CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
SANG RATU


__ADS_3

Para prajurit yang sudah selesai sarapan dan tidak memiliki luka yang berat  segera membereskan bangkai hewan mutasi dan membakarnya.


Kemudian mensterilkan wilayah kamp agar tidak ada lagi racun yang dapat membahayakan tubuh para prajurit.


Sementara itu, Bai Cheung yang terluka parah kini dalam kondisi kritis. Meski racun yang ada ditubuhnya berhasil dihentikan agar tidak menyebar keseluruh tubuh.


Namun mengingat jika racun yang ada didalam tubuhnya tersebut sangat ganas, membuat Bai Cheung sampai saat ini mengalami demam tinggi dan tak sadarkan diri.


Sementara itu, Fan Jianying yang sedang bermeditasi didalam gua perlahan mulai mengalami mimpi yang sangat aneh.


Dimana dalam mimpi tersebut, seluruh penghuni hutan kematian tunduk dibawah perintahnya.


Dia juga melihat jika seluruh raja dan kaisar yang ada diseluruh belahan bumi begitu menghormati dan mengagungkan keberadaannya.


Namun sayang, karena kecerobohannya dia masuk kedalam jeratan raja iblis dan mengambil Kristal kehidupan  hingga membuat para dewa marah dan menghukumnya.


“ Kamu harus mendapatkan Kristal kehidupan dan mengembalikannya keposisinya semula…”, ucap wanita cantik yang mirip dengannya menjelaskan.


“ Bagiamana aku bisa menemukan kristal kehidupan ?...”, tanya Fan Jianying binggung.


“ Para dewa telah menghapus ingatanku sehingga aku tidak mengetahui keberadannya sekarang. Namun, cinta sejati yang kamu miliki akan menuntunmu kesana….”, ucap wanita cantik tersebut sebelum menghilang.


Fan Jianyingpun perlahan membuka mata begitu tubuhnya tertarik arus dan kembali kedalam hutan kematian.


“ Selamat datang Ratu….”, ucap seekor macam kumbang dan burung phoenix api berbarengan.


Sejenak, Fan Jianyig terlihat mengangkat satu alisnya sambil mengamati burung phoenix api yang ada dihadapannya.


Ditatap sedemikian rupa membuat burung phoenix api tersebut salah tingkah, dengan canggung diapun mulai bersuara.


“ Maaf Ratu, saya belum sempat memperkenalkan diri waktu bertemu dengan anda beberapa waktu yang lalu. Nama saya, Huma…senang Ratu bisa kembali lagi ketempat ini… ”, ucap burung phoenix api cantik yang bernama Huma tersebut sambil menunduk hormat.


“ Dan perkenalkan, nama saya adalah Gao, pengawal pribadi anda Ratu. Saya sudah lama menunggu anda kembali kesini…”, ucap macam kumbang hitam yang ada dihadapannya dengan sikap hormat.

__ADS_1


Fan Jianying pun menyambut ramah dua penghuni hutan kematian yang dia temui hari ini.


Dari keduanya dapat Fan Jianying ketahui jika Ratu tertidur setelah Raja Iblis membawa pergi batu kehidupan.


Setelah mendapatkan batu kehidupan tersebut, raja iblis tidak pernah menampakkan batang hidungnya lagi didunia.


Namun hal tersebut membuat marah para dewa dan menghapus ingatan sang Ratu dan menghilangkan seluruh kekuatan yang ada dalam tubuhnya.


“ Anda adalah Ratu ketiga yang berhasil hidup dari reikarnasi Ratu Elisabeth dan memiliki kekuatan sang ratu…”, ucap Gao gamblang.


“ Lalu, bagaimana dengan kedua ratu yang sebelumnya ?...”, tanya Fan Jianying penasaran.


“ Dua ratu sebelumnya tidak memiliki kekuatan sang ratu seperti anda, sehingga waktu mereka datang kedalam hutan kematian dan mencoba bermeditasi untuk membangkitkan kekuatan sang ratu, tubuh mereka yang tidak kuat menahan kekuatan besar tersebut langsung meledak dan hancur berkeping –keping…”, Gaopun menjelaskan semuanya kepada Fan Jianying, tanpa ada yang ditutup – tutupi.


Fan Jianying tampak tertegun sejenak setelah mendengar semua penuturan yang disampaikan oleh Gao.


Dirinya masih sulit untuk percaya selain masuk kedalam cerita yang ada dalam novel, dia juga menjadi seorang Ratu di hutan kematian yang memiliki kekuatan maha dasyat.


Gao dan Huma spontan menggelengkan kepala  sebagai respon atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Fan Jianying kepadanya.


Melihat hal itu, Fan Jianying pun kembali terduduk dengan lemas. Dia merasa seperti sedang mencari jarum dalam tumpukkan jerami.


“ Tunggu !!!...wanita yang tadi aku temui sempat menyebutkan bahwa cinta sejati akan menuntunku kesana…bagaimana aku bisa mendapatkan cinta sejati jika aku tidak bisa kemana – mana. Apalagi aku sudah memiliki suami seperti Bai Cheung yang kejam dan gila….”, batin Fan Jianying mendengus kesal.


Gao dan Huma yang menyadari jika perasaan ratunya sedang buruk hanya bisa terdiam tanpa bersuara hingga suara Fan Jianying mengagetkan mereka.


“ Jika begitu, apa yang harus aku lakukan disini…”, tanya Fan Jianying putus asa.


“ Ratu bisa meningkatkan kekuatan ratu disini mengingat dalam hutan kematian energi yin yang dihasilkan sangatlah besar…”, ucap Huma memberi saran.


Seketika Fan Jianying mulai mengingat jika dirinya sudah sangat lama tidak berkultivasi karena sibuk menyiapkan menu di Impereal Restora dan membuat racun untuk pengeran keempat Wei Jie.


Namun pada saat dirinya mengingat perkataan tabib Shilin jika ingin menyempurnakan tingkat langit yang dimilikinya dirinya harus siap tersambar petir sebanyak tiga kali membuat hati Fan Jianying goyah.

__ADS_1


“ Untuk menyempurnakan tingkat langit, apa tidak ada cara lain selain harus menerima sambaran petir sebanyak tiga kali… mungkin didalam hutan kematian ada solusinya…” , ucap Fan Jianying sedikit ragu.


Huma dan Gao hanya bisa tersenyum simpul mendengar ucapan Ratu mereka. Gaopun sambil sedikit terkekeh kembali bersuara.


“ Jika menghilangkan, itu tidak mungkin Ratu. Namun yang pastinya, dewa langit akan memberikan sambaran petir yang lebih berat kepada anda yang merupakan reinkarnasi dari sang Ratu Elisabeth karena para dewa masih menaruh dendam kepada anda…”, ucap Gao dengan tatapan sedih.


Bukannya menenangkan, ucapan Gao malam membuat nyali Fan Jianying semakin menciut.


Sementara itu, dikerajaaan Huangwe Ratu Qilin terlihat sangat murka waktu mendengar pembunuh bayaran yang dia sewa gagal untuk melenyapkan nyawa Fan Jianying.


Bahkan Heng Yuan yang digadang – gadang akan sukses dengan misi yang diembannya juga gagal dan pemuda itu menghilang dari pertempuran.


“ Achhhh !!!!.....kenapa semua menjadi kacau begini !!!....”, teriak Rati Qilin penuh amarah.


Para pelayan yang berada diluar tak ada yang berani masuk dan menjadi pelampiasan amarah sang Ratu.


Mereka hanya bisa terdiam gemetar di balik pintu yang tertutup rapat sambil mendengar barang – barang pecah didalam ruangan.


Di kamp militer, Liam dan Hira dengan tubuh berbalut perban  masih setia duduk menemani Bai Cheung yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri.


Para pasukan bayangan milik kaisar Huang dan putra mahkota Qin Shi Huang juga mengalami luka – luka serius, sehingga mereka harus beristirahat di dalam kamp untuk sementara waktu.


Untungnya, jenderal besar Tian tidak mengalami luka serius juga sehingga dia masih bisa mengkoordinasi para anggotanya.


“ Bagaimana kondisi para prajurit tabib ?...”, tanya jenderal besar Tian sedih melihat banyaknya anggota yang terluka parah pada pertempuran hari ini.


“ Menjawab jenderal, bahan obat yang kita miliki semakin menipis. Jadi saya hanya bisa mengobati mereka dengan bahan seadanya saja….”, ucap tabib Mian menjelaskan.


“ Saat ini, saya sangat khawatir dengan kondisi kesehatan jenderal muda Bai Cheung. Dimana kondisi tubuhnya semakin hari semakin menurun. Kita hanya bisa menunggu keajaiban saja agar pemuda itu bisa kembali sadar…”, ucap tabib Mian sambil mengelus jangut putihnya berulang kali.


Meski jenderal besar Tian sudah mengirimkan kabar ke ibukota, belum tentu juga bahan obat yang mereka butuhkan bisa cepat sampai.


Justru jenderal besar Tian merasa permintaannya kali ini akan berakhir  sia – sia mengingat jika Ratu Qilin pasti akan sekuat tenaga menghalangi semua bantuan untuk wilayah perbatasan timur karena misi yang dijalankan oleh Heng Yuan gagal.

__ADS_1


__ADS_2