
Vera berangkat sendirian menuju rumah Damian di kota. Dia begitu bersemangat ingin sekali bertemu dengan suaminya. Sekaligus ingin mengatakan bahwa Vera sangat bahagia telah mendapatkan restu dari ayah dan ibunya untuk mengikuti kemanapun suaminya berada. Vera tidak lagi memiliki dilema karenanya.
Vera menuju rumah ibunya Damian. Rumah itu tampak sepi dan Vera ragu untuk masuk. Tidak lama kemudian, datanglah pak satpam yang baru bekerja beberapa hari yang lalu sehingga tidak mengenali Vera sebagai menantu di rumah ini.
"Mau cari siapa, Mbak?" tanya pak satpam.
"Cari Bu Farida. Apa beliau ada di rumah?" tanya Vera ramah.
"Nyonya sedang keluar karena ada acara keluarga. Mbak ini siapa?" tanya pak satpam menyelidik.
"Saya menantunya. Bisakah saya menunggu di dalam?" jawab Vera agak pelan.
"Menantu? Menantu yang mana? Maaf saya tidak mengenali anda," jawab pak satpam.
Pak satpam mempersilahkan Vera masuk, tetapi hanya sampai di teras saja. Karena sepertinya pak satpam curiga dengan Vera. Pak satpam terlihat menghubungi seseorang. Dia tampak cemas dan langsung melihat ke arah Vera. Menjelaskan ciri-ciri fisik Vera dan penampilannya yang sederhana.
"Silahkan masuk, Nyonya. Maaf, karena saya tidak mengenali Nyonya muda. Sebentar lagi Nyonya besar akan segera pulang," ucap pak satpam.
"Terima kasih, Pak," jawab Vera lalu mengikuti pak satpam dari belakang.
"Silahkan duduk dan saya harus kembali bertugas," ucap pak satpam lalu pergi kembali ke posnya.
__ADS_1
Vera duduk dan kembali teringat masa lalu. Kenangan lama saat pertama kali datang ke rumah ini tanpa sengaja. Mengenal keluarga ini bahkan sekarang dia telah menjadi bagian dari rumah ini. Vera tersenyum dan tidak pernah menduga jika pada akhirnya dia akan kembali ke rumah ini sebagai menantu.
Tidak berapa lama, mobil Bu Farida sudah memasuki halaman rumah. Beberapa menit kemudian, Bu Farida masuk.
"Vera, kenapa kamu tidak memberitahu kami jika kamu akan datang. Damian bisa menjemput kamu atau ibu bisa suruh sopir untuk menjemput kamu. Kamu pasti capek," ucap Bu Farida cemas dan khawatir. Bu Farida lalu memeluk Vera beberapa detik.
"Maaf, Ibu. Vera tidak ingin membuat kalian repot," jawab Vera yang membuat Bu Farida tidak senang.
"Vera, kamu jangan bicara seperti itu. Kamu itu menantuku, istri Damian. Jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk menjagamu. Untung saja tidak terjadi sesuatu di jalan. Tapi, ibu memiliki rencana untuk memberi kejutan pada Damian," ucap Bu Farida.
"Sebenarnya, itu yang ingin Vera lakukan," ucap Vera lirih.
"Ya sudah. Kamu mandi dan beristirahatlah di kamar Damian. Ibu akan suruh bibi siapkan makanan untuk kamu. Karena ibu tadi sudah makan diluar," kata Bu Farida lembut.
Malam ini, Vera harus rela bersembunyi dibalik selimut di ranjang Damian saat Damian pulang kerja. Sudah terbayang di benak Vera, pasti sumpek, tetapi itu harus Vera lakukan demi memberi kejutan pada Damian. Saat mendengar mobil Damian masuk ke halaman rumah. Vera segera bersembunyi di balik selimut.
Hati Vera berdebar kencang, karena saat ini dia memakai lingerie yang diberikan oleh ibu mertuanya. Pakaian yang sangat seksi menurutnya dan sangat menggoda. Walupun dia agak risih memakai itu, akan tetapi demi menghormati ibu mertuanya, Vera berusaha senyamannya.
Suara pintu kamar di buka perlahan. Damian masuk dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah hampir 15 menit, Damian keluar dan segera berganti pakaian. Mungkin karena merasa tidak ada orang, sebelum memakai pakaian, dia sempat berkaca dan memperlihatkan otot-otot tangan, perut dan memuji wajahnya sendiri. Narsis banget.
Vera sudah merasa lelah dan akhirnya dia malah tertidur sebelum sempat memberi kejutan pada suaminya. Vera terbangun saat merasa sebuah tangan bergerilya kebagian tubuhnya yang tersembunyi. Spontan saja, dia langsung meraih tangan tersebut. Sayang sekali, Damian sudah menduga Vera akan melempar tangannya jika tertangkap oleh Vera. Dengan cepat, dia menarik tangannya dari tubuh Vera.
__ADS_1
Damian tersenyum melihat Vera yang agak kesal, tetapi Vera berubah ramah saat melihat Damian.
"Vera, kejutan apa ini?" tanya Damian.
"Sebenarnya tadi aku pingin mengagetkan kamu. Tetapi, aku malah ketiduran. Gagal deh," jawab Vera agak kecewa.
"Nggak juga. Kamu tidak gagal membuatku terkejut. Kehadiran kamu di sini membuatku bahagia. Apalagi, apa yang kamu pake membuatku kaget. Benarkah ini Vera, istriku?" goda Damian.
"Mamimu yang kasih. Sebenarnya aku agak risih pake ini. Aku lepas saja kali ya?" gumam Vera.
"Lepas saja. Biar aku bantu melepasnya. Nggak guna juga, karena malam ini aku nggak pingin kamu pake pakaian ini saat tidur denganku," ucap Damian yang membuat Vera bingung.
"Aku akan ganti dengan pakaian yang biasanya," ucap Vera hendak beranjak turun.
"Tidak perlu. Kan aku bilang, kamu tidak usah pakai pakaian," ucap Damian sambil menarik tubuh Vera kedalam pelukannya.
"Maksudmu, aku tidak memakai apapun?" tanya Vera.
"Menurutmu?" Damian balik bertanya.
Wajah Vera berubah merah merona karena malu. Bisa-bisanya Damian menggodanya dengan cara seperti itu. Atau mungkin Vera yang bodoh dan tidak peka dengan keinginan suaminya. Beberapa hari tidak bertemu, pastilah Damian memendam hasrat yang ingin disalurkan malam ini.
__ADS_1
Vera dan Damian masih berstatus pengantin baru. Jadi wajar saja jika mereka ingin menghabiskan malam tanpa jeda.