
Fan Jianying yang sore tadi sempat tertidur diatas kursi malasnya akhirnya malam harinya dia mulai menjalankan rencana yang telah disusunnya bersama dengan tabib Shilin.
Setelah Dayu dan pelayan senior Gaeng pergi ke ruangan mereka masing – masing untuk beristirahat, Fan Jainying segera meminum pil yang diberikan oleh tabib Shilin kepadanya.
Satu jam setelah menelan pil bulat hitam berbau aneh tersebut, tubuh Fan Jianying menggigil dan tulang di badannya terasa remuk semua.
“ Pil apa ini, aku seperti sedang terserang flu parah saat ini…”, batin Fan Jianying lemah.
Sepanjang malam Fan Jinying tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dia beberapa kali mengigau dan mengalami halusinasi.
Tampaknya obat yang diminumnya bukan hanya membuat badannya terasa remuk redam namun membuat tubuhnya demam tinggi.
Jika disini ada thermometer, mungkin suhu tubuh Fan Jianying saat ini sudah lebih dari empat puluh derajat karena dia megalami halusinasi.
Hal yang tak mungkin dia alami jika panas tubuhnya hanya berkisar empat puluh derajat kebawah.
Dayu yang bersiap untuk membantu Fan Jianying membersihkan badannya dipagi hari terlihat sangat terkejut waktu mendapati badan nona mudanya sangat panas.
Diapun segera meminta tolong kepada pelayan senior Gaeng untuk mengompres Fan Jianying sementara dirinya harus segera menjemput tabib Shilin untuk memeriksa keadaan nona mudanya itu.
Tabib Shilin terlihat sudah siap dengan semua peralatannya waktu Dayu datang menjemputnya. Sesuai dengan perkiraannya, jika obat tersebut akan bekerja langsung satu jam setelah dikonsumsi.
Dan efeknya akan terlihat dalam waktu tujuh sampai delapan jam setelah dikonsumsi. Meski cukup berisiko, namun cara ini yang bisa dia gunakan untuk meyakinkan semua orang.
Bahkan jika matriark Bai memanggil tabib kekaisaran sekalipun, diagnose yang diberikan akan sama dengan apa yang diucappkan.
Tabib Shilin sudah mengantisipasi semuanya dengan sangat rapi sehingga tidak ada cela bagi siapapapun untuk menggagalkannya.
Pelayan senior Yu yang melihat tabib Shilin menuju kediaman tuan muda ketiga Bai dengan terburu – buru segera melaporkan hal tersebut kepada matriark Bai.
Matriark Bai yang baru saja bangun dan menikmati secangkir teh hangat bersama menantunya terlihat terkejut mendengar laporan dari pelayan senior Yu.
Dengan wajah tegang, diapun segera mengajak Lien Hua menuju kediaman cucu menantu perempuannya berada untuk melihat kondisinya.
__ADS_1
Matriark Bai segera menerobos masuk begitu tiba dikamar Fan Jianying. Tabib Shilin pun menjelaskan mengenai penyakit yang diderita oleh madam ketiga Bai tersebut.
Wanita tua tersebut sangat terkejut jika cucu menantu perempuannya menderita penyakit seperti Ratu Shua, ibunda putra mahkota Qin Shi Huang.
Dengan sedih diapun mengenggam tangan Fan Jainying dan menatapnya dengan nanar. Karena tubuhnya sangat lemah, Fan Jianying hanya bisa menggerakkan jemarinya tanpa bisa membuka mata atapun berbicara.
“ Dahulu baginda Ratu Shua sedikit terlambat dibwah kepegunungan Wexie hingga nyawanya tidak tertolong. Tapi madam ketiga Bai ini gejalanya masih awal, jadi kemungkinan cepat pulihnya sangat besar. Karena tempat tersebut sudah diberikan kepada Yang Mulia putra mahkota Qin Shi Huang dan dijaga sangat ketat, biar nanti saya yang akan bicara dengan Yang Mulia dan menjalaskan semuanya agar madam ketiga Bai bisa menjalankan perawatan disana….”, ucap tabib Shilin menjelaskan.
Matriark Bai tidak mau menyerah begitu saja. Diapun segera mendatangkan semua tabib ahli yang ada di ibukota.
Bahkan, matriark Bai juga menggunakan tokennya untuk memanggil tabib kekaisaran. Namun, hasil yang didapatkannya sama dengan semua yang diucapkan oleh tabib Shilin.
Pemuda tersebut hanya bisa tersenyum bangga karena obat yang diraciknya mampu mengelabui semua tabib ahli yang ada, bahkan tabib kekaisaran juga masuk kedalam perangkapnya.
“ Kapan rencananya dia akan kamu bawa pergi ?...”, tanya putra mahkota Qin Shi Huang penasaran.
“ Malam ini juga…..”, ucap tabib Shilin singkat.
Putra mahkota Qin Shi Huang yang sudah berkonsultasi dengan tabib Shilin sebelumnya mulai memerintahkan para pengawal yang akan membawa kereta kuda Fan Jianying keluar dari ibukota dan meninggalkan gadis tersebut begitu tiba disebuah penginapan yang ada dikaki pegunungan Weixi yang sudah dia persiapkan untuk gadis itu.
Malam harinya seluruh pelayan yang ada dikediaman tuan muda ketiga Bai melepas kepergian madam ketiga Bai tersebut dengan cucuran air mata.
Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga Bai yang turut hadir untuk mengantar Fan Jianying keluar dari dalam rumah.
Tidak ada satupun anggota atau pelayan yang ada dikediaman tersebut yang boleh ikut karena putra mahkota sudah emmberikan pelayan dan pengawal pribadi untuk menjaga dan merawat Fan Jianying selama disana.
Meski berat, namun karena itu adalah syarat yang diberikan oleh putra mahkota Qin Shi Huang agar Fan Jianying bisa dirawat di istana ratu Shua di pegunungan Weixi, semua orang pun menyetujuinya.
Matriark Bai sendiri masih memikirkan alasan yang tepat untuk diberikan kepada tetua keluarga Fan mengenai kepergian putri mereka sakit parah dan harus dibawa ke pegunungan Wexie.
“ Nona…ijinkan pelayan ini untuk ikut. Aku sudah berjanji kepada mendiang nyonya besar jika akan selalu berada disisi nona apapun yang terjadi…”, ucap Dayu terisak.
“ Tepati janjimu, tetaplah disini menungguku hingga sembuh. Aku serahkan Impereal Restoran kepadamu dan Gaeng. Kelola dengan baik sampai aku kembali dan kuharap kamu tidak akan mengecewakanku….”, pesan Fan Jianying sebelum pergi.
__ADS_1
Semua orang terlihat sangat sedih kecuali madam Chou yang terlihat sangat lega mengetahui salah satu saingannya dirumah ini sudah pergi.
Diam – diam Heyna dan Hira mengikuti Fan JIanying dari belakang. Sementara servant Meilin tetap berada dikediaman untuk memastikan kondisi yang ada dikediaman tetap aman terkendali selama kedua majikannya tidak berada di tempat.
Ratu Qilin yang mendengar jika Fan Jianying terserang penyakit yang sama dengan yang diderita kakaknya dahulu mulai memerintahkan anak buahnya untuk mencari pembunuh bayaran agar membunuh gadis itu dalam perjalanan.
Meski gadis itu adalah sang terpilih, namun dengan kondisi tubuhnya yang lemah tak berdaya seperti sekarang dia sangat yakin ini adalah kesempatan emas untuk mengambil nyawa gadis itu..
“ Akhirnya kesempatan baik itu datang juga…”, batin Ratu Qilin senang.
Sementara itu, kaisar Huang yang sudah mendengar semua rencana putra mahkota Qin Shi Huang untuk Fan Jianying juga mengirimkan beberapa anak buahnya untuk mengawal putrinya dalam diam hingga sampai di hutan kematian.
Karena menurutnya, perjalanan yang akan dilalui oleh Fan Jianying ini tidaklah mudah.
Mengingat rute yang akan dilaluinya menuju wilayah perbatasan timur dimana posisi hutan kematian berada cukup rawan dan berbahaya.
Selain medannya yang sulit, kawasan yang akan dilalui oleh Fan Jianyimg tersebut banyak dihuni oleh para bandit liar yang keberadaannya sulit ditembus oleh pasukan kerajaan.
Sementara itu, Bai Cheung yang mendapatkan kabar dari servant Meilin melalui burung elang api, hewan kotrak miliknya merasa gelisah waktu mendengar jika istrinya sedang sakit parah dan saat ini dibawah kepegunungan Wexie untuk menjalankan perawatan.
Meski dendam dalam hatinya masih ada, namun rasa cinta yang perlahan tumbuh tanpa disadari membuat Bai Cheung terus memikirkan istri kecilnya itu.
Bagaimana dia bisa mendapatkan penyakit seperti itu. Meski tubuhya sangat lemah, dikehidupannya terdahulu selama berada di kediaman Bai dia tak pernah sekalipun melihat istrinya tersebut jatuh sakit.
Hal itulah yang terus menjadi pertanyaan didalam benak Bai Cheung saat ini.
Sementara itu, Heng Yuan yang sudah berhasil meningkatkan populasi katak dan laba – laba mutasi berencana untuk melakukan serangan esok hari.
Mendengar kabar tersebut tentu saja Ratu Qilin sangat bahagia. Dia sama sekali tak menyangka jika keberuntungan besar akan berpihak kepadanya saat ini.
“ Aku tak sabar menunggu kabar bagus tentang hilangnya semua penghalang jalanku itu…”, ucap Ratu Qilin bahagia.
“ Tentu saja ibunda Ratu, kali ini ananda tidak akan membuat ibunda Ratu kembali kecewa. Heng Yuan sendiri yang akan turun tangan untuk melakukan penyerangan bersama hewan mutasi yang berhasil dikembang biakannya itu…”, ucap pengeran kedua Song Yu bangga.
__ADS_1
Ibu dan anak tersebut terlihat tersenyum bahagia sambil membayangkan kabar kematian dari para musuh – musuhnya yang sebentar lagi akan dia dengar.