
Di Qinlong Palace terlihat Ratu Qinly sedang makan malam bersama putranya, pangeran kedua Song Yu sambil menyusun rencana yang akan segera mereka jalankan.
“ Bagaimana pasukan bandit dan perompak yang disiapkan Heng Yuan ?...”, tanya Ratu Qinly sambil menatap lurus kearah putranya.
“ Ibunda tenang saja. Heng Yuan sudah mengurus semuanya…”, ucap pangeran Song Yu sambil memasukkan daging rempah kedalam mulutnya.
“ Aku bisa pastikan jika rencana kita tak akan gagal dan pada saat kekacauan ini terjadi, kita akan bergerak…”, pangeran Song Yu berkata dengan tinggi hati.
Ratu Qinly terlihat sangat senang atas kemajuan rencananya itu. Dalam kekacauan tersebut, pangeran Song Yu akan bertindak sebagai pahlawan sehingga bisa mendapatkan hati rakyat.
Dan jika dia bisa menyelesaikan kekacauan di ibukota maka kaisar Huang pasti akan melihatnya dan tentu saja pendukungnya akan semakin bertambah.
“ Bai Cheung bukanlah tandingan ibunda dan aku pastikan kali ini keluarga Bai akan hancur hingga tidak ada satu orangpun yang akan berani meremehkan kita lagi.…”, ucap pangeran Song Yu sambil tersenyum puas.
Namun kegembiraan ibu dan anak tersebut tak dapat bertahan lama setelah ada pelayan masuk dan mengatakan jika utusan dari keluarga Ding ada di depan kediaman.
“ Suruh masuk !!!….”, perintah Ratu Qinly lantang.
Dapat Ratu Qinly lihat bahwa seseorang yang datang ke Qinlong Palace malam ini adalah orang kepercayaan ayahnya.
“ Kenapa ayah mengirim Xitong kemari ?....Apa ada masalah serius ?....”, batin Ratu Qinly cemas.
Xitong pun segera menyampaikan pesan yang dikirimkan oleh tuan besar Ding kepada Ratu Qinly.
Ratu Qinly dan pangeran Song Yu langsung mengeram marah waktu mengetahui jika seluruh keluarganya yang ada di kota Banjiwen dilengserkan oleh putra mahkota Qin Shi Huang dengan menggunakan titah yang diturunkan langsung oleh kaisar Huang.
“ Tuan besar juga menitipkan ini untuk Ratu….”, ucap Xitong sambil menyerahkan sebuah surat kepada ratu Qinly dengan kedua tangannya sambil berlutut.
Ratu Qinly langsung meremas surat yang baru saja dibacanya tersebut dengan rahang mengeras dan gigi bergemelatuk.
Dia sama sekali tak menyangka jika ayahnya akan berbuat hal kejam seperti itu kepadanya setelah semua hal yang dia berikan untuk keluarga besar Ding.
“ Tuan besar juga berpesan jika Ratu harus segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya…”, ucap Xitong dengan penuh penekanan.
Setelah menyampaikan pesan terakhir yang dibawanya, Xitong pun segera pamit undur diri dan bergegas pergi meninggalkan istana.
__ADS_1
Namun sayang, gerak – gerik Xitong sempat tertangkap indera penglihatan dari pengeran keempat Wei Jie yang baru saja bertemu dengan Bai Cheung diluar.
“ Xitong ?....”, guman pangeran Wei Jie penuh tanda tanya.
Diam – diam pengeran Wei Jie bergerak menuju Qinlong palace untuk mencari tahu semuanya.
Dari atap dapat dia lihat Ratu Qinly berdiri dengan wajah penuh amarah sambil meremas sesuatu ditangannya.
Sementara pangeran Song Yu terlihat duduk dihadapannya dengan tatapan cemas. Begitu ibundanya pergi, pangeran Somg Yu bergegas mengikutinya.
Didalam ruang pribadinya Ratu Qinly terdiam cukup lama sambil menatap wajah putranya itu dengan tajam.
“ Perintahkan Heng Yuan untuk membuat kekacauan besar di kota Banjiwen malam ini juga….”, ucap Ratu Qinly penuh amarah.
“ Aku ingin tahu bagaimana putra mahkota bisa mengatasi semua kekacauan disana… ”, ucap Ratu Qinly sinis.
Begitu mendengar semua itu, pangeran Wei Jie pun segera melesat pergi. Dia berencana akan pergi diam – diam dengan Bai Cheung menuju kota Banjiwen dan menghentikan aksi Heng Yuan.
Meski tidak tahu kekacauan apa yang akan dilakukan oleh Heng Yuan dikota tersebut. Namun mengingat jika pemuda tersebut mampu membuat populasi hewan mutasi semakin tinggi dan ganas.
Bukan tidak mungkin jika Heng Yuan akan melakukan sesuatu diluar nalar semua orang dan takutnya putra mahkota Qin Shi Huang tak mampu mengatasinya.
Fan Jianying perlahan membuka kedua matanya waktu menyadari jika suaminya sudah kembali. Setelah berdiskusi sebentar, keduanya memutuskan untuk pergi kekota Banjiwen malam ini juga.
Baru saja keduanya melangkah keluar kediaman, mereka melihat pangeran Wei Jie dan Zoelu datang mendekat dengan wajah tegang.
“ Mau kemana kalian ?....”, tanya pangeran Wei Jie penuh selidik.
Fan Jianying kembali masuk bersama semua orang dan membicarakan semuanya di dalam kediaman agar aman.
Pangeran Wei Jie tampak terkejut waktu Fan Jianying membeberkan beberapa hal yang baru saja dia lihat.
Meski dia mengetahui kemampuan sang adik, tapi dia masih belum percaya jika tak melihat dan mendengarnya langsung malam ini.
“ Jadi maksudmu, Heng Yuan yang menggerakkan para bandit ini ?....”, tanya Bai Cheung penasaran.
__ADS_1
“ Aku tidak bisa memastikan hal itu. Yang jelas, malam ini Ratu Qinly memerintahkan Heng Yuan untuk membuat kekacauan di kota Banjiwen…”, ucap pangeran Wei Jie menjelaskan.
Dari penjelasan yang disampaikan oleh pangeran Wei Jie dapat Fan Jianying tarik kesimpulan jika kemungkinan para bandit akan menjarah tempat usaha yang ada dikota Banjiwen.
Para pemilik usaha yang ada di kota Banjiwen rata – rata adalah pendatang dari luar negara Huangshan yang ingin berniaga disini.
Jika terjadi penjarahan dan perusakan, tentunya mereka akan sangat panik dan marah karena usaha yang telah mereka bangun dihancurkan begitu saja dalam waktu satu malam.
Jika begitu, maka mereka akan meminta ganti rugi dan menuntut kepada pemerintah untuk menegakkan keadilan.
Dan paling buruknya, hubungan antar negara yang selama ini terjalin juga bisa terputus begitu saja karena insiden tersebut.
Selain itu, lengsernya para pejabat yang dianggap melindungi kepentingan mereka selama ini juga akan menjadi point penting untuk dikemukakan.
Sehingga opini publik yang terbentuk dimasyarakat menganggap bahwa tindakan putra mahkota Qion Shi Huang melengserkan para pejabat setempat dianggap sebagai suatu bentuk kesalahan fatal yang harus mendapatkan hukuman.
Dalam kondisi seperti ini, para pejabat Banjiwen yang korup tersebut akan berdiri dihadapan para pedagang sebagai pahlawan untuk melindungi hak – hak mereka.
Fan Jainying yang menyadari skenario tersebut hanya bisa tersenyum sinis. Dia sama sekali tak menyangka jika Ratu Qinly akan memikirkan taktik licik tersebut dalam waktu singkat.
“ Sepertinya aku tak boleh meremehkan wanita jahat itu…”, batin Fan Jianying geram.
Sebelum berangkat, diapun segera menjelaskan rencana yang akan mereka jalankan begitu tiba di kota Banjiwen.
Untuk mempersingkat waktu, semua orang menaiki burung phoenix api milik Fan Jianying yang ukurannya sudah diperbesar sehingga bisa membawa pergi ketujuh orang diatasnya.
Sementara itu, putra mahkota Qin Shu Huang yang sudah mendapatkan surat dari Fan Jianying bergegas pergi kekota Benzie untuk menyelidiki semuanya.
Dapat dia lihat disana telah berdiri beberapa tenda dan puluhan orang dengan persenjataan lengkap berkumpul secara bergerombol disana.
Kedua mata putra mahkota Qin Shi Huang terbelalak waktu mengetahui jika ada Kosuke pemimpin black devil, Titan pemimpin holedeath dan Muro pimpinan bandit di kota Ningboce ada disana
Dan tak lama kemudian dia melihat sosok pemuda yang tak asing lagi baginya, siapa lagi jika bukan Heng Yuan. Putra mahkota Qin Shi Huangpun perlahan mulai bisa membaca alur yang ada.
Jika ada Heng Yuan disana berarti ini ada hubungannya dengan pangeran kedua Song Yu dan Ratu Qinly.
__ADS_1
“ Tapi apa yang akan mereka lakukan dengan mengumpulkan para penjahat tersebut di lokasi tandus seperti ini ?....”, batin putra mahkota Qin Shi Huang penasaran.
Setelah mendapatkan cukup informasi, diapun bergegas meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kota Banjiwen.