CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
MENEMBUS TINGKAT LANGIT


__ADS_3

Fan Jianying yang masih berada didalam hutan kematian terlihat sibuk mengumpulkan bahan – bahan obat yang sangat langkah disana.


Diapun mulai mengambil sebanyak mungkin bahan obat langkah tersebut sebagai bahan persediaan di cincin ruangnya.


Bahkan ada beberapa tanaman obat yang sangat langkah dia tanam kedalam pot - pot kecil dan menaruhnya dalam cincin ruang untuk dikembang biakkan.


Dalam kesempatan senggang itu dia juga menyempatkan diri untuk mengolah semua bahan obat yang telah didapatkannya menjadi pil –pil berkualitas tinggi.


Tampaknya keberuntungan berpihak kepadanya, selain menemukan bahan - bahan obat yang langkah, dia juga mendapatkan bunga Kristal yang legendaries.


Konon bunga kristal es yang dimilikinya itu hanya akan tumbuh satu setiap sepuluh tahun sekali. Selain sebagai penawar racun es, bunga tersebut juga dapat digunakan untuk menawarkan berbagai macam racun bahkan  yang mematikan sekaligus.


Dan hari ini, Fan Jianying tanpa sengaja menemukannya di tepi jurang kematian waktu sedang berburu tanaman obat disana.


“ Aku sungguh beruntung sekali hari ini. selain mendapatkan banyak tanaman obat langkah, aku juga bisa mendapatkan bunga kristal es yang sangat langkah ini….”, guman Fan Jianying bahagia.


Karena rapuh, bunga tersebut langsung dia masukkan kedalam tolpes kaca dan dibekukan agar awet dan langsung dimasukkan kedalam cincin ruangnya.


Selain tanaman obat, Fan Jianying  juga mendapatkan beberapa tanaman yang memiliki tingkat racun cukup tinggi yang bisa diolah menjadi bahan pembuatan racun di laboratoriumnya.


Fan Jianyingpun memotong tumbuhan beracun tersebut dengan sangat hati - hati, karena jika sedikit saja menyentuh kulit maka akan fatal akibatnya.


Selain aneka tumbuhan, gadis belia itu juga mendapatkan beberapa hewan yang cukup langkah dan berbisa sebagai bahan racun yang akan dia gunakan  sebagai persediaan.


Fan Jianying yang sudah lelah segera kembali kedalam gua untuk memasak makanan. Tak lupa dia juga memberikan pil berkualitas tinggi sebagai camilan Gao dan Huma, karena mana yang ada di hutan kematian sudah cukup untuk makanan seehari - hari mereka.


Tentu saja Gao dan Huma sangat senang mendapatkan pil - pil tingkat lima yang berkualitas tersebut sebagai camilannya.


Karena pil - pil tersebut rasanya sangat enak dan selama ini mereka belum pernah merasakan pil berkualitas sebaik itu dari para kultivator yang bisa masuk kedalam hutan kematian.


Setelah menyelesaikan makanannya dan mengobrol sebentar bersama Gao dn Huma, Fan Jianying yang sudah kelihatan lelah mulai merebahkan diri diatas kasur lipat yang dikeluarkannya dalam cincin ruangnya untuk beristirahat.


Pada saat tidur, Fan Jianying kembali bermimpi bertemu dengan Ratu Elisabeth yang bereirkanasi kedalam dirinya dan mengatakan agar dia segera meningkatkan kekuatannya hingga level surgawi dan segera keluar dari hutan kematian untuk mencari Kristal kehidupan.


Fan Jianying bangun dari tidurnya dalam keadaan linglung. Dia sadar, cepat atau lambat dia harus meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya.


Jika tidak ingin kesulitan dalam perjalanan mencari Kristal kehidupan diluar sana. Tentunya, Fan Jiaying akan menghadapi musuh yang lebih kuat darinya.


Untuk itu dia harus secepatnya sampai pada level Surgawi agar dia bisa melalui perjalanan dalam pencarian Kristal kehidupan dengan lebih mudah.


Setelah seluruh nyawanya terkumpul, Fan Jianying segera duduk bersila di tengah lingkaran yang ada didalam gua dan berkultivasi.


Baru sekitar lima menit dia berkultivasi, tubuh Fan Jianying terlihat bersinar. Gao dan Huma yang berjaga didepan gua terlihat menatap cemas kearah air terjun.


Jderrrr…..

__ADS_1


Kilat pertama yang mengenai tubuh Fan Jianying, membuat gadis itu meringgis kesakitan menahan semua tulang tubuhnya yang terasa hancur lebur.


Namun semua itu masih bisa ditahannya, sambil meringis menahan semua rasa sakit waktu tulang dalam tubuhnya mulai tumbuh dan menyatu kembali, Fan Jianying tetap menutup mata dan fokus pada kekuatan tubuhnya. hingga kilat kedua datang menyambar.


Jderrrr….. Jderrrr…..


Kilat kedua  langsung datang menyambar begitu tubuh Fan Jianying normal kembali dengan sangat keras dan membuat seluruh tubuhnya seperti kehilangan roh.


Namun, kilat kedua ini juga masih bisa ditahan oleh Fan Jianying hingga tubuhnya terasa seperti semula dan kilat terakhir yang paling menyakitkan datang.


Jderrrr….. Jderrrr….. Jderrrr…..


Kilat ketiga yang datang menyambar tubuh Fan Jianying langsung membuat tubuh gadis belia itu sedikit oleng, bahkan memuntahkan seteguk darah.


Dengan sekuat tenaga Fan Jianying  berusaha untuk bertahan agar berjuangannya menghadapi petir pertama dan kedua yang sangat menyakitkan tidak sia – sia.


Fan Jianying terus berkonsentrasi dan meningkatkan kekuatan tubuhnya hingga semua semuanya kembali seperti sedia kala.


Dengan peluh membasahi tubuhnya, Fan Jianying berusaha untuk tidak tumbang. Sinar merah yang hangat mulai keluar dari tubuhnya.


Memulihkan semua kerusakan akibat sambaran petir ketiga yang super dasyat memporak porandakan sistem tubuhnya.


Fan Jianying yang mampu bertahan dalam tiga kali serangan petir yang diberikan dewa langit membuat Gao dan Huma bahagia.


Huma terlihat sangat lega waktu melihat Fan Jianying dalam keadaan baik – baik saja dan sedang duduk menikmati semangkuk mie diatas kasur lipatnya.


“ Kalian mau ?...”, tanya Fan Jianying menawarkan.


Mereka berdua yang mengetahui jika Ratu mereka hanya berbasa – basi karena sangat tahu jika keduanya tidak mungkin bisa memakan mie rebus seperti manusia memberikan senyuman masam.


Melihat hal itu, bukannya merasa bersalah Fan Jianying malah terlihat santai menghabiskan satu mangkok besar mie yang ada dihadapannya.


“ Aku tak menyangka, terserang petir  bisa membuatku sangat lapar…”, batin  Fan Jianying bermonolog.


Semua orang yang melihat ada kilatan petir yang menyambar turun ke  gunuhg Fujiwa merasakan firasat jika akan ada hal besar yang akan terjadi setelah ini.


“ Apakah itu dia ?...”, tanya jenderal besar Tian saat melihat petir yang beberapa kali menyambar dan turun ke gunung Fujiwa.


“ Sepertinya madam ketiga Bai sudah berhasil mencapai tingkat langit…”, guman Bingwen menimpali.


“ Sebenarnya siapa madam ketiga Bai ini ?...jika kaisar Huang dan putra mahkota Qin Shi Huang begitu perhatian, sepertinya dia bukan orang biasa…”, tanya jenderal besar Tian penuh selidik.


“ Entahlah…kami hanya menjalankan tugas. Tapi setelah bersama beberapa hari dengannya, aku rasa semua rumor yang beredar itu tidak benar. Sayang sekali Bai Cheung mencampakkan istri sebaik dan berbakat seperti itu…”, Bingwen kembali berguman dengan pelan, namun masih bisa didengar oleh jenderal besar Tian.


Sementara itu, Bai Cheung yang tidak sadarkan diri arwahnya mengembara kemana – mana. Dia bisa mendengar semua percakapan yang dilakukan oleh jenderal besar Tian dan Bingwen tanpa mereka sadari keberadaannya.

__ADS_1


Dia juga bisa melihat tadi dilangit ada kilat yang sangat terang yang turun ke gunung Fujiwa yang dia yakini sinar tersebut jatuh tepat dimana hutan kematian berada.


Bukan hanya pembicaraan jenderal besar Tain dan Bingwen yang bisa dia dengar dan ketahui. Namun semua pembicaraan semua orang, termasuk perbincangan antara Hira dan Liam didalam tendanya juga bisa dia dengar.


“ Kenapa semua kejadian yang kualami dimasa lalu tidak sama dengan kehidupan saat ini. Bukankah aku hidup kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya....", batin Bai Cheung semakin binggung


" Jika benar apa yang semua orang katakan, maka aku akan sangat berdosa karena telah menyakiti hati istriku cukup dalam…”, batin Bai Cheung sedih.


Bai Cheungpun terbang dengan lunglai kembali kedalam tendanya. Dia menatap tubuhnya yang terbaring kaku dengan perban hampir menutupi seluruh tubuhnya dengan wajah sedih.


Diapun kembali mencoba untuk masuk kedalam tubuhnya tapi tidak bisa. Sekeras apapun dia berusaha, seperti ada tembok yang menghalangi arwahnya untuk kembali menyatu dengn tubuhnya namun dia tak tahu apa itu.


Tanpa Bai Cheung ketahui, penancapan belati di punggung, dada, dan kaki sebelah kanan bukan tanpa sebab dan hanya untuk memasukkan racun saja.


Tapi itu adalah formasi yang digunakan oleh Heng Yuan setelah racun bereaksi maka arwah akan otomatis keluar dari tubuh, namun korban tidak mati.


Hanya denyut nadinya saja yang lemah. Jika segel yang dibuat oleh Heng Yuan tidak bisa dilepas maka akan selamanya Bai Cheung akan menjadi kembang amben, atau bahasa kerennya mengalami koma, mati tidak hidup juga tidak.


Heng Yuan yang mendapatkan kabar jika Fan Jianying menderita penyakit seperti yang diderita oleh Ratu Shua, ingin Bai Cheung juga menderita dan mengalami rasa sakit seperti yang dialami oleh gadis yang snagat dicintainya itu.


“ Apa ini karma karena aku telah membalas dendam pada orang yang salah dan menyakiti hati istriku begitu dalam….”, batin Bai Cheung merenung.


Tak lama kemudian Hira dan Liam masuk kedalam tenda tempat Bai Cheung dirawat sambil berbincang. Dan topik yang diperbincangkan oleh keduanya membuat Bai Cheung syok.


Dia kemudian kembali mengingat perkataan Heng Yuan selama bertempur dengannya yang mengatakan jika dia telah menyebabkan Fan Jianying sakit dan mati.


“ Jadi dia membuat alasan sakit agar bisa keluar kediaman dengan bantuan tabib Shilin, putra mahkota Qin Shi Huang dan kaisar Huang…”


“ Lalu apa hubungan istriku dengan ketiganya hingga mereka bisa sedekat itu…”


“ Apa tujuan dia masuk kedalam hutan kematian ?...”


“ Dan tadi jenderal besar Tian mengatakan jika istriku berhasil menembus tingkat langit ?...”


“ Berapa banyak rahasia istriku yang masih belum aku ketahui …”


“ Kenapa semakin kesini ceritanya jadi semakin berbeda…”


Batin Bai Cheung gelisah.


Dia yang pada awalnya bertekad membalas dendam dan memperbaiki semuanya malah terlihat konyol karena menyakiti gadis yang tidak tahu apa – apa hanya karena ingatan kehidupan masa lalunya yang kelam.


“ Aku ini hidup kembali merupakan berkah atau musibah. Kenapa baik dahulu maupun sekarang, aku tetap melakukan kesalahan yang membuat hidupku menderita…”, batin Bai Cheung penuh dengan tekanan.


Saat ini hanya satu harapannya, ada seseorang yang bisa menolongnya hingga dia bisa menebus semua kesalahan yang telah diperbuatnya sebelum terlambat.

__ADS_1


__ADS_2