CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
MENYUSUP


__ADS_3

Fan Jianying yang perlu informasi cepat  tentang apapun yang berhubungan dengan King of Devil memutuskan untuk mengirim slaah satu hewan kontraknya untuk menyusup ke negara Yulin.


Dan untuk misi kali ini dia percayakan kepada Sunny. Ular berkepala tiga yang gesit dan tahan dengan suhu dingin yang ekstrim ini dianggap sangat cocok untuk misi kali ini.


Sunny tentu saja sangat senang akhirnya dia bisa keluar dari cincin ruang dan memulai petualangannya.


Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, maka malam ini juga Sunny bergegas pergi ke negara Yulin. Dia merayap dengan kecepatan tinggi tanpa terdeteksi.


Tubuhnya yang berwarna unggu gelap langsung membaur menjadi satu dalam kegelapan malam hingga tak kasat mata.


Setelah bayangan Sunny sudah tak terlihat lagi, Fan Jianying pun mulai melangkah menuju tenda peristirahatan.


Untuk sesaat kakinya terhenti, binggung harus tidur dimana malam  ini. Jika di tenda Hira, hal ini sangat tidak pantas dilakukan mengingat dia sudah memiliki suami.


Tapi untuk ke tenda Bai Cheung, hatinya masih belum siap. Meski hubungan keduanya tidak seburuk dulu, tapi entah kenapa dia masih enggan untuk satu ruangan dengan sang suami.


Untungnya semalam mereka ada rapat hingga pagi, jadi dia tidak perlu beristirahat di tenda suaminya.


Tapi sekarang, tidak ada alasan untuknya menghindar. Bai Cheung yang melihat keragu – raguan sang istri untuk masuk ke tenda mulai berjalan mendekat.


“ Mungkin inil adalah kesempatanku….”, batin Bai Cheung semangat.


Diapun mulai berjalan menuju ketempat dimana Fan Jianying berdiri. Dengan lembut, dia merangkul bahu sang istri dan membawanya masuk kedalam tenda.


Fan Jianying terlihat sangat terkejut hingga dia tak bisa berbicara sampai suaminya itu membawanya masuk kedalam tenda.


Liam yang melihat hal tersebut tersenyum lebar. Dia sangat berharap kedua majikannya itu bisa menghabiskan malam ini dengan tenang dan penuh keintiman.


“ Apa yang kau lakukan ?....”, tanya Fan Jianying sambil melotot tajam.begitu mereka berada didalam tendan dengan posisi tangan Bai Cheung masih merangkul pundaknya.


“ Membawamu masuk….”, ucap Bai Cheung santai sambil melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju ranjang.


“ Jika terus berdiri didepan tenda, bisa – bisa tubuhmu membeku. Dan jika begitu maka aku nantinya yang akan repot juga….”, ucap Bai Cheung sambil mulai menata ranjang yang ada dalam tendanya.


Mendengar ucapan suaminya, Fan Jianying hanya bisa tersenyum sinis. Ternyata, suaminya itu bukan mengkhawatirkannya tapi tidak ingin dirinya merepotkannya.

__ADS_1


Karena sudah terlanjur berada didalam, Fan Jianying pun segera mengeluarkan kasur lipat dari dalam cincin ruangnya dan bersiap – siap untuk tidur hingga suara Bai Cheung menginterupsi kegiatannya.


“ Apa yang kau lakukan ?....tidurlah disini…”, ucap Bai Cheung sambil menepuk – nepuk ranjang yang tadi sudah dibersihkannya.


Melihat istrinya akan tidur ditendanya, Bai Cheung pun buru – buru menganti alas tidurnya dengan yang baru agar gadis itu merasa nyaman dan dapat tidur dengan nyenyak malam ini.


Bai Cheung yang paham jika sang istri terlihat ragu dan masih belum siap untuk tidur seranjang dengannya, diapun mulai bergerak turun.


“ Tidurlah diatas sana, biar aku yang tidur disini…”, ucap Bai Cheung yang langsung masuk kedalam selimut dan mulai berbaring di kasur lipat yang sudah disiapkannya.


Melihat suaminya sudah merebahkan diri diatas kasur lipat yang digelarnya, dengan terpaksa Fan Jianyingpun berajak naik ke atas ranjang dan melilit tubuhnya dengan selimut.


Setelah lilin didalam tenda dimatikan, Fan Jainying yang sudah sangat lelah berangsur – angsur mulai menutup mata.


Dan tak lama, suara dengkuran halus mulai keluar dari bibir munggilnya. Bai Cheung yang mengetahui jika istrinya sudah berada dialam mimpi perlahan –lahan bangun dari tempat tidurnya.


Diapun mulai merangkak naik dan berbaring diatas ranjang sang istri. Cukup lama dia mengamati wajah cantik istrinya itu.


Meski remang – remang karena hanya mengandalkan cahaya dari luar yang masuk melalui celah – celah tenda, namun dia bisa melihat dengan jelas wajah yang entah sejak kapan sudah bisa membuat hatinya menghangat.


“ Eughhh….”, Fan Jianying bergerak berpindah posisi mencari kehangatan.


Meski sedikit canggung karena tidak pernah seintim ini dengan seorang wanita, dengan kikuk Bai Cheung pun mulai menarik selimutnya dan memeluk tubuh istrinya yang berbalut selimut dengan erat.


Senyum diwajahnya merekah waktu mengetahui jika Fan Jianying merasa nyaman dalam dekapannya.


Bai Cheung sangat bahagia malam ini, hatinya yang kosong perlahan - lahan mulai terisi dengan bunga - bunga yang mulai tumbuh disana.


Karena merasa sangat nyaman dan tenang, Bai Cheung yang tubuhnya sangat lelah itupun akhirnya ikut terlelap dan masuk kedalam  alam mimpi sambil memeluk erat tubuh sang istri.


Sementara itu, Sunny yang sudah berada di negara Yulin terus bergerak dan mencuri dengar setiap pembicaraan yang dilakukan oleh para lelaki bertopeng merah yang dia yakini sebagai pasukan King of Devil.


Dia terus berjalan keliling seluruh area yang menjadi markas pasukan King of Devil sambil menebarkan jaring yang kasat mata dengan kekuatan peminda area yang diberikan Fan Jianying kepadanya.


Sunny juga menempelkan benda pipih bulat kecil ke tubuh seseorang yang menjadi pimpinan pasukan King of Devil agar dia bisa mendeteksi dan mengintai pergerakan musuhnya itu.

__ADS_1


Selain menempelkan benda pipih bulat tersebut kepada sang pimpinan, Sunny juga menempelnya dibeberapa area yang dianggapnya penting.


Selanjutnya, diapun segera mencari informasi untuk mengetahui siapa raja mereka dan dimana posisinya sekarang.


Sunny bergerak dengan bebas mengelilingi markas tanpa ketahuan karena para pasukan yang sedang berjaga sedang asyik dengan kendi – kendi arak yang ada ditangannya untuk menghangatkan tubuh mereka dari cuaca dingin yang ekstrim malam ini.


Dengan tiga pasang mata tajamnya, Sunny terus bergerak sambil mengawasi berapa banyak pasukan yang ada disana dan berapa besar kekuatan senjata yang mereka gunakan untuk bisa menguasai negara Yulin hanya dalam waktu dua hari saja.


Sunnypun mulai bergerak keluar dari markas untuk berkeliling di negara yang tidak terlalu besar tersebut.


Dalam kegelapan dapat dia lihat banyak banggunan roboh dan mayat bertebaran dimana – mana. Tampaknya peperangan kali ini sudah memakan banyak korban jiwa, terutama para masyarakat yang tak berdosa.


Sunny terus merayap dan bergerak menuju dimana kerajaan Yulin berada. Disana dia tidak menemukan apapun selain puing – puing banggunan yang sudah roboh.


Tampaknya, para pasukan King of Devil menggunakan bola api untun bisa menghancurkan istana tersebut.


Diapun mulai bergerak diantara reruntuhan banggunan sambil memindai sekeliling area hingga dia mendengar suara lemah minta tolong menghentikan langkahnya.


“ Tooollloong….”, ucap suara tersebut yang semakin lama semakin melemah.


Sunnypun segera bergerak maju dan dia mendapati seorang pemuda berusia enam belas tahunan terjepit reruntuhan dengan darah segar mengalir deras ditubuh dan kepalanya.


Dia segera berubah wujud menjadi manusia untuk membantu mengeluarkan pemuda tersebut dari reruntuhan.


Setelah berhasil, Sunnypun memindahkan pemuda tersebut ketempat yang lebih bersih dan membaringkannya.


“ Bukalah mulutmu…”, perintah Sunny sambil mengeluarkan sebutir pil penyembuh yang diberikan oleh Fan Jianying kepadanya.


Pemuda tersebut, dengan lemah mulai membuka mulutnya dan menelan pil yang diberikan wanita asing yang ada dihadapannya itu.


Meski dia tak tahu pil apa yang ditelannya tadi, tapi jika mengingat wanita asing tadi sudah menolongnya keluar dari reruntuhan, pangeran Xioran merasa jika wanita asing tersebut adalah orang yang baik.


Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, dapat pangeran Xioran lihat jika wanita asing tersebut dengan telaten mengobati luka – luka yang ada dalam tubuhnya.


Melihat pakaian yang dipakai pemuda itu, Sunny merasa jika laki – laki muda yang ada dihadapannya itu bukanlah orang biasa karena ada lambang kerajaan Yulin disana.

__ADS_1


Sunny segera memberikan batas pelindung agar tidak ada orang atau hewan mutasi yang melihat keberadaan pemuda yang masih terbaring tak sadarkan diri tersebut.


Sementara dirinya kembali berkeliling negara Yulin untuk mengumpulkan berbagai macam informasi yang malam ini harus dia kumpulkan sebanyak mungkin.


__ADS_2