CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
LEGA


__ADS_3

Kaisar uang tergolek lemas diatas ranjang. Meski tubuhnya sangat lemas, dia merasa sangat lega karena kristal kehidupan telah berhasil dikeluarkan dari tubuh sang putri.


“ Sekarang yang tersisa hanya kekuatan asliku. Tapi tidak mengapa, karena yang lainnya memang hanya sementara….Aku hanya perlu beristirahat sebentar saja tenagaku pasti akan pulih kembali….”, guman kaisar Huang bermonolog.


Kasim Lu yang tak membiarkan terjadi sesuatu pada junjungannya akhirnya melanggar perintah dengan mambawa tabib istana dan menerobos masuk kedalam kamar.


“ Yang Mulia bisa menghukum hamba setelah tabib istana memeriksa kondisi Yang Mulia….”, ucap kasim Lu sambil bersujud.


Kaisar Huang hanya bisa mendesah pelan melihat perhatian dan kesetiaan yang diberikan oleh kasim Lu selama bersamanya.


“ Berdirilah….”, ucap kaisar Huang lemah.


Kasim Lu pun segera berdiri begitu mendengar perintah kaisar Huang. Diapun segera berjalan mendekat disamping ranjang sambil melihat tabib Gaolin memeriksa kondisi tubuh pemimpin negara Huangsahan tersebut.


Beberapa kali tabib Gaolin terlihat mengernyitkan dahinya cukup dalam sambil satu tangannya memegang denyut nadi kaisar Huang.


Meski cukup terkejut dengan kondisi kaisar Huang yang tiba – tiba saja membaik setelah sempat mengalami kritis beberapa waktu yang lalu.


Tapi, tabib Gaolin yang sudah mengabdi didalam istana sejak kecil bersama sang ayah sama sekali tak merasa heran jika tubuh junjungannya bisa sembuh seketika seperti itu.


Tabib Gaolin merasa jika pimpinan negara Huangshan tersebut bukanlah orang biasa. Begitu juga dengan dengan putri bungsunya, Fan Jianying.


Melihat ekpresi tabib Gaolin yang  seperti itu membuat kasim Lu semakin cemas jika kondisi junjungannya semakin parah.


Meski dia tak tahu pasti penyakit apa yang diderita oleh kaisar Huang, tapi kasim Lu merasa jika beberapa bulan terakhir kondisi junjungannnya tersebut terus mengalami penurunan meski kaisar Huang berhasil menutupinya dengan baik dipermukaan.


“ Apakah kondisi Yang Mulia semakin menurun ?.....”, tanya kaism Lu cemas.


“ Kondisi Yang Mulia masih sedikit lemah tapi untuk keseluruhan semuanya dalam kondisi baik. Saya hanya akan memberikan obat untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh anda Yang Mulia….”, ucap tabib Gaolin sambil meresepkan obat agar kasim Lu bisa segera menebusnya dibalai obat dan langsung  merebusnya agar kaisar Huang bisa segera meminumnya.


Begitu tubuh kasim Lu telah menghilang dibalik tembok, kaisar Huang segera menatap tabib Gaolin penasaran.


“ Apa kamu yakin ?....”, tanya kaisar Huang penuh selidik.


“ Saya sarankan Yang Mulia untuk sementara waktu beristirahat dulu dan jangan terlalu banyak berpikir….”, pesan tabib Gaolin sebelum meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Itulah yang disukai kaisar Huang dari tabib Gaolin. Dia tak banyak bicra dan hanya menyampaikan hal yang perlu saja, tak bertele – tele.


Sementara itu, Bai Cheung yang sedang berjaga didalam kediamannya merasa sangat cemas karena tiba – tiba saja langit berubah dengan cepat.


Dia merasa jika itu adalah petanda terjadi sesuatu yang buruk. Ingin rasanya Bai Cheung menyusul sang istri dan masuk kedalam cincin ruang tersebut.


Tapi apalah daya, dia tak bisa melakukannya. Hanya Fan Jianying sendirilah yang harus membawanya masuk.


Bahkan hewan kontrak milik sang istri juga tak bisa melakukannnya. Kini semua orang hanya bisa berdoa, berharap sesuatu hal yang buruk tersebut bisa segera teratasi dengan cepat.


Didalam cincin ruang, Fan Jianying yang masih menangis sesenggukan sambil mendekap tubuh sang kakak tiba – tiba teralihkan perhatiannya waktu mendengar suara yang taka sing hadir di indera pendengarannya.


“ Dia masih bisa diselamatkan. Ambil air dari dalam kolam kehidupan dan celupkan kristal kehidupan kedalamnya. Minumkan, itu akan membawa kembali jiwanya yang sempat hilang….”, ucap suara tersebut samar.


Meski Fan Jianying sedikit tak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya, namun dia merasa tidak ada salahnya untuk mencoba jika hal itu bisa membuat kakaknya hidup kembali.


Perlahan Fan Jianying membaringkan tubuh sang kakak yang masih terasa hangat  dilantai dan segera beranjak menuju kolam kehidupan yang ada di ujung cincin ruang.


Diambil sebaskom kecil air, Fan Jianying segera masukkan kristal kehidupan yang ada ditangan kedalamnya dan diapun segera menuju tempat sang kakak terbaring.


Dengan penuh kelembutan Fan Jianying mengangkat kepala sang kakak dan mulai meminumkan air dari dalam wadah tersebut.


Tak kehabisan akal, Fan Jianying pun menggunakan metode mouth to mouth agar cairan tersebut bisa masuk kedalm tubuh sang kakak.


Meski sedikit, tapi Fan Jianying merasa sangat senang karena air tersebut bisa masuk kedalam tubuh putra mahkota Qin Shi Huang.


Diapun terus mencoba memasukkan air tersebut sedikit demi sedikit hingga dia merasa wajah sang kakak sudah tidak sepucat tadi.


Harapan Fan Jianying akan kakaknya hidup kembali semakin tinggi. Dengan penuh semangat dia terus memberikan air tersebut lewat mulutnya.


Putra mahkota Qin Shi Huang yang baru saja tersadar merasa ada benda kenyal dan manis menempel di bibirnya segera saja mulai menggerakkan bibirnya masih dengan kedua mata terpejam.


“ Apakah ini mimpi ?....”, batin putra mahkota Qin Shi Huang tak percaya.


Fan Jianying yang sedikit terkejut akan pergerakan sang kakak entah kenapa larut dalam kondisi yang ada.

__ADS_1


Diapun menikmati bahkan membalas c****n sang kakak yang semakin lama semakin panas dan menuntut.


Fan Jianying sedikit larut dalam emosi yang ada. Dia baru tersadar dan langsung mendorong tubuh sang kakak waktu c****n tersebut semakin dalam.


“ Kakak !!!....”, pekik Fan Jianying dengan nafas tersenggal – senggal.


Mendengar teriakan sang adik dengan tubuh terdorong kebelakang, kedua mata putra mahkota Qin Shi Huang pun mulai terbuka lebar.


Melihat bibir sang adik memerah dan sedikit bengkak, putra mahkota Qin Shi Huang tersenyum bahagia .


“ Jadi itu bukanlah mimpi….”, batin putra mahkota Qin Shi Huang senang.


Melihat Fan Jianying menatapnya dengan tajam, putra mahkota Qin Shi Huang pun pura – pura lemah tak berdaya.


“ Aku baru saja bangkit dari kematian dan kamu langsung memarahiku….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang pura – pura sedih.


Dalam hati putra mahkota Qin Shi Huang bersorak senang. Itu adalah ciuman pertamanya dan dia melakukannya dengan orang yang sangat dicintainya.


Membuat hatinya penuh dengan kehangatan dan warna saat ini. Meski itu hanya kekhilafan sesaat Fan Jianying, tapi tak urung membuatnya sangat bahagia.


Dengan muka cemberut, Fan Jianying pun membantu sang kakak untuk bangun dan meminum sisa air rendaman kristal kehidupan yang tadi disiapkannya.


Setalah air habis, Fan Jianying segera menyimpan kristal kehidupan didalam kotak yang telah disiapkannya dan menyegel kotak tersebut dengan mantra dan diakhiri stempel darah dari tangannya


Fan Jianying langsung memasukkan kotak kecil tersebut kedalam kolam kehidupan agar auranya tersamarkan.


Langit tiba – tiba saja menjadi cerah kembali seiring dengan aura kristal kehidupan yang tiba – tiba saja menghilang tanpa bekas.


“ Akhirnya, selesai juga….”, ucap Bai Cheung lega.


Jika semua orang terlihat lega, namun tidak dengan Cheng Lu. Dia merasa sangat risau waktu mengetahui jika aura kristal kehidupan yang tadi terasa sangat kuat tiba – tiba saja menghilang tanpa bekas dan keberadaannya tak bisa dia deteksi lagi.


“ Ada apa ini ?.....”, batin Cheng Lu panik.


Diapun mencoba menutup mata untuk mempusatkan pikirannya, namun apa yang dicarinya tak kunjung juga di dapatkan.

__ADS_1


“ Kurasa, kita harus mempercepat serangan ini….”, ucap Cheng Lu tajam.


Heng Yuan yang berada disampingnya pun mengangguk setuju. Untuk itu diapun segera mnegirimkan kabar tersebut kepada Ratu Qinly agar wanita tersebut segera bersiap – siap untuk rencana besar tersebut.


__ADS_2