
Fan Jianying mulai membuka satu persatu memori yang ada dikepalanya. Seingatnya dulu dia pernah iseng membuat roti buah persik panjang umur karena gabut dan tergiur oleh pemandangan penampakan kue sejenis pao isi tersebut dalam drama yang dilihatnya.
Dengan kemampuannya memasak, dia cukup bangga dengan hasilnya waktu itu. Setelah mendapatkan memori tersebut Fan Jinyingpun bisa tersenyum puas.
Fan Jianying memiringkan kepalanya sedikit kesamping. Matanya sejernih kaca terlihat tampak bersinar berkilauan, membuat banyak pasang mata langsung menyipit karena silau.
“ Jika saya bisa membuat roti buah persik yang lebih baik dari D’Delicious restoran, apa kompensasi yang saya dapat…”, tanya Fan Jianying dengan berani.
Semua orang langsung mencemoh ucapan berani Fan Jianying yang dianggap semakin menjatuhkan dirinya sendiri kedalam lubang lumpur.
" Dia menggali kuburannya sendiri...", bisik - bisikpun kembali terdengar, mencemoh tindakan konyolnya yang menantang master Aming, koki hebat pemilik D'Delicious Restoran.
Putri Wei Xieun yang merasa jika Fan Jianying ini terlalu bodoh, bagaimana bisa nyawanya yang sudah diujung tanduk dia masih bisa seangkuh itu.
Vivi melihat Fan Jianying masih saja bertindak angkuh, kembali menyulut amarah dalam dirinya.
Dia berpikir bahwa gadis itu mengajukan tawaran karena dia tak mampu membuat roti buah persik panjang umur sesuai ultimatumnya.
“ Kamu tahu, jika koki Aming dari D’Delicious restoran hanya akan membuat satu pesanan roti persik panjang umur setiap tahunnya. Bahkan koki terkenalpun tak bisa menyamai rasanya, bagaimana putri manja sepertimu bisa ?...”, ucap Vivi mencibir.
“ Selama roti persik panjang umur yang saya hasilkan lebih lezat dari pada buatan koki Aming dari D’Delicious Restoran, bukankah hal itu lebih baik dari pada trik palsu yang anda gunakan itu…”, ucap Fan Jianying tenang namun penuh penekanan.
Tiba – tiba semua orang kembali bereaksi atas ucapan Fan Jianying tersebut. Bisik – bisikpun semakin tak terkendali.
“ Kurasa ini lebih baik dari pada trik seribu tael yang konyol itu…”, ucap salah satu orang.
“ Benar…setidaknya hasilnya lebih riil daripada hanya sekedar omongan sampah…”, ucap yang lainnya menimpali.
Kata yang diucapkan oleh Fan Jianying seperti tamparan keras ke wajah Vivi yang saat ini terlihat benar - benar marah sehingga wajah dan lehernya merah padam.
Tapi dia juga tak bisa mengucapkan sepatah katapun yang nantinya akan berimbas kepada dirinya sendiri. Apalagi sekarang semua orang semakin memandang rendah dirinya.
“ Baiklah madam ketiga Bai, aku akan memberimu kesempatan hari ini untuk menunjukkannya kepada kami semua. Tapi, jika anda tidak berhasil membuat roti persik panjang umur yang rasanya lebih enak dari buatan koki Aming, bahkan jika tetua keluarga Fan dan matriark Bai membela anda disini, saya tidak akan pernah menunjukkan rasa belas kasihan kepada anda…”, ucap madam Ming kelima tajam.
Madam Ming kelima adalah orang gila yang menangani semua permasalahan yang dihadapi oleh keluarga besar Ming agar bisa diakui.
Jika wanita muda seperti putrinya akan terkejut dan kehilangan ketenangannya dengan ancaman dan nada provokasi yang dilayangkan oleh Fan Jianying, namun tidak dengan dirinya.
Tapi dia salah sasaran saat ini, Fan Jianying yang sudah terbiasa dengan kerasnya hubungan bisnis yang ada didunia modern tidak takut dengan semua perkataan tajam madam Ming kelima dan akan dengan senang hati memenuhi tantangannya.
__ADS_1
“ Tentu saja nyonya…”, ucap Fan Jianying dengan sikap hormat.
Meski terlihat diam, madam Ming kelima diam – diam menatap tajam Fan Jianying dengan pandangan menyelidik.
Didalam pikirannya, madam Ming kelima merasa jika Fan Jianying terlalu percaya diri dan bodoh.
Bagaimana dia bisa seoptimis itu, sedangkan semua koki dinegeri ini tidak ada yang bisa mengalahkan bahkan gagal untuk bisa menyamai rasa roti buatan koki Aming.
" Tidak mungkin kan Fan Jianying mendapatkan resep itu dari koki Lin Ziqi sebelum dia meninggal....", batin madam Ming kelima terkejut.
" Jika kediaman keluarga Bai memiliki resep roti persik panjang umur yang lebih baik dari D’Delicious restoran mereka pasti sudah menggunakan untuk mendapatkan kepopuleran lebih awal....", batin madam Ming kelima bermonolog.
Setelah memikirkannya, madam Ming kelima merasa sedikit lebih tenang. Tampaknya Fan Jianying ini hanya terlalu percaya diri.
Jika Fan Jianying gagal membuatnya bukankah itu bagus untuknya karena secara tidak langsung dia dan putrinya bisa lepas dari masalah yang ada.
Dan gadis itu akan mendapatkan hukuman yang berat karena telah lancang menyinggung putri Wei Xiuen.
Madam Ronger yang ada didalam kerumunan terlihat hampir pingsan waktu mendengar jika Fan Jianying menyanggupi untuk membuat roti persik panjang umur lebih baik daripada koki Aming dari D’Delicious restoran.
“ Apa dia sudah gila…selama dikediaman Fan saja dia tidak pernah masuk kedalam dapur. Bagaimana mungkin dia bisa membuat roti persik panjang umur ?...”, batin madam Ronger seketika lemas.
Tubuh madam Ronger sedikit terayun, untung Yihua ada disampingnya hingga bisa menangkap tubuh bibinya itu sebelum menyentuh tanah.
“ saya baik – baik saja…”, ucap madam Ronger lemah.
Yihua sedikit takut sekarang melihat jika Fan Jianying terlihat memprovokasi semua orang. Jika ini tidak berjalan dengan baik dan lancar, entah apa yang akan terjadi padanya.
“ Bibi, ayo kita pergi sekarang…”, bisik Yihua ketakutan.
Madam Ronger memang ingin pergi dari tempat ini sekarang juga, namun saat dia melihat sekelilingnya niat tersebut perlahan mulai surut.
Dia tidak mungkin pergi begitu saja disaat Fan Jianying sedang dalam masalah pelik seperti ini.
Meski Fan Jianying sudah menikah dan menjadi bagian keluarga Bai sekarang, tapi bagaimanapun dia masih tetap anak dari Fan Shaosheng.
Jika dia pergi maka akan dianggap sebagai ibu tiri yang jahat dan tidak perduli dengan anak perempuannya yang malang.
Tepat saat madam Ming kelima akan membawa Fan Jianying kedapur, Lady Rose yang sedari tadi berada disebelah madam Ronger terlihat bersimpati.
__ADS_1
“ Saya percaya madam ketiga Bai tidak melakukan semuanya dengan sengaja. Bagaimanapun seribu tael adalah jumlah yang tidak sedikit. Jika madam ketiga Bai benar – benar bisa membuat roti persik panjang umur yang lebih baik dari koki Aming, maka saya akan memberikan gelang karang bertabur berlian ini sebagai penghargaan untuknya dan juga sebagai kompensasi atas semua kelelahan psikis yang dideritanya…”, ucap Lady Rose yang langsung melepaskan gelang karang bertabur berlian dari pergelangan tangannya dan memberikannya kepada pelayan pribadinya.
Semua orang terlihat memberi jalan untuk Lady Rose mendekat kearah dimanaa madam Ming kelima dan Fan Jianying berdiri.
“ Lady Rose ada disini, kurasa madam Ming kelima tidak akan bisa terus melakukan apa yang diinginkan sekarang…”, bisik - bisik mengiringi langkah wanita bangsawan yang terkenal sangat kaya tersebut.
Bahkan saking kayanya ada yang menyebutkan jika wanita tersebut mampu untuk membeli tanah kekaisaran beserta isinya jika dia mau.
Jadi memberikan satu gelang karang bertabur berlian, tidak akan membuatnya jatuh miskin.
Barang tersebut hanyalah salah satu asesoris tak berharga dirumahnya karena banyak barang yang lebih mewah dari itu berserakan disana.
Pada saat pelayan pribadi Lady Rose meletakkan gelang tersebut dinampan perak yang ada dihadapan madam Ming kelima, dapat semua orang gelang tersebut sangat mahal dan luar biasa indahnya.
Dengan manic – manic jade amber ditempatkan diantara masing – masing sisi, memamerkan kontras warna merah dan kuning yang indah.
Serta sederet berlian kecil yang menutupi semua bagian sisinya, terlihat sangat mewah dan elegan bagi siapapun yang memakainya, dan bisa ditaksir jika harga gelang tersebut lebih dari lima puluh ribu tael emas.
Fan Jianying terlihat sedikit terkejut waktu menyadari ada tokoh seperti Lady Rose muncul dalam novel yang sempat dibacanya itu.
Namun dia sangat bersyukur karena wanita bangsawan itu menolong dan mendukungnya. Hal itu tentunya akan menguntungkannya diwaktu mendatang.
“ Tampaknya apa yang diucapkan oleh Lady Rose tersebut benar adanya. Beban psikis yang diderita madam ketiga Bai siang ini cukup besar… ”, ucap seorang wanita cantik yang tiba - tiba sudah berjalan maju.
Wanita cantik yang merupakan istri dari menteri kesejahteraan masyarakat tersebut terlihat mulai maju kedepan dan langsung meletakkan jepit emas berbentuk bunga dengan potongan batu giok disepanjang sisinya dan satu buah berlian cukup besar ditengah – tengah bunga.
Melihat aksi tersebut, satu persatu wanita bangsawan lainnya mulai maju dan meletakkan gelang, kalung, cincin, bros, dan aneka perhiasan lainnya yang mereka kenakan saat ini untuk mendukung Fan Jianying kedalam nampan perak dihadapan madam Ming kelima.
“ Apa yang terjadi ?...bagaimana para senior yang berpengaruh dikota ini bisa memberikan dukungan dan saling adu kekayaan seperti ini ?...ini tidak benar !!!...”, batin putri Wei Xieun bergejolak.
Sebelum putri Wei Xieun bersuara, madam Ming kelima sudah mendahuluinya. Sambil mengertakkan giginya, dia mencoba tersenyum ramah.
“ Betapa murah hati anda Lady Rose, anda bertaruh cukup banyak untuk madam ketiga Bai hari ini. Bagaimana jika dia gagal ?...apa anda akan mengambil kembali taruhan ini ?...”, ucap madam Ming kelimamemprovokasi.
“ Tentu saja tidak…jika madam ketiga Bai gagal, anda bisa mengambil smua taruhan ini. Tapi…anda juga harus bertaruh, bagaimana dengan gelang yang anda pakai itu…”, ucap Lady Rose tersenyum lebar.
Madam Ming kelima terlihat mengertakkan giginya dengan keras. Siapapun di ibukota sangat tahu jika gelang emas dengan dua mutiara berwarna pink ditengah – tengahnya itu adalah gelang favorit madam Ming kelima yang diberikan oleh nenek moyangnya.
Dengan berat hati dan meruntuki kecerobohannya tadi karena berani menantang Lady Rose, madam Ming kelima pun melepaskan gelang tersebut dan menaruhnya diatas nampan.
__ADS_1
“ Karena Lady Rose sudah berkata seperti itu, mari kita lihat hasilnya nanti. Jika madam ketiga Bai memang memiliki ketrampilan, maka semua perhiasan dinampan perak ini akan menjadi miliknya. Namun jika dia gagal, maka dia harus minta maaf langsung dihadapan tuan besar Ming dan menerima hukuman yang aku berikan serta seluruh perhiasan dalam nampan ini akan menjadi milikku…”, ucap madam Ming kelima dengan nada penuh kesombongan.
Dia sangat yakin jika Fan Jianying akan gagal dan semua perhiasan itu akan menjadi miliknya dan putrinya, Vivi.