CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEGUNDAHAN HATI


__ADS_3

Kaisar Huang duduk diruang kerjanya dalam jangka waktu yang cukup lama. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun membuat orang tidak bisa menebak – nebak apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya.


Untuk sementara waktu, dokumen yang dia pegang ditangannya masih tetap dalam posisi yang sama tanpa bergeser sedikitpun.


Bahkan jika dia menunjukkan fluktuasi ekspresi sedikitpun, orang bisa tahu kalau dia sedang tidak memfokuskan perhatiannya pada dokumen yang ada ditangannya.


Ya…itupun jika ada orang yang cukup bernyali untuk melihat dokumen yang ada ditangan seorang kaisar keji seperti kaisar Huang.


Sejujurya, yang kaisar Huang pikirkan saat ini adalah semua ucapan putrinya tadi pagi yang sengaja datang kedalam kediamanannya sebelum dia berangkat menuju pengadilan pagi.


FLASH BACK ON


“ Ayahanda, kita perlu bicara empat mata sekarang juga…”, ucap Fan Jianying tajam.


Melihat wajah putrinya yang terlihat serius dan sedikit tegang, kaisar Huang pun segera mengistruksikan kasim Lu dan semua orang untuk keluar sehingga hanya ada dirinya dan putri bungsunya itu dalam ruangan.


“ Apa yang ingin kamu bicarakan, Fan’er ?...”, tanya kaisar Huang penasaran.


“ Apa ayahanda masih ingat dengan raja Cheng Lu ?...”, tanya Fan Jianying tiba – tiba.


Tubuh kaisar Huang menengang kaku tanpa sadar. Cheng Lu, bagaimana dia bisa melupakan lelaki yang pernah mencoba untuk merebut Ratu Shua darinya dulu.


“ Raja Cheng Lu dari Foresty ?...apa dia mendatangimu lagi ?....”, kaisar Huang terlihat sangat cemas jika apa yang ada dalam pikirannya itu benar.


Meski raja Foresty itu tak pernah terdengar kabar beritanya, tapi dia masih tetap waspada begitu nama tersebut terdengar.


Apalagi ini sudah kedua kalinya dia memasuki istana kerajaan Huangwe tanpa terdeteksi oleh siapapun.


Dan kembali putri bungsunya inilah yang sengaja lelaki itu temui, bukan dirinya.


Hal tersebut tentu saja membuat Kaisar Huang sangat cemas jika lelaki itu akan membalas dendam dengan membawa pergi putri bungsunya dan calon cucu yang ada dalam kandungannya.


Seperti yang sempat dia lakukan dulu kepada dirinya, menculik Ratu Shua dan membawanya kabur kenegaranya.


Untung saja waktu itu kaisar Huang berhasil merebut dan membawa Ratu Shua kembali tanpa terluka sedikitpun.

__ADS_1


Meski sempat ada sedikit kesalahpahaman diantara keduanya karena Ratu Shua dinyatakan hamil setelah menghilang selama dua minggu dari kerajaan Huangwe.


Namun kesalah pahaman itu langsung hilang begitu putra mahkota Qin Shi Huang lahir secara normal yang menandakan bahwa ratu Shia telah hamil tiga bulan waktu diculik oleh Cheng Lu dan dibawah ke Foresty.


Melihat ayahandanya terdiam cukup lama dengan wajah sedih, Fan Jianying pun mulai bersuara untuk memecah kesunyian yang ada.


“ Tidak ayah…dia tidak mendatangiku…”, ucap Fan Jianying menjelaskan.


Mendengar hal tersebut\, kaisar Huang pun mulai dapat bernafas dengan lega. Setidaknya b******n itu tak mengusik putrinya.


“ Tapi, dia sepertinya membantu Heng Yuan dengan mengirim pasukan Foresty untuk menyerang ibukota….”, ucap Fan Jianying sedikit resah.


Kedua bola mata kaisar Huang tanpa sadar melotot membuat Fan Jianying semakin merasa khawatir bahwa pasukan Foresty ini bukanlah pasukan biasa seperti yang ada dalam rumor.


“ Baiklah, akan kita bicarakan lagi semuanya setelah ayah selesai dengan semua urusan dipengadilan hari ini…”, ucap Kaisar Huang sambil menepuk pelan bahu Fan Jianying.


Kaisar Huang pun segera meninggalkan Fan Jianying yang masih terdiam ditempatnya karena kasim Lu sudah mendesak agar dirinya segera pergi kepengadilan secepatnya.


FLASH BACK OFF


Melihat pemimpin negara Huangsahan tersebut masih setia dengan posisinya, Kasim Lu yang berada disamping kaisar Huang tak bisa berbuat apapun dan hanya menatap binggung kearah junjungannya itu.


“ Kenapa Fan’er belum datang ?....”, tanya kaisar Huang sedikit gusar.


“ Tuan putri bilang akan langsung menemui Yang Mulia begitu semua urusannya selesai…”, ucap kasim Lu menjelaskan.


Belum juga mulut kasim Lu menutup setelah memberi jawaban kepada kaisar Huang, dari luar terdengar kabar jika Fan Jianying telah tiba dan sedang memasuki ruang kerja ayahandanya.


“ Maaf sudah membuat ayahanda menunggu lama….”, ucap Fan Jianying sopan.


Melalui isyarat tangan, kasim Lu pun langsung keluar dari ruangan dan membiarkan keduanya sendiri.


Keduanya pun segera membahas mengenai perihal tentara Foresty yang akan Heng Yuan gunakan sebagai sekutunya.


Kaisar Huang pun membagikan pengalamannya waktu menghadapi pasukan Foresty pada saat hendak membebaskan Ratu Shua dan membawanya kembali ke negara Huangshan beberapa puluh tahun yang lalu.

__ADS_1


Fan Jianying sudah menduga sejak awal jika pasukan Foresty ini memiliki kemampuan khusus hingga Heng Yuan mengajaknya untuk bekerja sama terlihat sangat serius mendengar cerita sang ayah.


“ Tapi apa yang mendasari raja Cheng Lu mau bekerja sama mengingat hal ini tak membawa keuntungan apapun untuk negara Foresty ?.... ”, tanya Fan Jianying dengan wajah binggung.


“ Mungkin tidak bagi negara Foresty, tapi ada sesuatu yang Cheng Lu incar disini yaitu kristal kehidupan….”, ucap kaisar Huang sambil menatap kearah perut buncit sang putri dengan tatapan nanar.


“ Apa dia tahu mengenai ini ?....”, tanya Fan Jianying terkejut.


“ Kurasa begitu…dan tampaknya itu yang dijadikan pertukaran oleh Heng Yuan, bayimu….”, ucap kaisar Huang geram.


Dia sama sekali tak menyangka jika Ratu Qinly akan menjadikan cucunya pertukaran demi bisa mendapatkan keingginannya, menjadi penguasa tunggal negara Huangshan.


“ Bayiku…..Apa ini ada kaitannya dengan pasukan iblis kematian ?...”, guman Fan Jianying sambil mengelus perutnya dengan sedih.


“ Apa kamu bilang ?...pasukan iblis kematian ?....”, tanya kaisar Huang dengan kedua mata memerah.


“ Benar…Heng Yuan juga memiliki pasukan iblis kematian bersamanya….”, ucap Fan Jianying menjelaskan.


“ Ini tak bagus !!!....”, ucap kaisar Huang sedikit resah.


Melihat raut khawatir diwajah sang ayah dapat Fan Jianying simpulkan jika masalah yang mereka hadapi ini tak semudah apa yang dia bayangkan.


“ Apa ayah punya rencana ?....”, tanya Fan Jianying penuh selidik.


“ Hanya satu, Kamu harus bisa mengeluarkan kristal kehidupan dari dalam tubuhmu. Saat ini, hanya itu satu – satunya solusi….”, ucap kaisar Huang mendesah pelan.


Mendengar ucapan sang ayah, Fan Jianying sedikit ragu karena dia sampai sekarang masih belum yakin apakah suaminya adalah cinta sejati dalam hidupnya.


Kaisar Huang yang mengerti akan kegundahan hati putrinya terlihat berupaya untuk memberinya kekuatan.


“ Jika tidak kamu coba, maka kamu tak akan bisa mengetahui hasilnya….”, ucap kaisar Huang memberi nasehat.


“ Benar, aku harus mencobanya dulu agar tahu apakah Bai Cheung adalah cinta sejatiku atau bukan….”, batin Fan Jianying bersemangat.


Fan Jianying pun segera pamit undur diri dan segera kembali ke kediamanannya untuk mermeditasi.

__ADS_1


Mencoba untuk bertemu dengan arwah Ratu Elisabeth agar bisa menjelaskan bagaimana dia bisa mengeluarkan kristal kehidupan dari dalam tubuhnya.


Setidaknya jika hal ini bisa terwujud maka keselamatan bayi yang ada dalam kandungannyapun akan terjamin.


__ADS_2