CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
SYOK


__ADS_3

“ Apa kamu bilang ?!!!!...madam ketiga Bai adalah putri bungsu kaisar Huang dan permaisuri Wei !!!....”,  teriak Ratu Qinly terkejut.


“ Tidak mungkin !!!...kamu pasti salah dengar !!!...”, Ratu Qinly berteriak sambil menggeleng – gelengkan kepalanya beberapa kali.


Melihat bawahannya tak membantah bahkan menundukkan kepala takut akan kemarahan wanita nomor satu di negara Huangshan tersebut membuat tubuh Ratu Qinly bergetar hebat.


Keringat dinginpun mulai mengucur deras ditubuhnya, tanpa bisa berkata apa – apa tubuh  Ratu Qinly yang mulai lemas tersebut langsung merosot kebawah begitu menyadari fakta tersebut.


Untung saja dua pelayan pribadi yang ada disampingnya sigap dan langsung menangkap sebelum tubuh Ratu Qinly jatuh menyentuh lantai.


Keduanya segera membantu Ratu Qinly untuk duduk diatas kursi kebesarannya masih dengan wajah tegang  dan tubuh bergetar.


Pada awalnya Ratu Qinly tak percaya dengan berita yang disampaikan oleh Fan Nuan kepadanya melalui surat dan menganggap nona muda ketiga Fan tersebut hanya berusaha untuk menarik perhatiannya saja.


Tapi kini, anak buahnya mengatakan hal yang sama dari apa yang dia dengar langsung dari mulut pemaisuri Wei.


“ Bagaimana bisa madam ketiga Bai adalah Wei Fei ?!!!....aku lihat dengan mata kepalaku sendiri bayi itu telah mati dalam gendongan permaisuri Wei....”, batin Ratu Qinly tak percaya.


Ratu Qinly terlihat sedikit linglung dengan kedua mata menatap kosong kedepan, memikirkan semua kejadian dimasa lampau.


“ Apakah kaisar ada dibalik ini semua ?.…..”, Ratu Qinly tak berani untuk memikirkan lebih lanjut lagi.


Membayangkan jika kaisar Huang mengetahui perbuatannya dimasa lampau membuat bulu kudu Ratu Qinly meremang seketika.


Rasa takut mulai muncul dalam dirinya, membuat sekujur tubuhnya mulai bergetar hebat dan keringat dinginpun semakin deras mengucur  ditubuhnya.


Ratu Qinly mengambil segelas air putih yang ada diatas meja dengan tangan bergetar. Meski dia sudah berusaha untuk tenang, namun hatinya masih saja merasa gelisah.


“ Jika madam ketiga Bai adal Wei Fei, berarti dia adalah sang terpilih !!!....”. semakin Ratu Qinly mendapati fakta yang ada semakin dia merasa kalut.

__ADS_1


Apalagi waktu mengetahui jika Fan Jianying akan segera masuk kedalam istana membuat perasaannnya semakin tak tenang.


Tentu saja kehadiran Fan Jianying dianggap menjadi batu sandungan yang cukup besar buat pangeran Song Yu untuk memperebutkan kursi kekuasaan sekarang.


Ratu Qinly sangat yakin jika Fan Jianying pasti akan mendukung seratus persen putra mahkota untuk bisa naik tahta menggantikan kaisar Huang.


Memikirkan hal tersebut membuat Ratu Qinly semakin kalut. Hati dan pikirannya saat ini sudah bercampur aduk tak karuan.


“ TIDAKKK !!!!....”, teriak Ratu Qinly sambil mencengkeram kuat gelas yang ada ditangannya hingga pecah dan melukai telapak tangannya hingga berdarah.


Diapun segera berteriak memanggil pengawal bayangan miliknya untuk melaporkan sudah sejauh mana jenderal besar Bao bergerak.


“ Lapor Yang Mulia. Perjalanan jenderal besar Bao terhambat karena adanya serangan dari pasukan yang tak dikenal ditengah jalan sehingga jenderal terpaksa harus membagi pasukan Yunyi menjadi beberapa pasukan kecil untuk mengecoh lawan sehingga diperkirakan akan terlambat sampai diperbatasan ibukota….”, ucap pengawal tersebut menjelaskan informasi yang didapatkannya.


“ Lalu…bagaimana Heng Yuan ?...apa sudah ada kabar ?....”, tanya Ratu Qinly tajam.


“ Bagus….pastikan pangeran Song Yu mengawal semuanya dengan benar kali ini….”, ucap Ratu Qinly sebelum menyuruh pengawal bayangannya pergi.


Sebelum madam muda ketiga Bai mengamankan posisinya didalam istana dia harus secepatnya melaksakan rencananya begitu pasukan Yunyi datang.


Tanpa Ratu Qinly sadari, Dafu yang mendengar informasi tersebut segera melesat pergi untuk melaporkan semuanya kepada Fan Jianying.


Fan Jianying yang mendapatkan laporan dari Dafu hanya bisa tersenyum sinis. Semua hal yang pengawal bayangannya itu laporkan sudah bisa dia prediksi sebelumnya.


Namun dia tak menyangka jika berita tersebut membuat Ratu Qinly bisa sepanik itu. Untuk itu Fan Jianyingpun mulai menyusun rencana baru untuk mengantisipasi serangan tersebut.


Untuk pasukan Yunyi, Fan Jianying sudah memiliki rencana sendiri. Saat ini yang menganggu pikirannya adalah pasukan milik Heng Yuan yang masih belum dia ketahui siapa mereka dan kekuatan yang mereka miliki.


Setelah gagal dengan kelompok bandit, Heng Yuan yang sempat menghilang pastinya mulai menyusun strategi baru berkaca dari kegagalan yang telah dia alami beberapakali tersebut.

__ADS_1


“ Kurasa aku harus masuk kedalam istana lebih cepat dari apa yang sudah direncanakan….”, batin Fan Jianying bermonolog.


Setelah melaporkan semuanya, Dafu langsung melesat pergi untuk mencari informasi mengenai pasukan rahasia milik Heng Yuan agar Fan Jianying bisa melakukan persiapan sejak dini.


Putra mahkota Qin Shi Huang yang baru saja mendapatkan kabar jika Fan Jianying akan mempercepat rencananya untuk masuk kedalam istana membuatnya semakin bersemangat.


Apalagi dia dapat kabar dari Jian dan Guang jika pasukan Yunyi sudah terpecah belah menjadi beberapa bagian pasukan kecil agar bisa menuju ibukota dengan cepat dan menghindari serangan musuh yang ingin menghentikan perjalanan mereka membuat putra mahkota Qin Shi Huang tersenyum lebar.


Saat ini yang perlu dia lakukan adalah jangan sampai pasukan yang telah terpecah tersebut bergabung menjadi satu dan menyerang ibukota.


Untuk itu, putra mahkota Qin Shi Huang segera memerintahkan kepada pangeran Wei Jie untuk menghadang mereka sebelum memasuki perbatasan ibukota.


Sementara itu pangeran Song Yu yang baru saja bertemu dengan Fan Nuan dan mengetahui fakta yang ada, segera bergegas kembali ke istana untuk mendengar penjelasan langsung dari ibundanya.


“ Ibunda…apa benar kabar yang baru saja aku terima itu ?....”, tanya pangeran Song Yu dengan wajah panik.


Ratu Qinly yang sudah tahu tentang arah pembicaraan sang putra hanya bisa mengangguk lemas dan membuat tubuh pangeran Song Yu langsung lunglai seketika.


“ Itu semua benar…tapi kamu jangan takut. Segera koordinir pasukanmu dan persiapkan segalanya. Sebentar lagi rencana yang sudah kita susun sangat lama itu akan segera kita jalankan….”, ucap Ratu Qinly berusaha setenang mungkin menyampaikan semuanya kepada pangeran Song Yu.


Mendengar ucapan ibundanya, kepercayaan diri pangeran Song Yu pun kembali bangkit.  Diapun bergegas pamit dan segera mempersiapkan pasukannya sesuai instruksi ibundanya.


Melihat jika putra mahkota  Qin Shi Huang menyiapkan Meigui Palace sebagai tempat tinggal putri Wei Fei yang sekarang bernama Fan Jianying tersebut membuat Ratu Qinly semakin tak tenang.


“ Aku harus secepatnya mengusulkan kepada kaisar agar segera mengangkat putri mahkota secepatnya mengingat usia putra mahkota sudah memasuki waktu menikah…”, batin Ratu Qinly bermonolog.


Ratu Qinly pun segera menyiapkan nama – nama putri para pejabat yang bisa dia gunakan sebagai mata dan telingganya.


Untuk itu Ratu Qinly pun mulai memilih para wanita mudah yang cerdas dan juga manipulative agar nantinya diharapkan bisa mempengaruhi pola pikir putra mahkota Qin Shi Huang hingga mampu mengontrolnya dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2