CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
MASUK PERANGKAP


__ADS_3

Sebelum berangkat menuju hutan kematian, Fan Jianying menyuruh para pengawal bayangan milik putra mahkota Qin Shi Huang untuk kembali ke paviliun Huangwe di pengunungan Weixi dan menunggunya disana.


Dia juga menginstruksikan beberapa hal kepada Jian agar memimpin rekan – rekannya untuk berkoordinasi dengan tabib Shilin dan Heyna.


Sehingga pada saat misi yang dijalankannya di hutan kematian selesai, mereka semua bisa langsung balik ke ibukota untuk menjalankan rencana selanjutnya sebelum rencana pangeran kedua Song Yu untuk melakukan pemberontakan dijalankan.


" Aku harus berada di ibukota sebelum semua hal tersebut terjadi....", batin Fan Jianying geram.


Meski dia sudah mengirimkan surat kepada putra mahkota dan pangeran Wei Jie sebagai peringatan, namun hatinya masih tak tenang melihat pergerakan kakak iparnya, Bai Wang dan pangeran Song Yu yang terekam dari jaring peminda yang sempat di tebarkannya dulu.


Disana juga dapat dia lihat jika pergerakan pangeran Song Yu semakin berani karena ada Ratu Qilin yang melindunginya dari belakang.


Apalagi sekarang keluarga Ming diam - diam juga mulai mendukung Ratu Qilin setelah kakak iparnya madam Chou berhasil mempengaruhi sang ayah untuk membelot dari negara.


Tidak ingin kembali kecolongan, Fan Jainying juga menginstruksikan kepada Bingwen untuk membersihkan tempat – tempat yang dia indikasi sebagai sarang hewan mutasi agar mereka tidak bisa lagi untuk berkembang biak.


Dia ingin sepeninggalan suaminya nanti, wilayah perbatasan timur Huangsahan bebas dari hewan mutasi yang meresahkan.


Sehingga saat dirinya kembali ke ibukota, fokus dia dan suaminya hanya tentang permasalahn yang ada disana.


Fan Jianying tidak ingin Bai Cheung kembali ke wilayah perbatasan timur karena dia sangat membutuhkan perannya di ibukota untuk memuluskan semua rencana yang telah disusunnya.


Setelah semua sudah terkoordinasi dengan apik, Fan Jianying segera bergabung dengan peramal Yan dan kaisar Muzeng yang sudah menunggunya di depan kereta kuda.


Ketiga orang tersebut segera naik keatas kereta kuda milik kaisar Muzeng dan segera pergi menuju dimana hutan kematian berada.


Sepanjang perjalanan, peramal Yan mengatakan penglihatan yang didapatkannya kepada semua orang. Fan Jianying yang melihat jika scenario yang disusunnya berjalan lancar, menarik nafas lega.


Sesampaianya di depan hutan kematin, kaisar Muzeng segera mengistruksikan kepada pasukannya untuk kembali ke negara gurun begitu dirinya sudah memasuki hutan kematian.


Ketiganyapun segera menuju jalan setapak yang ada di kaki gunung Fujiwa. Begitu ketiganya sudah menghilang, seluruh pasukan King of Devilpun mulai kembali ke negara gurun sesuai dengan perintah kaisar Muzeng.


Sesampainya didalam hutan kematian, kaisar Muzeng terlihat menghirup udara bersih yang ada dalam - dalam  sambil memejamkan kedua matanya.


“ Aroma yang sama…suasana yang sama…dan kesejukan yang sama….”, batin kaisar Muzeng bahagia.


Jika tidak memiliki ambisi untuk menguasai dunia, mungkin saat itu dia akan memilih untuk bersama dengan Ratu Elisabeth didalam hutan yang asri dan alami ini bersama.


Namun keserakahan dalam jiwanyalah yang membuatnya mengambil keputusan salah dan bersekutu dengan iblis yang mengubah hidupnya menjadi seperti ini.


Sepanjang perjalanan, semua hewan yang berpapasan dengan mereka segera menunduk hormat waktu mengetahui Ratu mereka lewat.


Perlahan namun pasti, peramal Yan segera berjalan menuju kesekitar wilayah yang akan digunakan untuk menjebak tubuh kaisar Muzeng disana selamanya.

__ADS_1


Disebuah batu besar, tak jauh dari danau tak berujung peramal Yan berhenti sejenak sambil menutup mata.


Dia terlihat seperti sedang mendapatkan penglihatan. Melihat hal tersebut, Fan Jianying dan kaisar Muzeng pun menunggu dengan wajah penasaran.


“ Dari apa yang baru saja saya lihat, sepertinya Kristal kehidupan selama ini tidak pernah meninggalkan hutan kematian…”, ucap peramal Yan menerawang jauh.


Mendengar hal tersebut, Fan Jianying dan kaisr Muzeng pun mengkerutkan keningnya cukup dalam.


Mencoba mencerna semua ucapan yang baru saja dikatakan oleh peramal Yan tersebut kepada mereka.


“ Jika begitu, apakah aura kristal kehidupan ini juga yang membantuku cepat mendapatkan kekuatan sang Ratu ?...”, tanya Fan Jianying serius.


“ Saya rasa begitu Ratu….”, ucap peramal Yan sopan.


“ Bukankah anda baru bisa menembus lapisan langit dan surgawi dengan cepat setelah berkultivasi disini. Bahkan saya mendengar dari Gao jika kaisar langit juga membantu anda mempercepat tingkat kultivasi yang anda lakukan saat itu….”, ucap peramal Yan mencoba mengingatkan kembali peristiwa itu kepada Fan Jianying.


“ Jika kaisar langit bersedia membantu anda, bukankan itu pertanda bagus. Yang perlu anda lakukan sekarang adalah mencari  Kristal kehidupan tersebut dan mengembalikannya ke kerajaan langit. Dengan begitu, kaisar langit pasti akan sepenuhnya memaafkan tindakan ceroboh yang sempat anda lalukan dahulu….”, ucap peramal Yan sambil tersenyum lebar.


Fan Jianying dan kaisar Muzeng terlihat menganggukkan kepala beberapa kali mendengar semua ucapan yang dikatakan oleh peramal Yan tersebut benar adanya.


“ Kalau begitu, bagaimana jika kita bagi tugas. Aku kearah sana, sedangkan kalian kearah sebaliknya, disana…dan disana….”, ucap Fan Jianying berinisiatif sambil menunjuk arah yang telah dia bagi.


Ketiganya pun sepakat dengan apa yang baru saja diputuskan oleh Fan Jianying dan mulai melangkah kearah yang menjadi bagian mereka sambil menajamkan intuisi yang ada dalam diri masing – masing untuk mendeteksi keberadaan Kristal kehidupan.


Mereka menjalankan tiga rencana sekaligus, jika plan A gagal maka mereka masih memiliki plan B dan C.


Kaisar Muzeng tak menaruh kecurigaan apapun karena waktu tadi masuk dan menghirup dalam – dalam aroma hutan kematian, dia sempat merasakan aura yang tidak asing baginya yang langsung membuat tubuhnya menjadi segar kembali.


Aura murni yang sama dengan yang keluar dari dalam tubuh peramal Yan yang sempat dijadikannya sumber nutrisi dan meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya.


Dengan mengandalkan insting tajam yang dimilikinya, kaisar Muzeng merasakan jika semakin dia melangkahkan kakinya, aura Kristal kehidupan sebagian besar terasa.


“ Disini….”, batin kaisar Muzeng dengan kedua mata berbinar terang.


Untuk sesaat dia menatap danau yang permukaan airnya sangat jernih dan tenang tersebut beberapa saat hingga Fan Jianying mengirimkan tanda kepadanya.


Kaisar Muzeng dan peramal Yan segera datang ke tempat Fan Jianying mengirimkan sinyal dengan cepat untuk mengetahui apakah sanga Ratu sudah berhasil menemukan kristal kehidupan yang dicarinya.


Keduanya terlihat berada tepat di depan pohon beringin yang sangat besar, berusaha untuk mendeteksi keberadaan Kristal kehidupan.


“ Disini memang aura Kristal kehidupan terasa, tapi tak sebesar yang ada didalam danau tadi…”, batin kaisar Muzeng bermonolog.


Dengan menggunakan kekuatannya, Fan Jianying berhasil mengeluarkan sebuah Kristal dari inti pohon beringin tersebut.

__ADS_1


“ Ini Kristal merah, meski auranya sama tapi ini bukanlah Kristal kehidupan yang memiliki cahaya biru terang didalamnya….”, ucap peramal Yan menjelaskan.


Terlihat jelas kekecewaan diwajah Fan Jianying waktu menyadari jika yang didapatkannya bukanlah Kristal kehidupan yang sedang dicarinya.


“ Apakah kalian mendapatkan sesuatu ?...”, tanya Fan Jianying pelan.


Keduanya kompak menggelengkan kepala dengan wajah lesu. Hal tersebut tentu saja membuat peramal Yan dan Fan Jianying tersenyum samar.


Tanpa kaisar Muzeng sadari peramal Yan dan Fan Jianying bertukar isyarat lewat sorot mata mereka, “ umpan sudah termakan…. ”


Keduanya sangat tahu jika kaisar Muzeng saat ini sedang berbohong agar bisa mendapatkan Kristal kehidupan tersebut untuknya sendiri.


Karena menurut laporan Sunny yang mendapat tugas untuk mengintai penguasa negera gurun tersebut, lelaki itu sudah berhasil menemukan Kristal kehidupan palsu yang ditanamnya kemarin malam di samping dalam danau tak berujung itu.


Setelah setengah hari berkeliling di dalam hutan kematian, mereka bertigapun beristirahat sambil menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh Fan Jianying sebelum perjalanan dilakukan.


Mereka bertiga terlihat menikmati makanan yang tersedia sambil bercengkerama hangat. Mencoba menggali ingatan masa lalu yang sempat hilang dari memori mereka.


Perlahan, ingatan asing mulai muncul di dalam benak Fan Jianying waktu kedua laki – laki tersebut menceritakan kisah masa lalu mereka.


Samar – samar dalam ingatan Fan Jianying muncul sosok lelaki yang wajahnya cukup familiar, tapi dia tidak ingat siapa lelaki tersebut.


“ Apakah dia raja iblis yang mengambil Kristal kehidupan dari tangan kaisar Muzeng ?....”, batin Fan Jianying bermonolog.


Melihat Fan Jianying mengkerutkan kening sangat dalam, kaisar Muzeng segera menepuk pundaknya pelan dan menanyakan kondisinya.


Kesadaran Fan Jianying pun segera kembali begitu suara lembut kaisar Muzeng mengembalikan jiwanya yang sempat larut dalam ingatan samar tersebut.


“ Saya tidak apa – apa…hanya teringat sesuatu saja…”, ucap Fan Jianying spontan.


“ Apakah ingatanmu sudah kembali ?...”, tanya kaisar Muzeng penuh selidik.


“ Sepertinya begitu….hanya saja, ingatan tersebut masih samar….”, Fan Jianying berucap sambil menerawang sekelebat ingatan yang tadi muncul di dalam benaknya.


“ Apakah itu mengenai Kristal kehidupan ?....”, kaisar Muzeng terus mengejar jawaban dari Fan Jianying untuk memastikan bahwa aura yang didapatkannya didanau tersebut adalah benar Kristal kehidupan yang dicarinya.


Mendengar kaisar Muzeng menyebutkan Kristal kehidupan, Fan Jianying pun kembali teringat akan rencana yang telah disusunnya.


“ Gambarannya sangat samar. Hanya ada seorang laki – laki asing membawa benda berkilauan dan menyembunyikannya di bagian hutan kematian terdalam sebelum dia akhirnya meninggalkan hutan kematian dengan wajah kecewa. Tapi, aku tak melihat dengan jelas dimana dia menyembunyika kristal kehidupan tersebut.….”, Fan Jianying bercerita dengan bola mata keatas, seakan – akan melihat kembali apa yang muncul dalam ingatannya.


“ Sepertinya lelaki asing itu tidak bisa membawa Kristal kehidupan keluar dari hutan kematian, makanya dia mencoba menyembunyikannya disini dan berharap suatu saat nanti dia akan kembali untuk mengambilnya….”, ucap Fan Jianying berbohong.


Mendengar ucapan Fan Jianying yang cukup meyakinkan, kaisar Muzeng semakin yakin jika apa yang dirasakannya dalam danau tersebut memang benar adalah Kristal kehidupan yang disembunyikan oleh lelaki asing seperti yang diceritakan oleh Fan Jianying tadi.

__ADS_1


Dalam hati, kaisar Muzeng tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya dia bisa melipat gandakan kekuatannya dan dapat hidup abadi dengan energi murni dari Kristal kehidupan tersebut.


__ADS_2