
Bingwen dan rekan – rekannya yang saat ini terjebak dalam ruang dingin merasa jika tubuh mereka sudah kedinginan dan hampir membeku.
Saat satu kaki mereka coba untuk diangkat, ruangan tiba - tiba bergetar hebat hingga akhirnya kaki tersebut kembali ke tempat semuala.
Posisi merekapun dibilag tak menguntungkan terutama Feng yang hanya bisa menggunakan satu kakinya sebagai pijakan.
Sedangkan yang lainnya masih memakai dua kaki sebagai pijakan meski dengan pose yang sedikit aneh dan tentunya bisa membuat pinggang sakit.
Dari semua orang, hanya Jian yang sudah berada di dekat peti balok es yang mengurung tubuh permal Yan saja yang bebas bergerak.
Itupun Jian juga hanya bisa bergerak disekitar peti balok es berada, tanpa bisa kemana – mana dan melewati garis yang ada.
Bukan hanya tak bisa bergerak, semua orang merasa jika lantai yang mereka pijak saat ini seakan - akan mulai menyerap energi yang ada dalam tubuh hingga mereka merasa lemas..
Dengan sisa kekuatan yang ada, melalui tenaga dalam yang mereka miliki terlihat semua orang mulai mengatur pernafasan agar tubuh mereka bisa tetap hangat dan stabil.
Fan Jianying yang merasa jika tubuh rekan - rekannya semakin melemah diam – diam mengeluarkan Sunny dari cincin ruangnya begitu lelaki yang ada dihadapannya itu sedikit lengah.
Tanpa menimbulkan suara apapun, Sunny bergegas pergi untuk membantu Bingwen dan rekan – rekannya begitu ada kesempatan meninggalkan ruang perjamuan.
Karena seringnya bergaul bersama semuanya, Sunny pun sama sekali tak mengalami kesulitan untuk mencari keberadaan semua orang dari aura yang keluar dari dalam tubuh mereka.
Sunny tak bisa menahan tawanya begitu melihat semua orang berpose aneh. Ada yang berdiri dengan satu kaki, pose hendak berlari, sedikit berjongkok, jinjit, dan pose aneh lainnya.
Semua orang terlihat melotot waktu mendengar suara tawa dari pintu. Meski kesal melihat senyum mengejek yang ditampilkan oleh Sunny tapi mereka juga tidak mungkin beranjak dari tempatnya jika tidak ingin ruangan tersebut meledak dan hancur.
Setelah selesai mentertawakan Bingwen dan kawan - kawan, Sunny pun melesat pergi menghampiri Jian dan membantunya.
Berkat air liur yang menetes dari mulut hewan melata berkepala tiga itu, perlahan balok es yang menempel di tubuh peramal Yan mulai mencair.
“ Pegangi tubuhnya….”, perintah Sunny waktu melihat sebagian tubuh sudah bisa terlepas dari balok es.
Sunny pun segera berjalan memutar untuk menetesi setiap sudut balok es tersebut dengan air liurnya yang beracun.
Melihat cara kerja Sunny, Jian berusaha membantu dengan mengeluarkan elemen api dari satu tangannya yang bebas. Namun sayangnya hal tersebut sama sekali tak membantu.
__ADS_1
Balok es tersebut sama sekali tak terpengaruh terkena api. Bukan hanya masih utuh, bagian yang terkena api juga sama sekali tak mengalami perubahan bentuk apapun.
“ Bagaimana bisa ?!!!!....”, teriak Jian tak percaya.
“ Itu bukan balok es biasa. Kekuatan kita tak akan bisa menghancurkannya….”, ucap Bingwen menjelaskan.
“ Lalu, kenapa dia bisa !!!....”, teriak Jian sambil menunjuk hewan melata yang ada dihadapannya itu.
“ Itu, karena dia hewan kontrak yang hidup di hutan kematian. Kekuatan yang ada dalam dirinya itu berbeda dengan hewan kontrak yang berasal dari tempat lain. Boleh dibilang mereka adalah titisan dewa….”, Bingwen kembali berkata untuk memberi penjelasan kepada Jian.
Jian sama sekali tak menyangka jika kekuatan besar yang dimilikinya masih kalah jauh dengan kekuatan hewan melata berkepala tiga yang ada dihadapannya itu.
Sementara itu, diruang perjamuan Kaisar Muzeng tiba – tiba tersenyum lebar waktu menyadari jika ada hewan melata dari hutan kematian datang membantu mengeluarkan tubuh peramal Yan dari balok es yang dibuat sebagai alas.
“ Ckckck…. Ternyata kamu licik juga…”, ucap kaisar Muzeng menggeleng – gelengkan kepalanya sambil berdecak.
Melihat jika kaisar Muzeng sudah mengetahui strateginya, Fan Jianying hanya tersenyum tipis sambil menyesap minuman yang ada dihadapannya.
“ Anda hanya menyebutkan agar saya tidak membantu mereka secara langsung. Tapi tidak melarang hewan kontrak saya untuk membantu, benar bukan…”, ucap Fan Jianying tersenyum licik.
Mendengar ucapan Fan Jianying, kaisar Muzeng pun tertawa dengan kerasnya hingga membuat Fan Jianying hampir tersedak kue yang baru saja dimakannya karena terkejut.
“ Ratuku memang harus cerdik seperti itu…”, ucap kaisar Muzeng manis.
Mendapat sanjungan seperti itu, Fan Jianying hanya bisa tersenyum tipis tanpa mengeluarkan sepata katapun.
Meski lelaki yang ada dihadapannya itu sangatlah tampan, tapi entah kenapa hati Fan Jianying sama sekali tak tergerak.
“ Apa ini efek kelamaan jomblo ya….”, batin Fan Jianying berspekulasi.
Fan Jianying terpaksa mengikuti saran dari kaisar Muzeng untuk bermalam di istananya karena dia tidak mungkin meninggalkan rekan – rekannya berjuang sendiri di dalam istana ini.
Setelah memakan waktu hampir setengah hari lamanya, akhirnya tubuh peramal Yan bisa terlepas dari balok es yang mengikatnya.
Fan Jianying yang baru saja menyelesaikan makan malam dengan kaisar Muzeng, perlahan berjalan mengendap – endap kedalam ruang rahasia tersebut waktu menyadari jika aura tubuh peramal Yan sangat lemah.
__ADS_1
Disana dapat dia lihat semua orang terduduk lemas setelah setengah hari penuh energy dalam tubuh mereka di sedot secara perlahan oleh lantai yang mereka pijak di ruang dingin dengan posisi yang tak wajar.
Melihat hal itu, Fan Jianyingpun segera membawa semuanya masuk kedalam cincin ruangnya agar semua orang bisa memulihkan tenaga mereka.
Khususnya tubuh peramal Yan yang harus dipulihkan terlebih dahulu sebelum rohnya ditarik masuk kedalam tubuhnya.
Semua orang kembali tercengang waktu menyadari jika mereka berada dalam sebuah kawasan yang kaya akan energy yin.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Fan Jianying, semuanya pun bergegas mencari lokasi masing – masing untuk memulihkan kembali energy yang ada dalam tubuh mereka dibantu para hewan kontrak milik Fan Jianying yang berada disana.
“ Sunny, tolong jaga dan rawat mereka ya. Aku masih harus menyelesaikan urusanku dengan kaisar Muzeng…”, perintah Fan Jianying tegas.
“ Dipahami….”, ucap Sunny hormat.
Fan Jianyingpun bergegas keluar dari cincin ruangnya menuju kamar yang telah disediakan untuknya agar kaisar Muzeng tak curiga.
Sementara itu di dalam kamp militer Bai Cheung tampak gelisah karena selama tiga hari kepergian sang istri, dia belum mendapatkan kabar apapun.
“ Seharusnya aku ikut dengannya dan tidak membiarkannya pergi sendiri seperti itu….”, guman Bai Cheung cemas.
Bukan hanya Liam, jenderal besar Tianpun dibuat geregetan dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Bai Cheung kepada semua orang.
“ Baru juga tiga hari kamu sudah panik seperti ini.Apa sekarang kamu bisa membayangkan bagaiaman kondisi istrimu saat kamu pergi tanpa pamit dan tinggal disini selama berbulan – bulan lamanya tanpa memberi kabar apapun kepadanya….”, ucap jenderal besar Tian mencemoh.
Deg….
Perkataan jenderal besar Tian langsung menusuk tepat di jantung Bai Cheung, terasa sangat sakit tapi tak berdarah.
Dia mulai menyadari, bagaimana binggungnya sang istri oleh kelakuan kekanak – kanakannya itu.
Seorang gadis muda belia yang tidak pernah keluar dari rumahnya, tiba – tiba menikah dan berpisah dengan seluruh keluarganya sudah merupakan hal yang cukup berat baginya.
Ditambah lagi memiliki suami yang kejam serta acuh kepadanya. Bahkan tega meninggalkannya tanpa pamit dan kabar apapun selama berbulan – bulan lamanya diawal pernikahan mereka.
Bai Cheung tak bisa membayangkan bagaimana binggungnya sang istri saat mendapatkan banyak pertanyaan dari semua orang tanpa bisa menjawab apapun karena dia pergi tanpa pamit dan tak memberi kabar apapun selama berada dalam kamp.
__ADS_1
Saat ini Bai Cheung bisa membayangkan bagaimana sedihnya hati istrinya itu waktu banyak orang mencemooh dirinya akibat ulahnya yang tak bertanggung jawab ini.
“ Aku tak menyangka tindakanku berdampak sangat besar seperti itu. Dan sekarang, aku sudah mendapatkan karmanya…”,batin Bai Cheung penuh penyesalan.