melaksanakan Pernikahan merupakan impian bagi setiap Orang, ada yang mempersiapkan hari besar itu jauh-jauh hari dengan persiapan yang matang, namun ada juga Pernikahan yang dilaksanakan dengan persiapan waktu yang singkat karena berbagai alasan, kalau Pernikahan dilakukan dengan persiapan cuma Dua Bulan itu mungkin masuk dalam kategori persiapan Pernikahan yang singkat, termasuk Fany dan Papa Aksa, mulai ketemu sampai ke Pernikahan semua serba singkat.


Beruntungnya meskipun Fany dan Papa Aksa sama-sama berasal dari Jawa yang biasa dikenal dengan hitungan hari baik tetapi semua Keluarga menganggap bahwa semua Hari itu baik, jadi Keluarga menerima keputusan Fany dan Papa Aksa.


"Om, Undangannya bagus ya," ucapnya sembari tersenyum.


"Kamu suka?" tanya Papa Aksa.


"Iya, Om tau kan Fany suka warna Maroon," jawabnya.


"Itu suprise buatmu, karena Om tau itu warna favorit mu," ujarnya.


"Om memang is the best," ucapnya memuji.


"Oh ya? yang benar?" tanyanya.


"Iya, Fany kagum cara Om membahagiakan Fany," jawabnya.

__ADS_1


"Cium dong, sebagai hadiahnya," ucapnya setengah berbisik sambil mendekatkan wajahnya.


"Ih, Om nakal," jawabnya sambil mendorong wajahnya lembut.


"Kok nakal, Om kan Calon Suamimu, yang sebentar lagi menjadi Istri sah Om," ucapnya tegas.


"Fany tau, tapi tunggu sah jadi Istri Om, baru bisa nakal," jawabnya dengan polosnya.


"Oh,,,! jadi kalau sudah Istri Om berarti bebas dong nakalnya," ucapnya bercanda.


Sejenak Fany pun terdiam dan menatap Papa Aksa dengan wajah bingung, dengan cepat Papa Aksa langsung memeluknya, ia tau perasaan takut menghantui pikirannya.


"Maaf ya, Om hanya bercanda," ucapnya sambil mengelus wajahnya.


"Sayang, bahagia dalam rumah tangga tidaklah sulit, cukup jujur, terbuka, komunikasi dan tetap saling menyayangi satu sama lain," ucapnya mengalihkan perhatian Fany.


"Takutnya Om nanti selingkuh," jawabnya ketus.


"Selagi Kita bisa memelihara komunikasi, menahan emosi dan menerima pasangan apa adanya, dan selalu menghargai pasangan serta menunjukkan rasa cinta kepada pasangan serta tidak memperpanjang konflik, perselingkuhan itu tidak akan terjadi," jawabnya.


"Menjalani kehidupan rumah tangga yang ideal bukan perkara mudah ya Om!" ucap Fany.

__ADS_1


"Sebenarnya tidak, asalkan Suami dan Istri memiliki niat dan tekad yang kuat untuk mempertahankan rumah tangganya agar tetap rukun dan langgeng selamanya," jawabnya tegas.


"Oh begitu ya Om," ujarnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya, Istri juga harus tetap menjaga penampilan sekalipun sudah menikah, dan Suami juga harus menyisihkan waktunya untuk Istrinya karena itu sangat diharapkan oleh seorang Istri," ucapnya sembari tersenyum.


"Mudah-mudahan semua itu bisa Kita lakukan setelah Kita menikah nanti ya Om," ucapnya penuh harap.


"Harus bisa, karena Om hanya ingin bahagia dan menikmati hari-hariku bersamamu, itu sudah janji Om pada diriku sendiri," jawabnya tegas.


"Fany tersanjung dengan semua ucapan Om, dan merasa Wanita yang paling beruntung di dunia ini," ucap Fany.


"Om, juga merasa Orang yang paling beruntung karena bisa mengenalmu, sekaligus menjadikanmu sebagai Istri," jawabnya.


"Berarti Kita sama-sama beruntung ya Om," ucapnya kekeh.


"Mungkin juga, rejeki Anak Sholeh," jawabnya.


Mereka pun tertawa lepas sebagai luapan rasa bahagia yang menyelimuti hati dua insan yang sedang dilanda Asmara itu.


__________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2