CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
PESTA PERJAMUAN


__ADS_3

Sebagai bentuk rasa syukur karena Bai Cheung kembali ke ibukota dengan selamat dan Fan Jianying juga telah sembuh dari penyakitnya setelah mendapat perawatan di pegunungan Weixi oleh tabib Shilin.


Matriark Bai mengadakan perjamuan dan mengundang seluruh pejabat dan bangsawan yang ada di ibukota.


Tentu saja undangan tersebut mendapatkan antusias yang sangat besar dari warga ibukota.


Selain makanan yang akan tersaji berasal dari Impereal Restoran. Mereka juga ingin melihat langsung madam muda ketiga Bai yang bisa selamat dari penyakit yang mematikan tersebut.


Tentu saja sekarang nama tabib Shilin menjadi terkenal di hampir penjuru negeri Huangshan, terutama ibukota.


Karena dialah yang bisa menyembuhkan penyakit mematikan seperti yang diderita oleh Ratu Shua terdahulu.


Sayangnya, tidak ada yang tahu jika penyebab meninggalnya ibunda putra mahkota Qin Shi Huang bukanlah karena penyakitnya.


Melainkan racun yang tiap hari dikonsumsinya, hingga membuat tubuhnya semakin hari semakin melemah.


Racun tersebut tidak diberikan secara langsung, namun musuh menggunakan metode yang lebih halus agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Dimana makanan yang dikonsumsi oleh Ratu Shua akan menjadi racun yang sangat mematikan jika dikonsumsi berbarengan dengan obat yang diresepkan untuknya.


Hanya saja prosesnya memerlukan waktu yang lama daripada racun yang umum memiliki efek yang langsung terlihat. Semua itu dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan pada pelaksanaannya.


Sementara itu, didalam kamar terlihat Dayu dan Fan Jianying sedang berdebat kecil untuk menentukan pakaiannya yang akan dikenakan gadis tersebut dalam pesta perjamuan yang diselenggarakan oleh matriark Bai sebagai bentuk rasa syukur karena kesehatannya telah pulih kembali.


“ Nona…anda tidak benar – benar memakai pakaian itu kan ?...itu sangat sederhana dan terlalu polos…”, Dayu untuk kesekian kalinya mengutarakan pendapatnya yang lagi – lagi diabaikan oleh Fan Jianying.


“ Bukankah ini juga terlihat cukup bagus untuk dikenakan ?...”, sanggah Fan Jianying sambil memutar tubuhnya kekanan dan kekiri di depan cermin besar yang ada dihadapannya itu.


“ Anda adalah bintangnya hari ini….jadi pakaian ini tidak akan membuat anda menonjol…”, ucap Dayu sedikit kesal.


Pelayan senior Gaeng hanya bisa tersenyum mendengar perdebatan kecil yang terjadi sejak tadi. Bagaimanapun Dayu memaksa, Fan Jianying tetap pada pendiriannya.


Meski tidak puas, Dayu yang tak bisa memaksa Fan Jianying untuk berganti pakaian akhirnya mulai menata rambut nona mudanya itu.


Lagi – lagi Dayu dibuat kesal oleh nona mudanya tersebut. Fan Jianying menyingkirkan semua perhiasan yang dipilihkan oleh Dayu untuknya.


Dia hanya memakai gelang giok merah pemberian ibu mertuanya dan kalung jade berwarna hijau sepaket dengan anting yang dikenakannya.


Sementara di atas kepalanya, dia hanya memakai tusuk konde berlapis emas dengan motif bungga mawar yang bertabur berlian disekitarnya.


Serta jepit rambut mutiara dengan berlian bulat dengan ukuran lebih besar dari pada mutiara pink yang ada disamping kanan dan kirinya.


Meski tidak banyak perhiasan yang dipakai dan hanya menggunakan gaun berwarna hijau mint dengan lapisan benang emas di beberapa sisi.


Nyatanya hal tersebut tak mampu menyembunyikan kecantikan alami Fan Jianying yang juga hanya merias wajahnya dengan menggunakan bedak dan pemerah bibir saja.

__ADS_1


Tanpa make up yang berlebihan, tampilan gadis polos yang memikat menjadi tema yang diusung oleh Fan Jianying dalam perjamuan yang dibuat untuknya malam ini.


Begitu Fan Jianying keluar, semua orang terpesona dengan seluruh penampilannya. Penampilan sederhananya malam ini nyatanya sama sekali tak mengurangi kadar kecantikanyang ada dalam dirinya.


Bai Cheungpun sampai terkejut dan tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari kecantikan sang istri hingga senggolan tangan Liam membuat kesadarannya kembali.


Begitu tersadar, Bai Cheung segera menghampiri sang istri dan langsung mengenggam satu tangannya dengan erat.


Keduanya berjalan menuju aula utama yang akan dipergunakan sebagai tempat perjamuan malam ini dengan mesra.


Semua mata yang memandang keharmonisan pasangan muda tersebut hanya bisa tersipu malu – malu.


Fan Jianying yang sudah mulai terbiasa dengan kebucinan suaminya itu hanya bisa pasrah mengikuti keingginan sang suami.


Matriark Bai dan Lien Hua tersenyum bahagia waktu kedua bintang dalam acara tersebut sudah hadir di aula utama sambil bergandengan tangan.


“ Cheung…kamu temani kakakmu untuk menyambut tamu didepan. Dan kamu Fan’er, kemarilah…duduk disamping nenek…”, ucap matriark Bai hangat.


Madam Chou yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa memendam kecemburuan dalam hatinya.


Setelah kepergian Fan Jianying untuk menjalankan perawatan, madam Chou berpikir jika matriark Bai akan bersikap baik terhadapnya mengingat jika hanya dialah satu – satunya cucu menantu perempuan yang ada didalam kediaman saat ini.


Nyatanya, satu tahun kepergian Fan Jianying tak membuat wanita tua tersebut bersikap baik terhadapnya.


Madam Chou sendiri merasa heran, sudah berbagai cara dia lakukan agar Impereal Restoran bisa bangkrut dan gulung tikar selama Fan Jianying tak ada di ibukota.


Namun yang terjadi malah sebaliknya. Impereal Restoran semakin berkembang pesat dan memperoleh keuntungan besar sehingga bisa menopang kebutuhan keluarga Bai setiap bulannya.


Para pegawai yang bekerja untuk Fan Jianying pun sangat royal dan setia. Bagaiamanapun cara madam Chou untuk mengacaukannya.


Mereka masih tetap bertahan, meski Fan Jainying tak mengontrol mereka secara langsung. Namun tak ada satupun dari pegawainya yang berbuat curang justru mereka semakin kompak dan solid.


Perjamuan malam ini dipenuhi dengan kegembiraan dan semua orang bersulang satu sama lain, terlihat seolah – olah ini adalah pemandangan yang damai.


Di area tamu para wanita bangsawan terlihat berdiri bergerombol sesuai dengan perkumpulan mereka masing – masing.


Sedangkan untuk para lelaki memilih bertegur sapa antar kolega yang terjalin dan mulai membentuk aliansi tersendiri.


Jika dilihat dengan cermat, dari para pejabat yang hadir bisa dilihat mana diantara mereka yang mendukung putra mahkota Qin Shi Huang.


Dan mana yang akan berdiri disamping pangeran kedua Song Yu. Meski semua orang terlihat saling menyapa dan terlihat memiliki hubungan yang harmonis.


Tapi sorot mata yang terpancar tak bisa berbohong. Dan itu semua sudah Fan Jianying gambar dalam benaknya.


Karena ini pertama kalinya dia berinteraksi secara langsung dengan para pejabat dan bangsawan yang ada di ibukota secara keseluruhan.

__ADS_1


Di salah satu meja terlihat  pangeran ke empat Wei Jie tampak intens berbincang dengan Bai Cheung, Disung dan beberapa kaum terpelajar lainnya.


Sedangkan pangeran kedua Song Yu  seperti tak ingin melepaskan sedikitpun pengawasannya kepada Bai Wang dan membuatnya tetap berada disampingnya.


Dalam perjamuan ini dapat semua orang terlihat berusaha untuk menunjukkan kekuatan mereka sebagai peperangan awal untuk menunjukkan kubu siapa yang terkuat.


Dan bagi para pejabat yang tidak ingin terlibat dalam pertikaian istana terlihat lebih berhati – hati dan memilih untuk bersikap netral dengan tidak terlalu dekat dengan kedua pangeran tersebut.


Mereka biasanya lebih memilih berbaur dengan para bangsawan  yang tidak masuk kedalam struktur kepemerintahan, seperti  Helbert  pemilik Yinheng Helbert atau keluarga Yanceng.


Yanceng terkenal sebagai seorang pedangan besar di negara Huangshan yang telah memiliki cabang hampir disemua kota.


Mereka juga merupakan menyumbang pajak terbesar untuk negara Huangshan. Untuk itu, garis keturunan Yanceng sama sekali tidak ada yang berniat untuk masuk kedalam system pemerintahan.


Karena hal tersebut tidak menguntungkan bagi mereka yang memiliki pola pikir jika dengan uang bisa membeli kedudukan dan kekuasaan kenapa mereka harus masuk kedalam struktur yang rentang akan bahaya sehingga kapanpun nyawa mereka bisa melayang.


Dalam perjamuan malam itu, sebagian besar mata tamu wanita tertuju pada Bai Cheung yang hari ini menggunakan brokrat berwarna mint yang cerah dengan jubah berbulu dengan warna senada membuatnya terlihat sangat bersinar.


Setiap tindakan dan gerakan Bai Cheung tak lepas dari pandangan semua wanita yang menatapnya dengan lapar.


Meski ada Fan Jianying disana, namun para wanita bangsawan tersebut tak sungkan memberikan tatapan menggoda kepada Bai Cheung.


Seorang jenderal muda yang baru saja mendapatkan gelar bintang kehormatan dari kaisar karena telah berhasil membasmi seluruh hewan mutasi serta populasinya di diwilayah perbatasan bagian timur negara Huangshan tersebut.


Negara Huangsahan tidak kekurangan lelaki tampan dan luar biasa, dan didalam perjamuan malam ini masih ada pangeran Song Yu, pangeran Wei Jie, dan putra mahkota Qin Shi Huang dan beberapa lelaki mudah bangsawan lainnya yang tak kalah tampannya.


Tapi entah kenapa hati para wanita bangsawan tersebut merasa hangat kala melihat Bai Cheung tersenyum dan menganggap semua laki – laki yang ada dalam ruangan tersebut jelek adanya.


Fan Jianying yang memang tidak peka terlihat acuh suaminya menjadi santapan lapar para wanita bangsawan disana.


Dia justru sibuk dengan buffet camilan yang ada diatas meja makan dan mengamatinya dengan intens.


Berusaha agar apa yang dihidangkan malam ini benar – benar special sehingga dia tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun.


Maka dari itu dia pun mengecek langsung semua persiapan yang ada meski Dayu dan pelayan senior Gaeng terus mengingatkannya agar fokus terhadap pesta yang ada, terutama suaminya.


Tapi dasar Fan Jainying keras kepala, ucapan pelayannya itu hanya dianggap angin lalu baginya.Baginya, jika suaminya itu ingin bersilingkuh, sekeras apapun dia menahan hal tersebut pasti akan terjadi.


Dayu lagi - lagi tak puas dengan pola pikir nona mudanya yang dianggap terlalu terbuka itu. Tampaknya bukan hanya Dayu yang tak puas dengan sikap Fan Jianying.


Bai Cheung pun juga merasakan hal yang sama. Bahkan dia beberapa kali menghampiri dan mengajak istrinya untuk duduk berasamanya.


Dan disaat dia lengah, lagi - lagi Fan Jianying sudah kembali sibuk dengan aktivitasnya yang lain dan menjauh darinya serta mengabaikan keberadaannya.


" Awas saja !!!...aku pasti akan menghukummu nanti !!!....", batin Bai Cheung geram.

__ADS_1


__ADS_2