
Pagi harinya Dayu terlihat bersemangat ingin memamerkan menu baru kreasinya di Impereal Restoran kepada Fan Jianying.
Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar dan tak mendapatkan jawaban, Dayu pun memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Fan Jianying.
Melihat tempat tidur sudah tertata rapi dan sosok Fan Jianying tak nampak maka Dayu pun bergegas mencari pelayan senior Gaeng untuk menanyakan keberadaan nona mudanya tersebut.
Tapi ditengah jalan dia bertemu dengan servant Meilin yang langsung menghentikan langkahnya begitu melihat kepanikan di wajah Dayu.
“ Ada apa ?...kenapa kamu tergesa – gesa seperti itu ?....”, tanya servant Meilin penuh selidik.
“ Apakah anda mengetahui dimana keberadaan nyonya sekarang ?....”, tanya Dayu cemas.
“ Oh...masalah itu. Nyonya diajak tuan muda pergi keluar kota tadi pagi. Kamu tenang saja, ada Hira dan Heyna serta Liam yang menemani keduanya….”, ucap servant Meilin menjelaskan.
“ Nyonya baru saja sembuh. Kenapa tuan muda membawanya pergi keluar kota dalam cuaca sedingin ini….”, batin Dayu cemas dengan kesehatan Fan Jianying saat ini.
Dia takut jika penyakit yang diderita oleh nona mudanya tersebut kambuh lagi. Bagaimanapun, Fan Jianying baru saja tiba dikediaman beberapa hari yang lalu setelah mendapatkan perawatan di gunuhg Weixi satu tahun.
Untuk bepergian keluar kota saat ini dirasa sangat riskan. Melihat raut kekhawatiran yang cukup dalam di wajah Dayu, servant Meilin pun berusaha untuk menghiburnya.
Tanpa semua orang sadari, ada pelayan dari kediaman keluarga pertama yang mencuri dengar pembicaraan keduanya.
Diapun segera pergi ke kediaman keluarga pertama untuk menyampaikan informasi tersebut kepada madam Chou.
Madam Chou terlihat menautkan kedua alisnya merasa heran. Dan hatinya pun mulai bertanya – tanya “ Apa hal ini ada hubungannya dengan undangan dari keistana?...”.
Terus terang saja, madam Chou merasa jika kepergian Bai Cheung dan Fan Jianying keluar kota tersebut sangatlah mencurigakan.
Meski merasa curiga, tapi madam Chou juga tak bisa bertindak gegabah dan hanya akan menjadi pengamat saja untuk saat ini.
Sementara itu, dikota Banjiwen, Fan Jianying bersama Hira dan Heyna bergegas pergi menemui beberapa pemilik tempat usaha yang ada dikota tersebut.
Tujuan mereka adalah untuk mengkondisikan para pedagang agar tak mudah terbawa oleh isu – isu provokatif yang dihembuskan oleh beberapa pihak yang tak bertanggung jawab daan kembali menstabilkan harga – harga yang ada di pasar.
Begitu para pejabat yang korup dilengserkan, banyak isu negative dimasayarakat sehingga harga – harga dipasaran melonjak drastis.
Jika hal ini tidak segera ditangani dengan cepat, maka bisa dipastikan banyak warga yang kesulitan untuk mendapatkan bahan baku dan krisis pangan bisa dipastikan akan melanda beberapa kota yang dekat dengan Banjiwen.
Terutama beberapa kota miskin yang terletak cukup jauh dari ibukota. Mengingat jika wilayah mereka tak bisa menghasilkan sumber makanan, jadi supplay bahan makanan hanya bisa didapatkan dari kota Banjiwen.
__ADS_1
Dan jika harga yang ada dipasaran kota Banjiwen melambung tinggi, maka masyarakat miskin tersebut tak akan mampu membeli bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.
Jika hal tersebut terjadi, bukan hanya krisis pangan yang terjadi tapi tingkat kejahatan pun akan semakin meningkat.
Jika Fan Jianying sibuk dengan para pedagang, Bai Cheung dan Liam pergi kekota Benzie berusaha untuk mencari tahu pergerakan musuh yang dibentuk oleh Heng Yuan disana.
Sedangkan Putra mahkota Qin Shi Huang dan pangeran Wei Jie untuk sementara waktu mengambil alih pimpinan kota Banjiwen agar kondisi pemerintahan bisa stabil.
Mereka berdua akan mengurus pemerintahan kota sampai pejabat yang ditunjuk oleh kaisar Huang tiba di kota Banjiwen untuk bertugas.
Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan kota. Selain membenahi strukstur yang ada dipemerintahan, putra mahkota Qin Shi Huang juga membenahi tingkat keamanan yang ada dikota Banjiwen.
Hal tersebut digunakan untuk bisa tetap mengenggam kepercayaan para investor yang memiliki usaha di kota Banjiwen.
Karena hal ini adalah factor utama supaya para pedagang luar negara Huangshan tetap mau membuka bisnis dikota perniagaan tersebut.
Siang harinya, setelah selesai menjalankan tugasnya Fan Jianying tanpa sengaja melihat Heng Yuan berada di sebuah restoran sedang berbincang serius dengan lelaki paruh baya yang ada dihadapannya.
Jika dilihat dari penampilannya, tampaknya lelaki paruh baya yang bersama Heng Yuan adalah salah satu pedagang besar yang ada di kota Banjiwen.
Hal itu bisa diketahuinya dari kereta kuda yang parkir di depan restoran, dimana ada lambang keluarga pedangang besar tersebut disana.
Tak ingin melewatkan kesempatan baik ini begitu saja, Fan Jianying pun mulai melangkah masuk kedalam restoran dan duduk tak jauh dari tempat Heng Yuan berada.
Sambil memainkan cangkir yang ada dihadapannya, Fan Jianying fokus mencuri dengar semua pembicaraan yang dilakukan oleh Heng Yuan.
Melihat hal tersebut, Heyna dan Hirapun terlihat waspada terhadap lokasi sekitar target,berusaha untuk membaca situasi yang ada.
Meski Fan Jianying terlihat tenang dipermukaan, tapi dia tetap merasakan riak didalam hatinya.
Fan Jianying yang sedikit banyak sudah mengetahui pola pikir Heng Yuan, masih merasa terkejut waktu mengetahui fakta yang baru saja dia dapatkan hari ini.
Meski dia tahu jika Heng Yuan sangatlah licik, namun dia masih tak menyangka jika pemuda tersebut memiliki sikap manipulative seperti itu.
Bahkan kata –kata yang diucapkannya tersebut hampir semuanya bernada provokatif dan penuh ancaman terselubung.
Tapi karena halusnya tutur bahasa dan kosakata yang dia gunakan maka lawan bicaranya tak menyadari akan hal tersebut.
“ Jadi ini juga yang dilakukan kepada pemilik tubuh asli. Sungguh licik !!!...”, desis Fan Jianying penuh amarah.
Saat ini Fan Jianying memiliki perut yang penuh dengan amarah dan kebencian yang cukup dalam.
Semakin dia mendengar setiap kata yang keluar dari mulut manis Heng Yuan, api kebencian dalam dirinya semakin berkobar.
__ADS_1
“ Putra mahkota Qin Shi Huang masih sangat muda dan tak mengerti tentang bisnis sama sekali. Dia hanyalah anak manja yang ingin menunjukkan kemampuan yang dimilikinya kepada kedua orang tuanya. Saya harap, anda bisa memahami hal tersebut…”, ucap Heng Yuan tenang.
“ Tapi tenang saja, selama kerjasama diantara kita masih terjalin dengan baik maka Ratu Qinly akan selalu menjadi pelindung anda. Seperti yang anda tahu jika kaisar Huang sangat mencintai Ratu …”, ucap Heng Yuan tersenyum ramah.
Meski semua kata yang diucapkan oleh Heng Yuan terlihat biasa saja. Tapi ada makna yang cukup dalam tersirat disana.
Dalam ucapannya tersebut juga bisa ditangkap jika kaisar Huang sangat mencintai Ratu Qinly hingga dia bisa bertindak leluasa seperti ini.
Hal itulah yang ditangkap lawan bicaranya sehingga dia tak ragu lagi untuk memberikan dukungan terhadap Heng Yuan.
Heng Yaun terlihat tersenyum penuh kemenangna waktu mengetahui jika pedagang terkuat dan terkaya di kota Banjiwen memihak dirinya.
Keduanya pun segera mengangkat gelas teh yang ada ditangan mereka sebagai bentuk kesepakatan telah dibuat.
“ Cari tahu kelemahan orang itu !!!....”, perintah Fan Jianying tajam.
Heynapun segera melesat pergi untuk mencari informasi yang di perlukan oleh nyonya mudanya tersebut.
Begitu mengetahui jika keduanya sudah tak lagi melakukan pembahasan penting, Fan Jianying bersama Hira segera meninggalkan restoran.
Untuk sesaat, Heng Yuan terlihat mengamati kondisi yang ada disekitar restoran. Tubuhnya yang semula tegang kembali rileks waktu tak mendapati sesuatu yang mencurigakan disana.
“ Mungkin ini hanya perasaanku saja….”, batin Heng Yuan berusaha mengalihkan kegelisahan hatinya yang tiba – tiba datang melanda.
Dibalik dinding Fan Jianying menghela nafas lega. Hampir saja aksinya ketahuan jika dia tadi tak segera cepat menyadari.
Fan Jianying sama sekali tak menyangka jika Heng Yuan cukup peka akan kehadirannya. Untuk itu, mulai sekarang tampaknya dia harus lebih berhati – hati lagi.
Sementara itu dikamp musuh, Bai Cheung dan Liam menemukan satu fakta yang mengejutkan disana.
Selain mendapatkan imbalan dalam jumlah besar, Ratu Qinly menjanjikan Kosuke dan Titan posisi yang cukup tinggi dalam pemerintahan.
Bisa dibayangkan jika para penjahat ini mendapatkan posisi didalam pemerintahan yang strategis, berapa banyak penyelewengan yang akan mereka lakukan dengan kekuasaan yang mereka miliki.
“ Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja !!!....”, batin Bai Cheung geram.
Setelah memastikan telah mendapatkan informasi yang cukup, Bai Cheung dan Liam pun meninggalkan kota Benxie dan kembali kepenginapan untuk membahas semuanya.
Saat matahari mulai tenggelam, semua orang sudah berkumpul didalam pengginapan untuk membahas semua informasi yang telah mereka dapatkan seharian ini.
Dari data yang terkumpul dapat dilihat dengan jelas jika tujuan utama Heng Yuan adalah membuat kondisi kota Banjiwen menjadi tidak stabil.
Dan mengembalikan posisi keluarga Ding yang berhasil dilengserkan oleh putra mahkota Qin Shi Huang ketempatnya semula..
__ADS_1
Jika rencana tersebut sudah berhasil dijalankan, langkah selanjutnya mereka akan bergerak menuju ibukota dan membuat kekacauan disana.