CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
DENDAM


__ADS_3

Malam harinya, Bai Cheug bersama Liam sudah bersiap di tempat yang telah ditentukan sesuai dengan rencana yang telah mereka buat.


Sedangkan Hira dan Heyna yang bertugas untuk memasukkan obat kedalam minuman yang akan diberikan kepada Kosuke dan Leony sudah standby di dalam restoran.


Keduanya saat ini sedang berda disebuah restoran dengan kompartemen tertutup agar keduanya bisa bercengkerama dengan bebas tanpa ada yang melihat.


“ Sampai kapan kita begini terus !!!….”, ucap Leony dengan wajah ditekuk.


“ Bersabarlah sedikit. Setelah tugas ini selesai, aku akan berbicara mengenai hubungan kita kepada kakakmu….”, ucap Kosuke tenang.


Ini sudah kesekian kalinya Kosuke berjanji kepada Leony untuk meminta restu kepada sang kakak.


Tapi kenyataannya, kekasihnya tersebut sama sekali tak pernah menyinggung tentang hal tersebut jika sudah ada dihadapan sang kakak.


“ Ini kesempatan terakhirmu !!!.... Jika kamu kembali mengingkari maka ini akan menjadi makan malam terakhir kita !!!…”, ucap Leony berang.


Kosuke hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar mendengar nada ancaman yang diberikan oleh kekasihnya tersebut.


Dia terlihat cukup frustasi mendapat tuntutan seperti itu dari kekasihnya. Tapi kembali mengingat jika usia Leony sudah memasuki usia menikah, maka Kosukepun perlahan mulai memakluminya.


Titan adalah lelaki keras kepala, tak mudah untuk bisa meluluhkan hatinya. Apalagi kesalahan yang telah diperbuatnya dimasa lalu cukup membuat kakak kekasihnya itu tak akan pernah bisa memaafkannya.


Meski secara organisasi hubungan keduanya terlihat baik karena ada kerjasama yang mereka jalin dengan Ratu Qinly.


Tapi sesungguhnya, secara pribadi hubungan mereka masih memanas dan tak akan pernah bisa padam.


Seandainya wanita yang dicintainya bukanlah adik kandung Titan, mungkin saat ini Leony sudah resmi menjadi istrinya.


Melihat Kosuke kembali terdiam, Leony pun semakin mengerucutkan bibirnya karena kesal hingga makanan dan minuman yang mereka pesan datang.


Melihat kekasihnya terlihat marah, Kosuke pun mengambil sebuah kotak kecil yang telah disiapkannya tadi sambil berlutut dengan memegang satu tangan Leony.


“ Ini sebagai bukti tanda keseriusanku padamu. Jika kakakmu merestui, setelah tugas ini selesai aku akan segera menikahimu….”, ucap Kosuke tulus.


Mendapat perlakuan spesial seperti itu, Leony tak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagia dalam hatinya.


Diapun segera mengangguk dan amarah yang tadi bersarang didalam hatinya langsung lenyap seketika.


Keduanya segera menyantap hidangan makan malam kali ini dengan penuh kebahagiaan.


Begitu obat yang ada dalam minuman mereka bereaksi, dengan cepat Liam dan Bai Cheung segera membawa keduanya kesebuah penginapan yang telah mereka siapkan dipinggiran kota.


Sementara didalam penginapan Heyna dann Hira sudah menyiapkan semuanya dengan rapi. Bahkan lilin yang mengandung obat juga sudah dinyalakan.


Bisa dipastikan malam ini akan menjadi malam terpanjang dan membahagiakan bagi Kosuke dan Leony.


Sementara itu, pangeran Wei Jie yang bertugas untuk mengirimkan surat kepada Titan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.


Pangeran Wei Jie bergegas sembunyi waktu melihat Titan berjalan menuju kearah tendanya.

__ADS_1


Melihat ada anak panah menancap tepat di tiang depan tendanya, Titan langsung mengawasi sekitar areanya berdiri.


Tak melihat ada sesuatu yang mencurigakan, diapun mengambil panah tersebut dan membaca surat yang dikirim untuknya.


Rahang Tita langsung mengeras dengan kedua tangan meremas surat tersebut dengan kuat. Diapun segera berteriak untuk memanggil bawahannya agar menyelidiki kebenaran pernyataan yang ditulis oleh si pengirim surat.


Dalam hati Titan tak akan pernah memaafkan Kosuke jika hal tersebut benar – benar terjadi pada adiknya.


Sementara itu didalam penginapan, begitu kedua sejoli tersebut sadar keduanya langsung bermesraan karena obat yang mereka hirup sudah bereaksi.


Dalam gelapnya malam, Bai Cheung dan Liam hanya bisa menelan ludah beberapa kali setiap nyanyian merdu tersebut mulai terdengar.


Membuat wajah mereka berdua seketika merah merona karena malu. Semakin lama suara laknat tersebut semakin nyaring terdengar.


Membuat keduanya akhirnya memutuskan untuk sedikit menjauh dari penginapan tersebut berada.


Namun mata keduanya tetap awas menatap kedepan, seperti seekor elang yang sedang mengintai musuhnya.


Senyum Bai Cheung merekah begitu melihat ada dua anak buah Titan tiba dan mulai menyelinap masuk kedalam  penginapan.


Kedua lelaki berpakaian hitam tersebut segera menuju kamar dimana dua sejoli yang sedang dimabuk asmara tersebut sedang melakukan penyatuan.


Begitu memastikan bahwa yang ada didalam penginapan adalah Leony, adik bos mereka dan Kosuke, keduanya langsung menghilang dengan cepat.


“ Sekarang, kita hanya akan menunggu pertunjukan selanjutnya….”, ucap Bai Cheung tersenyum lebar.


Titan terlihat sangat marah waktu mendengar langsung laporan dari anak buah yang dikirimnya tadi.


Leony dan Kosuke langsung tertidur pulas begitu keduanya sudah mendapatkan kenikmatan duniawi tanpa tahu jika ada seseorang yang mengawasinya dari luar.


Saat temannya pergi untuk melapor, satu anak buah Titan masih ditinggal diluar penginapan untuk mengawasi pergerakan Leony dan Kosuke.


Anak buah Titan tersebut terlihat setia menunggu di luar penginapan untuk memastikan keduanya tidak beranjak pergi hingga pimpinannya datang.


Dalam gelap, Bai Cheung berjalan mengendap – endap masuk kedalam kamar dan mendekati Kosuke yang tampak tertidur sangat pulas.


Dia segera mengeluarkan botol kecil dari balik lengan bajunya,  membuka tutupnya dan menempatkannya di depan hidung Kosuke, agar obat yang ada didalamnya bisa terhirup.


Setelah semua obat terhirup habis, Bai Cheung segera membereskan beberapa lilin obat yang ada dalam kamar agar tidak ada bukti yang tertinggal.


Penginapan yang dipilih sebagai tempat untuk menjalankan rencana berada di pinggiran kota Banjiwen sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk tiba disana dari kota Benzie.


Titan menunggangi kudanya dengan kecepatan tinggi.Aura kematian cukup kental menyelimuti tubuhnya yang penuh dengan amarah.


Dia masih berusaha menolak bayangan Kosuke bersama sang adik dalam benaknya. Semakin berusaha dihilangkan, bayangan tersebut semakin liar tergambar dengan jelas dibenaknya.


Brakkk…..


Pintu penginapam di dobrak dengan paksa oleh Titan. Hatinya bertambah panas begitu menyaksikkan sang adik tertidur pulas tanpa busana didalam pelukan Kosuke.

__ADS_1


Kosuke yang terkejut oleh suara dobarkan pintu segera terbangun dan langsung menyambar pedang yang ada diatas nakas disamping ranjang.


Efek obat halusinasi yang diberikan oleh Bai Cheung sewaktu Kosuke tertidur sudah mulai bekerja.


Saat ini yang Kosuke lihat dihadapannya bukanlah Titan, melainkan para musuh yang datang ingin membunuhnya.


Sejak bergabung dengan black devil Kosuke sudah membunuh puluhan orang tak bersalah hanya demi segepok emas dan perak.


Sering sekali dia bermimpi buruk  hingga membuatnya ketakutan. Merasa jika orang – orang yang telah dibunuhnya tersebut bangkit kembali menuntut balas.


Halusinasi inilah yang dia alami sekarang. Titan yang diserang secara membabi buta secara tiba – tiba oleh Kosuke tak terima dan langsung menyerang balik lelaki tersebut bersama anak buah yang dibawahnya.


Pertempuran sengitpun tak bisa dihindari. Bai Cheung sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, makanya dia menyuruh Liam untuk mensterilkan dua ratus meter dari lokasi agar tidak ada warga yang tak bersalah menjadi korban pertikaian mereka.


Tringggg….tringgg…wush…..


Suara pedang beradu dan saling unjuk kekuatan dua pimpinan organisasi pembunuh bayaran tersebut terjadi.


Pertarungan tersebut berjalan tak seimbang karena Kosuke hanya seorang diri melawan enam orang anggota hole death dan Titan sang ketua.


Leony yang terbangun setelah mendengar suara berisik dihalaman penginapan tak bisa untuk tetap tenang pada saat melihat kekasihnya dikeroyok oleh sang kakak dan anak buahnya.


Sambil merapikan pakaian yang dikenakannya dia berusaha melerai pertikaian tersebut, tapi sayangnya semua teriakannya tak mendapatkan respon dari kedua belah pihak.


Leony yang berlari ketengah tanpa sengaja terkena pedang Kosuke yang langsung menghunus tepat dijantungnya karena tak sempat menghindar.


Kosuke sempat tersadar dari halusinasinya begitu melihat airmata yang jatuh dipipi Leony dan berlari menghampirinya.


Pedang yang ada ditangan Kosuke langsung terjatuh begitu kekasihnya tersebut tersenyum sambil berkata “ Aku sangat mencintaimu, Kosuke….”.


Melihat adiknya sudah menutup mata tak bernyawa, Titan pun langsung menghunuskan pedangnya namun sempat dihindari oleh Kosuke yang hanya berhasil mengenai bahunya.


Tiba – tiba ada asap hitam yang datang hingga membuat semua orang langsung menutup wajah mereka dengan salah satu tangannya karena asap tebal tersebut membuat pedih dimata.


Kesempatan tersebut tak disia – siakan oleh Kosuke untuk merikan diri. Begitu mendengar suara kuda berlari menjauh, Titan segera menyuruh anak buahnya untuk mengejar.


Sementara dirinya terduduk ditanah sambil mendekap erat tubuh adiknya yang sudah tak bernyawa dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya.


“ Tidak !!!....”, Titan berteriak sangat keras.


Dia menangis meraung – raung seperti anak kecil. Satu – satunya keluarga yang dimilikinya kembali terengut ditangan Kosuke, lelaki yang sudah membunuh kedua orang tuanya.


Api dendam didalam tubuh Titan semakin berkobar hingga sorot matanya memancarkan api penuh permusuhan.


Dalam hati di bertekad akan membalaskan dendam nyawa tersebut secepatnya. Sambil mengendong jenasah sang adik dia kembali ke kota asalnya Xininghal untuk mengubur tubuh sang adik disamping makan kedua orang tuanya.


Liam yang awalnya sempat protes waktu Bai Cheung tiba – tiba membantu Kosuke melarikan diri dengan mengeluarkan asap tebal di tengah – tengah medan perkelahian akhirnya menyadari jika hal tersebut merupakan strategi dari tuan mudanya.


Api dendam akan semakin membara pada saat pelaku berhasil kabur. Dan hal inilah yang sangat diharapkan oleh Fan Jianying.

__ADS_1


Mencerai berai musuh dalam sekejap. Setelah kejadian ini, Kosuke dan Titan tak akan pernah bisa lagi bekerjasama ataupun berada dalam satu kawasan yang sama.


__ADS_2