
Settthh….
Fan Jianying segera melepaskan jarum beracun miliknya kearah kabut tipis mencurigakan yang baru saja dia rasakan tadi.
Namun sayangnya, sosok misterius tersebut berhasil menghindarinya hingga terpaksa Fan Jianying terus menyerangnya dengan membabi buta.
setekah mendengar suara tawa, tak lama kemudian muncul sosok lelaki bertopeng emas dengan pakaian serba hitam dengan rambut putih tergerai indah.
“ Aku tak menyangka gadis kecilku sudah bisa mendeteksi keberadaanku…”, ucap laki – laki bertopeng emas tersebut sambil terkekeh
Mendapati fakta jika lelaki tersebut mengenalnya, Fan Jianyingpun langsung menatap intens sosok lelaki asing yang ada dihadapannya itu.
Meski pakaian hitam yang dikenakannya terlihat simple dan biasa. Tapi, jika diamati secara detail dan seksama, lelaki misterius tersebut bukanlah orang biasa.
Apalagi dia memiliki kemampuan hingga tak ada yang bisa mendeteksi keberadaannnya.
Jika bukan karena ada sedikit kabut asap tipis yang terlihat, mungkin Fan Jianying juga tak akan bisa mengetahui jika ada sosok yang sedang mengamatinya.
“ Tunggu…ini….”, batin Fan Jianying terkejut.
Dia kemudian mengingat bagian awal novel yang menjelaskan jika bukan hanya Heng Yuan saja sahabat masa keciln Fan Jianying.
Ada satu orang bocah laki – laki berambut pirang yang sering mengusilinya dulu dikediaman. Meski begitu dia selalu menolong Fan Jianying kecil jika mendapatkan kesulitan karena tubuhnya yang lemah.
“ Dia adalah putra mahkota, murid Fan Shaosheng….”, batin Fan Jianying terbelalak.
Meski samar, namun berkat rambut putih dan gaya pakaian yang tak biasa serta topeng emas dengan motif burung elang yang sejak dulu selalu digunakannya.
Membuat Fan Jianying berhasil mengenalinya setelah dia berhasil menggali ingatannya kembali.
Dalam bab awal novel tersebut sempat dijelaskan jika Putra mahkota memiliki ide untuk membuat topeng karena hampir seluruh keluarga Fan, terutama yang perempuan selalu menggunakan cadar untuk menutupi sebagian wajahnya ketika keluar rumah.
Lelaki kecil yang digadang – gadang akan menggantikan posisi kaisar nantinya itu akhirnya mulai terbiasa menggunakan topeng emas pada saat keluar dari dalam istana agar tidak ada yang mengenalinya.
Namun, hanya itu saja penjelasan tentang sosok putra mahkota. Hanya sekilas dan selama Fan Jianying baca hingga bab sepuluh dalam novel, sosok putra mahkota tidak pernah muncul lagi.
Maka dari itu, melihat putra mahkota muncul dihadapannya saat ini tentu saja membuat Fan Jianying terkejut.
Selain tak pernah ada gambaran jika dia akan bertemu dengan calon penerus pemimpin negeri ini.
Fan Jianying sendiri tidak ingin terjebak dan terseret masuk kedalam intrik politik yang terjadi, mengingat jika dia berada ditengah – tengah orang yang sedang bertikai tersebut.
Lingkaran setan baginya, ada sang suami - pangeran ke empat - Ayahnya - pendukung putra mahkota Qin Shi Huang.
Sedangkan Fan Nuan - Heng Yuan - Bai Wang - adalah pendukung pangeran kedua Song Yu.
“ Untuk amannya, aku berpura – pura tidak kenal saja…”, batin Fan Jianying bermonolog.
__ADS_1
Diapun segera menatap putra mahkota dengan kening berkerut waktu melihat lelaki tersebut tersenyum kecil, mengamati setiap ekpresi yang ditampilkan oleh Fan Jianying saat ini.
“ Maaf, tapi aku sama sekali tidak mengenalmu. Silahkan keluar sekarang juga sebelum kupanggilkan penjaga…”, ucap Fan Jianying mengancam.
Mendapatkan ancaman dari gadis kecilnya, pangeran mahkota bukannya pergi malah berjalan mendekat kearah Fan Jianying yang terlihat berjalan mundur hingga mentok di tembok kamar.
Saat Fan Jianying hendak menyerang, dengan cepat putra mahkota sudah mengunci pergerakannya hingga dia terkukung oleh tubuh putra mahkota yang menghimpitnya ke tembok.
“ Ap…apa yang ingin kau lakukan ?...”, tanya Fan Jainying gugup.
“ Kau pasti tahu apa yang selama ini aku inginkan….”, bisik putra mahkota tepat ditelingga Fan Jianying.
Nafas hangat yang menyentuh daun telinganya membuat tubuh Fan Jianying meremang seketika. Melihat gadis kecilnya memerah, putra mahkota tersenyum puas.
“ Jangan macam – macam !!!...ingat !!!...aku adalah perempuan yang sudah bersuami !!!...”, ucap Fan Jianying tajam.
Meski dia sedikit takut, namun sebisa mungkin perasaan takut tersebut dia tekan dalam – dalam agar lelaki yang ada didepannya itu tidak meremehkannya.
“ Itu hanya status diatas kertas…nyatanya, selamanya kamu adalah milikku !!!...”, bisik putra mahkota lembut.
Tubuh Fan Jianying terlihat menegang waktu mendengar ada suara langkah kaki mendekat. Namun dirinya juga tak bisa berbuat apapun karena tenaga putra mahkota yang lebih kuat darinya.
Saat langkah kaki tersebut semakin dekat dan berhenti tepat didalam kamarnya, perlahan putra mahkota mulai melepaskan tubuh Fan Jianying.
“ Aku akan kembali nanti…jangan nakal…”, putra mahkota mengecup keningnya sebelum menghilang dari hadapan Fan Jianying.
“ Nona…apa anda sakit ?...”, tanya Dayu sambil menuntun Fan Jianying duduk dikursi dan menuangkan segelas air putih untuknya.
Fan Jianying terlihat syok mendapatkan perlakuan seperti itu dari putra mahkota yang baru saja dijumpainya.
Meski hanya ciuman dikening, tapi itu adalah ciuman pertamanya dengan seorang lelaki. Selama ini Fan Jianying hanya pernah dicium kedua pipinya oleh kedua orang tuanya semasa kecil sewaktu kedua orang tuanya masih hidup.
Dayu langsung mengguncang tubuh Fan Jianying dengan wajah panik setelah beberapa kali memanggilnya namun nona mudanya itu sama sekali tak memberikan respon.
“ Ehh…iya….”, Fan Jianying mulai tersadar dan sedikit binggung waktu melihat mata pelayan pribadinya itu berkaca – kaca.
“ Nona…nona kenapa ?...bagian mana dari tubuh nona yang sakit ?...”, Dayu terus bertanya dengan cemas.
Membuat Fan Jianying mengenggam kedua tangan Dayu untuk menenangkannya. Diapun tersenyum lebar untuk membuktikan bahwa dirinya dalam kondisi baik – baik saja.
“ Aku tidak apa – apa, hanya teringat sesuatu yang mengejutkan saja tadi…”, ucap Fan Jianying berbohong.
“ Apa nona masih terkejut dengan ulah pelayan baru yang tidak sopan itu. Pelayan senior Gaeng tadi sudah mendisplinkannya di ruang hukuman. Kedepannya, aku jamin dia tidak bisa bertingkah seenaknya, meski dia adalah orangnya tuan muda ketiga….”, Dayu berkata dengan nada jengkel.
“ Sudahlah…jangan dibahas lagi. Oya, bagaimana kondisi ibunda hari ini, apa sudah ada kabar ?...”, tanya Fan Jianying mengalihkan pembicaraan.
“ Belum ada nona…saya akan secepatnya mengabari nona jika sudah bertemu dengan pelayan kediaman nyonya besar pertama...”, ucap Dayu menjelaskan.
__ADS_1
“ Baiklah, jika ada berita…lekas beritahu aku…”, ucap Fan Jainying tenang.
Dayupun segera pergi keluar saat nona mudanya itu mengeluarkan sebuah buku untuk dibacanya.
Dalam diam Fan Jianying mulai penasaran apa sebenarnya yang dilakukan pemilik tubuh asli ini hingga selalu masuk dalam lingkaran masalah.
Memiliki hubungan dengan Heng Yuan yang terlihat sangat terobsesi dengannya sudah sangat merepotkan.
Lalu, menikah dengan Bai Cheung yang dingin dan kejam, serta sekarang ternyata dia juga memiliki hubungan yang tak biasa dengan putra mahkota.
“ ck ck ck….bikin repot saja….”, guman Fan Jianying berdecak kesal.
Rasa kesalnya semakin bertambah pada saat dia mengingat jika ciuman pertamanya diambil oleh putra mahkota secara sepihak.
Meski ini bukan tubuhnya, tapi dialah yang menjalani kehidupan dalam tubuh ini sehingga dirinya berhak atas apa yang terjadi dan sama sekali tak menyangka jika ternyata putra mahkota semesum itu.
Sementara itu di Chaotian palace terlihat seorang lelaki tampan yang sedang duduk diatas sofa sambil tersenyum - senyum sendiri.
Dia kembali membayangkan untuk pertama kalinya setelah lima tahun lamanya, dia akhirnya bisa berbicara langsung dengan gadis yang telah mengisi hatinya selama ini.
Ya…putra mahkota selesai belajar ilmu politik dan pemerintahan kepada Fan Shaosheng setelah dirinya menginjak usia delapan belas tahun.
Pada saat itu usia Fan Jianying Sembilan tahun. Selanjutnya, diapun perlahan mulai diperintahkan untuk turun kemedan perang bersama Bai Hongli.
Meski hanya pertempuran kecil yang dilaluinya, namun selama lima tahun tersebut dia sama sekali tidak bisa melihat dan mendengar suara gadis yang dicintainya itu karena sibuk membasmi para pemberontak dan hewan mutasi.
Hingga kemudian dia mendengar jika Fan Jianying telah menikah dengan Bai Cheung, sahabatnya. Hatinya saat itu sangat hancur mendengar gadis yang sangat dia cintai menikah dengan orang lain.
Meski hatinya hancur, putra mahkota tetap pergi memberi ucapan selamat kepada sahabatnya dihari pernikahan Bai Cheung bersama sang adik, pangeran keempat Wei Jie.
Namun sayangnya, dia tidak bisa bertemu dengan Fan Jianying dan hanya bisa menemani Bai Cheung bersama saudara dan sahabatnya, ,lalu menggelar acara minum - minum sebagai ucapan selamat.
Putra mahkota yang sudah sangat rindu, tanpa disadari semua orang berjalan mengendap – endap kedalam kamar pengantin.
Hatinya terlihat sangat sakit waktu dia mendengar jika Bai Cheung tidak bersedia untuk masuk kedalam kamar pengantin.
Namun disisi lain, hatinya merasa sangat lega. Sejak saat itu, jika setiap ada kesempatan selalu memantau gadisnya dalam diam.
Dia bahkan membantu Fan Jianying waktu tahu jika gadis kecilnya tersebut ternyata memiliki kekuatan besar yang disegel dalam tubuhnya.
Melalui tabib Shilin, putra mahkota memberikan arahan tentang kekuatan tersebut dan menyarankan untuk menyembunyikannya dari orang lain.
Hingga hari ini, karena sedikit kecerobohannya tak disangka gadis kecilnya mengetahui tentang keberadaannya.
Meski Fan Jianying berbohong tak mengenal dirinya, namun melihat reaksi gadis itu pada saat dia mengukung dengan tubuhnya tadi, ekspresinya dan gesture tubuh yang ditunjukkan oleh Fan Jianying tidak bisa berbohong jika gadis itu masih tidak melupakannya.
“ Kenapa dia semakin mengemaskan…aku jadi tak sabar ingin segera menjadikannya milikku seutuhnya…”, batin putra mahkota bahagia.
__ADS_1