CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEGAGALAN BERULANG


__ADS_3

Meski musim dingin masih berlangsung dan belum usai, namun di kerajaan Huangwe kondisinya semakin hari semakin memanas.


Meski dari luar semua terlihat biasa saja, tapi didalam peradilan perang dingin sudah mulai terjadi.


Apalagi sebentar lagi peradilan Bai Wang akan segera digelar dimana dalam kasus tersebut menteri pajak dan menteri ekonomi juga ikut terseret.


Bahkan Ratu Qinly yang biasanya terlihat tenang kali ini sudah menunjukkan kegelisahan hatinya dipermukaan.


Bahkan eberapa kali penghuni istana melihat Ratu Qinly bertengkar hebat dengan kaisar Huang  karena sang suami tidak mau menyelamatkan anggota keluarganya setelah tindakan kasar yang dilakukan oleh putra mahkota Qin Shi Huang di kota Banjiwen.


Semua orang tahu jika hubungan antara Ratu Qinly dan putra mahkkota Qin Shi Huang tidaklah harmonis.


Dulu, hanya demi bisa merangkak naik menjadi Ratu, Qinly yang merupakan adik tiri dari mendiang Ratu Shua berjanji akan merawat dan membesarkan putra mahkota Qin Shi Huang dengan sepenuh hati.


Pada awal mereka menikah, perlakuan Ratu Qinly terhadap putra mahkota Qin Shi Huang sangatlah baik.


Hingga akhirnya dirinya dinyatakan hamil dan melahirkan seorang bayi laki – laki.


Sikap Ratu Qinly pun berubah seratus delapan puluh derajat terhadap putra mahkota Qin Shi Huang karena dianggap sebagai ancaman untuk sang putra.


Perlahan namun pasti, Ratu Qinly pun mengabaikan keberadaan putra mahkota Qin Shi Huang dan fokus pada anaknya sendiri, pangeran Song Yu.


Hingga masuknya permaisuri Wei sedikit banyak bisa mengisi kekosongan akan kasih sayang seorang ibu dalam diri putra mahkota Qin Shi Huang.


Meski akhirnya permaisuri Wei memiliki anak laki – laki sendiri, nyatanya kasih sayangnya untuk putra mahkota Qin Shi Huang tak pernah  berubah sedikitpun.


Jadi tidak heran jika putra mahkota Qin Shi Huang lebih menghormati dan menyayangi permaisuri Wei dibandingkan Ratu Qinly.


Bahkan kedua anak permaisuri Wei juga sudah putra mahkota Qin Shi Huang anggap sebagai adik kandungnya sendiri.


Melihat fakta tersebut membuat kaisar Huang semakin menyayangi permaisuri Wei dibandingkan dengan Ratu Qinly.


Karena hal inilah akhirnya Ratu Qinly mulai merencanakan untuk merebut kekuasaan yang dimiliki kaisar Huang Lo secara perlahan.


Dan langkah pertama yang diambilnya adalah dengan menyingkirkan putra mahkota Qin Shi Huang dari daftar pewaris tahta.

__ADS_1


Namun, semua usaha untuk menyingkirkan keponakannya tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.


Karena ada sang suami yang selalu siap memasang badan untuknya. Hal tersebut membuat Ratu Qinly bertambah rasa bencinya terhadap putra mahkota Qin Shi Huang.


Demi masa depan sang putra, Ratu Qinly pun diam – diam menjalin kerjasama dengan beberapa menteri untuk mendukungnya.


Dan sekarang sudah sekitar empat puluh persen menteri yang ada dalam pengadilan mendukungnya.


Sedangkan sisanya adalah pendukung putra mahkota Qin Shi Huang dan sebagian lagi memilih netral, akan memihak siapapun yang terlihat menguntungkan.


Sementara itu dipinggiran kota Banjiwen, Heng Yuan yang sudah menemukan tempat untuk melatih pasukannya mulai menjalankan rencana barunya.


Hilangnya kelompok Hole Death dan Black Devil membuat Heng Yuan terpaksa merekrut beberapa orang yang bisa ilmu beladiri untuk Muro latih.


Saat ini hanya kepala bandit tersebutlah yang bisa dia andalkan. Heng Yuan terlihat duduk sambil  menekan dahinya dengan ekspresi tidak senang waktu mengingat kembali jika satu persatu rencana yang telah disusunnya kembali gagal.


Sampai saat ini Heng Yuan masih mencari dengan seksama siapa sebenarnya dalang dibalik kegagalan berulang yang dialaminya tersebut.


Meski untuk kali ini dia mencurigai ada campur tangan putra mahkota Qin Shi Huang, tapi dia juga tak bisa memastikan dengan jelas karena tidak adanya jejak yang bisa terendus.


Kegagalan demi kegagalan mulai membayangi langkah Heng Yuan. Mulai dari Fan Jianying yang menolak lagi berhubungan dengannya dan memilih untuk menjauh darinya.


Gagalnya penyerangan yang dilakukannnya di wilayah perbatasan timur negara Huangshan, padahal sebelumnya semua yang ada disana sudah berjalan sesuai dengan apa yang telah dia rencanakan.


Tapi kemunculan Bai Cheung secara tiba – tiba membuat semuanya kacau dan sejak saat itu apa yang telah direncanakan oleh Heng Yuan satu persatu kembali gagal.


Tapi setelah memikirkan semuanya secara mendalam, Heng Yuan merasa tak ada jalan untuk kembali dalam masalah ini.


Jikapun nanti dia mendapatkan kegagalan dan kemurkaan Ratu Qinly, setidakya dia sudah berusaha semaksimal mungkin.


Jika Heng Yuan sedang pusing tujuh keliling, lain halnya dengan Fan Jianying dan yang lainnya yang merasa lega karena segala permasalahan yang ada di kota Banjiwen sudah ada titik terangnya.


Tak ingin menunda waktu lagi, pagi ini Fan Jianying menemui istri Takashi dan melakukan negoisasi dengannya.


Seperti yang diharapakan, wanita tersebut langsung setuju begitu melihat berapa besar keuntungan yang akan didapatkannya jika menjalin kerjasama baru tersebut.

__ADS_1


Bahkan hanya dalam hitungan jam saja, wanita tersebut sudah bisa membuat Takashi untuk membatalkan semua perjanjian bisnis yang telah dibuatnya dengan Heng Yuan sehari sebelumnya.


Sepasang suami istri tersebut segera pergi setelah Fan Jianying memberi mereka tiket berlibur di sebuah pulau pribadi selama sepekan lengkap dengan fasilitas mewah yang didapatkannya.


Mendengar kabar tersebut, Heng Yuan terlihat sangat marah dan frustasi. Dia segera melampiaskan amarahnya dengan memukuli para bawahannya secara membabi buta.


Kali ini dia merasa jika dirinya benar – benar gagal hingga kedatangan salah satu orang kepercayaannya membawa kabar yang membuatnya kembali terkejut.


“ Seorang gadis muda katamu ?....”, ucap Heng Yuan penasaran.


Tapi anehnya, orang kepercayaannya tersebut sama sekali tak bisa menemukan informasi apapun mengenai gadis muda yang mendatangi kediaman Takashi pagi ini.


Membuat Heng Yuan semakin murka dibuatnya. Diapun kembali melampiaskan seluruh kekesalannya pada semua orang yang berada disana.


Setelah puas melampiaskan kekesalan yang ada dalam hatinya, Heng Yuan kembali kedalam tendanya untuk menenangkan diri.


“ Apakah dia wanita milik putra mahkota Qin Shi Huang ?.. tapi siapa ?....”, Heng Yuan terlihat semakin frustasi memikirkan semuanya.


Selama ini dia sama sekali tidak pernah mendengar jika putra mahkota Qin Shi Huang dekat dengan seorang wanita.


Hingga rumor mengenai dirinya penyuka sesama jenis sempat berhembus. Namun semua rumor tersebut langsung reda begitu putra mahkota Qin Shi Huang menunjukkan semua prestasi dalam setiap hal yang dia kerjakan.


Dan akhirnya rumor tersebut berbalik arah kepada pangeran Song Yu yang masyarakat nilai anak kedua kaisar Huang tersebut sama sekali  tak memiliki kemampuan apapun dan hanya mengandalkan ibundanya Ratu Qinly.


Siang harinya, setelah semua urusan di kota Banjiwen dianggap sudah bisa teratasi, Fan Jianying dan Bai Cheung segera pamit untuk kembali ke ibukota terlebih dahulu.


Sementara pangeran Wei Jie berniat menetap selama dua hari lagi di kota Banjiwen karena dia masih mendapat tugas untuk mencari keberadaan pasukan rahasia milik Ratu Qinly yang sampai saat ini masih belum terendus keberadaannya.


Rencananya, pangeran Wei Jie akan mencari informasi tersebut dari anggota keluarga Ding yang beberapa hari ini masih terlihat di kota Banjiwen.


Kepulangan Bai Cheung dan Fan Jianying ke ibukota terlebih dahulu bukanlah tanpa sebab.


Semua itu dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan mereka bisa mempersiapkan segala hal sebelum pengadilan untuk kasus Bai Wang digelar.


Bai Cheung sangat yakin jika Bai Wang akan melakukan segala cara agar bisa terbebas dari jeratan hukum, meski hal tersebut mempertaruhkan nama baik keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2