
Diwilayah perbatasan bagian timur Bai Cheung terlihat sangat kesal waktu mendengar kabar yang dikirimkan oleh servant Meilin kepadanya.
“ Bagaimana bisa wanita jahat itu bisa melewati semuanya dengan mulus !!!.... Bahkan dia bisa membersihkan nama baiknya hanya dalam satu kali menghadiri acara perjamuan seperti itu !!!....”, batin Bai Cheung sangat geram.
Bukan ini yang diharapkannya, bahkan selama tiga hari pelayan yang dikirimnya kesana juga tak bisa mendapatkan apapun.
Liam yang juga sudah mendengar jika madam ketiganya itu sudah menjadi pembicaraan seluruh masyarakat ibukota karena kehebatannya membuat roti persik panjang umur yang lebih lezat dari buatan D’Delicious restoran, membuatnya beberapakali terlihat berusaha untuk menelan air liurnya waktu membayangkan roti lezat tersebut ada dihadapannya.
Sebagai seseorang yang pernah merasakan langsung tentang betapa lezatnya masakan madam ketiganya itu tentunya lidah Liam masih bisa mengingat semuanya.
Bahkan disaat dia sedang tidak berselera makan masakan yang ada di kamp, dia akan langsung membayangkan masakan madam ketiga hingga seleranya langsung akan meningkat.
Sementara itu, matriark Bai yang baru saja menemui Fan Shaosheng terlihat sangat letih dan lelah. Dia cukup paham kekecewaan dan kemarahan yang dirasakan oleh seluruh keluarga Fan tersebut.
Bagaimanapun semua ini adalah kesalahan cucunya dan dia harus bisa mempertanggung jawabkan semuanya.
Matriark Bai masih belum tahu siapa yang sudah berani membocorkan aib ini dan menghancurkan nama baik cucu menantu perempuannya itu.
Tapi, untungnya saja cucu menantu perempuannya cukup tenang dan hebat.Hingga dia bisa menutupi rumor buruk ini dan menggantinya dengan prestasi dan kehebatannya dalam memasak.
Meski sangat alot tapi untungnya tetua Fan merupakan orang yang bijak sehingga mereka masih memberikan keluarga Bai kesempatan dan akan terus mengawasi putrinya tersebut dari kejauhan.
Mereka akan bertekad akan mengambil kembali Fan Jianying jika mereka sampai menemukan fakta keluarga Bai kembali menindas putrinya.
Fan Jianying terkejut waktu mendengar jika sang nenek memanggilnya menghadap. Apalagi pelayan senior Yu menyampaikannya sendiri secara langsung dengan wajah sangat serius.
“ Ada apa ini ?...kenapa aku mencium sesuatu yang buruk ?...”, batin Fan Jianying sedikit gelisah.
Tidak menunda waktu lagi diapun segera melangkah menuju kediaman utama untuk bertemu langsung dengan matriark Bai.
Diatas kursinya matriark Bai terlihat memandang kosong kedepan, entah apa yang membuat wanita tua tersebut terlihat memiliki suatu pemikiran yang sangat berat dan pelik.
Senyum lebarnya langsung terkembang diwajahnya begitu melihat gadis muda belia tersebut berjalan mendekat kearahnya.
“ Fan’er…sini duduk dekat nenek…”, ucap matriark Bai hangat seperti biasa.
“ Ada apa nenek ?...kenapa nenek terlihat sedikit murung?...”, tanya Fan Jianying cemas.
Meskipun sikap matriark Bai masih tetap hangat seperti biasanya, tapi melihat sorot matanya yang memancarkan rasa kekhawatiran yang tinggi tentunya ada yang ingin wanita tua itu dibicarakan dengannya.
__ADS_1
“ Istri Cheung, aku sudah mendengar apa yang terjadi kemarin selama perjamuan. Pasti sangat sulit bagimu melewati semuanya. Tapi untungnya kamu adalah gadis yang cerdas dan berhasil mengatasi segala macam tipu daya dan membalikkan keadaan.... ”, ucap matriark Bai bangga.
" Hari ini, ayahandamu datang menemui nenek dan memberikan teguran keras....", matriark Bai berkata dengan raut wajah sendu.
“ Nenek bertemu dengan ayah ?...kapan?...”, tanya Fan Jianying dengan kedua mata terbuka lebar.
Dia sama sekali tak menyangka jika berita tersebut akan cepat menyebar. Apakah mereka terkejut karena dirinya bisa membuat roti yang lezat.
Fan Jianying baru sadar jika dalam perjamuan tersebut ada madam Ronger dan Yihua. Tentunya mereka berdua sudah menceritakan semuanya kepada keluarganya.
“ Mereka pasti sangat syok mengetahui jika Fan Jianying yang bertubuh lemah dan sama sekali tidak pernah masuk kedalam dapur bisa memasak makanan selezat itu…”, batin Fan Jianying gelisah.
Melihat Fan Jianying meremas kedua tangannya dengan gelisah matriark sangat paham jika gadis ini pasti takut akan kemurkaan keluarganya karena telah menyembunyikan aib tersebut dan menderita sendirian dalam diam.
“ Ini semua adalah salah Cheung yang tega meninggalkan istri baiknya ini begitu saja…”, batin matriark Bai geram.
Matriark Bai segera menarik satu tangan Fan Jianying dan mengusap punggung tanggannya dengan lembut, berusaha meredakan kekhawatiran gadis itu.
“ Ini semua bukan salahmu, tapi salah anak nakal itu..Tenang saja, nenek akan menghukumnya dengan tangan nenek sendiri begitu dia pulang…”, ucap matriark Bai geram.
“ Aku sudah menjelaskan semuanya kepada ayahmu. Disini kamu sekarang adalah tanggung jawab keluarga Bai, bagaimanapun juga Cheung sudah menikahimu secara resmi…”, ucap matriark Bai dengan lembut.
Mendengar ucapan matriark Bai, hati Fan Jianying merasa sedikit lega karena yang membuat keluarganya marah adalah karena kepergian suaminya, bukan kecurigaan mereka karena dirinya yang berbeda dan bisa memasak.
Tak lama kemudian pelayan senior Yu datang sambil membawa beberapa buku yang sangat tebal dan menyerahkan kepadanya.
“ Istri Cheung, buka dan lihatlah…”, perintah matriark Bai lembut.
Fan Jianying membuka buku catatan tersebut dengan penuh rasa ingin tahu yang tinggi. Baru saja membuka beberapa lembar, dia sudah mengetahui jika buku yang dipegangnya itu adalah buku catatan keuangan.
“ Impereal Restoran….”, guman Fan Jianying waktu melihat nama tersebut tercetak tebal diatas buku.
Fan Jianying terlihat menyipitkan matanya sambil berpikir kenapa sang nenek menyuruhnya melihat catatan keuangan restoran tersebut.
“ Nenek…ini buku akun untuk “ Impereal Restoran ”….”, ucap Fan Jianying binggung.
Mendengar ucapan gadis belia yang ada dihadapannya, matriark Bai hanya tersenyum sambil mengangguk.
Hal itu tentu saja membuat Fan Jianying semakin binggung dengan tingkah ambigu yang ditunjukkan nenek suaminya itu kepadanya.
__ADS_1
Impereal Restoran sudah berdiri selama lima puluh tahun dan merupakan salah satu mas kawin yang diterima oleh matriark Bai ketika menikah dulu.
Matriark Bia memiliki banyak property pribadi yang menunjang keuangan di keluarga Bai, selain beberapa property milik suaminya yang juga dia kelola.
Dari sekian banyak property yang dimiliki hanya Impereal Restoran saja yang tidak memiliki penghasilan selama puluhan tahun belakang karena tidak dikelola dengan baik.
Melihat Fan Jianying memilki bakat memasak, Impereal Restoran adalah property terbaik yang bisa dia berikan untuk istri Cheung tersebut.
Meski keluarga Bia terkenal kolot akan semua hal, namun dia tidak melarang seorang perempuan untuk berkecimpung dalam dunia bisnis.
Setiap gadis bangsawan yang sudah menikah disini rata – rata memiliki bisnis sebagai salah satu pendapatan pribadi mereka.
Meski dalam keluarga Fan semua itu tak berlaku karena semua kendali pengelolaan rumah tangga berserta asetnya akan langsung dipegang oleh para tetua.
Sedangkan madam Ronger yang saat ini menjadi nyonya tertua hanya bisa mengelolanya saja tanpa mempunyai hak untuk memilikinya.
“ Tampaknya keluarga Bai cukup berpikiran terbuka untuk urusan bisnis. Ini adalah satu langkah yang bagus…”, batin Fan Jianying bahagia.
Bagaimana tidak bahagia, disaat dirinya sedang berpikir akan mendirikan bisnis apa tiba – tiba sang nenek memberikan sebuah restoran.
Sungguh sebuah berkah yang tak terhingga bagi Fan Jianying saat ini. Melihat wajah cucu menantu perempuannya tersebut kembali ceria, matriark Bai tak bisa lagi menyembunyikan rasa gemasnya.
Dengan lembut dicubitnya pipi Fan Jianying yang cubby itu, dan tak lama kemudian keduanya pun tertawa lepas.
Membuat siapa saja yang melihatnya akan ikut bahagia melihat kehangatan dan kecerian dua generasi yang berbeda tersebut.
Keputusan matriark Bai sebenarnya sudah dipikirkan sejak beberapa hari yang lalu ketiga sang cucu meninggalkan istrinya begitu saja tanpa pamit.
Jika ingin memberikan salah satu property keluarga Bai hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru, mengingat semua property tersebut diurus langsung oleh istri Bai Axiang.
Tidak pantas bagi matriark Bai untuk menyentuh property itu. terlebih lagi, ada beberapa toko yang tidak banyak menghasilkan uang sehingga madam Chou harus bekerja lebih keras untuk mengelolanya hingga semuanya bisa terkendali seperti sekarang.
Jadi, setelah memikirkannya dalam – dalam akhirnya matriark Bai pun memutuskan untuk memberikan sesuatu yang merupakan asset pribadinya.
Dan kebetulan Impereal Restoran adalah pilih yang dianggap tepat karena sesuai dengan bakat dan minat dari istri Cheung tersebut.
“ Fan ‘er…mulai sekarang kamu bisa mengelola Impereal Restoran dengan baik…”, ucap matriark Bai sambil tersenyum hangat.
“ Tapi satu pesan nenek, kamu harus tetap menjadikan Impereal Restoran sebagai restoran, bukan yang lain…”, ucap matriark Bai berpesan.
__ADS_1
“ Tentu saja nenek !!!...aku akan selalu mengingat pesan nenek dan berusaha sebaik mungkin…”, ucap Fan Jianying dengan kedua bola mata berbinar.
Diapun segera memeluk wanita tua tersebut dengan erat. Fan Jianying sama sekali tidak menyangka jika dia akan mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan didunia asing yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan itu.