CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
Bab 38. Setia


__ADS_3

Tetapi, semua itu ternyata hanya khayalan Vera semata. Ketakutannya akan pengkhianatan yang pernah dialaminya akan terulang kembali. Hal itu membuat Vera terlalu banyak berhalusinasi.


Vera berhenti tepat di depan pintu ruang kerja Damian. Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang sedang marah-marah. Vera menjadi bingung, masuk atau tidak. Apakah Damian akan suka melihatnya atau malah dia akan marah karena dia datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Vera akhirnya memberanikan diri dan akan menerima semua konsekuensinya. Dia mengetuk satu kali dan langsung terdengar suara Damian menyuruhnya masuk. Vera membuka perlahan pintu ruang kerja Damian. Vera melihat seorang wanita sedang terlihat kesal dan saat melihat Vera, wanita itu sama sekali tidak memandang Vera. Hanya selintas saja pandangan mereka bertemu.


Damian lah sangat terkejut dengan kedatangan Vera yang tidak ada pemberitahuan sama sekali padanya. Mulanya Damian terlihat kesal, tetapi setelah melihat Vera yang datang, Damian berubah senang dan tersenyum.


Hal itu membuat wanita itu bertambah marah dan kesal. Sangat terlihat jika wanita itu, terlihat cemburu pada Vera.


"Damian, kamu bisa tersenyum pada wanita jelek dan kampungan ini, tetapi kenapa kamu memperlakukan aku berbeda? Padahal kita pernah saling mencintai," tanya wanita itu yang ternyata adalah mantan kekasih Damian.


"Tentu saja aku harus bersikap berbeda padanya. Karena dia adalah calon istriku. Sayang, kenapa kamu tidak bilang kalau mau datang?" tanya Damian sambil memeluk Vera erat. Damian menggunakan kesempatan ini, untuk bisa memeluk Vera.


Vera mengerti apa yang dilakukan Damian untuk menunjukkan pada wanita itu bahwa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk wanita itu berharap pada Damian.


Citra lalu pergi, setelah dia merasa emosi melihat kemesraan Damian dan Vera.


"Tutup pintunya!" perintah Damian sambil tersenyum.


Setelah Citra keluar, Vera melepaskan pelukan Damian. Padahal, Damian masih ingin berlama-lama memeluk Vera. Kerinduannya setelah lama tidak bertemu, membaut Damian sedikit berani bertindak.

__ADS_1


Vera mengeluarkan makanan yang di titipkan Bu Farida padanya, tanpa bertanya tentang Citra pada Damian. Vera memang sengaja, tidak bertanya karena Vera berharap Damian akan menjelaskan padanya tanpa dia minta.


Vera menyiapkan makanan untuk Damian, tetapi Damian malah meminta Vera untuk menyuapinya. Vera sempat terlihat cemberut walaupun akhirnya Vera menerima permintaan Damian untuk menyuapinya. Dengan penuh kasih sayang, Vera menyuapi Damian yang terlihat manja. Setelah beberapa suap nasi, giliran Damian yang menyuapi Vera. Vera berusaha menolak, tetapi Damian terus memaksanya karena Damian tahu jika Vera belum makan.


"Sayang, rezeki itu tidak boleh di tolak. Atau kamu tidak ingin makan satu piring dan satu sendok denganku?" tanya Damian menghentikan tangannya.


"Tidak. Bukan begitu, pak Damian. Aku hanya malu saja. Aku ini sudah besar, kenapa mesti disuapi. Sini, biar aku makan sendiri saja," jawab Vera lalu berniat mengambil sendok dari tangan Damian.


Damian kembali meletakkan sendok sekaligus piring ke meja. Wajahnya tampak terlihat kesal dan marah. Vera menjadi bingung, apa salah dia hingga Damian marah. Seharusnya dia yang marah karena Damian tidak segera memberikan penjelasan tentang hubungannya dengan wanita yang baru saja dari ruangan kerjanya.


"Vera, kamu tahu apa kesalahanmu?" tanya Damian.


"Tidak, aku tidak merasa bersalah," jawab Vera yakin.


"Oh, maaf. Itu tadi aku tidak bisa menghilangkan kebiasaan lama. Anggap saja, aku memanggil kamu dengan Pak, karena aku menganggap kamu sebagai calon dari bapaknya anak-anakku," jawab Vera sambil tersenyum.


Mendengar penjelasan Vera, Damian merasa malu. Wajahnya tiba-tiba memerah dan tersipu. Bayangannya jauh ke depan. Vera dan dirinya duduk disebuah bangku taman bermain sambil saling bergenggaman tangan. Dua anak perempuan sedang bermain boneka dan dua anak laki-laki, berlarian dan bermain bola.


Betapa indahnya saat itu jika memang benar-benar terjadi. Tetapi, saat ini Vera belum resmi menjadi istrinya. Bagaimana semua itu akan terwujud jika Vera dan dirinya belum menikah. Saat inilah waktu yang tepat untuk sedikit memaksa Vera segera menikah.


"Vera, wanita yang tadi itu, mantan aku dulu. Tapi percayalah, dia sudah tidak memiliki tempat lagi di hatiku. Karena, hatiku sudah penuh dengan cintamu," ucapan Damian berusaha menjelaskan kesalahpahaman.

__ADS_1


"Benarkah, tapi dia terlihat masih mengharapkan kamu. Dia wanita yang cantik dan seksi. Aku, tidak sebanding dengannya. Apa kamu tidak akan menyesal?" tanya Vera dipenuhi rasa cemburu.


"Kamu cemburu? Di Mataku, kamu adalah wanita yang paling sempurna. Kamu adalah cahaya di hidupku. Cahaya yang selalu membuatku ingin berjalan ke arahmu. Karena tanpa cahaya itu, hidupku selalu dalam kegelapan," ucap Damian romantis. "Vera, menikahlah denganku segera."


Vera tersenyum melihat Damian begitu tulus. Vera tidak akan mungkin lagi bisa bertahan untuk tidak mengatakan ya pada ajakan Damian kali ini.


"Ya," jawab Vera singkat.


"Apa, coba lebih keras lagi!"


"Ya, Vera bersedia menikah dengan pak Damian," ucap Vera agak keras.


Damian segera memeluk Vera. Dan setelah itu, dia menghubungi ibunya untuk mencari tanggal pernikahan secepatnya. Damian begitu sigap kalau masalah pernikahan. Dan ternyata, tanggalnya sudah di siapkan orangtuanya, seminggu yang akan datang.


"Kok cepet banget sih, bisa menemukan tanggalnya," ucap Vera.


"Lha iya. Karena sebenarnya, aku sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Hanya tinggal menunggu kapan kamu siap. Jadi setelah kamu bersedia, maka semuanya tinggal di calling saja," jawab Damian.


"Kok yakin sekali, aku mau menikah denganmu?" tanya Vera sambil meledek Damian.


"Kalau tidak menikah denganku, kamu mau menikah dengan siapa? Siapa yang berani menikahimu, dia harus berhadapan denganku," ucap Damian sambil membusungkan dada.

__ADS_1


Vera benar-benar merasa beruntung memiliki Damian. Pria yang setia, meskipun terpisah jarak dan waktu. Tapi, apakah dia bisa mengikuti cara hidup keluarga Damian?


Bersambung


__ADS_2