CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
PEMIKIRAN YANG MENDALAM


__ADS_3

Setelah kepulangannya dari kediaman Bai, Fan Nuan mengunci dirinya didalam kamar dan berpesan kepada pelayannya agar tidak ada seorangpun yang menganggunya.


Jika sudah seperti ini biasanya nona ketiga Fan tersebut pasti sedang merencanakan sesuatu yang besar sehingga membutuhkan konsentrasi yang tinggi.


Fan Nuan terus saja menggabungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya dengan cermat hingga dia mendapatkan sebuah kesimpulan yang membuatnya tercengang.


“ Ternyata aku selama ini terlalu meremehkanmu, kakak…..”, guman Fan Nuan tersenyum licik.


Dia akhirnya menyadari jika semua kegagalan yang terjadi dalam rencana Ratu Qinly adalah ulah kakak tirinya, Fan Jianying.


Fan Nuan kembali melihat coretan demi coretan yang telah dibuatnya. Semua peristiwa ini berlangsung pada saat kakaknya menjalani perawatan di pegunungan Weixi.


“ Bagaimana mungkin suatu kebetulan seperti sudah terencana dengan rapi seperti ini….”, guman Fan Nuan penuh kecurigaan.


Fan Nuan pun kembali mengingat kunjungannya bersama sang ayah ke paviliun Huangwei untuk melihat kondisi sang kakak.


Pada saat itu, bukan hanya dirinya yang merasa curiga dengan sosok gadis yang terbaring lemas tak berdaya diatas ranjang yang diklaim sebagai Fan Jianying.


Sang ayah juga merasakan hal yang sama. Namun keduanya berhasil diyakinkan oleh tabib Shilin yang pada saat itu menjaga Fan Jianying hingga keduanya akhirnya menepis semua kecurigaan yang muncul dihati masing – masing.


Fan Nuan terlihat berpikir keras untuk mengungkap satu persatu teka – teki yang selama ini membayangi langkahnya untuk bisa memuluskan semua rencana yang telah dibuat oleh Ratu Qinly.


“ Jadi seperti itu cara kerja mereka…..”, guman Fan Nuan miris.


“ Ternyata semua sudah diatur dengan baik….”, Fan Nuan kembali berguman setelah mendapatkan kesimpulan apa yang ada dalam pikirannya.


Meski begitu, Fan Nuan masih belum bisa mempercayai sepenuhnya jika kakaknya yang lemah dan bodoh tersebut bisa berubah seratus delapan puluh derajat setelah menikah dan masuk menjadi menantu keluarga Bai.


“ Kurasa, aku harus secepatnya memperingatkan Ratu. Keluarga Bai ini terlalu banyak menyimpan rahasia dan bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan…”, guman Fan Nuan sambil mengetuk – ngetukkan jemarinya diatas meja dengan wajah serius.


Meski sang kakak memiliki andil dalam kegagalan demi kegagalan dalam setiap rencana yang ada.


Namun fan Nuan masih merasa curiga jika ada orang yang cukup bekerja keras dibalik semua kegagalan tersebut, selain kaisar Huang yang tentunya dijadikan pelindungbagi sang kakak selama melakukan perbuatan tersebut.


Fan Nuan merasa kecolongan, bukan hanya tak menyadari jika sang kakak bisa memiliki andil besar dalam semua rencana yang ada.

__ADS_1


Namun Bai Cheung, putra ketiga keluarga Bai ini sama sekali tak masuk dalam perhitungannya karena sosoknya yang tak terlalu menonjol jika dibandingkena kedua kakaknya, Bai Axiang dan Bai Wang.


Bahkan Bai Cheung terkesan acuh dengan kekuasaan dan sama sekali tak memiliki ambisi apapun hingga membuat tuan muda ketiga Bai ini sama sekali tidak pernah dilirik.


Tapi, dibalik semua itu ternyata dia memiliki ambisi yang besar hingga semua orang tak menyadari jika tuan muda Bai tersebut adalah salah satu pendukung kuat putra mahkota Qin Shi Huang untuk menduduki tahta.


“ Kirim ini keistana !!!....”, ucap Fan Nuan dengan nada dingin dan rendah.


Sekejap mata, pengawal bayangan milik Fan Nuan sudah menghilang untuk menyampaikan pesan majikannya tersebut kepada Ratu Qinly.


Hira yang merasa sudah mendapatkan hal penting, bergegas pergi untuk melaporkan semuanya kepada Fan Jianying.


Begitu mendengar semua laporan yang diberikan oleh Hira, Fan Jianying hanya bisa tersenyum tipis.


“ Sesuai prediksi…..”, guman Fan Jianying lirih.


“ Terus awasi. Aku ingin tahu adik kecilku ini bisa melangkah sampai sejauh mana….”, ucap Fan Jianying sambil memainkan gelas yang ada ditangannya dengan santai.


Begitu melihat tuan ketiga Bai datang mendekat, Hira buru – buru melangkah mundur dan kembali ke kediaman Fan untuk mengawasi pergerakan Fan Nuan.


Dengan lembut, Bai Cheung segera mengantar sang istri masuk kedalam kamar untuk beristirahat.


“ Suamiku tidak perlu khawatir. Aku dan calon anakmu ini baik – baik saja….”, ucap Fan Jianying sambil bergelayut manja dilengan sang suami.


Entah kenapa, sejak hamil Fan Jianying menjadi lebih manja kepada suaminya. Tentu saja hal itu membuat Bai Cheung senang karena jika dalam kondisi normal istrinya tak akan mungkin bertingkah seperti itu dihadapannya.


Keduanya pun mulai melakukan perbincangan ringan yang sudah rutin mereka lakukan sebelum tidur. Suatu rutinitas yang selalu pasangan suami istri ini lakukan semenjak Fan Jianying hamil.


Selain bisa membuat hubungan keduanya semakin dekat dan mesra, komunikasi  yang terjadi pun bisa meminimkan kesalahpahaman yang mungkin timbul dalam hubungan keduanya.


“ Suamiku…bagaimana menurutmu jika kita tinggal didalam istana ?....”, Fan Jianying terlihat mulai masuk kedalam topic senstitif tersebut.


Sesuai dugaan, raut wajah Bai Cheung langsung menggelap usai Fan Jianying menanyakan hal tersebut karena merasa cemburu dengan putra mahkota Qin Shi Huang.


Fan Jianying yang tak ingin suaminya merasa jika dia masuk kedalam istana karena ajakan sang kakak, terlihat mulai berusaha untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


“ Suami tahu kan jika kondisi ayahanda kaisar tak begitu sehat akhir – akhir ini. Dan pergerakan yang dibuat Ratu Qinly pun semakin bertambah berani. Setidaknya jika aku ada didalam istana, ayahanda kaisar bisa sedikit lebih tenang dan ada seseorang yang bisa dia ajak untuk bertukar pikiran….”, Fan Jianying berusaha untuk menjelaskan alasan kenapa dia harus masuk kedalam istana.


Bai Cheung terlihat beberapa kali mengambil nafas panjang sambil memejamkan kedua matanya.


“ Suamiku tidak sedang cemburu kan ?....aku melakukan semua ini demi ayahanda, bukan karena kakak…. ”, ucap Fan Jianying memberi pengertian.


Melihat suaminya masih menutup kedua matanya tanpa bergeming sedikitpun, Fan Jianying pun berusaha untuk memberi pengertian lagi saar suaminya merasa lebih tenang.


Untuk itu, Fan Jianying pun mulai menceritakan sebuah rahasia kenapa ayahanda kaisar Huang bisa menjadi lemah seperti sekarang ini.


“ Jadi, kristal kehidupan yang ada dalam dirimu sekarang masuk kedalam tubuh calon anak kita ?...”, Bai Cheung terlihat sedikit syok mengetahui fakta tersebut.


Jika semua yang diucapkan oleh istrinya itu sebuah kebenaran, maka istana dalam kondisi tidak aman sekarang.


Apalagi dia dapat kabar jika pasukan Yunyi, pasukan rahasia milik Ratu Qinly sudah bergerak menuju ibukota dan diperkirakan akan tiba satu minggu lagi.


Meski pada awalnya pasukan Yunyi hanya bersiap saja diluar ibukota hingga ada instruksi selanjutnya, tapi setelah mereka tahu jika kaisar Huang sedang dalam kondisi lemah mereka pasti akan segera menyerang istana.


“ Lalu, siapa saja yang mengetahui mengenai kondisi ayahanda kaisar ini ?....”, tanya Bai Cheung cemas.


“ Aku rasa hanya tabib pribadi ayahanda saja yang tahu. Ibu dan kakak juga sepertinya tak tahu mengenai masalah ini….”, ucap Fan Jianying lirih.


“ Kuharap, Ratu Qinly juga tak menyadari hal ini. Jika tidak, nyawa ayahanda kaisar dalam bahaya sekarang….”, Fan Jianyig berucap dengan raut wajah sedih


Melihat istrinya mulai bersedih hati,Bai Cheungpun segera mendekap tubuh istrinya dari samping, menyandarkan kepalanya dan membelai rambut hitam panjang  Fan Jianying dengan lembut dan penuh kasih sayang.


“ Istriku jangan bersedih hati. Besok pagi aku akan coba mendiskusikan masalah ini dengan ayahanda kaisar…..”, ucap Bai Cheung lembut.


Setelah menarik nafas dalam beberapa kali, Bai Cheungpun mulai menyampaikan semua pemikiran yang ada dalam benaknya.


“ Jika kamu masuk kedalam istana, maka identitasmu  yang sebenarnya harus diumumkan. Dan hal itu tentunya akan menimbulkan gejolak yang cukup besar didalam istana….”, ucap Bai Cheung lirih namun perkataannya sarat akan kekhawatiran yang sangat dalam.


Bai Cheung sama sekali tak menyangka jika dia akan menjadi pelindung dua orang hebat sekaligus dalam hidupnya.


Kekuatan besar yang dimiliki oleh istrinya saja sudah membuatnya ketar – ketir akan banyak menarik perhatian orang jika mereka tahu.

__ADS_1


Sekarang ditambah lagi, calon anak yang masih ada dalam kandungan ternyata mewarisi kekuatan sang ibu.


“ Tampaknya aku harus menerima saran nenek untuk mendalami kekuatan rahasia milik keluarga Bai….”, batin Bai Cheung medesah pasrah.


__ADS_2