
Malam ini salju turun semakin deras membuat semua orang enggan untuk meninggalkan tenda perawatan dan memilih melanjutkan pesta sambil minum arak untuk menghangatkan tubuh mereka.
Fan Jianying yang sudah lelah memilih kembali kedalam tendanya untuk beristirahat. Bai Cheung yang melihat istrinya keluar dari tenda segera bangkit dan menyusulnya.
Dalam kegelapan malam ditengah hujan salju, sepasang mata sedang mengawasi seorang gadis cantik yang berjalan di tengah salju sendirian.
Meski setengah wajah gadis itu tertutup syal yang dipakai di lehernya, namun sebagai lelaki yang begitu mencintai gadisnya, Heng Yuan sudah bisa mengenalinya hanya dengan satu kali lihat.
“ Fan’er ?....”, guman Heng Yuan dengan kedua mata melotot tak percaya.
Bagaimana bisa gadisnya itu ada disini, di kamp militer perbatasan wilayah timur tempat Bai Cheung berada.
Mata Heng Yuan kembali membulat sempurna waktu melihat Bai Cheung menyusul gadis yang diyakini sebagai Fan Jianying tadi dan masuk kedalam tenda yang sama.
“ Apa ini !!!!....”
" Bukankah dia seharusnya ada di pegunungan Weixi untuk perawatan ?...."
" Lalu...apa yang dilakukannya disini ?..."
" Apa Bai Cheung yang memaksanya kesini ?..."
“ Apa dia berbohong kepada semua orang ?..”
Saat ini banyak pertanyaan yang bercokol didalam benak Heng Yuan. Dia takut jika apa yang dipikirannya benar - benar terjadi.
Tidak ingin berkutat terus dengan berbagai macam pertanyaan yang memenuhi kepalanya, Heng Yuan pun mulai mengendap – endap mendekati tenda dimana Bai Cheung dan Fan Jianying berada untuk memastikan semuanya.
Sementara itu didalam tenda, perdebatan kecil kembali terjadi. Bai Cheung yang merasa ada seseorang mendekat langsung membungkam mulut Fan Jianying dengan tangannya sambil memeluknya tanpa sebab dibungkam waktu menyadari ada seseorang yang sedang mencuri dengar pembicaraan mereka.dengan erat.
Fan Jianying yang awalnya ingin menggigit tangan Bai Cheung karena dianggap lancang membungkam mulutnya mengurungkan niatnya waktu dirinya juga menyadari jika ada seseoarng yang berusaha untuk mencuri dengar pembicaraan mereka.
Settt….
Bai Cheung segera melesatkan belatinya hingga menembus tenda dan bergegas keluar. Untungnya Heng Yuan gesit, dia langsung menghindar begitu belati tersebut melesat kearahnya.
Six yang melihat majikannya terpojok datang membantu dengan mengecoh Bai Cheung hingga lelaki itu mengejarnya.
Melihat kesempatan datang, Heng Yuan pun segera masuk kedalam tenda untuk memastikan bahwa gadis yang ada didalam tenda tersebut adalah Fan Jianying.
“ Kosong !!!....”, bati Heng Yuan tak percaya.
__ADS_1
Diapun segera mengedarkan pandangan matanya kesegala arah, namun dia tak menemukan sosok yang dicarinya itu.
Salah satu prajurit yang baru saja selesai buang air kecil dan hendak kembali kedalam tenda tak sengaja melihat ada seorang lelaki berpakaian hitam berjalan mengendap – endap masuk kedalam tenda Bai Cheung.
“ Penyusup !!!!....”, teriak salah satu prajurit spontan waktu menyadari jika lelaki itu bukanlah pasukan negara Huangshan.
Heng Yuan yang mendengar teriakan tersebut segera keluar dari dalam tenda dan kabur.
Semua orang yang sedang berpesta segera berlari keluar dan mengejar lelaki mencurigakan yang keluar dari dalam tenda Bai Cheung.
Langkah kaki Heng Yuan sempat terhenti waktu salah satu kakinya terkena belati beracun yang dilemparkan oleh Bingwen.
Dengan tertatih – tatih dia segera melompat melewati tembok perbatasan dan langsung masuk kedalam cincin ruangnya.
“ Sial !!!….”, umpat Heng Yuan kesal waktu melihat kakinya mulai menghitam.
Diapun segera menghentikan racun yang ada dalam lukanya itu agar tidak menyebar keseluruh tubuh.
Sementara itu, six yang berhasil terkejar oleh Bai Cheung saat ini terlihat kewalahan membalas semua serangan yang diberikan lelaki itu kepadanya.
Bai Cheung merasa jika lawannya bukanlah gadis biasa melihat betapa lincahnya gadis itu menangkis serangannya.
Bahkan beberapa kali setiap ada kesempatan gadis itu bisa membalas serangan yang diberikannnya dengan telak.
Bai Cheung hanya bisa mengeram marah waktu melihat musuhnya sudah menghilang tanpa mengetahui identitasnya.
Para pasukan Huangshan yang baru saja datang untuk menolong segera diinstruksikannya untuk berpatroli dan menjaga kawasan dengan ketat.
Bai Cheung sendiri segera kembali kedalam tendanya waktu menyadari jika istrinya masih berada didalam sana.
Melihat tendanya kosong, Bai Cheung keluar dengan penuh amarah dan segerah menggerakkan anak buah ya untuk mencari keberadaan sang istri.
Sementara itu, gadis yang kembali membuat gempar kamp militer tersebut saat ini terlihat sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.
Meski cuma sebentar, peperangan yang terjadi cukup menguras energi Fan Jianying karena selama pertempuran berlangsung dirinya tidak bisa menggunakan kekuatannya.
Fan Jianying benar – benar menggunakan stamina tubuhnya yang lemah ini untuk mengalahkan musuh - musuh yang datang menyerangnya.
Sudah dua jam lamanya semua orang mencari diseluruh wilayah kamp, namun sosok Fan Jianying sama sekali tak terlihat.
Pada saat seua pasukan Huangshan sibuk mencari keberadaan Fan Jianying, Bingwen dan rekan - rekannya serta hewan kontfrak milik Fan Jianying hanya duduk terdiam.
__ADS_1
Meski mereka tidak tahu kemana perginya gadis itu, namun melihat kekuata yang dimilikinya dan penyusup tersebut kabur seorang diri tanpa ada seorangpun bersamanya membuat mereka yakin jika Fan Jianying hanya mencoba beristirahat di suatu tempat yang tenang dan nyaman.
Liam dan Hira terlihat mencoba menenangkan tuan mudanya itu dan berkata jika nyonya mudanya itu pasti baik – baik saja.
“ Mungkin saja nyonya sedang beristirahat di suatu tempat. Saya sangat yakin jika besok pagi nyonya pasti akan kembali kesini…”, ucap Hira mencoba menghibur.
Mendengar ucapan Hira, seketika Bai Cheung ingat akan sesuatu. Selama dia koma setelah bertarung dengan Heng Yuan, dalam bentuk arwah dia sempat melihat istrinya tiba – tiba menghilang dan tak lama kemudian muncul kembali didalam tenda.
“ Jika istriku tidak diculik dan tidak berada dikamp militer…apakah dia masuk kedalam cincin ruangnya ?...”, batin Bai Cheung penasaran.
Tanpa berkata apapun, Bai Cheung segera bangkit dari duduknya dan menginstruksikan untuk menghentikan pencarian istrinya untuk sementara waktu.
Semua orang terlihat sedikit terkejut dengan keputusan tiba – tiba yang dibuat oleh Bai Cheung tersebut.
Namun mereka juga mematuhinya dan mulai bergantian berpatroli dan menjaga kawasan lebih ketat lagi agar tidak ada penyusup yang bisa berhasil masuk lagi.
“ Baiklah…jika kamu memang ada disana, aku menunggumu disini hingga kembali…”, guman Bai Cheung yang langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Sementara itu dinegara gurun, Kaisar Muzeng terus menatap tubuh yang ada diatas bongkahan es abadi dalam ruang rahasianya dengan tatapan tajam.
Meskipun tak memiliki roh, namun tubuh peramal Yan yang telah mendapatkan sebagian kecil butiran Kristal kehidupan mampu hidup dan membuat tubuhnya tetap hangat serta bertahan hingga saat ini.
“ Aku harus segera menemukan roh peramal Yan dan membawanya kembali kedalam tubuhnya agar pecahan Kristal kehidupan yang ada dalam tubuhnya bisa aku ambil dan kupergunakan sepenuhnya…”, batin kaisar Muzeng bermonolog.
Kaisar Muzeng kembali geram waktu mengingat jika dirinya hampir saja menjadi pemilik Kristal kehidupan setelah berhasil mencuri barang berharga tersebut dari tangan Ratu Elisabeth waktu ada kericuhan di kerajaan langit beberapa puluh tahun yang lalu.
Tapi siapa sangka, saat Kristal kehidupan tersebut jatuh ketangannya ada seseorang yang berhasil mencurinya.
Namun entah kenapa, dia sama sekali tak bisa mengingat siapa yang berani merebut Kristal tersebut dari tangannya.
Melihat aura biru yang sangat murni tersebut keluar dari dalam tubuh peramal Yan, perlahan kaisar Muzeng mulai memejamkan kedua matanya sambil menyerap energy murni yang keluar dari tubuh tersebut dengan kedua tangannya.
Aura murni yang keluar dari dalam tubuh peramal Yan inilah yang bisa membuatnya tetap bertahan hidup sampai sekarang.
Bukan hanya dapat membuatnya terus bertahan hidup dalam usia muda, aura tersebut juga bisa meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya secara signifikan.
Ini hanya auranya saja, bagaimana jika Kristal kehidupan tersebut masuk kedalam tubuhnya. Bisa dibayangkan betapa kuat dan tak terkalahkan dirinya di dunia.
Hal itulah yang membuat kaisar Muzeng sangat terobsesi dengan Kristal kehidupan. Dan kunci satu – satunya adalah reikarnasi Ratu Elisabeth yang bisa menuntunnya untuk kembali mendapatkan Kristal kehidupan tersebut.
Setelah aura murni tersebut terserap sempurna hari ini, perlahan kaisar Muzeng mulai membuka kedua matanya seiring dengan lenyapnya aura yang keluar dari tubuh peramal Yan.
__ADS_1
“ Bagaimanapun caranya, aku harus bisa menemukan wanita yang merupakan reirkarnasi sang Ratu agar kristal kehidupan bisa kembali ketanganku !!!...”, batin kaisar Muzeng tajam.