CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KUNJUNGAN PUTRI WEI XIEUN


__ADS_3

Begitu  buah tangan yang akan diberikan kepada adiknya sudah siap, putri Wei Xieun pun segera keluar dari istana setelah mendapatkan ijin dari kaisar Huang.


Sepanjang jalan menuju kediaman Bai, tak henti – hentinya senyum manis terpancar diwajah putri Wei Xieun.


Dikepalanya saat ini banyak hal yang ingin dia perbincangkan dan bahas dengan  Fan Jianying.


Putri Wei Xieun yang sudah lama ingin memiliki saudara perempuan sudah memiliki berbagai macam rencana yang akan dilakukannya dengan sang adik.


Dan hal itu akan dia utarakan langsung begitu tiba dikediaman keluarga Bai saat bertemu dengan Fan Jianying selain membahas masalah pesta ulang tahunnya.


Begitu kereta tiba didepan pintu gerbang kediaman Bai, semua orang terkejut mendapati kunjungan dari putri Wei Xieun yang terbilang cukup mendadak dan tanpa memberitahuan.


" Tuan putri Wei Xieun ingin bertemu dengan madam muda ketiga Bai....", ucap salah satu pelayan Wei Xieun kepada penjaga gerbang kediaman keluarga Bai.


" Madam muda ketiga sedang tidak ada di tempat. Jika berkenan, putri bisa menyusul ke Impereal Restoran....", ucap penjaga gerbang tersebut sopan.


Pelayan tersebut segera memberitahukan informasi yang baru saja didapatkan kepada junjungannya. Putri Wei Xieun yang sudah terlanjur berada di kediaman Bai akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan matriark Bai saja.


Karena jika dia akan menyusul ke Impereal Restoran akan memakan waktu dan dia juga disana tidak bisa berbicara dengan lugas karena pasti Fan Jianying akan sibuk mengarahkan anak buahnya.


Penjaga gerbangpun segera memberitahukan kedatangan putri Wei Xieun kepada matriark Bai dan salah satu pelayan mengantar adik pangeran Wei Jie tersebut masuk kedalam.


Meski putri Wei Xieun sering datang ke kediaman Bai, tapi dia tak pernah datang sendiri. Biasanya dia akan datang dengan kakaknya, pangeran Wei Jie.


Dan itu juga jika tuan muda ketiga Bai ada di kediaman. Namun saat ini tuan muda ketiga bai tersebut sedang ke pengadilan istana.


Sedangkan madam muda ketiga Bai yang ingin putri temui juga sedang melakukan rutinitas paginya bersama Dayu dan servant Meilin  ke Impereal Restoran.


Matriark Bai tak bisa menyembunyikan keterkejutannya waktu diberitahu jika putri Wei Xieun datang untuk bertemu dengannya.


“ Ada masalah apa hingga putri Wei Xieun datang sepagi ini ?....”, batin matriak Bai penasaran.


Matriark Bai bergegas menuju ruang tamu untuk menyambut kedatangan putri Wei Xieun sekaligus menuntaskan rasa penasaran dalam hatinya kenapa putri kaisar Huang tersebut datang untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


Di ruang tamu, dapat matriark Bai lihat jika gadis cantik tersebut duduk tegap dikursi sambil menikmati pemandangan bunga yang tampak dari jendela ruang tamu yang langsung menghadap ke taman.


“ Anda pasti terkejut karena saya datang ke kediaman Bai tanpa pemberitahuan….”, ucap putri Wei Xieun lemah lembut begitu matriark Bai ada dihadapannya.


“ Saya justru sangat terhormat mendapatkan kunjungan dari putri Wei Xieun seperti ini…”, ucap matriark Bai ramah.


“ Kira – kira hal penting apa yang membawa putri berkunjung sepagi ini ke kediaman Bai ?...”, matriark Bai tak sanggup lagi menahan rasa penasaran dalam hatinya.


“ Apa saya bisa bicara empat mata dengan anda ?....”, ucap putri Wei Xieun datar.


Matriark Bai pun segera melambaikan tangan dan menyuruh semua orang untuk keluar dan meninggalkannya berdua dengan putri Wei Xieun.


Tubuh matriark Bai sedikit tegang waktu melihat raut wajah putri Wei Xieun mulai serius. Banyak hal yang ada dikepala matriark Bai saat ini.


Sejak cucu keduanya Bai Wang dipenjara karena kasus penggelapan dana pajak, matriark Bai langsung waspada begitu ada pihak dari istana datang.


Kecurigaan matriark Bai bukan tanpa alasan. Putri Wei Xieun bahkan menyuruh pelayan pribadinya untuk keluar hingga hanya menyisakan mereka berdua.


Melihat fakta tersebut matriark Bai yang sudah banyak makan asam garam kehidupan tentunya sangat tahu jika permasalahan yang akan dibasahas putri Wei Xieun pasti sangatlah penting.


Mendengar jaminan yang diberikan oleh matriark Bai hati putri Wei Xieun merasa sangat lega dan diapun mulai menyampaikan tujuan kedatangannya ke kediaman Bai hari ini.


“ Seminggu lagi Fan’er akan berulang tahun. Dan saya berniat untuk merayakan ulang tahun adik saya disini karena tidak mungkin baginya untuk merayakan ulang tahun di istana saat ini….”, ucap putri Wei Xieun berkeluh kesah.


“ Tunggu !!!…"


"  Apa yang dia barusan bilang, adik ?..."


"  Siapa adiknya ?..."


"  Tadi dia bilang akan merayakan ulang tahun Fan'er..."


"  Apakah Fan'er adiknya ? ...”

__ADS_1


"  Bagaimana bisa ?...."


   batin matriark Bai tercengang.


Melihat ekspresi keterkejutan dari matriark Bai, putri Wei Xieun baru menyadari jika dia keceplosan menyebut Fan Jianying sebagai adiknya.


Dia tidak mungkin untuk menarik kembali kata – katanya karena sangat tahu jika matriark Bai tersebut sangat cerdas dan peka terhadap situasi yang ada.


Tak ingin malu dan membuat masalah maka putri Wei Xieun pun akhirnya mengeluarkan peringatan keras kepada matriark Bai.


“ Fan Jianying adalah adik kandung saya dan saya harap anda tidak akan pernah membicarakan hal ini kepada orang lain. Jika tidak, maka ayahanda kaisar yang akan turun tangan sendiri…”, ucap putri Wei Xieun penuh ancaman.


Kedua mata matriark Bai langsung melotot sempurna dengan tubuh membeku mendapati semua fakta tersebut.


Ucapan tabib Shilin tempo hari yang mengatakan jika kaisar Huang mengirim pasukan bayangan miliknya untuk mengantar Fan Jianying menuju pegunungan Weixi untuk menjalani pengobatan sempat membuat matriark Bai memiliki tanda tanya besar dalam kepalanya.


“ Sedekat apa hubungan antara Fan Jianying dengan kaisar Huang ?....”, hal itulah yang terus menganggu benaknya hingga fakta yang dia dapat hari ini menjawab semuanya.


Meski Fan Shaosheng cukup dekat dengan kaisar Huang, tapi hal itu tak menjamin Fan Jianying juga dekat dengan penguasa negara Huangsahan tersebut.


Apalagi selama hidupnya Fan Jianying baru menginjakkan kakinya di istana pada saat mendapat undangan dari permaisuri Wei satu tahun yang lalu.


Bahkan sikap putra mahkota Qin Shi Huang yang baik hati memperbolehkan Fan Jianying mendapatkan perawatan di vila tempat mendiang Ratu Shua tinggal sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir disana juga terasa menganjal dihati matriark Bai.


Melihat putri Wei Xieun tak ingin membahas hal tersebut lebih lanjut maka matriark Bai pun segera mengalihkan pada topik perayaan ulang tahun Fan Jianying yang akan dilaksanakan seminggu lagi tersebut.


Dengan penuh semangat, putri Wei Xieun pun mengeluarkan semua ide yang sedari tadi bercokol dikepalanya.


Karena Fan Jianying tak ada ditempat maka diapun membahas semuanya dan meminta tetua Bai tersebut untuk membantu memeriahkan acara tersebut.


Dalam perayaan ulang tahunnya yang kelima belas tahun itu, putri Wei Xieun ingin memasukkan Fan Jianying dalam lingkaran wanita bangsawan yang ada di ibukota.


Setidaknya, sebelum nanti adiknya benar - benar memasuki istana dia sudah tidak canggung lagi menghadapi lingkungan social yang sarat akan kepalsuan tersebut.

__ADS_1


Karena sepengetahuan putri Wei Xieun, sebelum menikah Fan Jianying sama sekali tidak pernah keluar dari kediaman Fan dikarenakan kondisi kesehatannya yang buruk.


Sehingga banyak orang yang masih belum mengenalnya dengan baik hingga ulahnya yang ingin mencelakai sang adik dalam pesta yang diadakan dikediaman Ming membuat sebagian orang mulai mengenalnya.


__ADS_2