CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
RAHASIA BAI WANG


__ADS_3

Di  Qinlong Palace terlihat seorang lelaki sedang termenung dimeja kerjanya dengan wajah gelisah.


Dia sama sekali tak menyangka jika rencana yang sudah disusun sempurna dan serapi mungkin tersebut harus gagal dengan kedatangan Bai Cheung.


Tuan muda ketiga Bai tersebut baru satu minggu berada disana sudah mengacaukan semuanya. Bahkan mata – mata yang dia tempatkan didalam kamp pun berhasil dibunuhnya.


“ B******k !!!...ini tidak bisa dibiarkan begitu saja !!!....”, ucap pangeran Song Yu dengan kedua mata memerah karena marah.


Pranggg !!!.....


Semua benda yang ada diatas meja dihempaskan sangat kasar oleh pangeran Song Yu sehingga berserakan diatas lantai.


Dengan nafas tersengal – sengal dia membanting semua benda yang bisa diraih oleh tangannya dengan penuh amarah.


Usahanya yang sebentar lagi akan membuahkan hasil harus gagal hanya karena ulah salah satu orang yang selama ini tidak terlalu diwaspadainya.


Ratu Qinly yang mendengar kabar tentang gagalnya beberapa pergerakan diwilayah perbatasan timur,  siang ini sengaja meluangkan sedikit waktunya untuk menemui sang putra.


Brakkk…..


Ratu Qinly langsung membuka kasar pintu ruang kerja pangeran Song Yu begitu mendengar suara barang pecah didalam sana.


“ Ada apa putraku ?...”, tanya  Ratu Qinly panik.


Diapun segera mengamati seluruh tubuh putranya itu berulang kali, takut pangeran Song Yu terluka. Namun setelah dia melihat dengan seksama dan tidak mendapatkan luka apapun, hatinya merasa sedikit lega.


“ Bersihkan semuanya !!!...”, perintah Ratu Qinly tegas.


Diapun segera membawa pangeran Song Yu keluar dari ruang kerjanya menuju paviliun kediamannya. Disana ibunda Ratu segera memberikan putranya itu segelas teh hangat agar hati pangeran kedua sedikit tenang.


“ Tenanglah…semua persoalan tidak akan terselesaikan jika kamu seperti ini…”, ucap Ratu Qinly mencoba menenangkan sang putra.


Setelah tenang, pangeran Song Yu pun menceritakan semuanya dengan detail. Ibunda Ratu terlihat sedikit terkejut jika semua rencana tersebut gagal hanya karena kedatangan Bai Cheung.


“ Bagaimana Cheung bisa mengetahui semua rencana kita. Bahkan dia sudah membuat penangkal racun yang kita berikan untuk hewan mutasi itu…”, ucap Ratu Qinly sambil mengetukkan jarinya diatas meja.


Meski terkejut, namun ekpresi wajahnya tetap tenang. Hal itu tentunya membuat pangeran Song Yu sedikit lega, setidaknya ibundanya itu pasti memiliki solusi tentang permasalahan yang dihadapinya saat ini.


“ Pindahkan posisi hewan mutasi secepatnya. Dan perintahkan Heng Yuan membuat formula untuk pengembangbiakan hewan mutasi secara cepat dan tambah kekuatan hewan tersebut berkali – kali lipat…”, perintah Ratu Qinly tegas.


“ Dilaksanakan…”, pangeran Song Yu segera beranjak pergi setelah ibundanya memberinya perintah tersebut.


Seperti pangeran Song Yu, Ratu Qinly juga merasa aneh bagaimana bisa Bai Cheung yang tidak terlalu mereka perhitungkan tersebut bisa mengetahui semua rencana yang sudah mereka susun serapi mungkin dan terencana dengan baik itu.

__ADS_1


" Pasti ada orang dalam yang mengkhianatiku. Aku harus segera menyelidikinya...", batin Ratu Qinly curiga


Sementara itu, Fan Jianying yang sudah mendapatkan sampel darah hewan mutasi dan sebagian daging mentah hewan tersebut  terlihat mulai sibuk didalam laboratorium pribadinya yang ada dalam cincin ruangnya.


Untung saja perbedaan waktu yang cukup signifikan antara dunia dalam cincin ruang dengan aslinya membuat Fan Jianying bisa berkonsentrasi lama didalam sana.


Salah satu pasukan khusus milik Bai Cheung yang ditugaskan untuk menyelidiki sang istri cukup terkejut mendapati jika tuan muda kedua Bai, kakak majikannya itu juga sedang mengintai pergerakan Fan Jianying.


Bai Wang yang selama ini selalu acuh dan tak begitu memperdulikan tentang apapun yang ada hubungannya dengan sang adik ipar mulai merasa penasaran.


Diawali dengan keberhasilan adik iparnya itu membungkam keangkuhan madam Ming kelima dan membalikkan keadaan pada acara perjamuan di kediaman keluarga Ming.


Fan Jianying  yang mempunyai kesan buruk dimasyarakat berhasil membersihkan namanya dalam waktu yang singkat.


Bukan hanya itu saja, Bai Wang semakin penasaran saat Fan Nuan mendatanginya dan menanyakan tentang perubahan sang kakak yang dianggap sangat drastis tersebut.


Ternyata, bukan hanya Fan Nuan saja yang curiga, pangeran kedua Song Yu pun juga merasakan hal yang sama.


Sehingga dia memerintahkan Bai Wang secara pribadi  untuk menyelidiki semua hal yang berhubungan dengan adik iparnya tersebut.


Hal itu dilakukan karena pangeran kedua mendapatkan informasi dari bawahannya jika Fan Jianying beberapa kali terlihat bertemu dengan pangeran ke empat.


" Kenapa semua orang sangat penasaran dengan adik ipar ?...apa ini juga ada kaitannya dengan kepergian Bai Cheung ke perbatasan timur ?...", batin Bai Wang bermonolog.


Bai wang kemudian mulai mengingat jika beberapa kali dirinya keluar dari kediaman menuju ke kediaman Wudao Jia, dia merasa dibuntuti oleh seseorang.


Namun sampai saat ini juga dia tidak mendapatkan petunjuk apapun mengenai sosok yang membuntutinya itu.


Dan setelah mendengar semua cerita Fan Nuan dan pangeran Song Yu, Bai Wang curiga jika yang membututinya beberapa waktu yang lalu adalah adik iparnya.


" Tunggu...jika benar seperti itu, artinya Fan Jianying memiliki kemampuan yang sengaja dia sembunyikan. Apa nenek juga mengetahui hal ini ?...", batin Bai Wang mulai curiga dengan sang nenek.


Untuk memastikan semuanya, maka disinilah dia sekarang. Dia kediaman adik iparnya untuk mengamati pergerakannya


Sudah empat hari ini keduanya mengamati pergerakan Fan Jianying, namun mereka sama sekali tak menemukan satupun petunjuk yang signifikan.


Bahkan kegiatan Fan Jianyingpun hanya monoton antara kamar – dapur – paviliun kediaman – restoran yang akan dibukanya – pengrajin dan pasar.


Hanya hal sepele yang biasa dilakukan oleh semua orang tanpa ada sesuatu hal mencolok lainnya.


Bahkan  para pelayan dan pengawal yang bertugas berjaga dikediamanpun, selain pujian akan masakan madam ketiga yang lezat dan kebaikannya tidak ada lagi informasi lainnya yang bisa didapatkan.


Membuat Bai Wang dan anak buah Bai Cheung yang masih setia mengamati kegiatan Fan JIanying beberapa hari ini dibuat sedikit frustasi olehnya.

__ADS_1


Diapun kembali fokus pada masalah yang ada diwilayah perbatasan bagian timur dan sementara waktu mengabaikan masalah Fan Jianying.


“Aku bisa menyelidikinya nanti…”, batin Bai Wang sambil kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.


Bagaimanapun dia harus segera menyelesaikan tugas yang diamanatkan kepadanya ini bersama Heng Yuan.


Jika hal ini sampai gagal, bukan tidak mungkin jika rencana selanjutnya juga akan mengalami nasib yang serupa.


Meski Bai Wang tidak terlalu paham kenapa Ratu sangat terobsesi terhadap wilayah perbatasan timur tersebut, tapi ini adalah hal yang baik bagi perkembangan karir Bai Wang kedepannya.


Setelah dia bisa membantu mendapatkan wilayan tersebut, tentunya sang Ratu akan melihatnya dan bukan tak mungkin keingginannya untuk bisa menjadi gubernur akan terwujud.


Hal ini juga sedikit banyak akan membuatnya sedikit dihargai dan membuat ibundanya tidak khawatir lagi karena dia tidak bisa menikah karena kelainan seksual yang dideritanya.


Pada saat kepalanya terasa penuh seperti ini, Bai Wang akan pergi ke kediaman Wudao Jia untuk melepaskan penatnya.


Sang pemilik kediaman sudah paham akan keingginan tuan muda kedua Bai tersebut. Anak buah Bai Cheung yang semula curiga atas gerak – gerik Bai Wang pun mulai mengikutinya.


Pada awalnya dia mengira jika Bai Wang pergi ke kediaman Wudao Jia seperti lelaki hidung belang pada umumnya yang memuaskan hasratnya pada wanita yang disewanya.


Tapi tidak dengan Bai Wang, dia melampiaskan hasratnya pada lelaki muda yang tampan dan bertubuh bagus.


Bukan hanya satu pemuda yang melayaninya, namun dua pemuda sekaligus. Suara ******* yang keluar dari dalam kamar yang disewa oleh Bai Wang tersebut membuat bulu kudu anak buah Bai Cheung seketiga berdiri.


Bahkan dia hampir muntah begitu suara erotis tersebut kembali terdengar di indera pendengarannya.


Namun saat dirinya hendak pergi, dia segera menghentikan langkahnya begitu melihat pengeran kedua Song Yu berjalan mendekat kearah ruangan dimana Bai Wang melepaskan hasratnya.


Dengan kasar, pangeran kedua segera mendobrak pintu dan mengusir dua lelaki panggilan tersebut dari ruangan Bai Wang.


“ B******k !!!...bangaimana kamu bisa bersenang – senang disitusi genting seperti ini !!!... ”, maki pangeran Song Yu dengan kedua mata melotot tajam.


Dengan wajah penuh keringat, Bai Wang mulai mulai mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai dan menggunakannya dengan cepat, kemudian bergegas mengikuti pangeran Song Yu keluar ruangan.


Setelah berjalan beberapa langkah, keduanyapun tiba di ruangan yang biasa mereka gunakan. Disana sudah terlihat semua anggota inti sudah berkumpuluntuk mendiskusikan semua permasalahn ini secepatnya.


“ Ingat !!!...kali ini aku tidak mau dengar kata gagal !!!...”, ucap pangeran Song Yu tajam sebelum meninggalkan ruangan.


Anak buah Bai Cheung langsung bergerak pergi untuk memberitahukan informasi tersebut kepada tuannya.


Dia sama sekali tak menyangka, selain mendapatkan tentang rahasia tuan muda kedua Bai dia juga bisa mendapatkan rahasia penting lainnya.


“ Tuan muda harus segera aku beri peringatkan agar bisa bertindak cepat…”, batinnya langsung menghilang.

__ADS_1


__ADS_2