
Sesampainya didepan tenda jenderal besar Tian, untuk sesaat Fan Jianying menghentikan langkahnya waktu melihat suaminya ada didalam sana.
Namun mengingat pentingnya informasi yang akan disampaikannya ini maka Fan Jianying pun berusaha untuk menyingkirkan perasaan pribadinya untuk sesaat.
" Ya...aku harus profesional disaat seperti ini...", batin Fan Jianying bermonolog.
Tanpa melihat kearah sang suami yang terus menatapnya sejak sang istri memasuki tenda, Fan Jianying langsung duduk dan memberikan jenderal besar Tian selembar kertas yang penuh dengan coretannya itu.
Jenderal besar Tian terlihat megkerutkan keningnya cukup dalam waktu membaca pesan yang tertulis disana.
Melihat hal itu, Fan Jianyingpun mulai menjelaskan apa saja informasi yang telah didapatkannya tadi, mengenai informasi penyerangan yang akan dilakukan oleh pasukan King of Devil ke kota Fushou dua hari lagi.
“ Apakah gadis berambut unggu yang membawa pangeran Xioran tadi adalah hewan kontrakmu ?....”, ucap jenderal besar Tian menebak.
“ Benar, dia adalah ular berkepala tiga yang kudapatkan di hutan kematian…”, ucap Fan Jianying menjelaskan.
Mendengar hewan kontrak tersebut didapatkan didalam hutan kematian, jenderal besar Tianpun tak bertanya lagi.
Karena siapapun pasti tahu Bahwa hewan kontrak yang bisa didapatkan di dalam hutan kematian pasti memiliki kekuatan lebih hebat jika dibandingkan dengan yang ada di pasar gelap ataupun tempat yang lainnya.
Jadi wajar saja jika hewan tersebut mampu berubah wujud menjadi manusia dalam waktu cukup lama.
Jenderal besar Tianpun kemudian mulai membahas penyerangan yang akan dilakukan dua hari lagi itu dimana serangan pasukan King of Devil tersebut diperkirakan dengan perkiraan terjadinya badai saljudiwilayah tersebut.
“ Badai salju ?...”, Bai Cheung akhirnya bersuara setelah terdiam cukup lama menyaksikkan istri dan pimpinannya itu berunding.
Meski enggan, namun Fan Jianying yang tidak ingin mencampur adukkan masalah pribadi dengan masalah penting yang menjadi pembahasannya sekarang terpaksa menjawab pertanyaan suaminya itu.
“ Masih belum jelas bagaimana mereka bisa mengetahui jika dua hari lagi ada badai salju. Tapi, ada dua kemungkinan. Pertama, badai salju ini memang bisa mereka prediksi atau yang kedua, mereka menciptakan badai salju sendiri untuk membuat pasukan kita kesulitan bertarung…”, ucap Fan Jianying menyampaikan pendapatnya.
" Menciptakan badai salju...bagaimana bisa ?...", tanya Bai Cheung penasarn.
" Itu mudah saja jika mereka memiliki elemen es....", ucap Fan Jianying santai.
Melihat Bai Cheung dan jenderal besar Tian binggung, Fan Jianying pun mulai mempraktekkannya dengan menuang air keatas meja dan membekukannya langsung membuatnya memutar sepereti ada pusaran kecil diatas es tadi.
" Jika ingin membuat badai salju, kekuatan yang dibutuhkan sangatlah besar. Ini hanya contoh kecilnya saja...." , ucap Fan Jianying menjelaskan.
Keduanya tak bisa untuk membiarkan rahang mereka tetap berada diposisinya melihat jika gadis belia itu memiliki kekuatan elemen es.
__ADS_1
" Hey, kenapa kalian memandangku seperti itu. Bukankah hal semacam ini biasa saja. Seperti jenderal besar Tian yang bisa mengendalikan angin dan tanah. Kurasa kekuatan anda juga bisa digunakan untuk menghalau badai salju yang datang nanti selain kekuatan tambahan....", ucap Fan Jianying santai.
Mungkin jika yang melakukan itu adalah seorang kultivator tingkat tinggi mereka tidak terlalu terkejut. tapi, gadis belia ini, sungguh menjadi kejutan tersendri bagi keduanya.
Apapun itu, jenderal besar Tian segera memerintahkan Bai Cheung untuk bersikap lebih waspada lagi menanti kemungkinan terburuk yang akan terjadi selanjutnya.
Mendapati fakta jika pasukan King of Devil bukanlah pasukan biasa yang dengan mudah mereka basmi, maka kali ini mereka benar – benar memikirkan taktik apa yang akan mereka gunakan selama pertempuran berlangsung.
Untuk membantu memenangkan pertarungan yang tidak mudah ini, Fan Jianying sudah memiliki beberapa strategi yang langsung dia jelaskan secara gamblang kepada kedua jenderal yang ada dihadapannya itu.
Kedua terlihat antusias dengan pemikiran Fan Jianying yang dianggap taktik tersebut bisa memperlambat musuh untuk berjalan mendekat kedaerah kekuasaan negara Huangshan.
“ Permasalahannya, jika sekarang Yulin sudah dikuasai oleh pasukan King of Devil bukankah sedikit sulit memasang perangkap disana ?... ”, ucap Bai Cheung penuh selidik.
Dia ingin mendengarkan hal mengejutkan apa lagi yang bisa istrinya buat untuknya. Bukan hanya Bai Cheung saja yang penasaran, jenderal besar Tianpun sama.
Lelaki paruh baya itu juga ingin tahu strategi apa yang akan Fan Jianying gunakan kali ini untuk memasang jebakan di kawasan musuh.
“ Hewan kontrak saya nantinya yang akan menanam bahan peledak di beberapa sudut area dan menciptakan ladang ranjau sehingga bisa menghambat laju pasukan King of Devil….”, ucap Fan Jianying menjelaskan.
“ Ladang ranjau ?...”, ucap keduanya kompak.
Mengingat akan ada badai salju, maka cara ini untuk sementara waktu yang cukup efektif untuk digunakan.
Selanjutnya, Fan Jianying pun menyarankan untuk menggunakan serangan anak panah beracun dari pos – pos yang baru selesai mereka buat tersebut.
“ Bukankah es bisa leleh dengan api. Kita juga nanti akan menggunakan kobaran api dari burung phoenix api milikku. Dan juga, suamiku ini bisa menggunakan elemen api yang dimilikinya untuk membantu. Kurasa hal itu akan cukup efektiv dilakukan…”, ucap Fan Jianying tersenyum lebar.
Mendengar ucapan gadis muda yang ada di hadapannya itu, kedua jenderal tersebut tak bisa menahan diri untuk tidak kagum.
Mereka berdua hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar sambil berkata dalam hati “ pantas saja dia bisa bolak – balik kedalam hutan kematian dengan mudah karena kemampuan istimewanya ini…”.
Setelah semua strategi perang selesai didiskusikan, merekapun berencana untuk segera mengeksekusi semua yang telah dibicarakan tadi dan menyiapkan peralatan baru yang dibutuhkan dalam pertempuran kali ini.
Fan Jianying pun mulai mengutarakan kegundahan hatinya sedari tadi dan mulai mengutarakannya kepada jenderal besar Tian.
“ Jadi maksudmu, diketemukannya pangeran Xioran di reruntuhan istana Yulin ini sedikit mencurigakan ?...”, tanya jenderal besar Tian berusaha mencerna ucapan Fan Jianying.
“ Sekarang jenderal pikir, bagaimana musuh bisa menyisakan satu orang dalam pembantaian tersebut. Apalagi orang tersebut merupakan pewaris sah dari Raja Yulin yang suatu saat bisa mengantikan posisinya. Jika tidak ada maksud dan tujuan tertentu, bagaimana mereka bisa melepaskan begitu saja orang sepenting ini ?....”, Fan Jianying mengatakan semua kecurigaan yang dia rasakan.
__ADS_1
“ Lalu, bagaimana kamu yakin jika pemuda itu adalah pangeran Xioran dari Yulin ?...”, jenderal besar Tian terus mengejar jawaban Fan Jianying untuk meyakinkan bahwa kecurigaan gadis tersebut sangat beralasan.
“ Liam yang mengenalinya….”, ucap Fan Jianying santai.
Kerutan di dahi Bai Cheung semakin dalam waktu mendengar jika pengawal pribadinya itu mengenal putra kedua raja Yulin.
“ Sejak kapan Liam mengenal pangeran Xioran ?...”, batin Bai Cheung penasaran.
Selama ini Yulin terkenal cukup tertutup terhadap salah satu anak laki – lakinya yang digadang – gadang akan menjadi penerusnya nanti.
Untuk itu, pihak kerajaan cukup ketat menjaga pangeran Xioran hingga tidak ada satupun orang yang bisa melihat wajahnya, kecuali keluarganya sendiri.
Hal yang sama dengan yang dilakukan oleh keluarga Fan, dimana tidak ada satupun bisa melihat wajah mereka kecuali Fan Shaosheng yang merupakan kepala keluarga Fan saat ini dan sering bersosialisasi di tempat umum.
“ Kalau begitu, pangeran Xioran ini akan ada dalam pantauan kita. Dan untuk Liam, coba kamu cari tahu bagaimana dia bisa langsung mengenali pemuda itu dalam sekali lihat...”, ucap jenderal besar Tian tegas.
Bai Cheung pun segera undur diri menjalankan semua perintah yang diberikan kepadanya. Sementara itu, Fan Jianying masih berada didalam tenda untuk berbicara empat mata dengan jenderal besar Tian.
Meski Bai Cheung merasa berat meninggalkan istrinya berdua saja dengan pimpinannya, tapi dia juga tak bisa melarang jika tidak ingin Fan Jianying kembali marah dengannya.
Masalah tadi pagi saja belum terselesaikan dengan baik, maka dari itu Bai Cheung tidak ingin membuat masalah baru lagi yang akan membuat hubungannya dengan sang istri semakin memburuk.
Setelah menginstruksikan semua perintah yang didapatkan dari jenderal besar Tian, Bai Cheung pun segera mencari Liam untuk menuntaskan rasa penasarannya.
Liam yang sedang di interrogasi tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Bagaimanapun dia sendiri juga tidak mengetahui secara pasti kapan dia bertemu dengan calon penerus Raja Yulin tersebut.
Yang jelas, dalam alam bawa sadarnya tiba – tiba saja dia merasa tidak asing waktu melihat pemuda tersebut di papah oleh Hira.
Sementara itu, didalam tenda jenderal besar Tian, Fan Jianying mulai bertanya banyak hal mengenai King of Devil.
Menurutnya, ini adalah waktu yang paling tepat untuk menggorek semuanya dengan dalih dirinya ingin mengetahui lebih dalam kekuatan musuhnya, hingga bisa memikirkan cara untuk bisa membasminya dengan mudah.
Jenderal besar Tian yang tidak curiga apapun dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Fan Jianyingpun mulai menjelaskan semuanya.
Namun, point – point penting yang Fan Jianying inginkan masih belum bisa terjawab, membuat gadis tersebut sedikit pusing.
*“ Apa harus aku sendiri yang turun tangan*?...”, batin Fan Jianying mendesah pasrah.
Setelah diaras cukup, Fan Jianyingpun berjalan keluar menuju tenda Hira. Fan Jianying ingin coba menyelami alam bawah sadar pemuda yang dicurigai tersebut untuk memastikan semuanya.
__ADS_1
“ Semoga saja, feelingku salah kali ini…. ”, guman Fan Jianying pelan.