
Kaisar Huang cukup terkejut mendapatkan laporan jika permaisuri Wei sudah bertemu dengan Fan Jianying di Impereal Restoran milik keluarga Bai.
“ Apakah dia mencurigai sesuatu ?....”, batin kaisar Huang gelisah.
Dia curiga jika istrinya sudah mengetahui sesuatu mengingat permaisurinya itu sangat ingin menemuinya sejak kemarin.
“ Tidak…ini masih belum waktunya…”, batin kaisar Huang sedih.
Bukan maksud hati kaisar Huang untuk memisahkan ibu dan anak serta menyembunyikan status putrinya itu dari semua orang.
Namun ini juga untuk kebaikannya, sesuai pesan yang disampaikan oleh peramal Yan kepadanya waktu mereka bertemu kembali di hutan kematian tanpa sengaja.
Ucapan peramal Yan tersebutlah yang akhirnya membuat kaisar Huang menurunkan dekrit pernikahan antara Fan Jianying degan Bai Cheung.
Setidaknya, di rumah kediaman Bai yang memiliki basis militer, keamanan sang putri akan terjaga.
Sampai putrinya tersebut siap untuk masuk kedalam istana dan mendapatkan semua hak yang seharusnya dia peroleh sejak dahulu.
Saat ini kaisar Huang tidak mau menarik perhatian Ratu Qinly yang terlihat mengawasi semua pergerakannya setelah upayanya di wilayah perbatasan bagian timur gagal.
Dia sangat tahu bagaimana bagaimana sifat Ratunya itu. Dia tidak mau bertindak gegabah yang nantinya akan berimbas pada semuanya dan menggagalkan rencana yang telah disusunnya sekian lama itu.
Jenderal besar Tian ditempatkan oleh kaisar diposisi perbatasan wilayah timur bukanlah tanpa sebab.
Selain untuk menumpas para pemberontak dan hewan mutasi juga untuk melindungi hutan kematian yang terletak diwilayah perbatasan bagian timur.
Meski posisi pasti hutan kematian tersebut tidak diketahui, tapi banyak orang yang pernah kesana, salah satunya adalah kaisar mengetahui jika hutan tersebut berada diwilayah perbatasan bagian timur negara ini.
Hutan kematian diincar banyak orang karena memiliki banyak hewan kontrak yang langkah juga menyimpan banyak harta karun, bagi yang bisa mengambilnya.
Bagi siapa yang bisa mendapatkan wilayah yang menjadi tempat hutan kematian berada, diyakini akan menjadi penguasa dalam jangka waktu yang cukup lama.
Hal ini sudah dibuktikan dengan posisi kaisar yang sudah diduduki selama lima periode dari satu generasi, dan saat ini kaisar Huang adalah generasi kelima.
Selama hutan kematian masih berada dibawah kekuasaan kaisar Huang, maka posisinya itu tidak bisa tergantikan.
Hal inilah yang membuat Ratu Qinly berambisi untuk menguasai hutam kematian yang disinyalir jika posisinya berada didaerah pegunungan wilayah perbatasan bagian timur yang sepanjang tahun diselimuti oleh salju.
Kaisar tidak ingin mengambil resiko sekarang dan bertindak ceroboh hingga membuat usahanya selama empat belas tahun untuk menyembunyikan sang putri akan menjadi sia – sia.
“ Fan’er masih belum cukup kuat untuk menghadapi semuanya. Aku masih harus menyembunyikan semuanya untuk beberapa saat lagi…..”, batin kaisar sedih.
__ADS_1
Sungguh berat baginya melakukan semua ini. Namun semua ini dilakukan untuk melindungi putrinya dari marabahaya yang mengancam jika sampai identitasnya sampai terbongkar.
Sementara itu, permaisuri yang semakin penasaran dengan identitas asli Fan Jianying terus berupaya mencari informasi, namun masih gagal.
Satu – satunya cara adalah bertemu langsung dengan Fan Jianying untuk mengkonfirmasi kecurigaan hatinya.
Fan Jianying yang mendapatkan undangan dari permaisuri untuk masuk kedalam istana sedikit terkejut.
“ Apa ada sesuatu yang serius ?...”, batin Fan Jianying penasaran.
Dia kemudian teringat mengenai kedatangan permaisuri di restorannya pada waktu acara pembukaan Impereal Restoran.
Meski dia tidak terlalu yakin, namun dengan kekuatan yang dimilikinya Fan Jianying menyadari kehadiran permaisuri Wei waktu dirinya sedang berganti pakaian karena kotor terkena tumpahan saos.
“ Kenapa waktu itu aku melihat permaisuri menangis…apa telah terjadi sesuatu ?...”, batin Fan Jianying bermonolog.
Sebenarnya waktu itu Fan Jianying sudah curiga ada sesuatu hal yang menimpah permaisuri Wei karena sempat melihatnya menangis.
Namun setelah nenek dan seluruh karyawannya ditanyai, mereka tidak merasa ada masalah apapun, jadi gadis itupun mengabaikannya.
Dan sekarang, adanya undangan tersebut tentu saja membuat perasaannya tidak enak. Meski mendapatkan undangan dari permaisuri Wei adalah suatu kehormatan.
“ Dayu…kamu sudah lama kan ikut denganku. Seingatmu, apakah aku punya hubungan khusus dengan permaisuri dimasa lampau ?...”, Fan Jianying bertanya dengan penuh selidik.
“ Seingat saya, nona sama sekali tidak mempunyai hubungan apapun dengan pihak istana, kecuali putra mahkota yang sewaktu kecil pernah belajar di kediaman Fan. Tapi itu juga tidak lama….”, ucap Dayu sambil melirik keatas, mencoba untuk mengingat – inggat kembali semua peristiwa yang telah terjadi.
Fan Jianying terlihat tidak puas dengan penjelasan dari pelayan pribadinya tersebut. Sambil menarik kursinya agar tubuhnya lebih dekat dengan Dayu, Fan Jianyingpun menatap pelayan pribadinya itu dengan intens.
“ Coba kamu ingat – ingat lagi….apapun itu…asalkan ada hubungannya dengan permaisuri…”, Fan Jianying terlihat mendesak Dayu untuk mencari ingatan dalam memorinya.
Cukup lama Dayu terdiam sambil mengkerutkan kening cukup dalam, mencoba mencari – cari memori masa lampau didalam ingatannya.
Hingga tiba – tiba dengan mata berbinar sambil mengacungkan telunjuknya didepan wajahnya Dayu sedikit berteriak “ Hamba ingat sesuatu nona…”.
“ Apa itu ?...ceritakan….”, Fan Jianying menatap Dayu dengan penuh antusias.
“ Hal ini hamba juga tak bisa memastikan kebenarannya. Hanya saja hamba pernah mendengar bisik – bisik dari para pelayan jika ibunda nona melahirkan nona muda kedua bersamaan dengan permaisuri didalam kuil. Tapi sayangnya, putri yang dilahirkan oleh permaisuri meninggal. Sedangkan, ibunda nona meninggal setelah melahirkan nona… ”, ucap Dayu sambil mengingat – ingat cerita yang sempat didengarnya waktu kecil.
Entah kenapa, waktu mendengar sepenggal cerita Dayu tadi Fan Jianying merasa ada suatu bagian yang sedikit aneh.
Tapi dia masih belum menemukan apa yang janggal dalam cerita tersebut. Seandainya saja didalam memori tubuh ini ada secuil ingatan masa kecilnya, mungkin hal itu akan sangat membantu.
__ADS_1
“ Apa hanya itu?...tidak ada yang lain lagi ?...coba kamu ingat – ingat….”, Fan Jianying terlihat sedikit mendesak Dayu agar kembali mencari ingatan masa lalunya didalam memorinya.
“ Tidak ada nona…hanya itu yang bisa hamba ingat….”, ucap Dayu pasrah.
“ kenapa nona ingin mengetahui tentang hal ini ?...apakah ini berkaitan dengan undangan permaisuri agar nona datang keistana besok ?...”, Dayu berusaha untuk menebak jalan pemikiran nona mudanya itu.
Fan Jianying hanya bisa mengangguk untuk menjawab Dayu. Diapun kemudian menyuruh pelayan pribadinya itu untuk menceritakan semua hal yang berhubungan dengan permaisuri secara umum yang pelayan pribadinya itu ketahui.
Melihat nona mudanya sangat antuisias, Dayupun segera menceritakan semua informasi yang dia ketahui tentang sosok permaisuri Wei.
Dari cerita yang disampaikan oleh pelayannya itu, Fan Jianying sedikit banyak sudah mendapatkan gambaran kasar bagaimana sifat ibunda pangeran ke empat tersebut.
“ Apa aku coba bertanya pada pangeran ke empat saja nanti. Kebetulan, malam ini aku berjanji untuk memberikan ramuan terbaru ini padanya…”, batin Fan Jianying sambil mengetuk – ngetuk meja dengan jarinya.
Setelah memberi ketiga pelayan kiriman sang suami dengan obat tidur, Fan Jianying malam ini bergerak menyelinap keluar untuk bertemu dengan pangeran keempat di restoran Shadong seperti biasa.
Bai Wang yang baru saja menginjakkan kakinya di kediaman Bai, langsung kembali keluar begitu melihat bayangan hitam melesat cepat keluar dari dalam kediamannya.
“ Apa itu ?...”, batin Bai Wang terkejut.
Untuk memastikan bayangan hitam tersebut, diapun segera membutuntuti sosok tersebut yang terlihat berhenti tak jauh dari restoran Sahdong berada.
“ Adik ipar…”, guman Bai Wang sambil mengusa – usap kedua matanya beberpakali dengan pandangan tak percaya.
Diapun segera membuntuti Fan Jianying hingga masuk kedalam restoran. Tanpa Bai Wang sadari, dibelakangnya berdiri bayangan hitam yang merupakan anak buah Bai Cheung.
Pada saat melihat Fan Jianying masuk kedalam kompartemen yang ada dilantai ketiga, diam – diam Bai Wang tersenyum sinis.
“ Pangeran ke empat…jadi tebakanku benar…”, batin Bai Wang sinis.
Diapun segera menendap – endap untuk mendengar percakapan yang terjadi didalam ruangan tersebut.
Namun gagal, karena Zoelu bergerak cepat menghalau tikus – tikus penganggu tersebut dengan cepat.
Untung saja Bai Wang dan anak buah Bai Cheung bergerak cepat hingga keduanya berhasil lolos dari kejaran Zoelu.
Bai Wangpun segera melesat untuk menemui pangeran kedua di kediaman Wudao Jia dan melaporkan semuanya.
Anak buah Bai Cheung yang tak bisa masuk mendengar pembicaraan Fan Jianying dan pangeran ke empat, akhirnya mengikuti kemana Bai Wang pergi.
“ Setidaknya informasi yang akan aku dapatkan dari kakak tuan muda ini lebih penting daripada pembicaraan pangeran keempat dan madam ketiga….”, itulah pikiran yang ada dalam benak anak buah Bai Cheung saat ini.
__ADS_1