
Akad Nikah merupakan kunci dari sebuah Pernikahan, Akad Nikah adalah upacara keagamaan untuk menyatukan kedua mempelai menjadi sepasang Suami Istri secara sah dihadapan Tuhan, pada umumnya akad Nikah digelar dengan penuh Sakral, dan bahkan seringkali menguras air mata.
Suasana pun hening, acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara , pembukaan dilakukan dengan membaca Bismillah, dan Doa agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh Berkah.
Setelah acara dibuka, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Al-Qur'an, Keluarga mempelai mengundang Orang yang ahli melantunkan Ayat Al-Qur'an dengan alunan yang indah dan merdu.
Khutbah Nikah pun disampaikan langsung oleh petugas dari KUA, Khutbah Nikah berfungsi sebagai pembekalan bagi kedua mempelai sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.
Setelah beberapa saat Ijab Kabul pun tiba, Keysa, Bu Zana, Kakek dan Nenek Fany nampak bahagia melihat Fany dan Papa Aksa duduk di Singgasana, mereka merupakan pasangan Suami-istri yang serasi hingga semua undangan kagum dengan kecantikan dan ketampanan kedua mempelai hingga tidak terlihat usia mereka yang terpaut jauh itu.
Suasana pun hening kala ijab Kabul dimulai, jantung Fany berdetak kencang, hingga keringatnya mengucur deras, Papa Aksa pun menatapnya senyum, ia tahu apa yang dirasakan Fany.
"Sayang, gak usah takut, selagi Om ada di samping mu, semua akan baik-baik saja," ucapnya setengah berbisik.
"Iya Om," jawab Fany sambil mengusap keringatnya dengan tisu.
__ADS_1
Penghulu pun duduk berhadapan dengan Fany dan Papa Aksa.
"Saya terima Nikahnya dan Kawinnya Fany Binti Denis dengan Mas kawinnya yang tersebut Tunai."
"Sah?"
"Sah!"
❤️❤️❤️❤️
Fany menegang ketika mendengar suara tepuk tangan dari para undangan yang hadir, begitu riuh sampai membuat jantungnya berdebar dengan tidak biasa.
Fany, menjadi Istri Papa Aksa.
Fany berusaha dengan susah payah menelan salvanya, membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering, ia melirik Papa Aksa yang sedang menatap dan tersenyum lembut kearahnya, Fany pun membalasnya dengan senyuman kikuk, lamunannya seketika buyar ketika merasakan sebuah benda kenyal dan hangat mendarat di jidatnya didepan Keysa, Bu Zana, Kakek dan Nenek Fany, serta para undangan yang hadir, lagi-lagi membuat Fany gugup.
__ADS_1
Setelah Papa Aksa melepaskan ciumannya, Fany melirik ke arah Kakek dan Neneknya untuk menyembunyikan kegugupannya, tapi yang ada ia malah melihat Neneknya dengan tatapan menggodanya, wajahnya memerah seperti Tomat, Fany pun menarik napasnya dalam-dalam sambil menggigit kedua bibirnya.
Setelah Ijab Kabul, para undangan pun menikmati hidangan yang sudah disediakan, sembari makan para undangan di hibur oleh para Biduan hingga suasana semakin hangat, kedua mempelai juga tersenyum ramah pada para undangan yang memberikan ucapan selamat.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Nak Aksa, Saya mau ngomong sebentar boleh?" tanya Kakek Fany.
Papa Aksa menatap lelaki yang sudah tua itu, yang kini sudah menjadi bagian dari Keluarganya juga, dan Kakeknya.
"Iya Kek," jawabnya menyanggupi.
Kakek dan Nenek Fany masih bungkam, beliau masih menyusun kata-kata yang tepat untuk disampaikan pada Papa Aksa yang sudah menjadi Cucunya itu, sementara Fany juga diam seribu bahasa hanya menundukkan kepalanya sambil memainkan kuku panjangnya itu.
"Kakek dan Nenek mau ngomong apa ya?" bisiknya dalam hati dengan jantung berdetak kencang.
__ADS_1
_________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏