CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
PERTEMUAN HENG YUAN DAN KOSUKE


__ADS_3

Heng Yuan yang mendapatkan informasi jika pasukan King of Devil telah muncul kembali dan berhasil menduduki kota Yulin segera keluar dari dalam cincin ruangnya untuk menemui pimpinan mereka, Kosuke yang dikabarkan masih berada di negara tersebut.


Namun Heng Yuan tampaknya harus menelan kekecewaan waktu tiba di negara Yulin, Kosuke sudah kembali ke negara gurun setelah kaisar Muzeng memanggilnya.


Tidak bisa menunggu lagi, Heng Yuan pun segera mengajak six untuk pergi kenegara gurun karena hanya six lah dari seluruh pasukan rahasia miliknya yang masih tersisa.


“ Lihat saja Bai Cheung, aku akan segera membalasmu secepatnya !!!....”, batin Heng Yuan geram.


Diapun bergegas pergi ke negara gurun untuk menemui Kosuke dan berharap kedatangannya kali ini dia memperoleh keberuntungan sehingga bisa bertemu dengan kaisar Muzeng dan menjalin kerja sama dengannya.


Sementara itu di negara gurun, Kosuke menerima hukuman dari cambuk api milik kaisar Muzeng berkali - kali.


Meski tubuh Kosuke hancur setelah cambuk api tersebut mengenai tubuhnya, namun dalam hitungan detik tubuh tersebut sudah utuh kembali.


Dan itu terjadi terus berulang kali hingga Kosuke berteriak kesakitan tiap kali cambuk api menyentuh tubuhnya.


Kematian yang menyakitkan ini terus dilalui berulang kali untuk menebus kegagalannya dalam merebut kota Fuzhou serta menemukan keberadaan sang Ratu.


“ Segera cari sang Ratu jika tidak ingin melihat kemurkaanku !!!....”, ucap kaisar Muzeng penuh ancaman sambil mencengkeram erat dagu Kosuke dan menghempaskannya secara kasar.


Kosuke hanya bisa tersungkur dilantai sambil melihat kepergian kaisar Muzeng dengan tatapan tajam.


Dia bertekad akan kembali menyerang kota Fuzhou dan memporak – porandakan pasukan Huangshan karena telah membuatnya dihukum seperti ini.


Selama perjalanan perang yang sudah dia jalani, ini adalah pertama kalinya dia mengalami kekalahan telak seperti ini selama hidupnya.


Dan sialnya, dia baru berhasil menakhlukan tiga negara sebelum kekalahan memalukan tersebut didapatkannya.


Kosuke keluar dari ruangan penyiksaan dengan penuh amarah yang terpendam dalam hatinya.


Bak gayung bersambut, baru saja dia keluar dari dalam istana anak buahnya memberinya informasi jika ada perwakilan Ratu Qilin ingin bertemu dengannya.


“ Ratu Qilin ?...”, guman Kosuke dengan dua alis tertaut sempurna.


“ Benar tuan, Ratu Qilin dari negara Huangshan…”, ucap prajurit tersebut menunduk hormat.

__ADS_1


“ Dan sekarang kedua orang tersebut berada diperbatasan menunggu anda tuan….”, ucapnya lagi masih dengan sikap hormat.


Karena sangat penasaran, tak menunggu waktu lama Kosuke pun bergegas menuju ke perbatasan negara gurun.


Cukup ketatnya penjagaan dan formasi mereka yang sangat kuat hingga tak ada siapapun yang bisa menembus dan masuk kedalam jika orang tersebut tak memiliki tanda sebagai warga negara gurun atau ijin resmi dari kaisar Muzeng.


Heng Yuan bernafas lega waktu melihat lelaki tinggi, hitam dengan badan kekar berkuda mendatanginya.


Kosukepun segera membawa kedua tamunya menuju bangunan yang berada tepat diwilayah perbatasan yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu dari luar negara gurun.


Heng Yuan yang mengetahui jika Kosuke bukanlah orang yang senang berbasa – basi langsung menuju inti persoalan dengan mengutarakan langsung tujuannya mencari lelaki tersebut.


Melihat pemuda dihadapannya itu dengan lugas mengatakan tujuannya langsung membuat Kosuke menaruh kewaspadaan terhadap Heng Yuan.


“ Apa tujuan sebenarnya kedatangan pemuda ini tepat saat aku dikalahkan telak oleh pasukan negaranya ?....”, batin Kosuke penuh kewaspadaan.


Heng Yuan yang melihat jika lelaki yang ada dihadapannya menaruh kewaspadaan tinggi terhadapnya akhirnya mencoba untuk membuat  Kosuke menaruh kepercayaan terhadapnya.


“ Saya tahu jika anda curiga terhadap kedatangan saya yang mendadak ini. Jika anda memerlukan informasi apapun tentang negara Huangshan, saya siap membantu anda…”, ucap Heng Yuan mencoba meruntuhkan sedikit kewaspadaan Kosuke terhadapnya.


Sejenak Heng Yuan terlihat berpikir mengenai pertanyaan Kosuke yang tiba – tiba tersebut, sambil mencari dalam memori yang ada dalam kepalanya siapa orang yang dimaksud.


“ Maksud anda jenderal besar Tian atau jenderal muda Bai Cheung ?....”, Heng Yuan balik bertanya dengan penuh selidik.


“ Tidak…aku rasa itu bukanlah mereka…”, ucap Kosuke datar.


Seingatnya, dalam pertempuran tersebut dia sempat melihat ada seseorang yang mengamati diatas tenda pasukan Huangshan.


Dan Kosuke menebak dialah inisiator yang merancang strategi perang tersebut, namun dia tidak bisa melihat dengan jelas karena jarak yang terlalu jauh.


Heng Yuan langsung mengkerutkan keningnya cukup dalam, mencoba berpikir lagi kira – kira siapa orang hebat yang bergabung dengan pasukan perbatasan wilayah timur.


“ Apakah dia juga dalang dibalik kegagalan seranganku kemarin ?...”, batin Heng Yuan penuh tanda tanya.


Namun, selama pertempuran dia sama sekali tidak menemukan orang asing dan hebat seperti yang disebutkan oleh Kosuke tadi.

__ADS_1


“ Tunggu !!!...”, batin Heng Yaun terperajat.


Diapun mulai mengingat jika dia melihat sosok Bingwen dalam serangan hewan mutasi yang dilakukannya hingga menewaskan semua pasukan khusus miliknya.


“ Apakah kaisar Huang ada dibalik semua ini….”, guman Heng Yuan pelan.


Meski sangat pelan, namun Kosuke masih bisa mendengar ucapan Heng Yuan. Jika benar kaisar Huang sang inisiator, Kosuke tampaknya harus mengurungkan niatnya untuk segera menyerang kota Fushou kembali dalam waktu dekat.


Siapapun sangat tahu, jika setelah negera gurun lenyap kaisar Huang lah yang disebut – sebut sebagai penguasa disini.


Banyak negara yang dulunya milik kaisar Muzeng sebagai penguasa negara gurun menjadi milik kaisar Huang dan menjadikannya satu sebagai negara Huangshan.


Hingga negara tersebut menjadi sangat luas dan kuat seperti sekarang hingga sulit untuk bisa direbut kembali.


Dan negara gurun yang baru saja muncul kembali hanya bisa menundukkan negara – negara kecil yang sama sekali tidak berpotensi hanya untuk bisa memperluas wilayah kekuasaannya.


Heng Yuan yang merasa jika ini adalah kesempatan untuknya memperoleh kepercayaan Kosuke dan bekerja sama dengannya, maka diapun menyanggupi untuk mencari informasi tersebut secepatnya.


Setelah kepergian Heng Yuan dan anak buahnya, Kosuke pun mulai fokus untuk mencari sang Ratu.


Karena menurutnya mencari wanita ini adalah tugas utama yang harus dia selesaikan dengan segera dari pada menundukkan kota Fushou.


Sementara itu di kerajaan Huangwe, Ratu  Qilin sangat terkejut waktu mendengar berita yang dikirim Heng Yuan kepadanya.


Dalam surat tersebut Heng Yuan mengatakan jika kaisar Huang ada kaitannya dengan gagalnya semua rencana yang sudah disusunnya secara rapi sejak lama.


Apalagi waktu mendengar jika pasukan King of Devil juga gagal merebut kota Fushou dan berhasil memukul mundur pasukan musuh tersebut dalam waktu singkat.


“ Tidak !!!...aku yakin itu bukan Kaisar Huang Lo…”, guman Ratu Qilin berusaha menolak kebenaran informasi tersebut.


Diapun segera memanggil anak buahnya yang selama ini di perintahkan untuk memata – matai setiap pergerakan suaminya secara diam - diam.


Seperti dugaannya, jika suaminya itu melakukan semua hal seperti biasanya dan bahkan akhir – akhir ini kaisar Huang sibuk menerima tamu yang terus berdatangan dari beberapa negara tetangga yang ingin menjalin hubungan kerjasama di bidang ekonomi dengan negara Huangshan.


Ratu Qilin pun memutar otaknya dengan keras, mencari cara agar bisa kembali memasukkan orangnya kedalam pasukan Huangshan yang ada dalam wilayah perbatasan timur.

__ADS_1


“ Bai Cheung !!!...semua ini gara – gara kehadirannya disana semua rencanaku gagal total !!!....”, batin Ratu Qilin penuh amarah.


__ADS_2