CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
DIKELILINGI COGAN


__ADS_3

Fan Jianying tidur seperti orang mati karena kelelahan. Setelah seharian penuh tak bisa lepas dari kasur, sore ini Fan Jianying yang sudah kelaparan bergegas menuju dapurnya.


Diapun mulai membuat mie, makanan yang paling mudah dibuat dan mengenyangkan tentunya dengan toping telur ceplok dan irisan daun bawang diatasnya.


Setelah kenyang, Fan Jianying yang sedang mengamati bahan makanan di dapur tiba - tiba teringat cerita jenderal besar Tian jika dalam kamp militer dan masyarakat sekitar yang ada di kota Fushou saat ini sedang mengalami krisis pangan.


Sambil menautkan kedua alisnya dan bersendekap,  Fan Jianyingpun mulai berpikir, kira – kira apa yang bisa dia lakukan untuk menanggulangi krisis tersebut.


Pada saat dia sibuk memikirkan bahan pangan, tiba – tiba kedua matanya melihat ada banyak gandum, biji – bijian dan buah kering di almari.


Dia juga  melihat beraneka macam  tepung, margarin, dan aneka bahan kue berjajar rapi di etalase dapur. Seketika, ide cemerlang muncul dikepalanya.


Diapun bergegas mencampur gandum dan biji – bijian yang bisa digunakan sebagai bubur, sehingga dia bisa memberikan stock fisik yang lumayan banyak.


Gandum yang sudah dicampur biji - bijian tersebut dia masukkan kedalam glangsi - glangsi kecil yang nantinya akan dia bagikan kepada warga.


Sedangkan untuk kamp. militer dia siapkan dua glangsi besar. Selanjutnya dia segera membuat kue kering yang banyak dan beraneka bentuk dan rasa.


Setidaknya kue tersebut bisa membuat perut kenyang dan bisa bertahan dalam cuaca dingin yang ektrim.


Fan Jianying dengan penuh gembira mulai mengeluarkan mixer untuk mengaduk adonan yang akan dia gunakan untuk membuat kue kering.


Setelah adonan kue kering sudah jadi, dia langsung membaginya dalam beberapa tempat dan mulai dibentuk.


Ada yang diberi isian coklat, keju, ataupun selai. Juga ada yang dicampur dengan aneka macam kacang - kacangan serta buah kering didalam adonan. Dan juga ada yang diberi toping keju dan almond.


Sambil menunggu kue matang dari oven, Fan Jianying segera mengeluarkan beratus – ratus toples besar dari dalam gudang dan membersihkannya.


Fan Jianying harus membuat kue kering dalam jumlah banyak. Selain sebagai stock kudapan para prajurit, juga rencananya akan dia bagikan kepada seluruh warga yang tinggal di kota Fushou bersama dengan gandum mentah yang telah dicampur biji - bijian..


“ Anda membuat apa nona ?...”, tanya Sunny yang tiba - tiba muncul disampingnya sambil menjulurkan kepalanya yang berjumlah tiga buah itu.


" Aku lagi buat kue kering buat dibagikan ke seluruh warga....", ucap Fan Jianying sambil tersenyum lebar


“ hmmm…harumnya…”, ucap Sunny sambil menghirup dalam – dalam aroma kue yang baru keluar dari oven dengan rakus.


Fan Jianying yang melihat tingkah pola lucu Sunny hanya bisa terkekeh sambil terus mengeluarkan loyang  yang berisi kue dari dalam oven.


“ Jika kamu suka, aku akan membuatkan pil berkualitas tinggi dengan bentuk lucu seperti ini…”, ucap Fan Jianying hangat.


Sunny yang mendengar hal itu spontan membulatkan kedua matanya. Sedetik kemudian dia sudah berganti wujud menjadi gadis cantik dengan rambut berwarna unggu, sesuai dengan warna tubuh ularnya.

__ADS_1


“ Apa yang bisa aku bantu nona ?…”, ucap Sunny antusias.


Meski sedikit terkejut jika hewan kotrak miliknya bisa berubah wujud menjadi manusia, tapi Fan Jianying juga bersyukur ada seseorang yang bisa membantunya, jujur saja dia agak sedikit kuwalahan sekarang.


“ *Tolong, k*amu masukkan kue – kue yang sudah dingin itu kedalam toples ya…”, ucap Fan Jianying sambil memberikan contoh.


Sunny melakukan pekerjaan tersebut dengan hati riang. Apalagi tadi majikannya itu sudah berjanji akan membuatkan kudapan untuknya dengan bentuk cantik seperti kue kering ini.


Hewan kontrak lainnya yang melihat Sunny membantu Fan Jianying didapur memicingkan mata curiga.


Saat mencium bau harum kue kering yang baru saja matang, semuanya segera menerobos dapur sambil menghirup aroma lezat tersebut dalam – dalam.


“ Ayo bantu aku…nona berjanji akan membuatkan kita kudapan secantik ini nanti…”, ucap Sunny memprovokasi.


Mendengar ucapan Sunny, semua hewan kontrak dengan kedua mata berbinar mulai berubah wujud menjadi manusia dan langsung membantu Sunny mengemas kue – kue tersebut kedalam toples..


Bahkan ada yang membantunya mencetak dan memasukkan adonan tersebut kedalam oven. Meski merasa senang, namun Fan Jianying juga merasa sedikit kikuk dikelilingi oleh para cogan seperti ini.


Meski sekarang dia berada dalam tubuh gadis belia, namun jiwanya adalah wanita dewasa berusia dua puluh lima tahun.


Sebagai wanita normal melihat pemuda tampan dan gagah tidak bisa membuatnya tenang. Terutama waktu melihat Baron, singa besar tersebut berubah menjadi pemuda tampan dan bertubuh atletis.


Sedangkan Lexus, kuda putihnya yang berwujud pemuda tampan dengan bola mata berwarna biru. Wajah sempurna tanpa cela  yang dimilikinya terasa menyilaukan mata.


Meski tidak segagah dan semaskulin Baron, namun wajahnya yang tirus dan imut tersebut membuat Fan Jianying ingin memeluk dan mendekapnya erat – erat.


Dan mencubit pipi cubbynya yang merah merona dengan kedua tangannya. Sedangkan Gao berubah wujud menjadi pemuda tampan dengan wajah playboy.


Bahkan kesan badboy terpampang jelas diwajahnya. Pada saat tersenyum, Fan Jianying merasa kakinya langsung lunak seperti jelly sehingga tubuhnya hampir saja jatuh jika Huma tak menangkapnya.


“ Anda kenapa nona ?..apa anda sakit ?....”, tanya Huma khawatir.


Suara Huma seketika membuyarkan lamunan konyol Fan Jianying dan langsung menyadarkannya.


Seperti yang sudah Fan Jianying prediksi, pada saat berubah menjadi manusia Huma adalah sosok gadis yang cantik, anggun, tegas dan berwibawa.


Seperti wujud hewannya yang merupakan burung phoenix api yang melegenda. Fan Jianyng terlihat beberapa kali memegangi dadanya.


“ oh Tuhan…bagaimana aku bisa konsentrasi bekerja jika dikelilingi cogan seperti ini….”, batin Fan Jianying sedikit frustasi.


Beberapa kali hewan kontraknya memberikan sentum termanis mereka kepadanya, disela - sela kesibukan mereka  membuat hati Fan Jianying meleyot tak karuan.

__ADS_1


“ Sebaiknya aku ke laboratorium saja agar jantung ku aman…”, batin Fan Jianying sambil memegangi dadanya yang berdetak tak beraturan.


Diapun segera menuliskan resep dan cara pembuatan aneka kue kering dan menyerahkannya kepada Huma sebelum dia pergi ke laboratorium untuk meramu racun dan obat.


Dalam perjalanan menuju laboratoriumnya, Fan Jianying terlihat beberapakali menoleh ke belakang. Hati kecilnya masih tak rela meninggalkan pemandangan yang indah itu.


Tapi apalah daya, jantungnya tidak akan aman jika dia tetap memaksa berada didapur saat ini.


Didalam laboratorium pribadinya, Fan Jianying yang teringat jika dia memiliki sepotong daging hewan mutasi yang digunakan sebagai sample untuk membuat racun penawar tempo hari, tiba - tiba  terbesit ide gila dalam kepalanya.


“ Bukan tidak mungkin kan jika daging hewan mutasi yang mengandung racun ini dijadikan lauk….aku akan coba mengolahnya…”, guman Fan Jianying tersenyum ceria.


Sebelum mengolahnya, Fan Jianying terlebih dahulu mencoba menetralkan racun dari daging tersebut agar aman di konsumsi.


Setelah sebagian kecil daging berhasil diproses dan dimasak, dia pun mencobanya kepada tikus kecil untuk mengetahui layak tidaknya daging itu dikonsumsi.


Beberapa kali usahanya gagal, menyebabkan tikus yang dijadikan sample mengalami diare, keracunan, hingga mati.


Namun Fan Jianying tak merasa putus asa hingga akhirnya dalam percobaannya yang ke tujuh belas kalinya, dia berhasil.


Melihat daging hewan mutasi masih ada, diapun mencoba membakar dan memakannya. dia akan menunggu dua hingga tiga jam untuk melihat efeknya.


Saat keluar dari dalam laboratorium, Fan Jianying sudah melihat ada banyak toples berisi kue kering dan glangsi – glangsi kecil berisi gandum  yang akan dia bawa ke kamp militer dan dia bagikan kepada warga kota Fushou tersusun diatas kereta barang miliknya.


“ Ini yang tadi kujanjikan…”, ucap Fan Jainying sambil menyodorkan semangkuk besar berisi pil buatannya yang berbentuk cantik dan imut kepada hewan kontraknya yang masih berwujud manusia.


Semuanya segera duduk manis dan menikmati camilan yang ada diatas meja sambil tersenyum lebar setelah bekerja keras didapur.


“ Wah…pil level tujuh memang lezat….”, ucap Sunny senang.


Melihat kegembiraan terpancar jelas diwajah hewan kontraknya, Fan Jianying pun merasa hatinya menghangat.


“ Aku masih ada tujuh toples disana. Itu buat kalian satu persatu, jadi jangan berebut….”, ucap Fan Jianying hangat.


Semuanya segera berlari dan mengamankan toples kudapannya masing – masing. Setidaknya satu toples sedang itu bisa jadi sebulan jika mereka tidak rakus memakannya.


Fan Jianyingpun kembali beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya sambil menunggu reaksi dari daging kelinci mutasi yang baru saja dimakannya.


Dia memilih daging kelinci mutasi untuk ditangkap dan dijadikan sebagai altrnatif bahan makanan, selain daging kelinci cukup lunak dan mudah diolah, yang paling penting hewan itu tidak menjijikkan seperti tikus, anjing, ular, kelabang, dan binatang mutasi lainnya.


“ Semoga saja kerja kerasku ini bisa meringankan penderitaan orang banyak…”, guman Fan Jianying lemah sebelum akhirnya dia kembali menutup mata karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2