
Sisa – sisa pertempuran antara pasukan Muanbai dan pasukan iblis kegelapan hilang begitu saja tak berbekas dalam hembusan angin malam.
Mengetahui jika pasukan iblis kegelapan muncul dari lereng bukit, pasukan Muanbai pun mulai menyisir daerah tersebut secara teliti.
Sepanjang perjalanan dapat pasukan Muanbai lihat banyak mayat dalam kondisi kering keronta dengan mulut terbuka lebar dan kedua mata melotot tergeletak begitu saja dimana – mana.
“ Tampaknya mereka sudah sempat berpesta disini….”, ucap salah satu pasukan Muanbai waktu melihat banyak mayat bergelimpangan disepanjang jalan yang mereka lalui.
Namun sayangnya langkah mereka kalah cepat. Begitu mengetahui sebagian pasukan iblis kegelapan telah terkalahkan, semua orang segera berpindah tempat secepatnya.
Meninggalkan lokasi yang sudah menjadi markas mereka dalam beberapa hari terakhir ini sambil menunggu kedatangan pasukan Yunyi yang dipimpin oleh jenderal besar Bao.
Pasukan Muanbai berusaha untuk mencari sekecil apapun petunjuk tentang keberadaan pasukan yang mengikuti Heng Yuan tersebut.
Untuk itu mereka menyisir tempat yang diyakini sebagai markas sementara pasukan iblis kegelapan dengan cermat.
“ Abunya masih hangat. Aku rasa mereka belum terlalu lama pergi….”, ucap salah satu pasukan Muanbai memberi penjelasan.
Semua orang pun mulai berpencar dan bergerak dengan cepat untuk mencari keberadaan markas baru pasukan iblis kegelapan dengan mengikuti petunjuk yang tertinggal disana.
" Ke utara.....", ucapnya.
Pasukan Muanbai pun langsung melesat kearah utara dengan cepat. Karena wujud mereka yang tembus pandang, para pasukan tersebut bergerak cepat dan menyatu dengan kegelapan malam.
Berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik malam ini. Dari jejak yang tertinggal, tampaknya musuh yang mereka miliki bukan hanya pasukan iblis kegelapan.
Tapi ada kelompok lainnya yang lebih kuat dibandingkan mereka. Hal itu dapat diketahui dari jejak samar yang mereka tinggalkan.
Tanpa mereka ketahui saat ini Heian dan beberapa orang pasukan iblis kegelapan sudah berada dipemukiman warga.
Mereka pun mulai melakukan aksi terror kepada warga disaat para pasukan Muanbai memburu rekan mereka yang lainnya.
“ Kenapa udara malam ini sangat dingin hingga terasa menusuk tulang….”, ucap salah satu warga yang sedang berpatroli sambil menggosok – gosokkan kedua tangannya agar hangat.
Ketiga petugas patroli tersebut terus berkeliling pemukiman sambil bersendekap menghalau hawa dingin yang mendera untuk memastikan kawasan mereka tetap aman.
Belum juga mereka jauh melangkah tiba – tiba satu hembusan udara dingin datang dari arah belakang menerpa tubuh ketiganya hingga membuat tubuh ketiga petugas patroli tersebut tersungkur ketanah.
__ADS_1
“ Apa itu tadi ?....”, ucap ketiganya dengan wajah ketakutan.
Cukup lama ketiganya duduk sambil mencoba mencari tahu angin apa yang bisa membuat tubuh mereka terjungkal seperti itu.
Namun kondisi seketika langsung sunyi senyap, tak ada suara apapun. Bahkan tarikan nafas mereka pun tak terdengar, membuat bulu kudu mereka langsung berdiri seketika.
Dengan wajah pucat, ketiganya segera bangkit dari tempatnya terjatuh dan bergegas berjalan cepat menuju kearah pos penjagaan.
Belum juga kaki mereka sampai ke pos penjagaan, ketiganya kembali dikejutkan oleh angin yang kembali berhembus disekitar tubuh mereka.
Wushhhh…..
Tiba – tiba ada angin seakan berada diatas kepala mereka, begitu menegadahkan kepala ada bayangan hitam tersenyum lebar tepat diatas wajah mereka.
Para petugas patroli yang terkejut tanpa sadar membuka lebar – lebar mulut mereka hingga membuat pasukan iblis kegelapan dengan mudah melahap habis jiwa mereka hingga tubuh ketiga orang tersebut langsung kering keronta.
“ Sangat nikmat….”, ucap pasukan iblis kegelapan kegirangan.
Mereka pun semakin liar memburu siapapun yang bisa mereka temui sepanjang perjalanan. Tak habis disitu, mereka juga menerobos masuk kedalam kediaman warga.
Jeritan dan teriakan ketakutan mewarnai malam itu. Beberapa orang yang berhasil kabur terlihat lari tunggang - langgang dikejar para hantu yang ingin menyedot jiwa mereka.
Anak - anak kecil yang terbangun hanya bisa bersembunyi sambi menangis menatap satu persatu anggota keluarganya mati mengenaskan ditangan iblis yang menghantui mereka malam ini.
Suara jeritan dan teriakan warga dapat didengar oleh pasukan Muanbai yang kebetulan tidak ikut pergi ke utara dan mulai mendatangi pemukiman warga.
Keteganganyang terjadi malam tersebut terhenti setelah pasukan Muanbai yang berada didekat pemukiman datang untuk menolong.
Meski pasukan Muanbai berhasil menghentikan malam yang mencekam tersebut, namun rasa traumatis yang diderita warga akan kejadian tersebut tak mudah hilang.
Apalagi pasukan yang menolong mereka bukanlah manusia, sama seperti sosok yang mengejar dan menginginkan jiwa mereka.
Dan pertempuran sengit yang terjadi antar pasukan hantu yang terjadi malam itu semakin menambah trauma semua orang.
Terutama anak – anak yang malam itu terbangun dan ikut menyaksikan peristiwa naas yang menimpah keluarga dan kerabat mereka.
Meski berhasil menumpas pasukan iblis kegelapan yang datang kepemukiman warga, namun sayangnya ketua mereka, Heian berhasil melarikan diri setelah kehilangan satu tangannya akibat sabetan pedang pasukan Munbai yang telah dilumuri air mantra.
__ADS_1
Karena kekuatan yang dimiliki oleh Heian cukup besar, dia pun bisa menghentikan aliran api suci yang berhasil menghancurkan lengannya menjadi debu sebelum bergerak naik dan menghancurkan seluruh bagian tubuhnya.
“ Sial !!!...kekuatan apa ini !!!!....”, teriak Heian disela – sela pelariannya.
Meski dia bisa menghentikan aliran api suci yang menghancurkan lengannya, namun bekas luka yang tersisa meninggalkan rasa sakit yang cukup dalam baginya.
Sehingga dia hanya bisa melayang secepatnya menuju markas mereka yang baru untuk mengobati luka dalamnya tersebut.
Setelah pasukan iblis kegelapan yang meneror warag berhasil dibasmi, muncullah pasukan milik pangeran keempat Wei Jie yang datang untuk mengalokasikan warga yang selamat dari pembataian malam tersebut ke suatu tempat yang lebih aman.
Meski sudan dialokasikan dengan baik nyatanya pagi harinya peristiwa mengenai pembantaian oleh pasukan iblis kegelapan dipemukiman warga yang berada tepat diperbatasan ibukota telah tersebar diseluruh ibukota.
Peristiwa mencekam tersebut menjadi konsumsi warga pagi ini. Entah siapa yang menghembuskan kabar tersebut sehingga menyebar dengan cepat seperti hembusan angin.
Tidak ingin mental masyarakat goyah oleh berita tersebut, Fan Jianying pun berusaha untuk menetralkan berita yang berhembus dengan berita baru yang lebih akurat.
Fan Jianying tidak menghembuskan berita untuk menyanggah rumor yang ada namun langsung membawa saksi hidup kehadapan semua orang untuk bercerita.
Melalui sebuah rumah minum teh yang biasanya digunakan oleh masayarakat sebagai tempat bertukar cerita dan kabar, diapun menyuruh salah satu korban yang kondisi mentalnya sudah pulih disana untuk berdonggeng.
Cerita yang dibawakan oleh salah satu saksi hidup dalam peristiwa malam tersebut dalam waktu sekejap mata sudah menyebar ke seluruh penjuru ibukota.
Masyarakat yang semula merasa ketakutan akan terror yang terjadi mulai merasa sedikit tenang waktu mengetahui jika pasukan iblis kegelapan yang menyerang pemukiman telah berhasil dibasmi seluruhnya.
Meski mereka tak mengetahui jika itu hanya sebagian saja dari pasukan iblis yang berada disisi Heng Yuan yang berhasil dimusnahkan.
Namun, berkat kesaksian tersebut mental warga pun kembali optimis. Mereka pun bertekad untuk semakin memperketat penjagaan diwilayah masing – masing sehingga teror serupa tak menimpah mereka.
Tak lupa, setiap rumah warga juga mulai saat ini ditempeli oleh kertas mantra di dalam dan luar ruangan untuk menghalau iblis jahat memasuki kediaman mereka.
Warga juga mematuhi himbauan pemerintah agar tak mengijinkan dan membiarkan anak – anak serta para wanita untuk beraktivitas diluar setelah matahari terbenam.
Kaisar Huang yang mendengar jika rumor mengenai terror pasukan iblis kegelapan berhasil diredam oleh sang putri merasa sangat lega.
Setidaknya kondisi masayarakat sudah kembali kondusif di tengah – tengah gejolak panas yang muali terjadi didalam masyarakat.
Saat ini kondisi kaisar Huang pun sudah pulih dan siap melawan jika sewaktu – waktu ada pihak luar yang ingin menyerang dan mengacau ibukota.
__ADS_1