
Didalam tenda terlihat sepasang suami istri sedang bercengkerama dengan hangat. Berusaha untuk memulihkan benang kusut dalam hubungan tersebut agar bisa terurai.
Merubah sikap yang semula dingin menjadi hangat dengan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.
Hubungan yang selama ini dilandasi oleh berbagai macam kesalah pahaman dan pertengkaran karena terus berpegangan teguh pada kisah hidup masa lalu.
Saat ini perlahan mulai diubah agar tidak lagi memandang kebelakang tapi mulai menatap masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran hidup.
Bukan malah membuatnya sebagai acuan sehingga akhirnya hubungan tersebut berjalan stagnan atau malah semakin berjalan mundur tanpa disadari.
Pada awalnya Fan Jianying tidak terkejut sama sekali waktu suaminya itu menceritakan semua kisah hidupnya.
Karena cerita Bai Cheung itu sama dengan apa yang telah dibacanya di sepuluh bab pertama novel dan memiliki ending yang sama juga seperti yang tertulis dalam novel
Namun yang membuatnya sangat terkejut adalah bahwa suaminya itu mengatakan jika dirinya terlahir kembali.
Dan waktunya pun hampir bersamaan dengan jiwanya yang masuk kedalam sebuah novel asing yang tak sengaja masuk kedalam kantong belanjaannya dan dia baca.
“ Apakah ini memang sudah ditakdirkan ?...”, batin Fan Jianying bermonolog.
Amarah yang awalnya ada dalam diri Fan Jianying berlahan mulai surut. Sekarang dia tak menyalahkan sepenuhnya atas tindakan kejam yang dilakukan suaminya itu kepadanya.
Bagaimanapun juga, Bai Cheung yang merasa sakit hati dan mengalami kepedihan yang cukup mendalam dalam kisah hidupnya dimasa lalu pastinya ingin memperbaiki semuanya pada saat dirinya diberi kesempatan untuk hidup kembali.
Namun sayangnya aksi balas dendamnya salah sasaran. Mungkin, jika dirinya itu adalah Fan Jianying yang asli,apa yang ditulis dalam cerita dan dituturkan oleh suaminya itu akan benar terjadi.
Tapi dirinya bukanlah pemilik tubuh asli dan hanya jiwa asing yang kebetulan masuk kedalam tubuh gadis belia yang berjuang demi cinta butanya yang akhirnya merengut nyawanya.
Melihat istrinya masih terdiam tak berekspresi, bahu Bai Cheungpun terjatuh lunglai. Fan Jianying yang menyadari hal tersebut segera mengenggam tangan suaminya.
“ Bagaimana jika aku juga mengalami hal yang sama dengan dirimu. Hanya saja, aku bukan hidup kembali tapi aku adalah jiwa yang berbeda…”, ucap Fan Jianying sedikit ragu.
“ Maksudmu ?...”, tanya Bia Cheung penuh selidik.
__ADS_1
Fan Jianyingpun mulai menceritakan semuanya tentang bagaimana dirinya tertidur dan tiba – tiba bangun didalam tubuh seorang gadis yang baru saja menikah seperti dalam novel asing yang baru saja dibacanya.
“ Apa itu novel ?....”, tanya Bia Cheung binggung.
Fan Jianying pun segera menjelaskan apa itu novel pada suaminya. Bai Cheung sangat terkejut jika dirinya ternyata hanya sebuah tokoh yang ada dalam novel.
“ Lalu, apa kamu pikir semua yang ada disini tidaklah nyata ?....”, tanya Bai Cheung penuh selidik.
“ Pada awalnya aku sangat berharap ini hanyalah mimpi dimana akan hilang setelah aku terbangun. Namun, menyadari jika kehidupan yang kujalani ini nyata, akupun memutuskan untuk meneruskan hidupku dengan penuh kebahagiaan didunia asing ini…”, ucap Fan Jianying menjelaskan.
Fan Jianyingpun menceritakan semuanya, bahkan dia bisa tahu dan menggunakan alat – alat yang aneh karena dia berasal dari dunia berbeda dengan negara Huangshan yang saat ini dia tinggali.
Dari sini Bai Cheung pun mulai menyadari jika sikap aneh yang ditunjukkan oleh istrinya ini karena memang dia bukanlah Fan Jianying yang asli.
Maka dari itulah dia tidak egois dan sangat perduli dengan keluarganya, terutama dirinya. Meski dia sering menyakiti hati dan perasaannya.
“ Kalau begitu, kamu tidak pernah mencintai Heng Yuan ?...”, tanya Bai Cheung dengan aroma cemburu yang kental terasa dalam pengucapan setiap kalimatnya.
“ Tentu saja tidak. Aku saja baru bertemu dengannya di kediaman keluarga Fan setelah berhasil mencocokkan karakter yang aku ingat. Jadi, bagaimana aku bisa mencintainya jika kenal saja tidak….”, ucap Fan Jianying santai.
“ Lalu, bagaimana denganku ?...”, tanya Bai Cheung penasaran.
Melihat Fan Jianying menautkan kedua alisnya sambil menatapnya heran, Bai Cheung pun mulai memperjelas pertanyaannya dengan hati cemas.
“ Maksudku, apa kamu sudah ada perasaan denganku ?...”, ucap Bai Cheung sedikit gugup.
“ Menurutmu ?...”, bukannya menjawab, Fan Jianying malah bertanya balik.
Melihat suaminya terlihat sangat gugup dan tidak bisa menjawab. Diam – diam Fan Jianying tersenyum puas dalam hati.
Ini baru pertama kalinya Fan Jianying melihat wajah suaminya gugup seperti anak kecil yang ketahuan mencari uang ibunya.
“ Oh my god…kenapa dia mengemaskan seperti itu sih. Jika saja aku tidak ingat perlakuan buruknya padaku, sudah aku jawab iya sekarang…”, ucap Fan Jianying mendesah pelan.
__ADS_1
Meski Bai Cheung adalah suami sah nya. Tapi untuk masalah cinta, dia masih perlu untuk melihat seberapa besar laki – laki tersebut mencintainya.
Fan Jianying masih ingin melihat seberapa besar usaha Bai Cheung untuk mendapatkan hatinya. Maka dari itu, dengan tenang diapun mulai menjawab pertanyaan suaminya.
“ Jika kamu sebagai aku…setelah masuk kedalam dunia asing dalam keadaan binggung dan langsung mendapatkan perlakuan buruk, bahkan hendak dibunuh oleh lelaki yang baru saja dinikahi oleh si pemilik tubuh asli. Menurutmu, apa yang aku rasakan terhadapmu ?...”, tanya Fan Jianying pelan.
Deg….
Bai Cheung masih belum menerima penolakan secara langsung seperti ini meski dia menyadari jika semua perbuatan buruknya dimasa lalu sudah sangat keterlaluan karena dipicu oleh pengalaman buruknya dimasa lalu.
“ Jadi, kamu belum bisa memaafkanku ?...”, tanya Bai Cheung sedih.
“ Aku sudah memaafkanmu setelah mendengar semua penjelasan darimu…”, ucap Fan Jianying lembut.
“ Hanya saja, masalah hati ini sesuatu berbeda.…”, Fan Jianying pun berusaha untuk menjelaskan.
Bai Cheung yang sudah bisa menangkap apa yang dimaksud sang istri, segera mengenggam kedua tangan Fan Jianying dan mengecupnya dengan lembut.
“ Tidak apa jika kamu tidak bisa menjawabnya sekarang. Tapi, tolong beri aku kesempatan untuk bisa mendapatkan hatimu. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untukmu….”, ucap Bai Cheung dengan tulus.
“ Kita mulai semuanya dari awal ya....”, ucap Bai Cheung penuh harap.
Bai Cheung langsung memeluk istrinya dengan erat saat kepala gadis itu mengangguk beberapa kali.
“ Terimakasih sayang…aku berjanji tidak akan mengecewakanmu…”, ucap Bai Cheung dengan mata berkaca – kaca.
Mungkin Bai Cheung akan ditertawakan oleh anak buahnya, terutama Liam jika tahu dirinya sedang menangis seperti itu.
Hal yang sangat langkah terjadi, bagaimana lelaki dingin dan kejam tersebut bisa melankolis seperti itu hanya karena seorang gadis yang seumur hidup ingin dia sakiti.
Tapi apa daya, rasa cinta yang ada dihatinya lebih kuat menembus semua pertahanan diri berlapis – lapis yang didirikan oleh Bai Cheung didalam dirinya.
Egonya yang sangat tinggi runtuh begitu saja ketiga istrinya mengatakan ingin mengulang kembali semuanya dari awal.
__ADS_1
Meski belum ada rasa cinta pada gadis itu, namun Bai Cheung sangat yakin jika dirinya mampu meluluhkan kerasnya hati Fan Jianying.
Posisinya sebagai suami sah Fan Jianying membuatnya memiliki pondasi yang kuat untuk tetap mempertahankan hubungan tersebut dan waktu yang cukup banyak untuk bersama gadis yang mulai dicintainya itu.