CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
Bab 34. penjelasan Ayah


__ADS_3

Damian memanfaatkan cedera tangannya untuk bisa lebih dekat dengan Vera. Terutama di rumah. Vera dengan telaten merawat Damian. Bahkan dia tidak peduli dengan teguran dari sang ayah. Vera beranggapan bahwa Vera yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi pada Damian.


Pak Anto tidak bisa berbuat apa-apa, karena Vera tetap dengan gigih merawat Damian. Hal itu kemudian membuat pak Anto secara pribadi berdiskusi dengan Vera.


"Vera, apa kamu lupa dengan janjimu sebelum bekerja?" tanya sang ayah berusaha mengingatkan Vera.


"Ayah, Vera saat menerima keinginan Ayah, karena terpaksa. Vera tidak memiliki pilihan selain menerima permintaan Ayah untuk mau menikah karena saat itu Vera belum menyukai seseorang," jawab Vera berusaha membuat ayahnya mengerti.


"Apa maksudmu, saat ini kamu sudah memiliki orang yang kamu cintai?" tanya pak Anto penasaran.


"Vera baru menyadarinya kemarin, Ayah," jawab Vera agak ragu.


"Siapa? Katakan pada ayah."


"Emm, Pak Damian," jawab Vera pelan.

__ADS_1


"Apa, pak Damian? Vera, apa tidak ada laki-laki lain, kenapa harus dia?" tanya pak Anto sedih.


"Ayah, Vera tidak bisa menentukan kepada Vera akan jatuh cinta. Awalnya, Vera juga tidak yakin, kalau pak Damian sangat berarti dalam hidup Vera. Kemarin, saat dia terluka, Vera sangat khawatir. Vera takut, karena saat dia terluka, Vera sepertinya juga ikut terluka. Pak Damian, rela mengorbankan dirinya demi Vera. Karena tanpa Vera sadari, dialah yang selalu ada untuk Vera di saat Vera terluka. Dia membuat Vera bisa melupakan kesedihan Vera saat berada di dekatnya. Ayah, izinkan Vera sekali lagi mencoba, meraih impian cinta Vera yang tertunda," ucap Vera panjang lebar.


"Vera, kamu tahu siapa Damian. Perbedaan kasta yang terlalu jauh diantara kalian, tidak bisa begitu saja diabaikan. Ayah hanya tidak ingin, kamu terluka untuk kedua kalinya," ucap pak Anto dengan suara bergetar.


"Vera tahu kekhawatiran Ayah. Tapi izinkan Vera, meyakinkan hati Vera dengan pilihan Vera, terlepas apakah dia mencintai Vera atau tidak," ucap Vera sambil menghela napas.


"Jika begitu, ayah harus bagaimana menghadapi Doni?" tanya Pak Anto.


"Ayah, tolonglah. Batalkan rencana menjodohkan Vera dengan Doni. Saat ini, Vera ingin fokus merawat Pak Damian," pinta Vera.


Pak Anto mulai bercerita, bahwa permintaannya beberapa waktu lalu untuk meminta Vera mau menikah dengan Doni, hanyalah siasat saja. Sebenarnya, ayahnya tahu jika Damian mencintai Vera dan bahkan sudah membuatkan sebuah tanda cinta berupa pembuatan yayasan atas nama Vera Cantika. Pak Anto hanya ingin membuat Vera tidak akan tertarik pada Damian dan sebaliknya.


Mendengar perkataan sang ayah, Vera sangat kaget. Bagaimana mungkin ayahnya tahu banyak tentang Damian sedangkan dirinya saja tidak atau apa-apa. Ayahnya tahu sendiri dari Damian yang dengan jujur meminta restu, tetapi ayahnya menolak.

__ADS_1


Vera menjadi bingung setelah tahu jika Damian mencintainya. Apa yang akan dia lakukan? Bagaimana dia akan bersikap, haruskah dia pura-pura tidak tahu?


Meskipun tangan Damian terluka, tidak menjadi halangan mereka untuk tetap melakukan jadwal kunjungan ke beberapa sekolah. Akan tetapi kali ini, mereka naik sepeda motor. Karena Vera tidak bisa menyetir maka dia memilih naik sepeda motor sehingga Damian bisa duduk di belakang.


Sepanjang perjalanan, Damian tampak lebih banyak tersenyum dan lebih banyak berbicara pada Vera. Seolah dia sudah memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Hal ini terjadi karena, tanpa diketahui Vera, Damian sudah mendengar semua pembicaraan Vera dan ayahnya. Damian tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melamar Vera.


Sebagai seorang laki-laki, tentu saja Damian ingin yang pertama menyatakan cinta pada Vera. Tetapi saat ini, Vera masih fokus pada tugasnya. Ada pergolakan batin pada diri Damian, antara ingin segera menyatakan cinta atau menunggu hingga tahun ajaran baru sehingga tugas Vera selesai.


Akan tetapi, gejolak cinta yang sudah tahu pasti malah membuatnya tidak sabar lagi menunggu. Hari ini, Damian mengajak Vera pergi ke tempat wisata yang dulu pernah dia kunjungi bersama Vera dan ibunya. Di sana, Damian sudah menyiapkan kejutan untuk Vera.


"Untuk apa kita ke sini?" tanya Vera sambil menatap Damian.


"Duduklah. Kita santai sejenak di sini. Aku ingin menyanyikan lagu untukmu," ucap Damian lalu pergi mengambil gitar yang sudah dipersiapkan oleh orang suruhan Damian.


Damian duduk disamping Vera dan mulai menyanyikan sebuah lagu cinta. Awalnya Vera tampak bingung dan tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Damian. Tetapi, lama kelamaan, Vera mulai menyadari jika Damian melakukan semua itu untuknya.

__ADS_1


Vera tampak tersenyum malu dan menikmati lagu yang dinyanyikan Damian. Sampai, saat Damian tiba-tiba memberi setangkai bunga mawar pada Vera. Vera cukup terkejut dengan semua itu. Vera tidak menyangka jika Damian akhirnya mengucapkan cinta padanya.


Bersambung


__ADS_2