CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEMBALI


__ADS_3

“ Dimana ini ?....”, tanya Aurella begitu tubuhnya mendarat setelah beberapa saat terombang – ambing oleh pusaran.


Aurella yang masih merasa kebingungan dikejutkan oleh kehadiran seorang gadis muda yang wajahnya sangat familiar  baginya.


“ Akhirnya kita bisa bertemu….”


“ Aku senang kamu mengambil keputusan ini….”


“ Maaf, jika sebelumnya aku tak pernah menampakkan diri…”


“ Tapi, kamu telah melaluinya dengan sangat baik dan bisa membuat tubuhku disana merasakan arti sebuah keluarga dan kebahagiaan….”


“ Sekarang, aku bisa pergi dengan tenang selamanya….”


cap gadis tersebut sambil tersenyum manis kearah Aurella.


“ Tunggu…apa kamu jiwa asli Fan Jianying ?....”, tanya Aurella setelah berpikir sejenak.


“ Benar…aku adalah Fan Jianying yang asli….”, ucap gadis tersebut tersenyum manis.


“ Lalu…ini ?....”, Aurella terlihat masih terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini.


“ Ini adalah alam bawah sadarmu….”


“ Aku kesini hanya ingin berpamitan denganmu karena sebentar lagi jiwaku akan naik keatas langit dan menunggu waktu untuk bisa berenkarnasi kembali….”


Ucap gadis tersebut masih dengan senyum manis yang terus terpasang diwajah cantiknya.


“ Apakah ini berarti kamu tak akan pernah kembali lagi ?...”, tanya Aurella penasaran.


“ Benar…tubuhku seutuhnya kuserahkan padamu sekarang. Jadi, kamu tak perlu takut aku akan kembali dan mengambilnya dari kamu…”, ucap gadis tersebut sambil berjalan mendekat kearah Aurella.


“ Dan…terimakasih karena telah kembali sehingga aku bisa naik ke atas langit dengan tenang….”, ucapnya sambil mengenggam kedua tangan Aurella dengan erat.


Melihat gadis yang ada dihadapannya masih terdiam tak merespon, Fan Jianying pun kembali tersenyum hangat.


“ Tak perlu cemas….”


“ Meski di duniamu, dunia tempat tinggalku hanyalah fiksi belaka. Tapi yakinlah, jika semua hal yang ada disini adalah nyata…”


“ Bukankah kamu sudah membuktikannya sendiri selama berada disini…”

__ADS_1


“ Bahkan semu hal yang ada disini bibisa kamu rubah sesuai dengan keingginanmu….”


“ Bukankah hal itu sama dengan yang ada diduniamu terdahulu….”


Ucap Fan Jianying panjang kali lebar, berusaha untuk menjelaskan dan menghilangkan keraguan yang ada dalam diri Aurella.


“ Sekali lagi aku ucapkan banyak terimakasih. Hiduplah berbahagia dengan anak dan suami serta keluarga yang sangat mencintaimu….”, ucap Fan Jianying sebelum benar – benar menghilang dari hadapan Aurella.


Seiring dengan menghilangnya tubuh Fan Jianying, perlahan jiwa Aurella kembali masuk kedalam pusaran dan berakhir di dalam tubuh Fan Jianying yang selama di negara Huangshan dia tempati.


Huang Lo mulai membuka kedua matanya begitu menyadari jika usahanya untuk mengembalikan putrinya kali ini telah berhasil.


Dia tersenyum lebar waktu melihat tubuh Fan Jianying berada diatas batu, tergeletak dengan tenang disamping Baoji.


Bai Cheung yang sejak tubuh istrinya muncul ingin mendekat akhirnya ikut berjalan dibelakang sang ayah mertua waktu melihat Huang Lo bangkit dan berjalan melangkah kearah batu besar dimana putri dan cucunya berada.


Tangisan Baoji membuat kesadaran Fan Jianying kembali. Dia segera bangun dari atas batu dan segera mengangkat Baoji yang tiba – tiba menangis histeris.


Fan Jianying yang tak menyadari jika ada ayah dan suaminya disana langsung memberi  Baoji asi agar tenang.


Hung Lo dan Bai Cheung yang melihat hal tersebut tak dapat lagi menyembunyikan rasa haru dan bahagia mereka hingga tanpa kedua lelaki tersebut sadari ada sebutir air mata yang menetes di pipi.


Setelah Baoji kenyang dan kembali tertidur, Fan Jianying baru menyadari jika ada ayah dan suaminya tepat dihadapannya.


“ Ayahanda...."


" suamiku….”,


ucap Fan Jianying menangis bahagia sambil menatap keduanya dengan tatapan penuh kerinduan.


Dia pun segera berjalan mendekat dan langsung memeluk kedua lelaki tersebut dengan hangat, mencurahkan semua kerinduan yang ada dalam hati.


“ Tenanglah…tangisanmu akan membangunkan cucuku nanti….”, ucap Huang Lo dengan tatapan penuh kerinduan.


Diapun segera menghapus air mata yang mengalir deras dipipi Fan Jianying sambil tersenyum hangat.


“ Istirahatlah sebentar…kamu baru saja kembali. Baoji, biar aku tidurkan diranjang..…”, ucap Huang Lo dan langsung mengambil bayi munggil tersebut dari dekapan putrinya.


Tubuh Fan Jianying yang masih lemas karena setelah sadar langsung memberi asi untuk sang buah hati, dibantu oleh Bai Cheung  keluar ruangan dan beristirahat sejenak.


“ Bagaimana kondisi tubuhmu sekarang ?....”, tanya Bai Cheung lembut.

__ADS_1


“ Masih sedikit lemas….”, ucap Fan Jianying lemah.


Bai Cheung pun segera memerintahkan pelayan untuk menyiapkan makanan buat sang istri. Liam yang mendengar tuannya telah masuk kedalam ruangan terlihat sangat terkejut waktu melihat Fan Jianying ada disana bersama Bai Cheung.


“ Nyonya….”, ucap Liam dengan bibir bergetar dan kedua mata berkaca – kaca.


Dia sangat bahagia melihat Fan Jianying akhirnya kembali lagi ke negara Huangshan. Dengan begini tuan mudanya tidak akan kehilangan kasih sayang seorang ibu.


“ Liam…apa kabar ?....”, tanya Fan Jianying sambil tersenyum manis.


“ Kabar saya baik nyonya. Saya sangat senang nyonya telah kembali lagi kesini…”, ucap Liam penuh haru.


“ Terimakasih karena telah berada disisi suami dan anakku selama aku tak ada disini…”, ucap Fan Jianying tulus.


“ Itu sudah menjadi kewajiban saya nyonya, untuk melindungi tuan besar dan tuan muda dengan segenap jiwa  dan raga yang saya miliki….”, ucap Liam antusias.


Melihat semangat pengawal pribadi suaminya yang selalu bersemangat seperti biasa membuat hati Fan Jianying tenang.


Begitu makanan datang dan tersaji diatas meja, Fan Jianying pun segera melahap semuanya hingga habis tak bersisa.


Dia tak ingin tubuhnya menjadi lemah sehingga tak bisa memberikan asi yang cukup untuk buah hatinya.


Selain itu, dia tak ingin suami dan seluruh keluarganya menjadi cemas jika kondisinya memburuk setelah kembali kenegara ini.


“ Sebaiknya, suami segera pergi ke pengadilan agar tak ada yang curiga dan bertanya - tanya. Mengenai kedatanganku, untuk sementara waktu sebaiknya kita rahasiakan dulu….”, ucap Fan Jianying tegas.


Bai Cheung menyadari kekhawatiran sang istri. Apalagi kondisi istana saat ini sedikit memanas akibat pemilihan permaisuri yang saat ini sedang diadakan diistana.


“ Baiklah…jika istri perlu sesuatu, istri bisa memanggilku di istana. Dan untuk sementara waktu sebaiknya istri berada dikediaman ayahanda hingga aku selesai bekerja….”, ucap Bai Cheung sambil mengecup kening sang istri dengan lembut sebelum beranjak pergi.


Meski Fan Jianying baru tiba, tapi dia bisa merasa jika kondisi dalam istana sedang tidak baik – baik saja.


Maka dari itu, dia perlu untuk berbicara dengan ayahandanya terlebih dahulu sebelum muncul dihadapan semua orang.


Meski semua keluarganya sangat menantikan kedatangannya kembali, namun kita juga tidak tahu siapa saja yang tak menginginkan kehadirannya kembali saat ini.


Kerena seperti semua orang tahu jika Fan Jianying memiliki pengaruh cukup besar terhadap setiap keputusan yang dibuat Huang Lo, terutama Qin Shi Huang yang telah menjadi kaisar menggantikan sang ayah.


Semua orang tahu jika Qin Shi Huang sangat menyayangi Fan Jianying. Bahkan banyak yang tahu juga jika kaisar muda tersebut telah menganggap istri Bai Cheung tersebut lebih dari sekedar seorang adik.


Tentunya kehadiran Fan Jianying saat ini bisa mengancam beberapa pihak yang menginginkan putri mereka menjadi permaisuri dimasa depan, mendampingi kaisar Qin Shi Huang dan mengacaukan rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2