
Keesokan harinya,
Bai Axiang yang semalaman terjaga tak bisa tidur, pagi – pagi sudah meluncur ke istana untuk mencari informasi mengenai keberadaan mertuanya.
“ Apa ?....penjara Hongle ?....”, Bai Axiang terlihat beberapa kali mengulang pertanyaan tersebut karena masih tak yakin dengan informasi yang baru saja didapatkannya itu.
“ Benar tuan muda Bai, tuan besar Ming berada di penjara Hongle. Jenderal muda Changyi sendiri yang menangkap dan membawa beliau kesana….”, ucap salah satu petugas peradilan menjelaskan.
Bai Axiang keluar dari departemen peradilan dengan wajah linglung. Jika sampai mertuanya berada dipenjara Hongle, berarti kesalahan yang telah diperbuatnya sudah tak bisa diampuni lagi.
Pengadilan yang akan dilaksanakan lusa hanyalah bentuk eksekusi agar bisa dijadikan contoh bagi pejabat lainnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Ming Huan.
Bukan seperti peradilan yang digelar untuk sang adik Bai Wang, dimana putra kedua Bai tersebut masih bisa melakukan pembelaan terhadap dirinya.
Jika saja Bai Wang memiliki bukti yang kuat jika dia tak terlibat dalam kasus penggelapan dana pajak dan punggutan liar tersebut, kemungkinan dia bisa bebas masih cukup besar.
Namun untuk masalah mertuanya, hukuman mati adalah hukuman yang paling mudah bagi para penghuni penjara Hongle hingga saat ini.
Kebanyakan para penghuni penjara Hongle akan mengalami siksaaan yang berat hingga ajal menjemput mereka.
“ Kurasa, aku akan coba bicara dengan Wang. Apa dia tahu mengenai semua ini….”, guman Bai Axiang langsung menuju tempat dimana adiknya tersebut mendekam dibalik jeruji.
Setelah meletakkan sekantong koin emas, Bai Axiang baru diperbolehkan untuk menemui Bai Wang didalam penjara.
Bai Wang yang sedang duduk termenung sedikit terkejut waktu melihat petugas mengatakan ada tamu yang ingin bertemu dengannya.
“ Siapa ?...”, tanya Bai Wang penasaran.
“ Kamu lihat saja sendiri….”, ucap petugas tersebut acuh.
Bai Wang pun segera menuju ruang tamu dimana biasanya para tahanan bertemu dengan keluarga atau teman dekatnya.
Sudah hampir enam bulan lamanya Bai Wang mendekam dibalik jeruji besi, selama itu pula dia sama sekali tidak pernah kedatangan tamu.
Semua teman yang dulu dekat dengannya seakan perlahan mulai menjauh, tak ingin terlibat dengan permasalahan yang menimpahnya tersebut.
Bahkan anggota keluarganya sendiri seperti sudah membuang dirinya begitu tahu jika dia melakukan penggelapan pajak.
Selain melakukan penggelapan pajak yang dianggap telah mencoreng nama besar keluarga Bai, sang nenek akhirnya mengetahui jika dirinya mempunyai kelainan seksual.
__ADS_1
Hal ini lah yang tak bisa lagi ditolerir oleh matriark Bai yang dianggap kelainan seksualnya adalah aib bagi keluarga besar Bai.
“ Wang….”, panggil Bai Axiang dengan wajah sedih.
Adiknya yang biasanya sangat terawat dan bersih tersebut saat ini tampak lusuh dan kulit wajahnya menjadi kusam.
Dengan penampilannya yang sekarang, Bai Wang tampak lebih tua dari pada Bai Axiang sang kakak yang beda tiga tahun darinya.
Tampaknya, penjara telah membuat adiknya tersebut mengalami tekanan batin yang cukup hebat hingga kerut diwajahnya sudah mulai bermunculan.
Bai Wang hanya tersenyum kecut waktu mengetahui jika yang datang berkunjung menemuinya dalam penjara adalah sang kakak, Bai Axiang.
“ Jika kamu kesini untuk mencari cara bagaimana membebaskan mertuamu, jawabannya sudah sangat jelas jika hal itu sudah tak mungkin bisa lagi….”
“ Jikapun ada keajaiban dia bisa bebas, kamu pikir Ratu Qinly akan melepaskannya begitu saja ?....”
“ Dan untuk masalah istrimu, sebaiknya suruh dia diam dan jangan berbuat ulah lagi….”
Bai Wang mengatakan semua hal yang ingin diketahui oleh sang kakak dengan nada sinis dan senyum mengejek.
“ Apa menurutmu istriku seburuk itu ?....”, tanya Bai Axiang dengan wajah sedih.
“ Sangat buruk…..”, ucap Bai Wang jujur.
Bai Axiang sangat terkejut sang adik yang biasanya tak selugas itu dalam berkata sekarang dengan entengnya mengatakan fakta menyakitkan tersebut dihadapannya tanpa beban.
“ Kenapa terkejut ?...”
“ Bukankah kamu seharusnya lebih paham bagaimana buruknya sifat istrimu itu….”
“ Selama ini memang tak terlihat karena hanya dia wanita satu – satunya dikediaman Bia yang cukup menonjol….”
“ Pada saat muncul wanita lain yang lebih berbakat maka sifat aslinya tersebut akan terungkap dengan sendirinya….”
__ADS_1
Bai Wang terlihat mentertawakan sang kakak yang tampaknya masih menganggap jika istrinya itu lemah lembut dan penuh perhatian, seperti topeng yang selama ini ditampilkannya.
Melihat kakaknya terdiam cukup lama, Bai Wang yang sudah tak ingin mengatakan apa – apa lagi kepada sang kakak segera beranjak dari tempat duduknya.
Bai Axiang terlihat semakin linglung setelah menjenguk sang adik dipenjara. Niat hati ingin mendapatkan penjelasan malah dia menemukan fakta baru tentang sang istri yang sangat dicintainya itu.
“ Apa selama ini aku cukup bodoh hingga tak menyadari hal itu….”, batin Bai Axiang tertawa miris.
Dia mentertawakan kebodohannya selama sepuluh tahun bersama namun tak mengetahui dengan jelas sifat asli sang istri.
Bahkan kedua anaknya saja sudah menyadari bagaimana sifat ibundanya hingga mereka lebih memilih tinggal bersama sang nenek daripada dengannya.
Matriark Bai melihat cucu pertamanya masuk kedalam rumah dengan tubuh lunglai merasa sangat sedih.
“ Apa saya perlu panggil tuan muda pertama untuk makan siang bersama….”, ucap pelayan senior Yu memberi saran.
“ Tidak usah….biarkan dia sendiri dulu. Yang penting, siapkan makanan dikediamanannya dan awasi dia dari jauh….”, ucap matriark Bai sambil menghela nafas panjang.
Matriark Bai tak tahu lagi apakah kaisar Huang akan tetap mengincar cucu menantu perempuan pertamanya itu atau tidak.
Setelah Ming Huan dimasukkan kepenjara Hongle, dapat dipastikan jika nasib keluarga Ming akan diputuskan setelah peradilan digelar.
Sementara itu, perayaan ulang tahun Fan Jianying yang akan digelar besok tampaknya tak mengalami kendala apapun setelah kasus besar yang menimpah keluarga Bai.
Putri Wei Xieun tetap bersikeras untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun sang adik di kediaman Bai.
Namun kali ini perayaan tersebut hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja, tanpa mengundang para bangsawan seperti rencana awal.
Perayaan tersebut dibuat seperti makan malam namun lebih istimewa dari perayaan kumpul bersama keluarga yang biasa dilakukan didalam keluarga bangsawan pada umumnya.
Bai Axiang yang sudah mengetahui fakta jika adik iparnya adalah putri bungsu kaisar Huang dengan permaisuri Wei tak terkejut lagi waktu putri Wei Xieun sibuk dikediamanannya untuk membuat pesta kejutan buat sang adik.
Sementara itu, gadis yang besok berulang tahun hari ini dibuat sibuk di Impereal Restoran karena banyaknya tamu yang datang ke restorannya secara mendadak.
Hingga Fan Jianying harus membantu sang koki menyiapkan semuanya. Untung saja hari ini janin yang ada didalam kandungannya tak membuat ulah sehingga dia bisa memasak dan menyediakan makanan untuk tamu tanpa disertai drama mual dan pening.
Dayu beberapa kali terlihat mengelap dahi nyonya mudanya itu waktu peluh mmembasahi wajahnya.
Fan Jianying melakukan semuanya tanpa beban karena dia tak tahu jika besok adalah hari ulang tahun sang pemilik tubuh asli yang saat ini ditempatinya.
__ADS_1