CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
PERTEMPURAN PART 2


__ADS_3

Melihat tembok perbatasan sebelah kiri hampir rubuh, para pasukan segera membabat habis para musuh yang berada diluar tembok.


Begitu tembok runtuh, Bai Cheung memacu kudanya dengan kecepatan penuh menuju kearah musuh dan membantai musuh yang ada dihadapannya dengan menggunakan pedang tajam yang berkilau dalam genggamannya.


Para pasukan Huangshanpun tak tinggal diam, mereka semua bergerak maju secara bersamaan dan membentuk formasi lingkaran untuk mengepung para musuh sambil terus melesatkan anak panah beracun.


Setelah dekat, semua prajurit langsung menyimpan busur mereka dan mulai mengeluarkan pedang beracun dari tempatnya, dan langsung menghunuskannya ketubuh musuh disela – sela formasi yang bisa ditembus.


Pasukan musuh yang berlindung dibalik tameng besi tak menyadari jika musuh ada dihadapan mereka.


Hingga kebanyakan dari mereka tak siap dan langsung terbunuh ditempat setelah pedang yang dilumuri racun tersebut menembus tubuh mereka.


Semua dilakukan oleh pasukan Bai Cheung dengan cepat tanpa memberikan musuh kesempatan untuk melawan.


Salju yang putih kini sudah berwarna merah oleh darah pasukan yang tumbang dalam pertempuran hari ini.


Dua jenderal King of Devil yang menyerang melalui sayap kiri menyadari jika sebagian besar pasukannya banyak yang tumbang perlahan mulai membawa  pasukannya untuk mundur dan bergabung dengan pasukan yang menyerang dibaguian tengah.


Tapi belum juga niat tersebut dia laksanakan, pasukan negara Huangshan bersama pasukan bayangan  sudah lebih dulu menghabisi semuanya.


Crashhhh…. Crashhhh…. Crashhhh….


Kuda - kuda berlarian tak tentu arah begitu tubuh diatasnya roboh bersimbah darah yang langsung menodai salju putih dibawahnya.


Kosuke yang melihat pasukan sayap kiri telah tumbang terlihat semakin marah dan mulai menyerang pasukan Huangshan sevcara membabi buta.


“ Bagaimana bisa !!!...ini sungguh tak masuk diakal !!!....”, teriak  Kosuke penuh amarah.


Bagaimana bisa pasukan King of Devil yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dan terkenal memiliki kemampuan diatas rata – rata  pasukan negara Huangshan bisa dikalahkan dengan mudah.


Bahkan belum ada setengah hari mereka bertempur, sudah setengah pasukannya berhasil gugur. Setelah sayap kiri tumbang, Bai Cheung beserta pasukannya segera bergabung dengan jenderal besar Tian dan Fan Jianying.


Kosuke yang sudah terpojok terlihat mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Dari sudut matanya dia bisa melihat jika saat ini posisi pasukannya sudah terkepung.


“ Sial !!!...saat ini….sulit bagiku untuk bisa kabur dari sini !!!....”, batin Kosuke geram.

__ADS_1


Diapun segera mengeluarkan jurus air yang dimilikinya hingga kembali membuat pusaran salju.


Namun, lagi – lagi usahanya itu bisa digagalkan oleh jenderal besar Tian dan Bai Cheung yang langsung menyerangnya secara membabi buta.


Ketiganya sekarang sedang beradu diatas langit. Sedangkan prajurit dibawahnya sibuk saling berperang dengan pedang mereka masing – masing.


Fan Jianying dengan menunggangi Baron, singa jantan miliknya terus membabat habis pasukan KIng of Devil yang ada dihadapannya tanpa ampun.


Bingwen dan rekan – rekannya terus memback up Fan Jainying dari belakangbegitu musuh mulai mengepung dan menghalangi pergerakan gadis itu.


Sementara itu diatas langit, Kosuke yang terus menerus diserang oleh jenderal besar Tian dan Bai Cheung beberapa kali terpental dan jatuh dengan keras ke tanah namun masih bisa bangkit lagi dan kembali menyerang.


Meski bisa menahan serangan dua jenderal negara Huangshan tersebut, namun melihat pasukannya semakin lama semakin menipis karena banyak yang tumbang, Kosuke yang melihat ada celah dibelakang segera menarik pasukannya.


“ Mundur sekarang !!!....”, teriak Kosuke lantang.


Melihat pasukan King of Devil berlari mundur, jenderal besar Tian mencegah Bai Cheung untuk mengejarnya dan segera menarik pasukannya untuk kembali kewilayah mereka.


Berkat strategi perang yang diberikan oleh Fan Jianying tersebut, dalam peperangan kali ini pasukan Huangshan tidak banyak yang tewas meski sebagian besar pasukan mengalami luka ringan akibat sabetan pedang dan terkena anak panah.


Untung saja panah yang digunakan para musuh tidak mengandung racun sehingga kondisi para pasukan bisa cepat pulih.


Apalagi saat dia mendengar jika taktik perang yang digunakan oleh pasukan perbatasan kali ini adalah ide dari putrinya, Fan Jianying.


“ Tampaknya kekuatannya sudah benar – benar pulih. Tapi aku tak tahu harus senang atau tidak mengetahui hal ini....”, batin kaisar Huang resah.


Munculnya kembali negara gurun yang memiliki sebutan King of  Devil ini bukanlah tanpa sebab.


Kaisar Huang menyadari jika negara jelmaan iblis tersebut muncul seiring dengan kembalinya kekuatan yang ada dalam tubuh putrinya itu.


“ Menyesal sekarang juga sudah terlambat. Aku harap putriku bisa melewati semua ini….”, batin kaisar Huang gundah gulana.


Belum juga kekhawatirannya redah, kasim memberitahunya jika permaisuri Wei jatuh pingsan setelah mendengar kabar jika Fan Jiaying sakit keras sehingga harus menjalani perawatan di pegunungan Weixi.


Saat kaisar Huang datang, dia melihat wanita yang dicintainya itu tergolek lemas dengan wajah sangat pucat didampingi putri Wei Xiuen.

__ADS_1


“ Apa yang terjadi Xin’er ?....”, tanya kaisar Huang cemas.


“ Ibunda langsung jatuh pingsan begitu mendengar jika Fan Jianying menderita penyakit yanag sama dengan yang diderita oleh Ratu Shuan dan sekarang sedang berada di pegunungan Weixi untuk menjalani perawatan bersama tabib Shilin....”, ucap putri Wei Xien bercucuran air mata.


Melihat pemandangan tersebut, rasa bersalah dalam diri kaisar Huang kembali hadir dan rasa tersebut semakin besar adanya.


“ Mungkin inilah saatnya aku harus jujur pada istriku dan menceritakan semuanya sekarang. Aku tak ingin dia terus menderita seperti ini….”, batin kaisar Huang sedih.


Sementara itu, di negara gurun yang sangat panas dan kering, kaisar Muzeng terlihat sedang duduk santai disinggasananya sambil menikmati tarian yang ada dihadapannya.


Mata elangnya yang terlihat lapar terus menatap tubuh molek para penari yang berpakaian terbuka sehingga dada dan perutnya terekspos dengan jelas, mencari sosok wanita yang akan melayaninya hari ini..


Sorot mata kaisar Muzeng seketika menjadi gelap dan dingin begitu asap hitam muncul di sampingnya dan tak lama kemudian asap tersebut berubah menjadi bayangan hitam.


“ Bagaimana ?...”, tanya kaisar Muzeng datar dan dingin.


“ Lapor Yang Mulia, pasukan Kosuke berhasil dipukul mundur oleh pasukan Huangshan dengan telak. Dan tanda – tanda kehadiran sang Ratu tidak terdeteksi disana…”, ucap bayangan hitam yang ada disampingnya itu pelan.


PRANGGG !!!!.....


Gelas yang dipegang oleh kaisar Muzeng hancur berkeping – keping. Darah segar segera membasahi tangannya.


Semua penari segera pergi meninggalkan area perjamuan begitu juga dengan semua pejabat yang kebetulan hadir siang itu pada saat melihat kedua mata junjungannya tersebut berwarna merah menyala.


“ Bawa Kosuke kehadapanku sekarang juga !!!....”, teriak kaisar Muzeng murka.


“ Dijalankan….”, ucap bayangan hitam tersebut sebelum melesat pergi.


Kaisar Muzeng ingin mendengar langsung dari mulut jeneral besar miliknya itu. Bagaimana bisa pasukan King of Devil yang dibawahnya bisa mengalami kekalahan yang memalukan seperti itu.


Dia juga ingin mendengar langsung, apakah benar tidak ada campur tangan sanga Ratu dalam pertempuran kali ini.


Mengingat jika jiwa wanita yang dicintainya itu telah bangkit kembali seiring dengan sinyal yang dikeluarkan oleh hutan kematian beberapa saat yang lalu.


Hal inilah yang mendorong dirinya untuk kembali lagi kedunia dan berusaha untuk mengambil semua wilayah kekuasaan yang dulunya telah hilang, termasuk kota Fujian tempat dimana hutan kematian berada.

__ADS_1


Selain wilayah, dia juga akan merebut semua hal yang telah diambil darinya sebelum tubuh wanita tercintanya itu menghilang.


“ Kali ini aku harus bisa mendapatkan keduanya. Kristal kehidupan dan Ratuku !!!...”, guman kaisar Muzeng dengan suara rendah dan berat sambil mengertakkan giginya dengan keras.


__ADS_2