CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KONSPIRASI


__ADS_3

Siang itu, langit masih terlihat gelap meskipun ritual pemindahan roh sudah berhasil diselesaikan dengan lancar.


Sementara itu, didalam tenda terdapat seorang gadis dengan wajah pucat terbaring diatas ranjang.


Ritual pemindahan roh peramal Yan dari tubuh pangeran Xioran ke tubuh aslinya tak disangka menguras banyak tenaga Fan Jianying.


Karena tubuh pengeran Xioran yang lemah, maka Fan Jianying berusaha untuk mengambil roh peramal Yan dengan penuh kehati – hatian agar tidak sampai membuat pemuda tersebut terluka semakin parah.


Tak disangka hal tersebut membuat tenaga yang ada didalam tubuhnya terkuras habis hingga sampai saat ini Fan Jianying masih belum sadarkan diri akibat kelelahan.


Bai Cheung dengan setia duduk di samping ranjang sambil menunggu istrinya siuman. Dengan lembut, beberapa kali dia mengusap peluh yang muncul di dahi Fan Jianying.


Karena khawatir, Bai Cheungpun segera memerintahkan Liam untuk memanggil tabib Mian agar memeriksa kondisi istrinya.


Melihat tabib Mian sedikit mengkerutkan kening waktu memeriksa nadi Fan Jianying, Bai Cheungpun merasa sangat khawatir.


“ Kenapa dia masih belum bangun ?...”, tanya Bai Cheung cemas.


Terlihat beberapa kali Bai Cheung menatap wajah sang istri dengan wajah senduh, berharap Fan Jianying cepat sadarkan diri.


“ Anda jangan terlalu khawatir jenderal, madam ketiga hanya kelelahan setelah energinya terkuras habis untuk melakukan ritual pemindahan roh tadi….”, ucap tabib Mian sambil mengeluarkan sebotol obat dan diberikannya kepada Bai Cheung.


Setelah jenderal mudanya itu tak bertanya lagi, tabib Mian pun pamit undur diri dan meninggalkan Bai Cheung sendiri di dalam kamar bersama sang istri.


Bai Cheung menatap wajah istrinya dengan nanar sambil beberapa kali dia mengecup punggung tangan Fan Jianying dengan penuh kerinduan.


“ Aku janji, setelah wilayah perbatasan timur aman, aku akan segera membawamu kembali ke ibukota agar bisa menjalani kehidupan yang normal kembali…”, guman Bai Cheung sedih.


Sementara itu, dari arah pusat kota Fushou terlihat seorang laki – laki dengan pakaian serba hitam berjalan mendekati kamp militer pasukan Huangshan.


Heng Yuan kali ini berusaha kembali untuk menyelinap masuk kedalam kamp militer pasukan Huangshan diwilayah perbatasan Timur untuk mencari informasi yang diperlukan sebelum pangeran kedua Song Yu kembali melakukan pergerakan.


Kedua mata Heng Yuan melotot sempurna waktu melihat ada kereta kuda dengan lambang negara gurun berada tepat di depan gerbang kamp militer pasukan Huangshan.


“ Kaisar Muzeng !!!...ada apa dia kemari ?...”, batin Heng Yuan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Dipun segera melompati tembok pembatas dan menyelinap masuk kedalam kamp militer pasukan Huangshan, berusaha untuk menyelidiki motif  kedatangan penguasa negara gurun tersebut disini.


Tapi, karena penjagaan yang sangat ketat, Heng Yuan sama sekali tidak bisa mendekat kearah tenda dimana kaisar Muzeng dan jenderal besar Tian berada.


Setelah memastikan jika kondisi disekitarnya aman, Heng Yuanpun mulai berjalan mengendap – endap, berusaha mendekat kearah tenda yang menjadi tujuannya.


Heng Yuan terus meningkatkan kewaspadaannya sambil melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada yang menyadari keberadaannya.


Di depan tenda tempat pangeran Xioran dan peramal Yan dirawat, Feng segera menyipitkan sebelah matanya waktu melihat sosok yang cukup mencurigakan bergerak pelan.


“ Heng Yuan ?...”, guman Feng pelan.


Meski gumanan Feng cukup pelan, nyatanya ucapannya itu mampu didengar oleh rekan – rekannya yang kebetulan berada didepan tenda bersamanya.


Mereka pun mulai berhenti berbicara dan mengarahkan pandangan mereka ke satu titik dimana pandangan Feng berada.


Setelah memastikan jika sosok tersebut adalah Heng Yuan, perlahan Feng pun berjalan mendekat dimana kaki tangan pangeran Song Yu tersebut berada.


Heng Yuan tidak sadar jika ada sekelompok orang yang sedang mengamati gerak – geriknya saat ini dan dia terlihat masih fokus pada target yang ada dihadapannya.


Sementara itu, Bingwen dan rekan - rekannya yang  ingin menangkap Heng Yuan segera bergerak menuju sisi lain untuk mengepung Heng Yuan agar tidak berhasil kabur.


Mendengar ada seseorang yang berjalan mendekatinya, Heng Yuan yang sadar jika keberadaannya diketahui segera kabur.


Namun sayang, lagi – lagi kakinya yang kemarin baru saja sembuh setelah kena racun belati Bingwen kali ini kembali terluka waktu lempengan besi berbentuk bintang menancap tepat dikakinya.


“ Sial !!!....”, umpat Heng Yuan dalam hati.


Saat ingin kabur, Heng Yuan melihat jika didepan, samping kanan dan kiri ada pasukan Huangshan yang  berjalan menuju kearahnya.


Heng Yuan yang merasa terpojok pun bergegas masuk kedalam cincin ruangnya dan menghilang dari pandangan mata semua orang dalam sekejap.


Feng dan semua pasukan yang sedang mengepung Heng Yuan dibuat kebingungan karena tiba – tiba jejak lelaki tersebut lenyap tanpa bekas.


Melihat Heng Yuan berhasil kabur kembali membuat Bingwen sedikit geram. Diapun segera menghampiri Qindao agar penjagaan didepan pintu gerbang semakin diperketat.

__ADS_1


Kaisar Muzeng yang mendapatkan kabar jika Aurella tak sadarkan diri setelah memindahkan roh peramal Yan kedalam tubuh aslinya memutuskan untuk menginap satu malam di kamp militer pasukan Huangshan.


Dia sangat menantikan kebangkitan peramal Yan demi bisa mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Kristal kehidupan.


Bagaimanapun juga, peramal Yan adalah satu – satunya saksi hidup yang berada di lokasi kejadian sewaktu Kristal kehidupan tersebut di curi dari tangannya.


Meski jenderal besar Tian masih belum memahami maksud sebenarnya dari kaisar Muzeng datang ke kamp militer yang dipimpinnya.


Namun, mengingat jika keduanya bersepakat untuk melakukan genjatan senjata, maka diapun tetap menjamu tamunya itu dengan baik.


Meski dia tidak melihat niat buruk kaisar Muzeng, tapi dia juga tak bisa menurunkan kewaspadaan pasukannya mengingat jika baru beberapa hari yang lalu pasukan King of Devil berusaha untuk menduduki kota Fushou namun gagal.


Di tambah lagi, madam ketiga Bai yang berhasil membawa pulang tubuh peramal Yan namun menyembunyikan identitasnya membuat jenderal besar Tia ada keraguan tersendiri.


“ Jika madam ketiga menyembunyikan identitasnya, tentunya dia tidak ingin memiliki urusan lebih dalam dengan kaisar Muzeng. Aku tak boleh lengah hanya karena kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan untuk melakukan genjatan senjata…”, batin jenderal besar Tian bermonolog.


Sementara itu, di ibukota, pangeran kedua Song Yu terlihat mulai bergerak. Langkah awal yang dia ambil adalah dengan menghasut dan mengadu domba antar para pejabat pengadilan.


Sehingga diantara para pejabat pengadilan timbul rasa curiga antara yang satu dengan yang lainnya dan membuat mereka menjadi terpecah belah.


Putra mahkota Qin Shi Huang yang menyadari hal tersebut mulai turun tangan bersama pangeran ke empat Wei Jie, berusaha untuk meminimalisir perpecahan yang mulai terjadi di dalam pengadilan istana.


Sementara itu, ratu Qilin terus saja memberi pangeran kedua Song Yu peringatan agar tidak lengah dan tidak kembali melakukan kesalahan sekecil apapun dalam rencana kali ini.


Ratu Qilin juga semakin sering mengadakan pertemuan rahasia dengan beberapa menteri yang menjadi pendukungnya untuk semakin mempercepat rencana besar yang telah dibuatnya itu.


Apalagi ratu Qilin baru mendapatkan kabar dari Heng Yuan jika tampaknya jenderal besar Tian mampu membuat kesepakatan dengan kaisar Muzeng.


Posisi yang tidak menguntungkan untuknya saat ini. Maka dari itu, untuk sementara waktu ratu Qilin akan fokus untuk menjalankan rencana yang ada didalam ibukota.


“ *J*ika kekuasaan sudah aku pegang, maka menyingkirkan jenderal besar Tian dan Bai Cheung adalah perkara mudah. Wilayah perbatasan timur juga secara otomatis akan menjadi wilayah kekuasaanku…”, batin ratu Qilin tersenyum licik.


Sementara itu, permaisuri Wei beberapa kali mendapatkan mimpi buruk. Dia takut jika hal buruk dalam mimpinya itu benar terjadi dan akan menimpah putri bungsunya itu.


Kaisar Huang yang sudah mengetahui jika kebangkitan kekuatan ratu hutan kematian yang ada dalam diri Fan Jianying akan menjadi magnet bagi gadis itu untuk menarik setiap permasalahan yang ada sudah mempersiapkan diri jauh – jauh hari.

__ADS_1


Diapun juga sudah menyusun rencana tersendiri bagi putri bungsunya itu tanpa diketahui oleh siapapun.


“ Jika memang harus dikembalikan ke posisi semula, maka hanya Wei Fei lah yang bisa melakukannya…”, batin kaisar Huang mendesah pasrah.


__ADS_2