
Sejak Ratu Qinly mengetahui jika kondisi suaminya berangsur – angsur mengalami penurunan, dia mendadak rajin untuk berkunjung ke kediaman kaisar Huang.
Entah itu hanya untuk bertanya kabar ataupun mengirimkan kudapan ringan kesukaan kaisar Huang.
Meski sudah beberapa kali diusir karena kaisar Huang tidak ingin diganggu, namun hal tersebut sama sekali tak mematahkan semangat Ratu Qinly untuk terus berkunjung.
Tentu saja tindakan Ratu Qinly tersebut membuat banyak orang merasa curiga. Banyak pihak menganggap bahwa tindakan wanita nomor satu dinegara Huangshan tersebut semata – mata untuk memuluskan langkah putranya menuju kursi kekuasaan.
Jika semua orang beranggapan begitu, lain halnya dengan apa yang dipikirkan oleh Fan Jianying setelah mendengar kabar jika adik tirinya baru saja memberikan sebuah bungkusan kepada pelayan pribadi Ratu Qinly.
“ Tampaknya, semuanya tak sesederhana yang terlihat….”, batin Fan Jianying curiga.
Diapun memerintahkan Dafu untuk lebih intens lagi mengawasi pergerakan Ratu Qinly dan pelayan yang ada disekitarnya.
Sementara dirinya bergegas menemui sang ayahanda untuk melihat kondisi kaisar Huang hari ini.
“ Siang ayahanda….”, ucap Fan Jianying dengan suara lembut dan manja.
Jika sedang berdua, kaisar Huang menginginkan agar Fan Jianying menghilangkan sikap formal yang ada sehingga hubungan yang terjalin tidak menjadi kaku.
Fan Jianying yang sudah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil di dunia aslinya, tentu saja menyambut baik kehangatan dan perhatian seorang ayah kepadanya.
“ Bagaimana kondisimmu hari ini ?....apakah si kecil berbuat ulah lagi ?....”, ucap kaisar Huang tersenyum ramah sambil sesekali melirik kearah perut Fan Jainying yang sudah terlihat menonjol.
“ Sangat baik ayah. Akhir – akhir ini dia cukup pintar sehingga bisa membantu kinerja ibundanya….”, ucap Fan Jainying sambil mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.
Keduanyapun bercengkerama dengan hangat. Tiba – tiba indera penciuman Fan Jianying menangkap bau asing yang samar.
Spontan dia langsung memejamkan mata dan mulai berkonsentarasi untuk mencari sumber aroma tersebut.
Kaisar Huang dan kasim Lu yang berdiri disebelahnya hanya terdiam menunggu hingga Fan Jianying membuka mata dengan wajah penasaran.
“ Apa yang kamu lihat ?....”, tanya kaisar Huang penasaran begitu Fan Jianying membuka mata.
__ADS_1
Tidak menjawab pertanyaan sang ayah, Fan Jianying malah berdiri dan menghampiri sebuah vas bunga yang ada tak jauh dari meja kerja kaisar Huang.
Pranggg…..
Mata semua orang melotot waktu Fan Jianying dengan kasar membanting vas bunga tersebut hingga jatuh berkeping – keeping dilantai.
“ Sudah kuduga ?....”, ucap Fan Jainying sinis.
Didasar vas dia melihat ada sebongkah lumpur berwarna merah darah dengan batang pohon dengan warna senada.
“ Ini adalah rumput darah. Jika dicampurkan dengan cairan asam maka dia akan mengeluarkan asap yang beracun dan mematikan. Karena asap yang dikeluarkannya tidak berbau menyengat, kadang korban lengah hingga racun tanpa sadar sudah menumpuk dalam tubuhnya….”, ucap Fan Jianying menjelaskan.
Kaisar Huang dan kasim Lu terlihat sangat terkejut. Mereka sama sekali tak menyangka jika yang ada didalam vas tersebut ada tumbuhan beracunnya.
“ Jika cairan didalam vas mengandung asam, lalu bagaimana bunga yang lainnya masih terlihat segar dan tidak layu….”, tanya kasim Lu dengan wajah binggung.
“ Karena bunga yang lainnya adalah palsu, jadi mereka tidak terpengaruh dengan cairan yang ada didalam vas….”, Fan Jianying berjongkok dan mengambil satu bunga untuk diberikan kepada kasim Lu sebagai bukti ucapannya adalah benar.
Kasim Lu membuka mulutnya cukup lebar dengan kedua bola mata melotot tak percaya jika apa yang dipegangnya adalah bunga palsu.
“ Kurasa, ibunda Ratu sudah mengetahui kondisi kesehatan ayahanda yang sebenarnya hingga berani bertindak sejauh ini…. ”, Fan Jianying mengutarakan apa yang ada dipikirannya saat ini.
Begitu ada pelayan yang hendak membersihkan pecahan vas bunga tersebut spontan Fan Jianying berteriak lantang “ Jangan dipegang !!!!....”.
Spontan pelayan tersebut terkejut dengan teriakan Fan Jianying dan bergerak mundur kebelakang sambil melempar satu bunga imitasi yang berhasil dipegangnya.
Sebelum rumput darah tersebut menghisap darah pelayan tersebut, Fan Jianying segera membekukannya hingga hancur lebur.
“ Rumput darah sangat beracun. Jika terkena kulit maka dalam dalam waktu 1x12 jam racun tersebut akan menyebar dan membuat seluruh saraf dalam tubuh lumpuh seketika. Korban jarang sadar jika dia terkena racun hingga seluruh bagian tubuhnya tidak berfungsi lagi…..”, ucap Fan Jianying menjelaskan.
Mendengar hal tersebut, pelayan yang hampir saja menyentuh rumput darah tersebut langsung terduduk lemas.
Dia sangat bersyukur putri bungsu kaisar tersebut menghentikan aktivitasnya hingga nyawanya bisa terselamatkan.
__ADS_1
“ Terimakasih putri…anda telah menyelamatkan nyawa saya….”, ucap pelayan tersebut sambil bersujud dihadapan Fan Jianying.
“ Berdirilah….lain kali, lebih berhati – hati dalam bekerja….”, pesan Fan Jianying dengan suara lembut.
Pelayan tersebut segera membersihakan pecahan vas bunga dengan saputangan yang dibawahnya agar jika ada benda beracun lagi tak menyentuh kulitnya secara langsung.
Kaisar Huang terlihat berpikir keras. Seingatnya, rumput darah sudah musnah sejak lama karena memang sangat berbahaya bagi manusia.
“ Tapi, kenapa dia bisa muncul lagi ?....”, batin Kaisar Huang penuh tanda tanya.
Fan Jianying yang menyadari kebinggungan yang dirasakan oleh kaisar Huang segera mengeluarkan suara untuk menjelaskan.
“ Aku rasa Heng Yuan telah berhasil mengembang biakkannya disuatu tempat…..”, ucap Fan Jianying berspekulasi.
“ Heng Yuan ?!!!..... putra angkat Heng Wunan ? !!!...”, kaisar Huang tak dapat lagi menutupi rasa terkejutnya begitu putri bungsunya itu menganggukan kepala.
Melihat tubuh kaisar Huang lemas seketika, Fan Jianyingpun berusaha untuk menghibur ayahandanya.
“ Ayahanda tenang saja, untuk saat ini tidak ada pergerakaan dari Heng Wunan yang bisa membahayakan pemerintahan. Hanya saja, aku masih mencari keberadaan Heng Yuan berkaitan dengan pergerakan yang akan Ratu Qinly lakukan….”, ucap Fan Jianying tajam.
Mendengar ucapan sang putri, kaisar Huang pun menunjukkan sikap waspada. Selama ini dia sudah mencium gelagat tersebut dari istri dan putra keduanya, pangeran Song Yu.
Hanya saja dia tak menyangka jika waktunya akan secepat ini. meski begitu, kaisar Huang sudah menyiapkan semuanya dengan matang dan terencana.
“ Kapan perkiraanmu mereka akan masuk ibukota ?...”, tanya kaisar Huang dengan wajah tegang.
“ Tak lama lagi….tapi ayahanda tenang saja, aku dan kakak sudah menyiapkan penyambutan yang layak buat mereka….”, ucap Fan Jianying mengeluarkan smirk devilnya.
Meski kaisar Huang cukup tahu jika putrinya ini sama kejinya dengan dirinya, namun melihat Fan Jianying tersenyum seperti itu membuat bulu kudunya langsung meremang.
Bahkan kasim Lu yang sedari tadi setia berada disamping kaisar Huang tubuhnya seketika langsung membeku begitu gadis cantik dan ramah tersebut berubah menjadi malaikat pencabut nyawa.
Kasim Lu bahkan terlihat beberapa kali menelan ludah dengan sedikit kesulitan waktu tatapan tajam Fan Jianying berpapasan dengan kedua matanya.
__ADS_1
“ Tidak akan ada yang bisa menghancurkan pemerintahan selama aku ada disini !!!...”, ucap Fan Jianying penuh dengan penekanan.